
Arsakha pergi dari ruang kerjanya,ia masuk kedalam kamarnya. Bayang-bayang Meidina selalu menghantui nya saat ini,ini memaksakaan diri nya untuk tertidur,dengan memejamkan matanya . Berharap saat ia bangun,kejadian ini hanyalah mimpi buruknya. Ia mengambil kalung giok yang ada di atas nakas,memandangi nya dengan terus-menerus.
"Aku harus bagaimana Meidina,aku sangat menyesal. Andaikan dulu aku tidak menyakitimu. Aku akan sangat bahagia ketika tahu kebenaraan nya,jika kau itu adalah Nurul. Gadis yang ingin aku nikahi dulu" gumam Arsakha.
Arsakha memejamkan matanya dan mulai memasuki ke alam mimpi,bahkan saat bermimpi pun. Meidina selalu hadir dalam mimpi nya. Gadis yang dulu ia sakiti,dan ia khianati. Karena lebih memilih sampah,dibandingkan berlian.
FLASHBACK ON KETIKA ARSAKHA MASIH KECIL.
Arsakha Virendra Alfarizqi. Dia adalah anak dari seorang asisten di keluarga konglomerat,pengusaha kalangan atas. Arsakha kala itu masih berusia sepuluh tahun,sama seperti anak tuan papa nya,yang seusia dengan nya. Leonadam Abraham biasa di panggil Adam,dia adalah anak sulung dari keluarga konglomerat,mereka sudah bersahabat dari kecil hingga dewasa. Ketika saat ikut perjalanan bisnis,mereka tak sengaja bertemu dengan Nico. Mereka berpisah karena berbeda negara,namun tuhan mempertemukan mereka kembali saat berkuliah di luar negri. Dan di saat itulah, Arsakha kenal dengan Adelia. Wanita yang mengambil hatinya,dan membuat arsakha terpana karena kecantikaan Adelia.
Sebelum Arsakha dan Adam beranjak dewasa,ibu Adam sempat mengandung dan melahirkan anak perempuan,mereka memberi nama Nurul Anggita Dewi. Kehadiraan Nurul membuat Adam sangat bahagia,pasalnya ia sangat ingin memiliki adik perempuan. Tapi tidak untuk Arsakha,ia ingin menikahi adik Adam yang masih bayi.
"Papa,aku ingin Nurul menikah denganku" rengek Arsakha,mereka hanya tertawa begitu juga dengan Adam. Ketika melihat tingkah konyol sahabatnya.
"Kau tidak bisa menikahinya sekarang,dasar bodoh" ucap Adam dibarengi gelak tawa.
"Benar sayang,kau tidak bisa menikahinya sekarang. Tunggu dirimu dan Nurul dewasa nanti" ujar Ayah Hamzah (Ayah Adam dan Nurul/Meidina)
Arsakha masih memasang wajah masam nya,ibu Adam yang melihat tingkah laku Arsakha pun terkekeh geli melihatnya. "Kau boleh menikahi Nurul jika sudah dewasa dan memiliki pekerjaan nanti Arsa" ucap ibu Melati (Ibu Adam dan Nurul/Meidina)
"Benarkah aku boleh menikhi nya" ucap girang Arsakha,dengan mata yang berbinar-binar.
"Benar nak" ucap Ayah Hamzah sambil mengacak-ngacak rambut Arsakha.
__ADS_1
Arsakha sangat senang,ketika mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tua gadis yang ia inginkan. Ia memeluk Nurul yang tengah tidur disamping nya. "Kau hanya akan menjadi milik ku Nurul" ucap Arsakha,ia pun menidurkan dirinya disamping bayi kecil itu. Papa Rendra dan Mama Devi,hanya menggeleng-gelengkan kepala nya,ketika melihat tingkah konyol putra semata wayang nya.
Adam memotret Arsakha yang tengah tertidur bersama adik kecilnya,ia tak bisa menahan tawanya lagi. Arsakha tidur seperti bayi besar,disamping adik nya.
"Lihatlah ayah, Sakha sudah meniduri Nurul kita. Bagaimana jika kita menghukumnya" ucap Adam,ia melihatkan sebuah foto yang sudah ia potret. Adam memberikan foto itu ketika Arsakha bangun,bukan nya marah. Sakha malah kegirangan ketika melihat foto itu,bahkan ia berterima kasih pada Adam. Berkat nya,ia sudah memiliki satu kenangan bersama Nurul.
Hari berganti dengan hari yang baru,suatu kejadian yang tidak di ingin kan terjadi. Seorang pelayan dan supir,mengkhianati keluarga Adam. Mereka membawa harta berharga dan hingga membunuh Ibu Melati,membuat Adam terpaksa dititipkan kepada Papa Rendra,yang merupakan asisten setia Ayah Adam. Adam ingat betul,wajah wanita yang sudah membunuh ibu nya,dan seorang gadis yang merupaka anak dari pelayan dan supir keluarga nya. Mereka membawa adik nya,tanpa Adam dan Arsakha ketahui. Jika gadis yang sudah meleyapkan ibu nya, adalah Adelia dan Ibunya yaitu Siska.
Adam menyadarinya saat berkuliah,kala itu Adelia sudah menjadi kekasih Arsakha. Ingin rasanya memberitahu Arsakha,tapi ia takut jika Arsakha nanti akan bertambah luka karena kehilangan Nurul,gadis yang ia cintai sejak kecil. Adam hanya memilih diam,membuka suara tidak akan membereskan semua nya,ia hanya anak sebatang kara sekarang. Meskipun kini ia sudah memiliki ayah baru,yaitu Zohan. Tapi tetap saja,ia selalu kesepian. Saat malam pun,ia selalu menangis akan takdirnya saat ini. Kenyataan memang pahit,tapi itulah takdir.
Tidak ada seorang pun yang tahu,takdir seseorang di masa depan.
FLASHBACK OFF SAAT ARSAKHA SUDAH DEWASA.
Arsakha sudah terlelap di dalam tidur nya. Di lain tempat,seorang lelaki tengah terduduk berdiam diri di balkon kamar nya,seorang wanita membuka pintu kamar nya dan masuk kedalam.
"Aku belum mengantuk kak" ucap Musa dengan nada dingin nya
"Kau pasti sedang merindukan gadis itu kan,hmm'' ucap Kak Anya,menggoda adik nya
"Tidak!'' ketus Musa
"Jangan berbohong padaku,aku tahu isi hatimu. Cepat tidur,jika tidak akan ku tendang pantatmu"
__ADS_1
Kak Anya keluar dari kamar Musa, Musa hanya memandingi kepergian kakak nya. Ia kembali pada lamunan nya barusan.
"Aku harus mencari gadis itu,dia sudah berani mengambil hati ku,aku akan segera menikahi nya,ketika aku bertemu dengan nya lagi" batin Musa.
Ia menidurkan diri nya,dan melelapkan semua pikiran yang ada di dalam otak nya. Hanya nama Meidina yang saat ini,ada dalam otak nya. Ntah pergi kemana Meidina saat ini,tidak ada satu pun yang tahu. Keluarga nya pun sudah bersusah payah mencari nya, Papah Rendra juga. Mereka sangat kehilangan saat meidina pergi.
"Meidina cepatlah kembali dik" gumam Adam,ia menahan sedih nya dan memilih melanjutkan mencari keberadaan adik nya.
.
.
.
Note:
Musa,adik kandung Anya (Dokter Anya)
Anya,mantan istri Arya
Arya,selingkuhan Adelia
Adelia,selingkuhan Arsakha
__ADS_1
Arsakha,mantan suami Meidina
Meidina,calon istri Musa