Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Mencintainya kembali


__ADS_3

Kepulangan mereka berdua disambut hangat oleh keluarga, setelah skandal Soraya yang sempat menggemparkan itu. Ayah Hamzah menunggu Sakha di bandara, dan Papa Rendra yang datang menjemput Arshaka.


"Sakha, sepertinya itu orang tuamu" ucap Soraya sambil menunjuk ke arah sana dari dalam jendela pesawat.


Arsaka pun meliriknya, ia melihat sang ayah yang sedang menunggu kepulangannya bersama ayah Hamzah .


" Ya, sepertinya itu Ayah Hamzah mereka sedang menunggu kepulangan kita" ucap Arsaka.


Nampak Soraya yang tengah lemas karena skandalnya itu yang cukup menggemparkan. Jadi ia cukup takut jika ia terus-terusan ditanyain tentang skandalnya itu oleh keluarga Arsakha.


" Jangan takut aku akan bersamamu Sora!" seru Arsakha menyemangati istrinya tersebut.


Soraya beruntung karena ada Sakra yang akan selalu berada di sampingnya, dan mendukungnya.


"Sakha, jika nanti ayah bertanya padaku bagaimana aku harus menjawabnya?" tanya Soraya serius


"Tidak usah khawatir Sora, aku sudah mengatakan aku akan bersamamu!"


Pesawat itu pun turun dari penerbangan, mereka menunggu perintahan dari pilot untuk mereka kapan turunnya. Selang beberapa menit kemudian, sang pilot memperbolehkan mereka untuk bisa turun. Ada anak buah yang berjajaran untuk mengangkut barang bawaan milik Arsakha dan Soraya sebagai oleh-oleh dari London.


Saat itu Soraya tidak tahu bahwa Arsaka sudah menyiapkan semuanya tanpa Soraya ketahui.


" Akhirnya kau datang juga Arshaka! " seru Ayah Hamzah yang tersenyum manis pada.


"Datang apanya? Arshaka sudah pulang bukan datang!" Ketus Papa Rendra pada ayah Hamzah.


Mereka pun saling bertukar ketawa lalu kedua pria paruh baya itu pun memeluk Arsaka dengan erat, dan juga Ayah Hamzah yang mengelus-elus pelan punggung Arsaka.


"Selamat Asakha, akhirnya masalah terakhirmu telah terselesaikan" ucap selamat Ayah Hamzah.


" Terima Kasih Ayah, papa di mana Mamah?" tanya Arshaka yang mencari sang Ibunda yang tidak ada di bandara.

__ADS_1


Kedua pria paruh baya itu pun melepaskan pelukan mereka dari Arsakha.


"Mamamu sedang berada di Mansion Meidina, karena Moeza yang terus-terusan sakit dan juga tidak mau makan. Membuat ibumu dan juga Medina sedikit kewalahan" Jelas Papah Rendra.


"Soraya apa kau baik-baik saja?" tanya papa Rendra pada menantunya tersebut.


'"aku tidak apa-apa Pah " sahut Soraya


"Apa kau yakin? Apa kau sedang hamil?" tanya papa Rendra kembali.


Pertanyaan dari Papa Rendra membuat Arsaka dan juga Soraya sedikit melohok. Pasalnya mereka selama 3 tahun belakangan ini tidak pernah melakukan hubungan suami istri seperti yang biasanya.


Karena dari awal menikah mereka memang tidak saling mencintai, dan juga mereka berdua dipersatukan oleh suatu kejadian yang sangat memilukan jika harus diingat.


"Adam saja yang telat menikah saja dia akan segera memiliki momongan. Sedangkan kalian yang sudah mendahuluinya belum juga memberikan Papa cucu. Papa ingin cucu Sakha!'' ucap Papa Rendra yang merengek pada anaknya, agar segera membuatkannya cucu


"Papa ingin cucu? Cucu Mama maksudnya?"


"Bukan seperti itu maksud Papa!" sambung Papa Rendra.


Ayah Hamzah dan juga Soraya yang mendengar perdebatan diantara Putra dan ayah tersebut hanya menahan tawanya saja. Pasalnya mereka sama-sama keras kepala, jadi beginilah mereka jika berdebat tidak ada yang mau mengalah


"Sudah sudah, sebaiknya kita masuk ke dalam mobil untuk pergi. Karena hari sudah semakin gelap" ajak Ayah Hamzah pada mereka semua.


"Benar. Ayo kita pulang, hari Sudah semakin gelap ini." Karena Arsakha dan juga Soraya pergi saat siang hari di London maka mereka sampai di Indonesia malam harinya.


Merasa sangat lelah, Arsaka pun terlelap tidur di samping bahu Soraya. Di dalam pikirannya, ia memikirkan apa yang Papa Rendra katakan tadi. Jika Papa Rendra sudah menginginkan cucu, namun Soraya nampak berpikir dua kali. Apakah Arsakha mau memiliki anak bersamanya.


Di pikiran Soraya dari dulu sampai sekarang. Mana mau dia memiliki anak dari seorang penjahat, apalagi kasus kedua orang tua Soraya yang dulu pernah menggemparkan mereka semua. Dan sekarang juga Soraya yang mendapatkan kasus, bahwa ia mencoba melakukan pembunuhan pada istri pratik yang walaupun itu bukan dirinya tapi kembarannya.


"Arsaka... Andaikan kau tahu, aku sangat menginginkan bayi yang mengisi di dalam perutku adalah anakmu. Namun aku sadar, jika aku tidak pantas untukmu" batin Soraya.

__ADS_1


Ia sambil melihat Sakha yang tertidur di bahunya Soraya, dengan begitu lelap. Soraya mengelus pelan rambut suaminya tersebut, nampak rasa selalu menyelimuti hatinya. Mengapa ia harus bertemu dengan Arshaka, andai saja ia tidak bertemu dengan Arsakha.


Mungkin saja, arakha saat ini bersama Medina dan mereka bisa hidup bahagia. Dan andai saja, Sakha tidak telat untuk memiliki Meidina kembali. Namun yang sudah nasib ya tinggal nasib, ia tidak bisa memutar balikkan keadaan dan juga menginginkan plot twist yang mencengkangkan.


Ia harus mengikuti alur yang telah diberikan, bagaimanapun juga takdirnya adalah Arsaka dan Arshaka adalah takdirnya Soraya. Mereka akan sama-sama bahagia pada waktunya, dan dengan pasangannya masing-masing.


Walaupun tidak selamanya mereka akan tetap bersama pada orang yang sama.


" Soraya, kau tidak Tidur Nak? "tanya ayah Hamzah pada Soraya.


Soraya pun tersenyum kepada ayah Hamzah yang berada di depannya Bersama Papa Rendra.


"Belum Ayah, Sora belum mengantuk" ucapnya


Papa Rendra sudah tidur, karena Ayah Hamzah tidak mungkin tidur karena ialah yang menyetir mobilnya. Ayah Hamzah bisa mengerti betul tentang perasaan Soraya, terlebih lagi Papa Rendra yang terus menuntut Arsaka ingin cucu.


Sebenarnya mereka ini saling cinta. Namun karena ego yang begitu besar membuat mereka harus sedikit memutarbalikkan otaknya masing-masing.


" Apa kau sedang memikirkan perkataan Papa Rendra tadi? Jangan terlalu dipikirkan, jika kalian memang belum saling mencintai coba paksakan agar cinta itu tumbuh. Karena ketika cinta tidak bisa muncul dengan kelembutan, maka paksalah agar cinta itu mau tumbuh, walaupun dengan paksaan"


Soraya mengurutkan kedua alisnya, ia tidak paham dengan apa yang Ayah Hamzah katakan itu.


"Maksud Ayah bagaimana?" tanya Soraya yang kebingungan.


" Jangan membohongi dirimu Soraya. Ayah tahu kau dan juga Arsaka sama-sama saling mencintai. Namun kalian memiliki ego yang begitu besar sehingga cinta itu tidak tumbuh, namun terhalang oleh ego kalian berdua" ucap Ayah Hamzah menceramahi Soraya.


"Perlahan-lahan, bukalah kembali hatimu Soraya. Ayah tahu, kau mencintai Arsaka, dan juga Sakha mencintaimu" ucap Aya Hamzah dengan begitu kelembutan


"Ikuti saja alurnya, lama-kelamaan kau akan jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada suamimu itu."


Soraya semakin bingung dengan apa yang ayah Hamzah katakan. Antara ingin dan tak ingin mengikuti saran dari Ayah Hamzah itu.

__ADS_1


__ADS_2