Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
TERSERET OMBAK


__ADS_3

Byur....


Suara Soraya yang terjatuh ke dalam lautan, ia meminta bantuan pada mereka semua.


"Tolong, tolong, tolong,!."


Dengan nekatnya, Sakha melompat ke dalam laut dan segera menghampiri Soraya yang tenggelam itu. Mereka semua melongo menatap Arsakha yang tak percaya bahwa ia bisa berdiri. Apalagi sampai berenang ke lautan, menyelamatkan istrinya yang tengah tenggelam itu.


"Sora....Bertahanlah" sahut Sakha,namun ia telah kehilangan jejak Soraya.


Arshaka berenang menuju tempat terakhir Soraya menghilang, Sakha segera mendatanginya namun ia sudah tidak melihat Soraya kembali.


"Soraya kau di mana?!" tidak ada jawaban dari Soraya. Kali ini Sakha telah benar-benar kehilangannya.


"Tolong muncul lah..." pinta Arsakha mencari istrinya dan melihat ke sana ke sini.


Arshaka pun berenang ke dalam lautan itu, namun Ia lupa bahwa ini adalah malam hari yang membuat lautan itu gelap.


" sial " umpat Arsaka.


Nico akan mencari keberadaan Soraya yang menghilang itu. Karena tidak ada siapapun, Ia pun kembali menelusuri dan berenang ke sana ke sini mencari Soraya.


"Di mana kau Soraya?" dengan nada yang sangat lantang, Soraya tidak berkunjung muncil ke atas permukaan.


Arskha mengira, bahwa Soraga telah tenggelam ke dasar lautan. "Ku mohon... Cepatlah bangkit Soraya, kau di mana?!" teriakan Arsakha yang begitu menggelegar.


Tidak ada yang bisa menandingi suara kerasnya Arsakha, yang sangat berteriak meneriaki nama istrinya itu. Ia akan mencari ke sana ke sini, begitu juga dengan Niko yang membantu Saka dengan menggunakan sampan atau perahu kecil.


Saka tidak peduli dengan dinginnya air laut, ia tetap terus menjadi keberadaan suara yang menghilang itu.


"Cepatlah kau di mana?" gumam Sakha mencari istrinya itu, ia berenang sekitar 30 menit mencari istrinya.

__ADS_1


Namun Soraya belum ditemukan juga, sampai akhirnya ia mendengar seseorang menyahuti namanya.


"Sakha... Saka... Saka..." suara itu sangat familiar untuk Arsaka yang sangat mengenalnya.


Arsakha pun melirik ke sana ke sini, menjadi isi sumber suara tersebut dan tepat pada di depannya dengan jarak 3 m seorang wanita tengah melambaikan tangannya sambil meneriaki nama Arshaka.


Ia seperti akan tenggelam dan perlahan-lahan mulai menjauh, Arsaka berpikir itu adalah Soraya yang terbawa oleh ombak.


" Bertahanlah Soraya?" teriakan Arsakha.


Dia pun berenang dengan begitu cepat, Mengikuti arah ombak yang tengah menyeret istrinya itu ke tengah lautan yang semakin dalam. Soraya nampak tengah sulit dan ke walahan ketika dirinya yang lemah itu diseret oleh ombak Samudra.


Arshaka berenang dengan cepat, ia menghampiri Soraya namun kembali Soraya menghilang ia tetap terus mencari Soraya sampai akhirnya. Soraya muncul kembali ke permukaan wajahnya sangat pucat, ia nampak kesulitan untuk bernapas.


Arsaka pun segera menghampirinya dan lalu mengamankan sang istri agar tetap terus aman. Sakha tidak lagi memperdulikan jauh jarak yang sudah dari sana sampai baginya menemukan Soraya adalah suatu keajaiban.


Ia segera membawa Soraya pergi dengan sambil memeluknya, dia ke arah dadanya. Takutnya, ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena ini adalah laut lepas, tentunya Sakha tidak ingin mati karena dimakan oleh ikan besar. pikir Arsakha


"Sakha... Aku takut...." ucap Soraya, Sakha tidak menyahutinnya dan untuk yang terakhir kalinya.


Soraya yang mengatakannya pada Saka, "Aku dingin..." dengan suara lirih, Soraya tertidur sambil memeluk Arsaka yang tengah berenang itu.


Dengan memeluk erat leher Arshaka, pelan-pelan kapal pesiar itu pun mulai mendekati ke arah Saka dan juga begitu Niko yang dengan sampan kecilnya itu.


Membantu Arshaka untuk naik ke atas, dan membawa mereka berdua ke kapal pesiar yang sudah mereka siapkan. Melambaikan kedua tangannya, Sakha pun melirik dan langsung mengarahkan dirinya ke arah sampan kecil Niko itu.


Sampai mereka bertemu kembalu. "Tolong, kau bawa Soraya. Aku yakin sampan ini tidak akan muat 4 orang" ucapan Arsakha, Niko pun mengerutkan alisnya.


"Kau tidak melihat kemampuanku! cepat naik atau aku yang akan memaksamu untuk naik!." Ancaman dari Nico nyaris membuat Arsakha bergidik ngeri, namun dia harus mengontrol emosi dan juga pikirannya.


"Karena ini demi keselamatan Soraya, Baiklah aku akan membawa kalian berdua ke kapal. cepat naik titik!" ucap Nico

__ADS_1


"Aku sudah yakin, Soraya sudah Sangat kedinginan" sambunh Niko.


Niko walaupun mengerti tentang perasaan Soraya, karena telah melihat kedekatan Sakha dan juga Meidina. Pasti akan membuat Soraya merasa terpukul, meskipun Ia hanya wanita yang telah menyelamatkan Arsakha dan menikah dengan Arsaka karena sebuah ancaman dari keluarganya sendiri.


Nico membantu Soraya untuk naik ke Sampan itu dilanjut lagi dengan Saka yang naik ke Sampan tersebut. Saka tengah mamangku Soraya yang tak sadarkan diri, ia menumpuk-nepuk pelan pipi Soraya dan mengurus-ngulus punggungnya agar Soraya tetap bangun.


" Coba kau kasih nafas buatan Saka, mungkin saja Soraya kemasukan air" ujar Nico


Arsakha pun mengangguk, dan langsung menurutinya. Ia memberi nafas buatan untuk Soraya dan untuk pertama kalinya juga, Saka merasakan bibir mungil dan juga manis milik Soraya.


Soraya terbangun dari pingsannya karena kemasukan air yang begitu banyak, Ia pun seperti tersedak dan mengeluarkan air dari dalam mulutnya itu.


"Uhuk... uhuk... uhuk...." Arsaka pun menepuk-nepuk punggung Soraya dan membantunya untuk bernafas dengan tenang.


Seorang lelaki yang memegang kemudi sampan tersebut, memberikan arsakha sebuah jaket untuk mereka pakai.


"Tuan, itu jaket yang sudah Tuan Niko berikan" Sakha liriknya, namun tidak dari Niko.


"Itu bukan jaket untuk mereka berdua, aku sudah menyiapkan selimut hangat untuk kalian berdua. Kalian bersabarlah, sebentar lagi kalian akan sampai di kapal pesiar dan akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang premium." ucap Niko


Sakha nyerahkan tapi tidak dengan Soraya yang terdiam sambil menutup kedua matanya. Sakha memeluk tubuh Soraya dengan hangat, ia menempelkan kepala Soraya di dada bidangnya itu sambil mengelus pelan-pelan rambutnya Soraya


Arsakha nampak kebingungan, melihat Soraya yang terus menangis-nangis. Ia pun sesekali menghapus air mata istrinya itu.


"Kau sudah selamat, semua akan baik-baik saja tenanglah... Aku ada di sini untukmu" ucap Arsaka namun tidak ada balasan dari Soraya.


Seperti biasa Ia hanya menggigil kedinginan, dan juga menangis dengan pelan agar rasa tidak mendengar tangisannya yang dingin itu.


"Kaubada wanita yang hebat." sahut Niko pun melihat jari jemari Soraya yang begitu penuh dengan luka yang Arsaka tahu Soraya adalah seorang model namun Kenapa fisiknya penuh dengan luka begitu.


"Soraya istriku kenapa, kenapa di tubuhnya banyak sekali dengan luka titik Apakah ia pernah mengikuti seleksi militer tapi sebetulnya itu tidak mungkin. karena Yang Kutahu Soraya adalah wanita yang feminin sebenarnya. Dia hanya bersikap tomboy saja untuk mencari perhatian" batin Arsaka

__ADS_1


__ADS_2