Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
S2 : Project Besar-besaran


__ADS_3

Follow IG author : @stmaemunah1


Note Author : “ Hai bubu, apa kabar? Lama tak menyapa kalian semua. Bagaimana dengan perasaan kalian saat kali pertama, dan dapat bertahan sampai bab ini. Aku ingin mengatakan terima kasih yang sebesar-besarnya pada kalian semua,  karena sudah mau membaca karya yang penuh acak-acakan sekaligus perdanaku. Aku harap kalian dapat memaklumi aku, karena aku sering tidak up karena tidak adawaktu untuk menulis naskah tiap hari. Dan aku akan terus berusaha untuk membuat kalian senang dengan karyaku yang remahaan ini, and happy reading... “


 


...…...


Hari berganti, menampakkan Adam dan Devanya yang tengah disibukkan dengan urusannya masing-masing. Yang satu adalah seeorang dokter, dan yang satunya lagi adalah seorang pengusahaa sukses besar. Namun, kesibukkan itu tidak membuat jarak antara Adam dan Devannya renggang. Mereka akan saling mengerti tentang kesibukkan psangannya masing-masing.


Adam yang saat itu berada di ruang kerjanya hanya terpaku pada laptopnya, dan ia nampak begitu serius mengetik dengan tekun. Anya yang melihat suaminya yang belum berisitirahat dari tadi malam pun, langsung  menghampirinya dan masuk ke dalam ruang kerja tanpa permisi.


Ia menutup laptop Adam, Adam yang nampak kelelahaan itu pun mendongkakkan wajahnya dan melihat wajah istrinya.


“Kenapa kau tutup laptopku, aku belum menyelesaikan pekerjaanku Anya” dengus kesal adam.


“Kau sangat rajin juga ya, sampai rajinnya kau lupa melihat kesehataanmu sendiri! Mari aku periksa kondisimu terlebih dahulu Tuan Muda Adam.” Sahut Anya.


Adam menatap istrinya dengan tatapan yang begitu kagum, ia tersenyum dan menopang dagunya.


“Istriku yang manis, kau sama seperti gula. Namun kau lebih manis dari gula, mwehehe”  beo Adam


Anya mencubit kedua pipi Adam. “Dan pipimu yang seperti mochi ini, perlahan-lahan berubah menjadi baso” ketus Anya.


“Kau jahat sekali!” ucap Adam dengan kesal.


Anya menghela nafasnya. “Adam, kau harus perhatikan kesehataanmu. Jika tidak, ya seperti inilah nantinya”


“Seperti apa heem?” tanya Adam yang manja.


“Seperti Tuan Leonadam, suamiku tercinta” balas Anya.

__ADS_1


Adam pun tersenyum karena mendapatkan perhatiaan dan juga rayuaan dari istrinya tersebut, Adam bangit dari duduknya dan langsung memeluk istrinya yang berada tepat di depannya.


“Terima kasih banyak Anya, kau telah menjadi pelengkap di hidupku. Entah bagaimana jika aku memang benar-benar kehilanganmu waktu itu, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri” ucap Adam sambil menenggelamkan wajahnya didada istrinya tersebut.


Anya mengelus pelan rambut Adam. “Sudahlah sayangku, jika yang lalu maka biarkanlah berlalu” ujarAnya.


Adam pun mendongkak, lalu ia mencium pipi kanan istrinya tersebut dan pelukkan itu semakin erat.


“Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, jadi jangan pergi ya” pinta Adam pada istrinya tersebut.


Anya pun mengangguk pelan. “Baiklah, tapi sebelum itu kau harus makan Adam. Ini sudah siang, kau sudah banyak melewatkannya” cibir Anya


“Maaf sayangku, karena aku sedang sibuk mengerjakan project besar yang sedang aku perjuangkan di dubai” sahut Adam, ia mengajak Anya untuk duduk di sofa yang berada di ruang kerjanya.


“Project besar? Maksudnya?” tanya Anya yang bingung.


“Maksudnya, ini adalah project besar yang di kerjakannya secara besar-besaraan. Dan pengerjaannya hanya di lakukan oleh para pengusaha yang sudah berkeluarga, artinya pengusahaa yang setidaknya punya satu orang anak kandung. Dan kau tahu? Project besar-besaran ini hanya di lakukan selama lima tahun sekali, dengan kuarter yang berbeda-beda. Dan tahun ini merupakan tahun terakhir project familly jobs karena sudah lima kuarter project ini berjalan, yang berarti sudah dua puluh lima tahun” Ucap Adam yang menjelaskan panjang lebar.


“Lalu bagaimana dengan Arsakha, apa dia tidak mengikuti project yang besar ini? Bukankah, ia yang sangat berpengaruh pada dunia bisnis di dunia” tanya Anya dengan serius.


Adam menghela nafasnya. “Aku turut kasihan pada Sakha, tahun kemarin Nico bisa ikut karena ada Arsenino. Dan sekarang aku bisa ikut karena ada kau yang memberiku calon buah hati yang lucu. Dan sakha… Aku turut kasihan, tapi ya mau bagaimana lagi. Mungkin Sakha belum merasa  bagaimana rasanya ikut ke dalam project ini, padahal ia sangat ingin untuk bergabung” ucap Adam yang tersenyum pada Anya.


“Devanya kau harus berjani padaku, jika aku mendapatkan project ini kau harus mempercayaiku okey. Karena banyak di luar sana pengusaha yang sudah memenangkan project ini, tapi malah kalah oleh imannya sendiri.”Sambung Adam


Anya mengerti apa yang Adam maksud, itu artinya project ini telah memakan korban keluarga.


“Aku kasihaan pada Sakha, jika ia bermain kotor dengan menyewa rahim seorang wnita atau menikah dengan banyak wanita sudah dapat di pastikan Arsakha lah yang akan mengikuti projrct besar ini” sahut Anya yang hanya di balas anggukkan oleh Adam.


“Kau benar, tapi itu semua kembali lagi pada diri kita masing-masing. Sudahlah, ayo kita makan!” Ajak Adam.


Ia berdiri dari duduknya dan langsung menggenggam tangan istrinya untuk mengantranya makan siang, Adam tidak mau terjebak pada kesdihannya sendiri karena sahabatnya yang satu itu tidak ikut. Ia memilih untuk makan agar dapat melupakan kesedihan sang sahabtnya itu.

__ADS_1


...…....


Virendra Group Company


Arsakha nampak berdiam diri sambil menlihat mobil-mobil yang berlalu lalang di jalan raya melalui kaca jendalanya, Sakha menatap dengan tatapan kosong dan dalam hatinya terus mengumpati dengan kata-kata yang sedkit kotorr.


“Aku juga ingin menggendong bayi, tapi bukan berarti aku harus menyelingkuhi istriku” gumam Sakha sendiri.


‘’Tidak mungkin aku mengikuti project yang besar ini, terlebih lagi ini adalah project  yang cukup besar pada setiap prode atau satu kuarternya saja” sambung Arsakha.


Sakha berjalan menuju kursi kebanggaanya itu, ia memijat pelan pelipis matanya dan berkata. “SHIT!”


Tok… Tok… Tok…


Suara ketukan pintu terdengar, Arsakha yang sudah kalangjabut pusing itu pun sedikit lama untuk menyahuti ketukan tersebut.


“Masuk!” Dan akhirnya sakha menyautinya, lalu oang tersebut pun masuk ke dalam kantor sakha.


“Permisi tuan, saya Alfi selaku pengiris keuangaan perusahaan. Katanya, anda meminta data keuangan yang masuk dan juga yang keluar pada perusahaan satu bulan kebelaang ini, dan ini saya sudah mencatat secara detail dan juga lengkap data keuangan yang keluar dan masuk apa saja.” Ucap Alfi yang menjelaskan padaSakha.


Ia menaruh berkas-berkas itu di meja Arsakha, dan ia juga memastikan tidak ada berkas yang ia lewatkan.


“Heem, bawa sini dan perlihatkan satu-satu padaku.” Sahut Sakha


“Tuan, perusahaan mengalami laba sekitar 40% lebih banyak dari biasanya. Kita untuk sangat banyak dari harga diskon yang kita berikan pada barang-barang yang sudah lama atau  tidak terpakai lagi” katanya


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2