
Nico masih setia menonton, ia tidak mempedulikan jika ia menyakiti kedua wanita tersebut. Karena kedua wanita tersebut, salah satunya merupakan pembunuh ibunya. Dan wanita di sebelah nya, mencoba membunuh Nico dengan cara yang kotor.
Flashback On.
Ketika Nico dan Naora berkuliah di luar negri, saat itu juga Nico bertemu kembali dengan Arsakha dan juga Adam.
"Nico, kita beda jurusan. Aku harus duluan, sampai berjumpa kembali saat jam makan siang. Daaah" ucap Naora.
Nico hanya melihat punggung Naora yang akan menghilang. Sakha mengejutkannya, Adam hanya tertawa ketika melihat Nico terkejut dan memegangi dadanya yang jantungan, karena ulah konyol Arsakha.
"Siapa wanita itu, apa dia wanitamu Nico" ucap Arsakha, ia mencolek pipi Nico. Nico kesal di buatnya.
"Dia Naora, anak seorang supir dan pelayan di Mansion keluargaku" ucap jelas Nico.
"Dia gadis yang manis Nico" saut Adam, sambil tersenyum.
"Kau jangan sampai menyukainya, awas saja jika kau berani mendekati Rara ku. Akan ku patahkan tulang lembek mu" ucap Nico yang cemberut, dan dengan nada penuh penekanan.
"Kau cemburu ternyata" ucap Arsakha, merangkul bahu Nico.
"Tidak!" elak Nico dengan pipi merah merona.
"Jangan berbohong aku tau kau menyukai gadis itu, sebentar lagi sang dosen killer datang. Sebaiknya kita segera ke kelas, sebelum ia masuk" ajak Arsakha, mereka bertiga pergi ke ruang kelasnya.
Dan memulai hari-hari nya seperti mahasiswa pada umumnya, hanya sedikit berbeda dari biasanya, ketiga lelaki tersebut diperlakukan seperti raja oleh mahasiswi di kampus internasional tersebut.
Arsakha terkenal menjabat sebagai presiden mahasiswa, karena ketampanan dan kaya raya nya ia. Gadis mana yang tidak mau menjadi pacarnya. Arsakha si sang raja bisnis, dia memiliki banyak perusahaan yang ia miliki. Tak hanya satu, bahkan lebih dari tiga puluh perusahaan pusat, sudah tak terhitung berapa perusahaan cabang milik nya.
Nico sebagai lelaki yang paling populer di kampus, karena ketampanan dan kegagahannya. Aktif di bidang olahraga, dan pintar dalam segala bahasa. Nico sang raja mafia, meskipun Nico adalah leader mafia terbesar, ia masih memiliki beberapa perusahaan ayahnya untuk ia kelola sendiri.
Sedangkan Adam, ia terkenal karena kepintaran dan sikap dinginnya pada mahasiswi lain. Adam sangat pelit bicara, dibandingkan Arsakha dan Nico. Orang-orang memanggilnya, si kutu buku tampan. Hanya wanita yang paling beruntung bisa menjadi kekasih nya.
Sesungguhnya Adam tidak pernah dekat, atau pun menjalin hubungan dengan wanita lain. Tak heran, para mahasiswi kampus sangat tergila-gila padanya, Adam tak mempedulikan panggilan konyol seperti itu. Ia hanya terfokus pada dunianya, tanpa mempedulikan orang lain.
.........
Di italia, sang bos mafia tengah bersama seorang wanita seumuran dengan anaknya, dia adalah Adelia.
"Kau tidak apa-apa kan? " tanya Edson.
Ia tak sengaja menabrak gadis itu, dan membawanya ke rumah sakit. Karena kekayaan Papi Edson yang sangat menggiurkan, dan wajah Papi Edson masih tampak muda. Adelia memiliki rencana jahat sendiri, meskipun kedua orang tuanya mengirim ia kesini karena sebuah tujuan tertentu.
__ADS_1
Mencari keberadaan Hamzah, yang tak lain adalah ayahnya Adam.
Hari demi hari berlalu, Adelia terus menerus menggoda Papi Edson. Meskipun ia pernah diperingati, tidak membuat Adelia jera. Saat itu, Papi Edson sedang melakukan perjalan bisnis. Ia tak sengaja bertemu Adelia di sebuah hotel, tentu saja Adelia sengaja melakukan nya.
Ia sengaja menyelinap masuk, kedalam kamar hotel Papi Edson.
"Kau!" ucap Papi Edson penuh penekanan.
"Apa kabar, apa kau tidak merindukan ku" ucap Adelia, ia mendekati Papi Edson dan merangkul tengkuk nya.
"Aku lebih dari segalanya, dibandingkan istri tua dan kampunganmu. Aku akan memuaskan mu, dan membuatmu nyaman" ucap Adelia, seketika itu Papi Edson langsung mencengkam dagu Adelia.
"Auw" rintih Adelia.
"Ku ingat kan kau untuk terakhir kali nya, jika kau terus seperti ini. Akan ku pastikan kau akan mati!" tegas Papi Edson, ia melempar keras dagu Adeli.
Bukan nya takut, tapi Adelia malah semakin menjadi-jadi. Ia menarik tangan Papi Edson, dan ia menjatuhkan diri nya di ranjang. Tanpa di ketahui Edson, Adelia telah menaruh kamera kecil di meja. Ia menggunakan cara kotor, agar membuat istri Edson salah paham.
Dengan posisi yang menunjukkan mereka seolah-olah sedang berciuman, Papi Edson segera melempar Adelia, ia merintis kesakitan.
"Dasar kau wanita murahan!, apa yang kau lakukan" ucap Papi Edson.
"Aku akan membunuhmu" ancam nya, Papi Edson segera bangkit dari tidurnya. Dan dengan segera Adelia juga bangkit, ia sudah gemetar.
Ia pergi berlinangkan air mata, tak lupa ia mengambil sebuah kamera kecil nya.
Ke esokan harinya, Papi Edson menceritakan semuanya pada Hamzah. Tentu saja membuat Ayah Hamzah kaget bukan main.
"Dia adalah anak dari pelayan dan supirku dulu" ucap Ayah Hamzah, mereka sama-sama membuang nafasnya dengan berat.
Sedangkan di Mansion, ibu dari Nico tengah bersedih. Ia menangis ketika mendapatkan kiriman sebuah paket, berisi foto-foto kemesraan Edson dan Adelia. Tentunya itu membuat Kemala (Ibu Nico) bersedih hati.
Perdebatan diantara keduanya selalu terjadi, meskipun Nico tidak berada di Mansion, tetapi ia tahu jika permasalahan keluarganya sudah memuncak. Hingga suatu malam, Adelia masuk ke dalam Mansion. Ia menghabisi beberapa pelayan di sana, ia juga menghabisi kedua orang tua Naora.
Ayah Hamzah datang kesana, Adelia menyodorkan pistol ke arah Papi Edson dan siap akan meluncurkan pelurnya, dengan segera Mami Kemala pun berlari dan melindungi Papi Edson.
DOR
Peluru itu berhasil masuk ke dalam kepala Mami Kemala, Ayah Hamzah yang melihat kejadian itu langsung bergemetar.
"Kau" Ayah Hamzah menghampiri Adelia, ia tetap mendekati Adelia meskipun Adelia menyodorkan pistol nya.
__ADS_1
Dan mencoba menembak Ayah Hamzah beberapa kali, bukan Leader Yakuza namanya, jika tertembak pistol langsung mati.
Ayah Hamzah mencekik Adelia, sedangkan Papi Edson tengah memandangi Mami Kemala yang sudah tak bernafas lagi. Ia menangis dengan kencang, berkali-kali menggoyangkan tubuh istrinya. Seseorang datang menyelamatkan Adelia dari cengkeraman Ayah Hamzah, mereka segera mencari tahu keberadaan Adelia di mana.
Nico dan Naora merasakan sangat sedih yang sangat mendalam. Atas kabar kematian orang tua Naora, dan ibu dari Nico.
Mereka pulang ke Italia, untuk melihat pemakaman orang tuanya. Sehari setelah keberangkatan Nico dan Naora, Adelia datang ke kampus dimana Nico juga berkuliah di sana.
Arsakha tergoda akan kecantikan dan tubuh sempurna Adelia, ia berpacaran dengannya. Sehingga membuat para mahasiswi patah hati, Adam tentunya tidak suka, karena ia tahu siapa Adelia.
Adam mencari tahu, bersama Nico tentunya. Bahwa ia adalah penyebab kematian ibunya, Adam juga sangat sedih. Nico tahu dari cerita Papinya, dan an ia mempercayainya.
Karena tidak mungkin Papi Edson berkhianat pada Mami Kemala.
Nico ingin sekali mengatakan pada Arsakha, bahwa Adelia itu bukan wanita baik-baik. Segala cara ia coba, agar Arsakha meninggalkan Adelia. Namun karena dibutakan oleh cinta, Arsakha sampai tidak mempedulikan sahabat-sahabatnya.
Melaporkannya pada polisi, tidak akan membuatnya jera.
Kembali pada Papi Edson, ia masih termenung mengingat kejadian dulu. Ayah Hamzah mendekatinya, dan mencoba menguatkan Papi Edson.
"Ini semua salahku Edson, andaikan saja kau tidak menolong ku. Kejadian seperti ini, tidak mungkin terjadi" ucap Ayah Hamzah, menyesali dirinya sendiri.
Papi Edson memeluk Ayah Hamzah.
"Ini bukan salahmu, atau kita. Semua ini karena ulah keluarga sialan itu. Jangan menyalahkan dirimu sahabatku" ucap Papi Edson, tanpa disadari nya Ayah Hamzah pun juga menangis. Mereka saling berpelukan seperti saudara laki-laki.
Flashback Off.
Nico masih diam tak bergeming, ia berdiri dari duduknya.
"Jerry, Hendra. Awasi mereka, jangan sampai mereka masih hidup. Aku akan pergi dulu" ucap Nico, para anak buah nya menundukkan kepalanya.
Ia keluar dari Markas, dan segera menuju bandara untuk mencari Naora.
.......
.......
...Babang Nico :...
__ADS_1
...Author lagi revisi cerita, dan ngebenerin bab-bab yang berantakan karena duobel update dengan judul bab yang berbeda, tapi isi bab yang sama. Mohon bersabar ya buat pembaca, tunggu bab kebucinan ku. Sun dulu sini 😚...