Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
INGIN MENCINTAIMU


__ADS_3

Di pejalanan,tidak ada percakapan antara Meidina dan Musa. Mereka saling berdiam diri, Musa diam-diam mencuri pandang pada Meidina. Namun dengan seketika, ia juga memalingkan wajah nya.


Hatinya yang berdetak kencang, dengan santai nya Meidina,ia masih membaca buku yang berada di genggaman tangan nya. Sempat malu-malu, Musa memberanikan diri nya untuk mengobrol dengan Meidina.


"Kau sangat suka membaca buku?" tanya Musa.


"Iya,aku juga suka menulis" jawab Meidina.


"Benarkah, apa buku-buku dibelakang itu hasil karyamu sendiri?" tanya Musa, penuh penasaran.


"Hmm, iya. Aku menjual nya,di toko buku pasaran" ucap Meidina,tak sengaja pandangan mereka saling bertemu.


Meidina yang tidak sengaja menatap Musa,langsung memalingkan wajah nya. Begitu juga Musa, yang selalu mencuri pandang pada Meidina.


"Ingat musa, jagalah pandanganmu" batin Musa.


Mereka sampai di toko buku yang Meidina kata kan, Musa dengan segera memarkirkan mobil nya. Dan membantu Meidina, mengeluarkan buku-buku novel nya.


"Sudah" tanya Musa, dan di angguki Meidina.


Mereka berdua masuk ke dalam, Meidina tengah bernegosiasi dengan sang pemilik toko buku. Sedangkan Musa, ia berada di luar toko untuk mengangkat telepon dari Dafa. Dafa sudah sangat pusing, ia harus melakukan pekerjaan nya, dan pekerjaan Musa di kantor. Secara bersamaan, namun Musa tidak memperdulikan nya.


"Aku sedang bersama calon istriku" ucap Musa dengan nada kesal.


"Ck, dia hanya calonmu. Belum tentu akan menjadi istrimu" ketus Dafa,di dalam sambungan telepon.


"Jika dia memang benar jodohku bagaimana,apa yang akan kau lakukan. Apa kau akan menjadi perjaka tua Dafa? " ucap Musa,membuat Dafa kesal.


"Sudahlah, aku tidak ingin mengganggu waktu mu. Tapi ingat untuk datang ke perusahaan, saranku. Cepatlah nikahi gadis itu, sebelum dia di ambil oleh orang lain" ucap Dafa, sambil memutuskan telepon nya.


Musa terdiam sebentar,ia memikirkan saran Dafa barusan. Ada benarnya juga, tentang apa yang Dafa katakan. Ia tidak ingin Musa, menjadi frustrasi sepeeti dulu, saat di tinggalkan Adelia.


Musa mau membuka lembaraan baru, saat mengetahui Adelia merebut kakak iparnya, dari kakak nya. Semenjak itu, hanya ada kebencian yang Musa rasa kan, jika mendengar atau melihat Adelia.


Sudah hampir setengah jam, Musa menunggu. Akhirnya Meidina keluar toko buku, dan tersenyum ke arah Musa. Musa tanpa sadar,jika Meidin sudah berdiri dir belakang nya yang tengah terduduk di kursi tunggu. Hingga akhirnya Musa sadar, dan membalikkan badan nya, jika ada seorang wanita di belakang.


Ternyata itu adalah Meidina, ia tengah tersenyum ke arah Musa. Musa beranggapan ,jika ia sudah di perlaku kan spesial. Oleh Meidina saat ini.

__ADS_1


"Maaf mengganggu tuan" ucap Meidina, sambil menunduk kan kepala nya.


Sontak Musa langsung berdiri,ia memandangi Meidina tanpa henti. "Tidak apa, kau tidak mengganggu ku" ucap Musa, sambil menggaruk tengkuk nya meskipun tidak gatal.


"Ini sudah siang,apa tuan mau makan siang bersama?. Saya yang traktir" ucap Meidina.


Musa semakin kegirangan, kini Meidina sudah berani mengajak Musa makan bersama. Ia berpikir, secara tidak langsung. Meidina mengajak Musa kencan, pikir Musa.


"Hmm baiklah, ayo makan siang bersama" ucap Musa, ia membuka kan pintu untuk Meidina. Meskipun sudah beberaa kali Meidina menolak, Musa masih bersikeras membuka kan nya. Mau tidak mau,meidina pun masuk ke dalam mobil Musa.


Di Perjalanan.


Musa memecahkan keheningan lagi, dengan mengajak Meidina mengobrol,itu jauh lebih baik.


"Meidina, kenapa kau ada di negara ini?" ucap Musa, to the point.


Meidina terdiam sejenak, ia bingung harus mengatakan apa. Jika ia mengatakan karena kabur, tentu saja itu bukan jati diri asli dari Meidina.


"Tidak ada alasan nya tuan, saya ke negara ini karena saya suka" ucap nya.


"Jangan berbohong, jika kau sedang tertimpa kesulitan,atau apalah itu. Telepon saja aku, kau juga sudah tahu nomer ku kan? " ucap Musa, sedikit melirik ke arah Meidina.


"Sama-sama, jangan memanggilku tuan. Kau bisa memanggilku, Musa" saut Musa.


Meidina menggeleng - geleng kan kepala nya ,ia memutuskan akan memanggil Musa dengan sebutan Mas Meskipun sedikit menggelikan bagi Musa, tapi ia suka.


Mereka sampai di sebuah restoran, dan mulai memasuki nya. Musa memesan sebuah makanan,yang sama dengan Meidina pesan.


"Meidina" saut Musa.


Seketika, Meidina pun ikut melirik Musa.


"Ada satu hal,yang ingin aku kata kan" ucap Musa yang meyakinkan. Meidina mengerutkan kening nya.


"Katakan saja mas" ucap Meidina.


"Aku menyukai mu, izinkan aku untuk mencintai mu Meidina"

__ADS_1


Deg


Hati Meidina terasa gemetar, ia membulatkan mata nya,ketika Musa mengatakan menyukai nya. Apalagi ini, ia meminta izin untuk mencintai diri nya. Meidina masih terdiam, ia harus mengatakan apa, jika mengizinkan Musa mencintai dirinya. Musa akan terluka,dan tersakiti, pikir Meidina.


"Meidina" saut Musa.


"Jadilah pacarku" sambung Musa.


Meidina menggeleng-gelengkan kepalanya, yang arti nya tidak. Ia menatap Musa penuh keyakinan, apa sebaiknya ia jujur saja,tentang masa lalu nya.


"Aku tidak bisa menjadi pacarmu, bukan kah islam melarang itu? " tanya Meidina. Musa terdiam, kali ini dia yang bingung sendiri.


"Kau benar, kalau begitu. Jadilah istriku" ucap Musa meyakinkan. Lagi-lagi, Meidina mengeleng-geleng kan kepala nya agi.


"Aku harus menyelesaikan studi ku, dan berkarir" tolak Meidina


"Tidak apa-apa, bahkan aku juga akan menunggumu" ucap Musa meyakinkan.


"Aku ingin mencintaimu Meidina, aku tidak peduli. Baik atau buruk nya, dirimu di masa lalu" ucap Musa, Meidina seketika tersenyum. Namun Musa tak melihat nya, karena tertutup cadar Meidina.


Tidak lama setelah setelah itu, pelayan restoran datang membawa makanan mereka berdua.


Di perusahaan Nico, ia tampak kesal dengan menggerutu karena berkas-berkas menumpuk dihadapan nya, sesekali ia menjambak rambut nya sendiri, saking pusing nya.


"Aku bukan Arsakha yang pintar berbisnis, karena dia adalah raja bisnis. Tidak seperti ku, yang dijuluki raja mafia" celoteh Nico.


Mikey datang, ia terkekeh melihat Nico yang frustrasi. Dengan segera, Nico menyelesaikan masalah kantornya. "Selamat siang presdir Nico" Nico melirik kesal Mikey, yang ada dihadapan nya.


"Ada apa kau kemari" ucap Mikey, penuh penekanan.


"Melihat mu" ucap Mikey, membuat Nico bertambah kesal.


"Cih, Mikey. Cepat cari si bajingan yang sudah berani mengambil dana perusahaan" perintah Nico.


"Cari saja sendiri" ketus Mikey, ia keluar dari ruangan Nico.


"Kau"

__ADS_1


Mikey sudah keluar dari ruangan Nico, dan kali ini yang datang adalah Naora.


"Ini sudah waktunya makan siang, ayo akan siang sekarang. Aku membawa kan mu makanan" ucap Naora, sambil menunjukan sebuah rantang makanan. Namun Nico tak mempedulikan nya,kedatangan Naora membuat Nico terdiam seketika


__ADS_2