
...Hai geng! 🐥...
Sebelum nya pasti kalian heran dan kesal , kenapa sebelum nya aku jarang update. Dan sekalinya update sedikit.. Sedikit cerita, aku sedang bertapa di dalam Goa Kamar, dan sedang memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup. Sekian terima gaji 🙏🏻✍️🏻
...........
..."Pada dasarnya, melepaskan itu jauh lebih melegakan daripada memaksakan"...
...- A r s a k h a -...
Tidak ada senyuman, menyelimuti ataupun menghias di bibir pria yang tengah berbaring lesu di ranjang tidurnya. Ia menatap langit-langit kamarnya yang elegan dan super duper mewah tersebut.
Air mata beriring berjatuhan, membasahi pipinya. Seorang gadis masuk sambil membawa nampan makanan, dan menghampiri nya yang tengah diam melamun.
"Tuan Sakha" saut Soraya.
Arsakha meliriknya dengan malas, dan ia segera membuang muka di hadapan Soraya.
"Sudah waktunya makan, jika anda tidak makan. Anda akan sakit" ajaknya.
"Tidak, kau saja yang makan" tolak Arsakha sambil menutup matanya dengan lengan sebelah kanan nya.
Dan tangan sebelah kiri, dijadikan bantalan untuk kepalanya ke arah belakang.
"Terserah tuan"
Soraya pergi tak mempedulikan Arsakha, dingin adalah kata yang tepat untuk Arsakha.
Hari berlalu, sang Presdir mandiri dengan kursi rodanya. Ia melakukan semua aktivitasnya sendiri, tanpa di bantu siapa-siapa ataupun sang istri.
Langit menghitam sangat gelap, rintihan hujan terdengar sampai terdengar di telinga Arsakha yang tengah membereskan setumpuk berkas di hadapan nya.
Mendapatkan sebuah pesan masuk di ponsel nya. Ia pun segera membuka pesan tersebut, dan tersenyum sangat bahagia. Setelah mendapatkan sebuah pesan, yang dikirimkan oleh Meidina.
📩 : Meidina
Kak Sakha bagaimana keadaan mu disana?, ini aku Meidina. Lusa nanti aku dan suamiku akan ke jakarta, untuk mengunjungi ayah dan juga menjenguk kakak.
Dan begitulah pesan yang Meidina kirimkan, cemburu ataupun marah. Tak ada lagi di dalam pikiran Arsakha tentang Musa.
__ADS_1
Meskipun begitu, dirinya sangatlah mencintai Meidina. Namun ia harus bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur tidak akan bisa menjadi nasi kembali.
"Meidina" lirih nya sambil menatap pesan tersebut, dengan cepat ia membawa pesan dari Meidina.
Ting....
Pesan terkirimkan, baru saja Sakha mengirimkan pesannya. Namun sang pengirim pesan misterius mengirimkannya sebuah video, Sontak saja Arsakha Langsung mengunduh dan membuka video tersebut.
Sakha kaget, tentang apa yang ia lihat di layar ponselnya.
"Soraya selingkuh?" gumamnya.
Sambil menatap video yang di kirimkan oleh si pengirim misterius, Sakha menyandarkan bahunya di tumpukan bantal empuk, sambil memijat pelan pelipis matanya dengan talenta.
Video tersebut memperlihatkan seorang Soraya tengah berciuman dengan seseorang pria di hotel, pantas saja Arsakha sering memergoki Soraya di malam hari. Entah pulang dari mananya, Sakha tidak tahu.
"Ini karma ku karna pernah berselingkuh dari Meidina"
Rasa penyesalan menyelimuti dirinya, menangis? percuma saja, ia tidak akan mengubah masa lalu yang sudah ia sesali.
Tok... Tok... Tok....
Seorang sekretaris Tio datang menghampirinya, "Hmm, masuk saja" saut Sakha.
Too tanpa basa-basi segera masuk, dengan membawa Sebuaj map di tangannya.
"Ini, ada seseorang yang mengirimkannya tuan" ucap Sekretaris Tio sambil memberikan map berwarna cokelat.
Arsakha meraihnya dan membuka map coklat tersebut, sebuah surat dari Soraya. Sakha membukanya, dan mulai membaca dengan teliti.
Baris perbaris, dan kalimat ia baca. Sakha meremas kertas itu dan langsung membuang nya ke tong sampah.
Tio yang sudah menduga ini pasti akan terjadi, ia lebih baik keluar dari ruangan Arsakha.
Tanpa di duga-duga, Soraya pergi meninggalkan Arsakha. Padahal Sakha sangat berharap ia kali ini bisa serius pada hubungannya, namun wanita yang di harapkan malah merusaknya sendiri.
Berharap pada manusia sama saja kau mencari luka sendiri.
Kepedihan dan karma datang secara bertubi-tubi menimpanya, sudah lumpuh kena karma pula. Hadeuuuh.
__ADS_1
"Biarlah, aku pun tidak bisa memberinya keturunan. Jadi wajar saja dia pergi" gumam Sakha pasrah.
.........
📍Jerman
Meidina tegah membereskan koper-koper nya, dengan memasukan pakaian ke dalamnya, ia tengah sibuk di buatnya. Sedangkan Musa dengan asik nya ia malah tiduran di tepat tidur. Bukannya membantu sang istri, tentunya membuat Meidina berdecak kesal.
"Sayang, bantu aku" lirih Meidina kesal.
"Ya sebentar" ucap Musa ia menghampiri Meidina dan segera membantu nya.
"Meidina" saut Musa
"Aku mendapat kan kabar bahwa kelumpuhan Arsakha bersifat permanen" ucapnya dengan serius
"Kak Sakha kasihan sekali, ia harus duduk di kursi roda terus dan menerus" ucap Meidina mengiba
"Bagaimana pun juga, dia sudah berkorban untuk keluarga kita" ucap Meidina meyakinkan kan.
"Kau benar, bagaimana pun juga. Karena nya aku pun masih bisa selamat" ucap musa melirik Meidina yang tengah membereskan pakaian nya.
"Berjanjilah padaku, jika di sana nanti jangan bawel, jangan resep, jangan bertengkar baik dengan kak adam atau pun kak sakha" ucap Meidina dengan sorot mata yang tajam yang siap mengancam.
"Siap ndan" ucap musa sambil memberi hormat pada istri nya.
"Anak abi, kalian jangan sampai mabuk ya seperti umi kalian" ucap musa mendekati bibir nya pada perut Meidina.
"Sudahlah, kau pergi sana" saut Meidina mengusir Musa. seperti mengusir ayam.
Datang membawa cerita, pulang membawa duka.
Ntah bagaimana sekarang hidup Arsakha ke depan nya, karma dan penyesalan selalu menyelimuti di dalam otak nya, ia harus temukan cara untuk membuat diri nya bahagia..
"Aku tidak pantas untuk bahagia"
.........
just for you information.
__ADS_1
Nama judul novel ini Penyesalan Ceo Lumpuh, sudah jelas penyesalan dan kelumpuhan akan ada di tokoh utama kita yaitu babang Sakha. And kisah cinta babang Adam gak akan aku up di novel ini karena nanti akan ke panjangnya . aku tau, kalian kalo baca novel berbab-bab pasti akan ngebosenin, dan akan bertele-tele nanti nya.