
Sebelum membaca, jangan lupa dukung author dengan memberinya tip seperti Like, komen, vote, rate dan gift nya 😋
Terima kasih Noveltoon, sudah mempromosikan novelku di IG❤
...❤SELAMAT MEMBACA❤...
...........
Malam itu mereka menyantap makanan nya gembira, tata krama tentang makan mereka lupakan sejenak. Karena ini pertama kali nya, keluarga Musa berkumpul setelah beberapa bulan lama nya. Karena Umi Kulsum harus pergi berobat, dan lagi kepergian Kak Anya membuat batin mereka tersiksa.
Namun mau bagaimana lagi, mungkin ini sudah takdir nya. Berlarut-larut dalam kesedihan itu tak ada gunanya,menangisi dan meratapi perginya seseorang boleh. Tapi setelah itu, jangan lah kau menangis lagi.
"Musa, bisa kita bicara. Ada yang ingin abi bicarakan berdua denganmu" ucap Abi Jefriel, membuat Umi Kulsum dan Meidina mengerutkan kening nya.
"Ada apa dengan kalian berdua, ini masalah pria. Wanita dilarang ikut campur" sambung Abi Jefriel yang bangkit dari tepat duduk nya.
"Ayo Musa, kita mengobrol di taman belakang" ujar Abi Jefri
"Iya abi" ucap Musa
Ia menyusul Abi Jefri di belakang, sedangkan Umi Kulsum dan Meidina tengah membereskan sisa-sisa makanan di meja makan.
Abi Jefriel terduduk di sebuah kursi taman, dan juga Musa yang duduk di depan nya.
"Ada apa abi?" tanya Musa
"Abi langsung to the point saja. Kau dan Meidina harus segera berpisah Musa, kalian harus berpisah! kalian tidak bisa bersama!" tegas Abi Jefriel
__ADS_1
Deg...
Jantung Musa berdetak kencang, ia heran mengapa abi nya mengatakan hal seperti itu.
"Kenapa abi! bukan kah awalnya abi mendukung ku untuk mengejar cinta Meidina. Tapi kenapa setelah aku mendapatkan nya, abi menyuruh ku untuk berpisah dengan nya"
"Tidak abi, aku tidak akan meninggal kan istriku. Aku mencintai nya, begitu pun ia. Kami saling mencintai sekarang bi" ucap Musa dengan suara meninggi.
"Musa, dengarkan abi. Abi yakin, kau pasti sudah di teror oleh klan mafia asia. Abi juga, mereka hanya ingin kau menikah dengan cucu nya" saut Abi Jefriel
"Tidak abi, sampai kapan pun aku tidak akan menikahi nya. Istriku hanya Meidina Andini seorang! dan dia sekarang juga sedang mengandung anak ku" ucap Musa mengeraskan rahang nya
Abi Jefriel menatap Musa dengan sorot mata yang tajam.
Plak..
Tamparan keras mendarat di pipi Musa, Musa diam tak bergeming. Ia masih pada pendirian nya untuk mempertahankan Meidina, Meidina. Ya, hanya ia lah yang mampu membuat hati Musa luluh.
"Abi akan mengatakan nya dengan jujur, Abi dulunya adalah seorang mafia yang memiliki banyak wanita. Tapi, hanya Wulandara lah yang mampu menaklukkan hati Abi. Kau tahu, dia adalah kekasih gelap Abi juga" ucap jelas Abi Jefri
Musa terdiam, ia mengingat perkataan Ayah Hamzah tempo hari. Yang mengatakan hal yang sama dengan Abi Jefriel katakan. Musa melirik sayu Abi Jefri yang masih terfokus pada ceritanya.
"Kami melakukan hal yang tak seharusnya kami lakukan, Wulandara hamil anak ku namun takdir berkata lain. Ia harus harus keguguran,kala itu Abi dan Umi mu sudah menikah" ucap Abi Jefriel
Deg..
Jantung Kembali berdetak kencang, ternyata benar apa yang di ucapkan Ayah Hamzah semuanya benar.
"Hanya ada satu jalan Musa, kau harus menikahi cucu nya. Yang merupakan anak dari mantan kekasih abi, jika kau tidak melakukan nya dengan cepat. Maka bersiap lah, istrimu akan kenapa-kenapa"ucap abi Jefriel
__ADS_1
Musa masih enggan untuk menjawab, meninggal kan Meidina adalah suatu hal yang tidak akan Musa lakukan.
"Tidak abi, semua pasti akan ada jalan nya" saut Musa, ia berdiri dan langsung meninggalkan Abi Jefriel.
Air mata musa berlinang, ia sama sekali tidak percaya. Bahwa Abi Jefriel lah yang mengatakan nya sendiri.
Menceraikan Meidina, itu tidak mungkin. Aku sangat mencintai nya, begitu pun ia. Kami akan menjadi seorang ayah dan ibu sebentar lagi, sangat tidak mungkin aku meninggalkan nya. Batin Musa
Ia memilik masuk ke dalam kamar nya,terlihat di dalam sana ada Meidina yang tengah membaca Buku Novel nya. Musa. memendamkan wajah nya di bantal, ia mencoba membuyarkan pikiran nya untuk meninggal kan Meidina.
Meidina yang melihat tingkah aneh Musa, membuatnya kebingungan. Meidina datang menghampiri Musa, ia tidur di sebelah suami tercinta nya. Dan, Meidina memeluk punggung Musa.
"Sayang ada apa? " tanya Musa pada Meidina.
Dengan segera Musa menghapus air matanya, dan melirik Meidina.
"Sayang" lirih Musa
"Apa kau bahagia, karena sudah menikah dengan ku?" tanya Musa
"Kenapa kau bertanya seperti itu, sudah jelas aku bahagia. Dan sebentar lagi, kita akan menjadi orang tua sayang. Aku sangat senang, perut ku yang datar ini. Akan berisikan calon anak kita" ujar Meidina ia menarik tangan Musa, dan membuat Musa terkejut karena meletakkan nya di atas perut Meidina
"Suatu hari nanti, ia pasti akan menendang-nendang perutku sayang, aku sudah tidak sabar menantinya" ucap Meidina, membuat hati Musa semakin teriris.
Ia langsung membela rambut Meidina dan mencium nya dengan lembut. Tubuh kecil mungil Meidina, tertanam di dalam tubuh Musa. Musa semakin membulat tekad nya, untuk memperhatahan kan Meidina.
Meidina terlelap di dalam bekapan pelukan Musa, sedangkan Musa masih belum tertidur ia masih memikirkan tentang keselamatan istri kecil nya satu ini.
Aku harus melindungi istriku, jika sekali pun aku yang harus menderita dan mengorban kan diriku sendiri. Aku rela. Batin Musa
__ADS_1
Cup...
Ia mencium singkat bibir Meidina, dan tertidur di samping nya.