Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Bertemu Keluarga


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan 9 jam,meraka sebentar lagi akan mendarat di Negara B. Musa melirik Meidina yang tengah tertidur di bahu nya.


Cup.


Musa mencium kening Meidina,''Aku akan lakukan segala cara untuk membuatmu bahagia Meidina'' ucap Musa, Meidina mengedipkan mata nya dengan segera Musa memalingkan pandangan nya. Meidina terbangun,ia mengucek kedua mata nya.


''Sebentar lagi,kita akan mendarat'' ucap Musa, Meidina menganggguk.


Pesawat turun,mereka di sambut hangat oleh anak buah Musa. Karena Meidina masih mengantuk ia memilih melajutkan tidur nya di dalam mobil, Musa tak henti-henti nya memandangi Meidina.


''Aku sangat bahagia,karena kau sudah menjadi istriku. Tapi aku akan terluka,ketika mengingat pernikahaan ini atas dasar paksaan'' gumam Musa, sang sopir yang melihat Musa di belakang hanya terdiam. Ia tidak ingin ikut campur,tentang rumah tanggga tuan nya.


Sampainya di depan Mansion milik Musa. Musa menggendong Meidina ala bridal style, membawa nya masuk ke dalam dan membaringkan nya ke kasur empuk membuat Meidina sangat nyaman. Ponsel milik Musa berdering, ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut ke luar.


"Iya halo, Assalamualaikum abi" ucap salam Musa.


"Waalaikumsalam, sedang apa? apa kau sudah mendarat? " ucap Abi Jefri.


"Alhamdulillah sudah abi, bagaimana keadaan abi dan umi di sana? " tanya balik Musa.


"Alhamdulillah, abi dengar dari Daffa. Kau sudah menikah, dengan gadis bernama Meidina itu, apa itu benar" ucap Abi Jefri.


"Iya benar abi, kami sudah menikah kemarin" jelas Musa.


"Tapi, apakah gadis itu mencintai mu juga?" tanya Abi Jefri. Musa terdiam, ia enggan menjawab perkataan ayah nya.


"Abi tau, pasti gadis itu masih tidak mencinta mu kan?" ucap Abi Jefri.


"Musa, dengar kan aku anak ku. Cinta tidak bisa kau paksa kan,jika kau paksa kan sama saja kau menyakiti nya" sambung Abi Jefri.


Deg.


Jantung Musa berdetak kencang, ada benar nya juga apa yang Abi nya kata kan. Musa memaksa Meidina untuk mencintai nya, dengan cara menikahi nya. Namun sadar, itulah yang membuat Meidina semakim trauma.


Musa tidur di samping istri nya, ia memeluk tubuh kecil Meidina, "Cantik nya istri kecil ku" ucap Musa. Ia mengecup kening Meidina dan terlelap dalam tidur nya, sambil memeluk tubuh Meidina.


Keesokan hari nya, Musa terbangun. Ia melihat Meidina tak ada di samping nya, Musa melirik ke kanan ke kiri. Pandangan nya tertuju pada kamar mandi, ia hendak akan bangun dan mendekati kamar mandi. Namun Meidina sudah keluar dari dalam sana, "Ingin sholat subuh bersama?" tanya Meidina pada Musa.


Hati Musa berdebar-debar, "iya" ucap pelan Musa gugup. Karena saking lama nya Meidina tak berbicara, akhirnya ia berbicara juga pada Musa. Musa dengan segera masuk ke dalam kamar mandi, dan memulai ritual nya.

__ADS_1


Setelah nya, mereka melaksanakan ibadah sholat subuh. Jam sudah menunjukkan pukul delapan, Musa mengajak Meidina untuk bertemu keluarga nya. Tentu ini akan menjadi suatu hal yang mengejutkan untuk mereka, terutama Adam. Entah reaksi apa yang nanti akan ia tunjukan, ketika melihat adik perempuan nya lagi.


Sebuah Mansion bernuansa emas,dan mewah itu melihatkan ke elegantan nya. Mobil Musa memasuki Mansion tersebut, Meidina nampak kagum akan bangunan di depan nya. Mereka di sambut hangat oleh bawahan Ayah Hamzah, di dalam sudah ada Papa Rendra dan Mama Devi sedang berkumpul. Tak lupa di dalam sana ada juga adam, Musa membuka kan pintu untuk Meidina.


Mereka masuk ke dalam, betapa terkejut nya Adam. Ia sampai tak mengenali wanita yang ada di depan nya siapa. "Assalamualaikum" ucap salam Musa.


"Waalaikumsalam" balas mereka menjawab bersama. Meidina melirik Adam, dan mantan mertua nya.


"Aku rindu kalian semua" batin Meidina.


"Meidina ayo masuk" ajak Musa, Meidina hanya menganggukkan kepala nya.


"Ayah" ucap Musa menghampiri Ayah Hamzah, ia salaman dengan papah rendra dan mama devi juga.


"Meidina ini Ayah Hamzah, dia ayahmu. Dan itu, Kak Adam, dia kakak kandung mu" ucap jelas Musa.


"Maksud mu?" ucap heran Adam.


"Kak adam" saut Meidina, Adam membulatkan mata nya. Ia segera mendekati Meidina dan memegang bahu Meidina.


"Meidina, ini benar kau Meidina. Adik ku" ucap Adam, ia sudah berlinang kan air mata.


Meidina hanya mengangguk, Adam langsung memeluk nya. Mereka menangisi tersedu-sedu, Musa tersenyum ketika melihat kedua saudara ini di pertemukan kembali.


"Ayah" ucap Meidina, mereka terharu karena akhirnya bisa bertemu dengan Meidina.


Meidina tak lupa bersalaman dengan mantan mertua nya dulu. Mereka sangat bahagia akan tetapi, kabar kebahagiaan itu tidak berlanjut lama. Seseorang menelepon papa Rendra, orang di dalam sambungan telepon tersebut mengatakan kabar buruk.


Melihat kebahagiaan Ayah Hamzah, dan Meidina. Papah Rendra mengajak mamah devi pulang, "mengapa mendadak sekali, tunggulah sebentar lagi. Putriku baru saja kembali " pinta Ayah Hamzah.


"Maaf Hamzah, ada suatu hal yang perlu kami selesai kan. Kami ikut bahagia atas kembali nya Meidina" ucap Papa Rendra tersenyum.


"Kami permisi dulu, urusan ini sangat penting dan mendadak" ucap Papa Rendra, menarik tangan Mama Devi.


Tibanya di luar Mansion. "Ada apa, kenapa kau menarik-narik tanganku" guru mama devi.


"Sakha" saut papa rendra.


"Ada apa dengan anak laknat itu?" ucap mama devi.

__ADS_1


"Anak kita mengalami kecelakaan, dan sekarang ia tengah koma mah. Tyo mengatakan, bahwa kedua kaki putra kita lumpuh dan kemungkinan besar. Nyawa nya tak akan selamat" ucap papa rendra menangis.


Deg.


Seburuk apa pun sifat anak, orang tua lah yang paling sedih dan menderita ketika anak nya sakit. Apalagi hingga koma,dan mengalami kecelakaan yang membuat nya cacat.


Jantung mama devi berdetak kencang, ia tak percaya dengan apa yang di kata kan suami nya. Hingga,kabar kecelakaan Arsakha masuk televisi. Seorang Presdir Virendra Grup, mengalami kecelakaan yang parah. Mereka meliput nya dan menjadikan berita utama, berita yang sudah masuk ke dalam berita internasional.


Malam hari nya, Adam menyalahkan Tv, ia membulat kan mata nya ,ketika melihat sahabat nya tengah terbaring di ranjang rumah sakit. "Sakha" gumam nya.


Ia mengucek kedua mata nya, dan menitik kan air mata. Ayah Hamzah turun dari tangga, ia melirik putra nya. "Sedang apa?" tanya Ayah Hamzah.


Sama seperti adam, Ayah Hamzah juga melihat tayangan si televisi tersebut. Ia memeluk tubuh Adam, dan mengelus punggung nya. "Arsakha baik-baik saja, kau bertabah lah" ucap Ayah Hamzah menyemangati Adam.


Di Mansion, Musa dan Meidina tengah menonton televisi. Dan kabar tentang kecelakaan Arsakha menembus d telinga Meidina, Meidina menitik kan air mata nya. Musa yang melihat Meidina menangis,ia langsung memeluk nya.


"Dia pasti baik-baik saja" ucap Musa.


"Aku tau, aku terlalu memaksa mu Meidina. Kau masih mencintai Arsakha kan?, kau boleh kembali pada nya setelah kita bercerai"


"Aku sadar, selama ini kau tidak mencintai ku. Biarkan aku menjadi perantara di antara kalian berdua, aku bahagia jika kau pun bahagia" ucap Musa, ia tersenyum dan langsung melepaskan pelukan dari Meidina.


"Selamat malam istriku" ucap Musa, ia meninggal kan Meidina . Musa masuk ke dalam kamar tamu, karena kamar mereka ada di lantai atas.


Meidina menata kepergian Musa, "Tidak, jangan tinggalkan ku, aku mohon" batin Meidina.


Ia berlari mengejar Musa, namun terlambat. Musa sudah masuk ke dalam, Meidina menggedor pintu.


"Mas, ku mohon buka pintu nya" saut Meidina dengan suara sendu.


"Berikan aku waktu untuk menjelaskan, alasan ku seperti ini. Ku mohon, aku mohon" ucap Meidina, dengan menangis tersedu-sedu.


Musa masih enggan membuka kan pintu, sama seperti Meidina. Musa juga menangis, pintu yang memisahkan mereka berdua.


"Maaf kan aku Meidina, aku terlalu memaksa mu. Akan ku lepas kembali, jika engkau mau. Aku sungguh sangat sangat lelah , berpura-pura tegar di hadapan mu" batin Musa.


Meidina masih menggedor pintu, berharap Musa membuka kan pintu nya. Musa melirik sebuah keranjang buah, dan pisau di samping nya. Ia mengambil pisau yang berada di atas nakas, dan mengarah kan nya ke dalam perut nya.


.

__ADS_1


.


-Doain semoga othor nya ga sibuk, karena kegiatan sekolah dan tugas² daring. Biar bisa ada waktu, dan crzy up buat kalian:)😭🙏🏻❤


__ADS_2