
Lelaki itu membawa Meidina masuk ke dalam mobil nya,mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya mereka sampai di Rumah Sakit,lelaki itu menggendong Meidina masuk ke dalam
Para perawat menghampiri nya,dan segera membawa Meidina masuk ke UGD. Lelaki itu menunggu Meidina diluar,seorang dokter wanita keluar dan menyapanya
"Musa" sautnya
Ia pun melirik dengan cepat
"Bagaimana dengan keadaan gadis itu,kak?" tanya nya
Cletak
Bukan nya menjawab,wanita itu malah mencentil kening Musa. "Auw" rintihnya,sambil memegangi kening nya
"Katakan,siapa gadis itu?" tanya nya
"Aku tidak tahu" jawabnya
"Jangan berbohong"
Kali ini,sang dokter wanita itu menatap nya dengan sorot mata tajam
"Aku tidak berbohong,tanyakan saja supirku jika kakak masih tidak percaya. Aku baru saja,sampai di Indonesia tadi Sore" ucapnya dengan cemberut
"Haha,baiklah aku percaya padamu" ucapnya,sambil merangkul bahu Musa
"Kak Anya,jangan seperti itu"
Musa melepaskan rangkulan nya
"Kenapa memangnya,apakah adikku yang sangat tampan dan kaya raya ini,sudah memiliki kekasih" ucpa Anya,ia mencubit kedua pipi Musa dengan kedua tangannya
"Ck,aku tidak memiliki waktu untuk pacaran" sautnya
"Benarkah,lalu siapa gadis manis di dalam itu. Apa dia calon istrimu"
Anya menggoda adiknya,nampak raut wajah Musa yang masam
"Aku tidak tahu,aku menemukan nya dipinggir Hutan" ucap Musa, Anya mengerutkan keningnya
"Sudahlah,bagaimana keadaan gadis itu.Aku ingin menjenguknya"
Musa berdiri,dan di ikuti Dokter Anya. "Dia baik-baik saja,hanya kekurangan cairan,besok dia akan segera siuman" ucap Anya,dan di angguki oleh Musa
Di Hutan, Adam dan Arsakha mencari keberadaan Meidina. Mikey menyusul Nico,dan Papah Rendra ke dalam Villa
Mereka mencari dimana terakhir kali Meidina bertemu dengan Arsakha,namun mereka tak kunjung menemukan Meidina. Adam sangat frustrasi ,ia mengusap pelan wajah nya,dengan telapak tangan nya
Nico yang melihat kedua sahabatnya,memanggil mereka berdua
__ADS_1
"Arsakha, Adam" teriak nya
Spontan mereka berdua,melirik ke belakang. Nico melambaikan tangan nya,ia mendekati kedua sahabatnya yang tengah berdiri
Disusul Mikey yang mengikuti Nico dari belakang, Papah Rendra tidak terlihat,itulah yang membuat Adam bertanya-tanya. Dan juga,ketika ia mendengar bahwa ayah nya masih hidup.
"Nico,dimana Tuan Rendra?" tanya Adam pada Nico
Arsakha menatap Nico,kepulangan Nico membuatnya terheran karena Nico tidak memberitahukan nya
"Om Rendra pergi ke markas ku,bersama para anggota Divisi ku" ucap jelas Nico
Sakha semakin terheran,ternyata papah nya tau markas Nico. Itu arti nya,dia juga tau jika Nico adalah seorang mafia
"Sakha, kau baik-baik saja kan?" tanya Nico,dan diangguki oleh Arsakha
"Aku sudah tahu dari Mikey,bahwa Meidina menghilang" saut Nico,ia mengeluarkan ponsel nya
"Ayo pergi,aku sudah tahu dimana adikmu" ucapan Nico membuat keduanya bingung
"Maksudmu" saut Sakha yang mengerutkan kening nya
"Dam,kau ingat tidak. Dulu aku pernah memberikan adikmu sebuah bross kupu-kupu,dan menyuruhnya memakai bross itu ketika ia bersikeras ingin ikut"
Adam mencerna ucapan Nico. "Hmm,lalu?" ucap Adam
"Bross itu bukan sebuah bross biasa,didalam nya ada sebuah kamera dan GPS. Aku sudah menemukan lokasinya,dia tidak jauh dari sini,ayo kita segera pergi dari sini"
Ia mengambilnya,dan memberikan bross kitu ke Nico
"Sepertinya,ini tidak sengaja terjatuh" ucap adam
"Kau benar"
"Mike,siapkan mobil,kita ke markas sekarang" titah Nico
"Baik tuan" ucap Mikey sambil menundukkan kepalanya
Mereka pergi,ke markas besar Nico. Disana juga sudah ada Papah Rendra, dan anak buah Nico yang menjaga ketat keluarga Adelia,agar mereka tidak kabur lagi
"Hey,asisten sialan lepaskan aku" ucap ibu Adelia
Mereka semua terikat,termasuk Arya,yang sudah terbaring lemas karena mendapatkan pukulan keras dari Nico
"Diamlah" tegas Papah Rendra
Di Rumah Sakit, Meidina tidak tahu jika ia berada di satu Rumah Sakit yang sama dengan Mamah Devi
Kejadian di mansion menewaskan beberapa pelayan,mamah Devi menemani mereka yang sedang terbaring lemah. Kakek Setya dan Nenek Siti dibawa ke ruangan ICU,karena kondisi mereka yang sangat buruk
__ADS_1
Tengah malam,Meidina terbangun ia memegangi kepalanya yang sedikit nyeri. Ia melihat di samping nya,seorang lelaki tampan tengah terbaring di ranjang pasien.
Lelaki itu pun bangun,seketika Meidina membalikan wajah nya dan mulai menutup matanya. Muncul senyuman di bibir lelaki tersebut,ia bangun dari tidur nya.
"Kata kak Anya,gadis ini akan bangun besok. Tapi dia malah bangun tengah malam begini" gumam nya,ia berjalan mendekati Meidina.
"Hey gadis,kau sudah siuman" ucapnya menatap punggung Meidina
"Jangan takut,aku orang baik-baik " jelasnya, Meidina membalik kan badan nya dan menatap lelaki tersebut.
"Aku menemukanmu di pinggir Hutan,dan aku juga yang membawamu ke sini" jelasnya,meyakinkan Meidina
"Terima kasih,sudah menyelamatkan ku tuan" ucap Meidina dengan suara pelan
"Sama-sama,jangan panggil aku tuan. Aku bukan majikanmu" ujar Musa
Meidina terdiam,ia bingung harus mengatakan apa sekarang
"Kau bisa memanggilku Musa" ucapnya
"Baik,terima kasih kak Musa" ucap Meidina,ia semakin bingung apa yang harus ia lakukan sekarang
"Apa kau lapar,aku akan mengambilkan mu beberapa makanan" ucapnya,ia berdiri
"Tidak usah kak,terima kasih" tolak Meidina
"Hmm,baiklah. Aku akan keluar sebentar,kau beristirahatlah " sautnya yang kini akan segera pergi,ia memutar badan nya kembali
"Boleh aku bertanya,siapa namamu?" tanya nya pada Meidina
"Meidina,kak" jawab Meidina,dengan suara pelan
Musa menganggukinya. "Nama yang bagus,selamat beristirahat Meidina" ucapnya,ia meninggalkan Meidina dan keluar dari ruangan Meidina. Sebuah senyuman terukir di bibir nya,ia mengingat nama gadis yang ia selamatkan
"Meidina" gumamnya,ia berjalan meninggalkan ruangan Meidina, dan menghampiri sang kakak di ruangan nya
.
.
Ehem...Ehem
Meidina, Musa?
Meidina, Arsakha?
Btw si Musa itu tokoh spesial nya ya,liat aja nanti kelanjutannya hehe 😄 Neng Othor disibuk kan kegiatan Osis kemarin,jadi gak up dulu 🙏🏻 tapi sekarang Up kok
Nanti ada kisah percintaan nya babang Nico,sama abang adam (jangan protes!)
__ADS_1
Ceritanya cuma selewatan aja kok
Alasan author gak jodohin Meidina sama Nico,kalian tau sendirilah Nico gimana 🤣