
...Happy Reading...
Adam bedecak kesal atas tanggapan yang sakha berikan, bukan nya membantu malah sama saja seperti Nico yang mengabaikan nya.
Flashback On.
Adam yang tengah tertidur di bangun kan secara paksa oleh ayah hamzah membangun kan anak lelaki kesayangan nya, dengan cara menjatuh kan dirinya ke bawah badan anak nya.
Bugh
Sontak saja adam kaget, dan terbangun karena sebagai badan nya sudah remuk. Bukan nya badan ayah nya yang sakit, ini malah sebaliknya.
"Bangun, kau seperti kebo saja!" pekik Ayah Hamzah. Ia menarik selimut anak nya tersebut.
"Heem, apa ayah. Ini masih pagi" dengan tak senonoh nya Adam malah menarik tangan Ayah Jamah dan memeluk nya bak seperti memeluk guling.
"Anak sialan!" tegas Ayah Hamzah.
Ia malah membanting tubuh adam hingga Adam jatuh tersungkur ke bawah lantai.
"Cepat cari istri, agar setiap hari ada yang membangunkan mu" pekik ayah Hamzah.
"Ya-ya-ya, nanti akan ku coba cari di Toko Online saja ya" jawab Adam ngasal, membuat Ayah Hamzah semakin kesal.
"Adikmu Nurul sudah menikah dan hamil, para sahabat konyol mu juga! apa kau akan melajang selamanya Dam!"
Adam memutar kedua matanya, rasa enggan menatap sang ayam yang terus-terusan memaksa dirinya untuk segera menikah.
"Jika kau tidak membawa calon istri mu bulan ini, maka jangan harap kau akan tidur di mansion!" ucap Ayah Hamzah, yang seketika itu keluar dan membanting pintu dengan kasar.
Membuat Adam yang hampir tertidur sambil duduk pun terbangun saking kaget nya.
"Haist terserah lah" Adam menggaruk kepalanya meskipun tidak gatal. Dan masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan ritual nya.
Flashback Off.
Ia memijat pelan pelipis mata nya, seseorang masuk dengan tak sopan nya ia menerobos pintu Presdir Adam begitu saja.
Adam membuka pelan mata nya, "Siapa!" tegas nya.
__ADS_1
Sedangkan pria itu hanya ternyengir kuda menatap Adam yang tengah beruap. Pratik mendekati Adam dengan ragu ia menggaruk tengkuk nya meskipun tak gatal.
"Tuan Adam, ini sudah waktunya makan siang" saut Pratik, namun tak ada jawaban yang adam berikan.
Ia hanya keluar meninggalkan Pratik yang diam mematung, Pratik pun mengikuti tuan nya dari belakang.
Mereka berdua meninggalkan perusahaan, dan memilih makan siang di luar.
"Tuan" saut Pratik yang tengah menyetir mobil, Sedangkan Adam terfokus pada ponsel nya.
"Hm" saut Adam
"Ada yang ingin ku katakan tuan" lirih Pratik menatap adam dari belakang kaca
"Kata kan lah"
"Tadi pagi, saya bertemu dengan Soraya tuan" ucap Pratik
Adam nampak tak mempedulikan nya, ia masih terfokus pada ponsel yang sedang berada di genggaman nya.
"Tuan" saut Pratik
"Kita sudah sampai"
Melirik kanan dan kirinya, adam tanpa basa basi lagi turun dari mobil. Setibanya di sebuah restoran. Ia melihat Soraya tengah duduk bersama seorang pria.
Hendak ingin menghampiri nya, namun terpaksa ia memberhentikan langkahnya ketika pria tersebut mencium kening Soraya.
Adam kaget di buat nya, begitu pun juga Pratik. Mereka hanya melihat dan sambil menunggu pesanan di antaran.
"kau kenal pria itu? " tanya adam pada pratik
"Tidak tuan, setahu ku saat masih denganku Soraya tidak suka main di belakang" ucap jujur Pratik.
Mereka pergi, namun membuat tanda tanya besar di benak adam.
.........
Hari berlalu, Arsakha sudah menyiapkan dirinya untuk melakukan pengobatan untuk kaki nya. Ia di antar oleh Soraya ,sejauh ini. Perkembangan hubungan mereka berdua baik - baik saja.
__ADS_1
Pemeriksaan di lakukan dengan lancar, keringat panas dan dingin tercampur menjadi satu ketika sang dokter ahli keluar dari tempat persembunyian nya.
"Bagaimana dokter, apa saya masih bisa sembuh?" tanya Arsakha
Dokter itu menghela nafas nya, membuangnya dengan kasar.
"Maaf Tuan Sakha, sepertinya kelumpuhan anda bersifat permanen. Dan," ucap sang dokter menggantung.
"DAN APA DOKTER!" tegas Sakha.
"Sepertinya, anda tidak bisa memiliki keturunan tuan" lirih dokter tersebut.
"Tapi, kenapa"
"Anda sudah tahu sendiri, dan untuk obat kami belum menemukan cara untuk mengatasi pasien yang lumpuh permanen ini tuan"
Arsakha termenung, mengapa tuhan mengujinya dengan begitu banyak sekali cobaan. Apa ini karmanya juga karena pernah tidak mengakui anak nya?
Dokter keluar dari ruangan nya, Soraya mengelus pelan bahu Arsakha guna menenangkan nya. Ia memijat pelan pelipis mata nya, air mata jatuh berteteran dan membasahi pipi nya.
"Raya, pergilah" titah Arsakha
"Tapi tuan" lirih Soraya
"PERGI!"
Tanpa ba-bi-bu-be-bo, Soraya keluar dari ruang periksa. Frustrasi, itulah yang di rasakan Arsakha saat ini. Tidak ada lagi harapan untuk nya.
Sang dokter yang menangani arsakha pun tak kuasa menahan tangis nya, ia juga tahu apa yang sudah menimpa Arsakha. Walaupun publik tidak mengetahui tentang pernikahan Arsakha dan juga soraya.
"Ku harap ada mukjizat untuk Tuan Sakha" ucap dokter tersebut.
Sakha mencoba menggerak kan kaki nya, namun hasilnya nihil. Rasa mati rasa lah yang kini ia rasakan, lalu bagaimana dengan masa depannya nanti.
Ia memiliki perusahaan yang banyak jumlah nya, tidak mungkin ia membiarkan nya terbengkalai tanpa adanya keturunan yang melanjut kan nya.
.........
...Hai Geng! š„...
__ADS_1
...ENDING MASIH JAUH, OKAY...