
Sesuai dengan apa yang sudah terjadwalkan oleh Nico dan Arsakha. Kompresi pers itu akan di lakukan siang ini di sebuah hotel di london. Dengan antusias para wartawan dari manca negara berdatangan dan menyaksikan kesaksian dari mereka berdua.
"Kau siap Mageta?" tanya Pratik pada istrinya.
Mageta mengangguk, "Aku sedikit nervous Pratik"
Mageta menggenggam tangan Sakha dengan erat, ia berjalan dengan langkah yang beriringan. Sebelum menemui wartawan itu, merka datang menemui Arsakha terlebih dahulu dan bertemu dengan Soraya untuk menjadi saksi mereka.
"Kesalahpahaman ini tidak boleh berlanjut, mereka harus segera di hukum atas perbuatan mereka Mageta" ucap pratik sambil mengelus pelan pucuk kepala istrinya itu.
"Iya Pratik" sahut Mageta
Mereka datang menghadap Arsakha yang sudah siap dan menunggu kedatangan Pratik. Soraya juga, ia sudah berdandan dengan cantik untuk menghadiri kompresi pers jumpa tamu itu.
"Sudahlah, jangan bersedih hati. kembaranmu memang pantas untuk di hukum" ucap Sakha menyemangati Soraya yang tengah melamun itu.
Terlebih lagi ketika Soraya tahu yang melakukan semua itu adalah Jingga kembaraannya sendiri. Isak tangis pecah begitu saja, Soraya tak lagi mampu berkutik apapun lagi.
"Apa salahku padanya Sakha sehingga membuat jingga membenciku dan mencoba mmenceliku dengan menyamar sebagai aku Saka, aku harus bagaimana.?"
Keluh kesah Soraya yang menceritakan semuanya kepada sang suami.
"Kau tenanglah Soraya, semua akan baik-baik saja. Kau hanya perlu hadir dalam jumpa press tersebut, semua bukti dan seksi sudah terkumpul kan kau tidak bersalah orang yang bersalah adalah orang lain, dan itu bukan kau. Kau jangan takut, ada aku yang akan menemanimu dan selalu berada disisimu" ucap Arsakha sambil mengelus pelan pucuk kepala Soraya istrinya itu
Praktik dan Mageta datang bersama, mereka menemui Arsakha dan juga Soraya yang sudah menunggunya di apartemen. Mereka berbincang-bincang sebentar, sangat canggung rasanya untuk soraya dan praktik ber tegur sapa. Namun sebagaimana mestinya, mereka sudah memiliki pasangan masing-masing dan juga mereka sudah bahagia.
Acara konferensi pers jumpa itu pun akan segera dimulai sekitaran 20 menitan lagi. Praktik dan juga istrinya bersiap-siap untuk naik ke atas panggung yang sudah disediakan oleh Arsakha dan juga beberapa microphone yang ber jajaran panjang memenuhi meja tersebut.
Pratik naik ke atas podium ia menjelaskan tentang Mageta, bahwa ia adalah suaminya dan dia akan menjelaskan tentang skandal soraya yang mencoba melakukan Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Jingga.
__ADS_1
" Ini istriku, beberapa tahun silam ke belakang ada sebuah tragedi yang membuatku cukup kesal dan menyesal bagi diriku sendiri"
" Yaitu di mana istriku menjadi korban penusukkan oleh mantan pacar ku, dia Soraya. Dan perlu kalian ketahui, itu bukanlah 100% Soraya, karena itu adalah Jingga yang selaku kembaran Soraya."
" Mereka kembar identik, namun tidak bersaudara. Aku sempat mengira ini adalah motif balas dendam dari Soraya, dengan perantaranya istriku. Namun ternyata aku salah, ini adalah oleh orang lain yang mencoba mencelakai Soraya dengan perantara istriku yang terluka"
" Jadi aku harap pada kalian, sudahi lah kesalahpahaman ini dan aku memiliki beberapa bukti-bukti yang sangat memuaskan kalian untuk mempercayai Soraya. Yaitu ada beberapa dna dan sidik jari saat waktu dulu yang masih tersimpan rapi dan juga beberapa potongan cctv yang mem pertunjukan bahwa itu bukanlah Soraya"
" Karena dari segi badan sangat jauh mirip dengan Soraya"
Jelas praktik yang panjang lebar menjelaskan semuanya kepada wartawan dari mancanegara yang ada di dalam hotel sana.
Sebuah video potongan dari cctv memperlihatkan ketika tragedi penuh darah tersebut yang dialami oleh istri Praktik. Diduga, ada tiga tusukan yang mengenai perut dan 2 lainnya adalah paha kiri. Beruntung tuhan masih memberi Magetan nyawa dan masih menyayangi Praktik, sehingga ia bisa lolos dari maut.
wartawan dari mancanegara itu pun sontak kaget dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Tapi bagaimana bisa pelaku itu melukai istrimu tuan?" tanya salah satu wartawan.
"Soraya memiliki jenjang kaki yang panjang, sedangkan wanita yang di dalam video itu memiliki postur tubuh sedikit lebih pendek dan juga berisi" jelas kembali pratik.
"Lalu apa tanggapan nona Soraya tentang kembaran nona Sorsya? apakah kalian pernah dekat sehingga membuat nona tersebut ingin melakukan rencana dendam pada nons soraya?" tanya salah satu wartawan itu kembali.
Soraya bingung harus mengatakan bagaimana, jujur saja ia sangat takut salah bicara ketika di depan banyak orang.
" aku ..." lirih Soraya
Arsakha mengerti,ia membantu soraya berbicara. "Mereka sudah pastinya kembar, dan sudah bisa dipastikan mungkin karena saat itu karir Soraya sedang naik dan karirnya sedang turun, sehingga muncullah rasa iri dan dengki dari wanita tersebut."
"Apa tanggapan tuan tentang skandal ini? Apa menurut tuan skandal ini sudah berakhir?" tanya kembali wartawan yang berbeda
__ADS_1
" Tidak skandal nih belum berakhir, Karena aku yakin pasti akan ada musuh yang tetap menyerang dengan melatarbelakangi aku, perlu kalian ketahui. Semua ini sudah direncanakan oleh musuhku yang lain dan tak bukan adalah musuh bebuyutan ku di dunia bisnis."
"Mereka mencoba menjadikan soraya boneka agar nama baikku hancur, karena soraya adalah istriku dengan begitu saham perusahaan akan turun drastis ketika nama baikku hancur" jelas Arsakha kepada mereka.
"Lalu apa yang dirasakan oleh nona magenta setelah kejadian kala itu? apa kau masih ingat bagaimana terakhir kali anda mengingat kejadian itu?" tanya serius wartawan tersebut .
"Aku sangat ingat betul wajahnya, sangat mirip dengan soraya. Namun aku sempat heran karena wanita itu memiliki tahi lalat di atas bibirnya, sedangkan Soraya tidak memilikinya dan dari sanalah aku berpikir jika itu adalah Soraya, namun aku juga berpikir itu juga bukan Soraya." ucap magenta menjelaskan semuanya kepada wartawan.
Konferensi terus berjalan dengan lancar, mereka telah menyelesaikan skandal permasalahan Soraya dan juga istri Pratik. Akhirnya mereka menarik nafas dengan lega, mereka hembuskan dalam-dalam karena mereka sudah sampai pada tahap akhir ini.
"Terima kasih tuan saka, berkat anda skandal ini sesudah berakhir dan pelaku tersebut akan mendapatkan hukumannya" ucap praktik berterima kasih pada Arsakha.
Arsakha yang berjalan di samping Praktik pun tersenyum, dan menatap istrinya penuh arti.
"Seharusnya kau berterima kasih juga kepada Nico, jangan hanya kepadaku. Dia yang lebih keras mencari barang buktinya dari pelaku, namun sangat disayangkan juga dia tidak bisa hadir karena harus pulang ke Indonesia, terlebih lagi begitu dengan Musa yang harus mengurus Moeza yang sedang sakit terus"
"Di mana tuan adam?" tanya pratik kembali.
"Ada. sedang mengurus Devanya yang kesehatannya kini sedang memilih, karena ia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah." ucap Sakha
"Kabar itu sangat membahagiakan sekali tuan, apa tuan tidak berniat untuk segera memiliki momongan? Bukankah kalian berdua sudah menikah lama juga?" tanya serius pratik yang membuat Soraya membualatkan kedua bola matanya.
Arsakha melirik istrinya yang pipinya tengah memerah itu. "Aku tergantung pada Soraya mau atau tidaknya, dan aku juga tidak bisa memaksa jika ia tidak mau. Toh aku ini juga masih muda dan kekar" ucapan Sakha yang menyombongkan dirinya.
"Eisttt, jangan salah tuan. Tapi bagaimana jika nanti yang terjadi malah sebaliknya" ucapan pratik nyali Sakha menciut, ada benarnya juga apa yang di katakan oleh Pratik.
ia sudah bertahun-tahun belum belum merasakan kenikmatan duniawi setelah terakhir kali bersama Medina, itu pu saat malam hari di penginapan dan saat itu juga Medina masih menjadi istrinya.
"Aku sarankan kalian untuk segera memiliki momongan tuan, karena istriku juga sedang mengandung, hehehe."
__ADS_1
Arsakha hanya bisa menghembuskan berat nafasnya. "Aku akan menyusul kalian"