Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
KEPULANGAN NICO


__ADS_3

Nico sudah sampai ditanah air, ia segera datang ke markas mafia nya. Kepulangan Nico membuat Adelia kaget, ia di beritahu oleh orang tua nya agar segera pergi melarikan diri.


Sudah pasti Nico akan menuntut pembalasan, ia sudah tidak peduli lagi jika ia harus berkelahi dengan arsakha. Baginya, Adelia adalah wanita gila yang harus segera ia hapuskan.


Kedatangan Nico di sambut hangat oleh bawahannya, Thomas mempersilakan Nico duduk di kursi kebanggaannya. Layaknya seperti sedang mengadakan rapat dengan petinggi perusahaan, para atasan mafia yang di bawah Nico berkumpul.


Hanya ada enam orang pilihan terbaiklah yang Nico kumpulkan.


"Aku memiliki rencana untuk kalian semua" ucap Nico, membuat ke enam pria itu menatapnya heran.


"Rencana apa tuan?" tanya Thomas.


"Rencana membawa wanita busuk itu ke markas" ucap Nico dengan nada penuh penekanan.


"Divisi dua dan tiga, fokuslah menjaga keselamatan keluarga Tuan Virendra" ucap Nico, yang melirik ke arah anggota nya.


Markas besar nico dibagi menjadi tiga divisi atau kelompok, mereka diberikan tugas yang berbeda-beda. Setiap divisi memiliki ketua dan asisten atau biasa disebut dengan tangan kanan.


•Divisi satu, ditugaskan untuk menjaga markas dan berperang. Yang diketuai Lucifer dan tangan kanan nya Zexo.


•Divisi dua, ditugaskan penyamaran, menggelapkan senjata, dan gudang nya strategi untuk divisi satu. Diketuai oleh Alexs dan tangan kanan nya Naora,


Naora adalah satu-satu nya anggota mafia wanita yang berada dimarkas Nico. Terkadang Naora sangat penting ketika Nico memberikan misi penyamaran, Naora lah yang sangat pandai menyamar.


•Divisi tiga, mereka ditugaskan khusus untuk menjaga keselamatan, dan ketenteraman keluarga serta orang terdekat Nico. Diketuai oleh Jerry dan Hendra, mereka dibagi menjadi dua. Tangan kanan Jerry adalah Thomas. Dan tangan kanan Hendra adalah adiknya sendiri yaitu Hendri.


"Divisi satu, tetap fokus menjaga markas dan berlatih. Sebentar lagi, Martin akan datang ke indonesia bersama istrinya" sambung Nico.


Para anggota semuanya hadir, terkecuali Hendra dan Hendri. Ia masih bertugas menjaga keamanan mansion Virendra.


Nico mensudahi rapat nya dengan para ketua divisi markasnya. "Thom, bawa aku ke rumah sakit dimana istri Sakha berada" titah Nico.


"Baik tuan" Thomas membungkuk kan badannya, lalu ia membukakan pintu mobil unuk Nico.


"Jerry, ikutlah denganku" tanpa basa basi Jerry pun naik ke mobil Nico, ia duduk disamping kursi pengemudi. Thomas fokus mengemudikan mobil, hingga tak lama kemudian mereka sampai di Rumah Sakit.


Jerry membukakan pintu mobil untuk Nico, mereka bertiga masuk ke dalam dan berjalan menuju kamar rawat Meidina.


Nico berjalan, hingga mereka sudah sampai di depan kamar VIP Meidina. Nico memerintahkan anak buahnya untuk menjaga di luar dan ia pun masuk ke dalam.

__ADS_1


CEKLEK


Nico membulatkan matanya, ia melihat Adam tengah tertidur di sofa. Ia juga melirik Meidina yang juga tengah tertidur di ranjang nya, Nico tersenyum melihat Meidina yang tidur seperti bayi, dengan bibir yang sedikit membuka.


Adam bangun, ia mengucek kedua bola matanya. "Nico, sejak kapan kau datang kemari?" tanya Adam bingung, Nico pun menghampiri Adam dan duduk di sampingnya.


"Tidak lama, bagaimana dengan kabarmu?" tanya balik Nico.


"Seperti yang kau lihat, aku bertambah tampan sekarang" ucap Adam, membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak melepas rasa rindu.


Tanpa mereka sadari, Meidina terbangun. Nico melirik Meidina, ia segera menghampirinya dan begitu juga Adam.


"Maaf, sudah menganggu tidurmu" ucap Nico.


Meidina mengucek matanya, ia melihat Nico. Tanpa sadar ia menguap, dan dengan segera Meidina menutup mulutnya.


"Tidak apa-apa" ucap Meidina.


Meidina seperti anak kecil yang membuat Nico gemas.


"Bagaimana keadaanmu, apa ada yang sakit?" tanya Adam pada Meidina.


Meidina tersenyum "Tidak kak, aku sudah merasa baik" ucap Meidina.


"Ini" ia memberikannya pada Meidina, Meidina pun mengambilnya.


"Terima kasih kak" ucap Meidina, ia segera membuka kotak itu dan melihat hadiah yang ada di dalam nya. Meidina tersenyum bahagia, sebuah bros kupu-kupu putih adalah hadiah yang Nico berikan pada Meidina.


"Kau suka" tanya Nico.


"Sangat suka kak" ucap girang Meidina, Adam pun tersenyum bahagia, ia ingin adiknya segera melupakan rasa sakit yang ia alami saat ini.


Nico pun ikut tersenyum, ia melihat Meidina bahagia membuatnya pun bahagia. Mereka becanda dan tertawa bersama, nico menceritakan pada meidina, tentang Adam yang masih suka mengompol saat kuliah. Dan Adam menceritakan pada Meidina, tentang Nico yang sangat penakut dengan hantu (raja mafia takut hantu 😂)


Kedua lelaki itu berusaha membuat Meidina tertawa, mereka ingin adik perempuannya merasakan bahagia. Meskipun bukan adik kandung, tetapi baik Adam atau pun Nico sudah menganggap Meidina seperti adik mereka sendiri.


Tok... Tok... Tok...


Seseorang mengetuk pintu, Nico dengan segera membukakan pintu.

__ADS_1


Ceklek


Pintu terbuka, nampak Adinda yang masih memakai seragam sekolahnya dan membawa sekeranjang buah untuk Meidina. Adinda menghampiri meidina.


"MEIDINA!" ucap Adinda.


ia berlari dan memeluk Meidina, Meidina pun membalas pelukan Adinda. Ia tak merasa sedih lagi sekarang, ternyata masih banyak orang yang menyayangi nya, pikirnya.


"Kenapa kau tidak bercerita padaku Mei" lirih Adinda melepaskan pelukannya dan mulai menatap Meidina.


Meidina bingung harus mengatakan apa, Ia hanya tersenyum pada Adinda.


"Hey, apa yang kau bawa" ucap Nico, melirik keranjang buah.


"Oh ini, batu dan kayu" ucap Adinda membuat Nico geram.


Adam dan Meidina terkekeh geli melihat perdebatan di antara kedua nya, Nico tidak ingin mengalah begitu juga dengan Adinda.


... ......


Di apartemen, Adelia mendapatkan panggilan dari kedua orangtua nya. Nico sudah kembali, dan kedua orang tua nya sepakat akan merebut paksa harta keluarga Arsakha.


"Aku tidak habis pikir, ternyata lelaki bodoh itu adalah anak asisten kampungan itu. Pantas saja, dia mengekang hubunganku dengan lelaki bodoh itu" ucap Adelia, ia tersenyum penuh kemenangan.


Arya mendekatinya, dan memeluk Adelia dari belakang.


"Ada apa hmm, kenapa kau tersenyum begitu" ucap Arya penasaran.


Adelia melirik Arya, yang tengah melingkarkan tangannya di pinggang Adelia.


"Kau lihat saja nanti sayang, lelaki bodoh itu akan segera jatuh miskin beserta keluarganya" ucap Adelia.


Arya terkejut, ia pun tersenyum dan memeluk Adelia.


"Benar kah, bagaimana bisa secepat ini?" tanya Arya bingung.


"Aku akan merebut paksa harta nya, kedua orang tuaku akan membantu kita sayang" ucap jelas Adelia.


Arya tentu saja bahagia, perusahaan yang menyaingi nya kali ini akan benar-benar hancur. Ia sudah menantikan kehancuran arsakha, dan kini tinggal selangkah lagi.

__ADS_1


Kedua orang tua Adelia datang dari italia, ibu nya mengatakan agar untuk tetap berhati-hati dari Nico.


Karena kedatangan kedua orang tua nya juga, akan menghabisi keluarga Virendra tanpa sisa. Mengingat dulu, Virendra lah yang menghancurkan rencana Ayah Adelia dan ibu nya.


__ADS_2