
...Harap bijak dalam membaca dan berkomentar, ada adegan kekerasan didalamnya !!!...
Nico pergi dari markasnya, ia mempercayai Jerry dan Hendra untuk mengawasi markas.
Nico melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Mike sempat menghubunginya beberapa kali, karena Nico harus segera kembali ke Italia.
Meskipun masalah penggelapan dana perusahaan sudah Mikey atasi. Tetap saja, Nico bersikeras tidak ingin pulang.
Ia ingin mencari Naora seorang diri, Baginya sekarang. Menemukan Naora adalah hal yang paling penting.
Kau dimana Rara, aku mengkhawatirkan mu. Batin Nico.
Nico pergi ke Bendara, turun dari mobil dan segera masuk ke dalam.
Ia melirik ke kanan dan ke kiri. Mencari keberadaan Naora yang mungkin saja masih ada di dalam sana.
Benar apa yang dikatakan Arsakha. Percuma ia datang ke bandara, tidak ada gunanya juga. Naora pasti sudah pergi, pikirnya.
Ia menghubungi salah satu anak buahnya, Nico mengatakan akan tinggal beberapa lama lagi di sini, tentu saja. Sebelum menemukan Naora, ia tidak akan pulang.
Nico mencoba membobol cctv bendara tersebut, ia berhasil membobolnya menggunakan ponsel pribadi miliknya.
Ia memperhatikan setiap kamera yang terpasang, terlalu banyak orang berjalan di sana. Namun mata Nico cekatan, ia berhasil menangkap sosok Naora yang tengah membawa kopernya, ia pergi sekitar tiga jam yang lalu. Namun yang Nico tidak ketahui adalah, jika Naora menggunakan identitas palsu.
Itu akan menyulitkan Nico, untuk mencari keberadaan Naora.
Ia memijat sebentar pelipis matanya, tiba-tiba ponsel nya berdering. Mikey menelepon, Nico tidak menjawab ia hanya mendiaminya saja. Sudah beberapa kali Mikey menelepon, dan akhirnya Nico pun menjawabnya.
"Kenapa baru mengangkat teleponku?" tanya Mikey dengan nada kesal.
"Kau sudah berani memarahiku, Mikey?" ucap Nico penuh dengan nada penekanan.
"Ah, tidak-tidak. Aku mana berani, ada hal yang ingin ku katakan padamu tuan" ucap Mikey.
"Apa"
__ADS_1
"Apa tuan bertengkar dengan Naora? Aku mendapatkan kabarjika Naora pergi" jelas Mike, yang di balas "Hmm" dari Nico.
"Akan saya siapkan, jet pribadi untuk keberangkatan tuan. Naora pergi ke Belanda, yang membuat kami kesulitan mencarinya adalah, ia menggunakan identitas palsu" ucap jelas Mikey.
Tentu saja berita ini membuat dirinya membulatkan matanya.
"Dari mana kau tahu?" tanya heran Nico pada Mikey.
"Sebelum anda membobol cctv bendara saya sudah membobol nya terlebih dulu" jelas Mike yang dibarengi gelak tawa.
"Cepat siapkan kelengkapan ku" titah Nico.
"Baik tuan, tuan juga ada sebuah perjalanan bisnis di Negara Belanda. Sekalian saja sambil mencari Naora, saya akan segera menyiapkan pakaian anda juga. Hehehe" ucap Mikey.
Tentu saja membuat Nico mengerutkan keningnya, Mikey malah langsung menutup teleponnya, ia takut jika Nico tiba-tiba marah.
Lagi-lagi, sebuah telepon lagi. Kali ini dari Lucifer, yang merupakan ketua Divisi satu.
"Halo tuan, kami mendapatkan informasi dari Tuan Arsakha. Ternyata Jessica dibantu oleh seseorang pria, dan kami juga sudah menangkap pria tersebut. Apakah tuan ingin menghukumnya sekarang juga?" tanya Lucifer, ia berharap agar Nico menghukum nya sekarang saja.
"Hukum saja, lempar dia ke kolam piranha hidup-hidup" ucap Nico, ia langsung mematikan telepon nya. Lucifer tersenyum iblis nya, ia menatap Baron yang sudah terikat.
"Kau sudah berani mencelakai tuanku, maka tanggung sendiri akibatnya" ucap Lucifer,yang mencengkam keras tenggorokan Baron. Dan melempar nya dengan keras, Baron merintis kesakitan.
Di lain ruangan, para anak buah Nico masih mengebor Adelia dan Jessica. Sebelum kedua nya menghembuskan nafas yang terakhir, mereka dilarang berhenti oleh Nico. Adelia sudah tak sanggup lagi, ia tewas mengenaskan.
Dengan banyaknya darah yang keluar dari area wanitanya, tentu saja karena ulah anak buah Nico melakukan nya dengan beringas. Mereka tidak mengenal ampun untuk Adelia ataupun Jessica.
Tamparan dan jambakan yang mereka lakukan. Bahkan saat Jessica sudah pingsan pun, mereka masih tetap bermain dengan nya.
Hingga kedua wanita sialan ini benar-benar tewas, setelah kematian Adelia, Jessica menyusul. Para anak buah Nico memuntahkan larva nya di mulut Jessica.
Itu hukuman tambahan dari anak buah Nico, karena ia sudah berani meracuni Nico.
Sangat puas rasanya, membuat kedua wanita sialan itu mati. Thomas, Jerry, Hendra dan Hendri yang mengawasi di sana. Merasa linu akan kelakuan teman-teman nya, apalagi Hendri yang paling penakut.
__ADS_1
"Untung saja aku tidak ikut serta, aku masih mau menjaga keperjakaanku" ucap garing Hendri. Membuat ke tiga pria di samping nya, hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Seperti yang Nico perintahkan, Davit mencincang tubuh Adelia dan Jessica. Lalu memberikan nya, ke Hiu peliharaan Nico. Lucifer melempar Baron hidup-hidup ke kolam piranha, terlihat air yang tadinya bening, berubah seketika menjadi merah darah.
Balas dendam sudah terbalaskan, kini tidak ada lagi wanita ****** yang merusak semua nya. Nico sudah berada di Hotel, ia memberitahukan kepergian nya pada Arsakha.
Sakha mendoakan agar Naora cepat di temukan, Sakha sebenarnya ingin sekali mencari keberadaan Meidina. Namun Ayah Hamzah melarang nya, baik dirinya ataupun Adam.
Malam ini keberangkatan Nico ke Negara Belanda. Ia pergi bersama Mikey, sesekali Nico menatap surat pemberian dari Naora. Untuknya baca di saat mulai melupakan Naora di dalam pikirannya.
Tidak butuh waktu lama, Nico sampai di Belanda. Ia tinggal di sebuah apartemen mewah yang sudah ia beli.
Mikey tengah membereskan barang-barang Nico, tapi tidak dengan Nico yang masih menghisap rokok.
Nico sudah mencari Naora kemana-mana, namun hasilnya nihil. Mikey mendekati Nico, ia memberikan sebuah berkas pada Nico.
"Tuan, besok anda akan bertemu dengan tuan Mahen. Di sebuah restoran ternama" ucap Mikey, Nico tidak menjawabnya.
Mikey mengerti, ia langsung meninggalkan Nico seorang diri.
Malam yang dingin ia lewati, berganti menjadi pagi yang hangat. Nico sekuat tenang untuk bangun, ini demi bisa bertemu Naora. Ia melakukan ritual paginya, ia turun dengan keadaan yang sudah sangat tapi dengan menggukan jas hitam style nya.
"Selamat pagi tuan" ucap Mikey, ia juga membungkukkan badannya.
Seperti biasa, Nico hanya menjawab "Hmm" sama seperti Arsakha dan Adam.
Nico menghabiskan sarapannya, ia akan segera melakukan bisnis perusahaan dengan salah satu perusahaan di negara ini.
"Mikey, apa kau sudah menemukan Naora" tanya Nico pada Mikey.
"Belum tuan"
"Hmm, tidak apa. Aku akan mencari nya juga" ucap Nico pasrah, ia mengambil ponsel nya di saku jas nya.
Nico tersenyum ketika melihat layar ponsel nya, tentu saja Mikey dibuat bingung olehnya. Sebuah wallpaper ponsel nya membuat Nico tak berhenti tersenyum, membuat Mikey hampir pingsan karena sebuah kebetulan sang raja mafia tersenyum.
__ADS_1
Nico menerapkan foto dirinya, bersama Naora di wallpaper ponsel tersebut. Sebuah foto yang mereka ambil, saat diri mereka dan Naora berusia sebelas tahun.
Aku akan segera menemukanmu Ra. gumam Nico dalam hatinya.