
"Sial!" umpat Soraya.
Ia menatap ketiga laki-laki yang berada di depannya itu, Soraya pun tak bisa mengelak lagi. Ia sudah terkepung dan ia pun dibawa oleh ketiga anak buah dari Tuhan Marvin itu.
"Dasar wanita sialan! Akan kuhabisi kamu!" pekik lelaki tersebut.
Soraya pun nampak sangat ketakutan, ia mencoba melepaskan diri namun sang lelaki itu dengan kasarnya menarik rambut Soraya. Dan memaksanya berjalan untuk mengikuti langkah kakinya. Meskipun Soraya telah memukul-mukul badannya, ia masih tetap membawa Soraya dengan menarik rambut panjangnya itu.
Soraya yang nampak kesakitan hanya meringis, ia mencoba melepaskan diri namun gagal karena tenaga dari pria itu sangat besar. Ia tak bisa melawan apalagi memberontak, Soraya nampak meminta tolong dengan lirih dengan tangisan yang bercampur di dalamnya.
"Tolong lepasin aku..." Tidak ada jawaban, mmereka membawa Soraya pergi.
Kembali pada Arsakha dan Meidina yang mencari Soraya, dan juga begitu dengan Nico dan Musa yang mencari keberadaan Soraya yang menghilang.
"Di mana dia Nico?" sahut Musa, menanyakannya Nico.
Ia hanya menaik turunkan bahunya, mengisyaratkan pada Musa bahwa Niko pun tidak tahu. Tepat di luar kapal pesiar dekat kolam renang mereka tanpa sengaja berkumpul. Meidina yang menatap Musa seolah tak percaya, bahwa itu adalah suaminya.
Arsakha dan Nico tersenyum, akhirnya Meidina dan Musa bertemu dan berbahagia. Itulah yang mereka pikirkan, namun tidak dengan kenyataannya bahwa Meidina sangat marah pada Musa.
Karena 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar bagi menunggu kepastiannya, dan juga menunggu tanggung jawabnya meskipun menerima tanggung jawab dari musa sekedar nafkah lahir.
Namun, tidak dengan batinnya tidak dengan nafkahnya sebagai istri yang harus ia cintai bisa pergi begitu saja, Musa meninggalkan Meidina dan juga Moeza saat itu masih kecil bahkan masih bayi.
"Medina.." sahut Musa dengan suara lirihnya, untuk mencoba mendekati Meidina. Namun Arskha menarik lengan baju Medina ke arah depan Musa.
Musa pun refleks menangkap Meidina yang hendak itu akan terjatuh. "Awas!." Medina hampir saja terjatuh, namun masih bisa di hentikan.
__ADS_1
Arskha melakukan hal tersebut untuj memancing musa, ia menangkap Medina seperti di dada bidangnya. Musa memeluk sang istri dengan erat dan juga sangat dalam.
Namun tidak dengan Medina, karena ia sekarang saat membencimu Musa yang telah mengabaikannya selama ini; Musa memiliki misi di luar sana yang, membuat Musa tidak pulang ke rumah. Meidina melepas paksa pelukan dari Musa, ia menatap tajam mata laku-laki tersebut.
"Ada apa? Aku bisa jelaskan semuanya Medina. Aku akan menjelaskan secara detail dan seksama. Begitu juga dengan intinya." ucap jelas Musa yang meyakinkan pada Meidina.
Namun Medinah tak percaya, menatapmu Musa kini menjadi suaminya itu. "Meidina" sahut Sakha.
Meidina melirik Arsaka di belakang, Arsaka tersenyum. " Dia suamimu Meidina. Musa pasti memiliki rencana yang tepat ketika melakukan semua ini. Aku percaya, Musa adalah lelaki yang baik"
"Kalau harus percaya padaku dia tidak akan menyakitimu!" ucapan Arsakha mengalihkan Meidina.
Ia menyadari kembali Musa dan menatap kedua bola matanya, melihat dan mencari tanda-tanda kebohongan yang tersimpan tersebut. Namun Meidina tidak melihatnya, hanya ada air matanya yang jatuh ke pipinya.
Meidina menghapus air mata yang jatuh di mata Musa, Ia pun tak kuasa menahan tangisnya melihat sang suami yang kini kurus dan tidak seperti dulu. Ia memeluk Musa dan berkata, "Maaf." Musa pun membalas pelukan dari sang istri tercintanya itu.
"Musa! Ayo! cepat kita selamatkan Soraya! dia dibawa oleh anak buah dari Marvin!" tegas dengan rahang yang sedikit mengeras.
Mereka berdua pun mengangguk dan segera akan mencari Soraya namun Tuhan berkata lain. Soraya tak sengaja bertemu dengan mereka berempat, sambil dibawa oleh ketiga anak buah dari tuan Marvin itu, Soraya nampak kesakitan dengan rambut yang dijamak ia meringis kesakitan.
Ia hendak ingin lepas dari sang pria yang menjenggut rambut panjangnya itu, mata Sora pun melihatnya dan juga ketiga anak buah dari tuan Marvin itu. Tak bisa dipungkiri lagi, perkelahian pun segera akan dimulai antara Niko, Musa melawan ketiga anak buah dari tuan Marvin itu.
"Musa... Apa kau masih kuat untuk melawan?" tanya Nico dengan tetapan serius.
Musa melonggarkan pelukan Medina dan lalu melepaskannya, melindungi Medina dari belakangnya. " Tentu saja aku masih kuat.. . Sayang kau bawalah Saka dan juga Soraya pergi" ucap Musa pada sang istrinya.
Medina pun mengganggu ia membawa dan juga mengajak Arsaka untuk pergi namun Soraya tidak bisa pergi, karena sang pengawal tersebut menghalanginya sebelum bisa membawa Soraya pergi USA dan Niko harus menghabisi mereka terlebih dahulu tidak bisa dipungkiri lagi mereka pasti akan mengingat Niko dan Musa sudah mengalahkan Tuan Marvin sebelum kalian bisa membawa wanita sialan ini! kalian harus berhata bandenganku dulu! ucap sang pria tersebut pada Niko dan Musa.
__ADS_1
Tanpa berbelas kasihan, mereka berdua langsung mengajar kedua pria tersebut. Namun yang salah satunya malah membawa Soraya dengan berlari. Sakha terkejut melihat Seraya yang dibawa kabur oleh lelaki itu, Arshaka yang menyadari hal tersebut langsung menunjuk padanya.
Namun Soraya telah hilang entah ke mana dibawa oleh pria itu, saat keadaan sudah mulai aman dan Niko telah menghabisi komplotan dari Tuan Marvin. Mereka di pertemukan kembali dengan Soraya tanpa kesengajaan.
Arsakha yang melihat istrinya yang tengah terancam akan dijeburkan atau di jatuhkan ke lautan itu.
"Mau apa kau!" tegas Arsaka
Mereka berkumpul di dekat kolam renang kapal pesiar itu, dan pria itu pun yang berada di atas mengancam mereka semua dengan menjadikan Soraya sandranya.
"Berhenti di situ! atau aku akan habsi wanita ini!" Mereka semua nampak terkejut, melihat Soraya yang tengah berada di atas kapal pesiar dan mendapatkan akan dijatuhkan kebawah.
Tanpa berkedip, Arsakha pun menatap sang istri dengan begitu serius.
"Apa maumu, katakan saja dan aku akan menurutinya. Namun lepaskan wanita itu" ucapan sakha tidam mampu menekan sang pria tersebut.
"Mauku?, aku mau wanita ini mati!." Tanpa basa-basi lagi, lelaki itu menjatuhkan Soraya ke lautan dengan mendorong tubuhnya.
Soraya berteriak dengan sangat kencang, "Aaaaaaa." Mereka semua menatap suara yang tak percaya.
Arskha pun yang melihat hal tersebut seolah-olah tak percaya dengan apa yang sudah terjadi. Begitu juga dengan Niko dan Musa,
"Cepat? kerahkan anak buah untuk menyelamatkannya!" titah Nico kepada seorang anak buahnya itu.
Ia mengeluarkan senjata apinya, dan langsung menembak pria tersebut hingga tewas di tempat.
...****************...
__ADS_1
Bau apa ini? hmmmm, bau-bau sad ending... wkwkw, canda beb ≧ω≦