
Arsakha menghampiri meidina yang tengah memakan buahnya,ia mendekati istrinya "Meidina!" teriak sakha,mengejutkan meidina
"Tuan" meidina kaget,ia langsung menghentikan makannya
Arsakha seolah - olah menatap tajam,jelas membuat meidina takut. "Aku dengar kau hamil" ucap sakha membuat tubuh meidina gemetar
Deg
"Ya allah bagaimana ini" batin meidina
"Iya..Tuan" ucap meidina dengan suara pelan
Arsakha masih menatapi nya tajam,meidina menundukan kepalanya.Benar ia sangat ketakutan,orang didepan nya adalah arsakha virendra alfarizqi seorang ceo virendra group.Sekaligus suami kejam nya,bukan suami yang dulu menyayangi nya dengan kelembutan.Itu hanyalah akting nya saja
Sakha tersenyum sinis,ia masih menatap meidina.Meidina tetap menundukkan kepalanya
"Aku kira kau gadis kecil yang lugu dan polos,ternyata aku salah" cibir arsakha,meidina hanya terdiam ia masih menundukkan kepalanya
"Kenapa kau diam,kau tahu tidak.Siapa ayah dari anak itu" ucap arsakha,tentu saja meidina menggeleng-gelengkan kepalanya.Air mata tidak bisa ia bentung lagi,mereka membasahi pipi lembut gadis kecil itu
__ADS_1
"Maafkan ayah nak,bukan ayah tidak mau mengakuimu.Ayah terpaksa" batin sakha
Meidina masih terdiam "Mulai hari ini,kau tidur di kamar tamu" ucap arsakha,ia pun segera pergi dan meminta bi min menyiapkan kamar untuk meidina tempati
"Aku harus bertahan,ini demi bayiku" gumam meidina dalam hati
Bi min menatap nona muda nya,ada rasa kasihan melihat meidina terus bersedih.Bi min menghampiri meidina
"Nona,mari bibi antar" ucap bi min,ia pun segera menuntun meidina.Hingga sampai depan pintu kamar
"Nona beristirahatlah" ucap bi min,meidina hanya menganggukan kepalanya
Meidina segera masuk ke dalam kamar tamu,ia membaringkan tubuh mungilnya.Menatap langit - langit kamar dengan tatapan yang kosong,mungkin kah ini sifat asli arsakha padanya,pikir meidina
Diruang kerja,arsakha memijat pelepis matanya dengan pelan.Ia sangat pusing memikirkan tentang semua ini "Bagaimana pun juga,dia adalah anakku" sakha menyandarkan dirinya di kursi kebanggaannya
"Suatu hari nanti akan ku ambil dia dari gadis kecil itu" gumamnya dalam hati
Keesokan harinya,adelia datang ke mansion virendra.Senyuman terukir jelas di wajahnya,tentu saja ke datangan adelia ke mansion membuat papah rendra dan mamah devi keget
__ADS_1
"Ada apa kau datang kemari,wanita iblis" ucap mamah devi dengan nada meninggi
Adelia terlihat santai,ia masih duduk manis di soffa.Awalnya keluarga virendra tidak mengizinkan nya masuk,tetapi saat adelia datang untuk memberi tahu kan kabar penting.Mereka pun mau tidak mau,mempersilahkan nya masuk
"Tenanglah calon ibu mertua" ucap adelia membuat devi geram
Papah rendra dan adam baru saja turun dari lantai atas,mereka menghampiri devi dan adelia.Adelia tentu saja tersenyum,sebentar lagi rahasia terbesar akan ia bongkar
Adam terkejut ketika meihat adelia "Kenapa wanita siluman ini,ada disini" gumam adam dalam hati nya
Mereka semua pun duduk,papah rendra menatap adam seolah mengode kenapa ada adelia di sini,adam hanya menaiki dan menurunkan bahunya
"Sepertinya kalian sangat menyayangi,menantu kecil kalian" ucap adelia,membuat mereka semua geram
"Tentu saja,dan juga itu bukan urusanmu"ucap ketus devi
"Tetapi kalian tahu tidak,menantu kesayangan kalian sedang hamil"
Deg
__ADS_1
Wajah adam mulai pias,haruskah ia mengatakan semuanya.Papah rendra dan mamah devi kaget,pasalnya arsakha lumpuh.Meskipun begitu,arsakha tidak mungkin menghamili istrinya dengan keadaan seeprti itu
"Apa maksudmu!" tegas papah rendra