Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
SIUMAN


__ADS_3

"Apa yang ingin kau katakan Sakha." Tanya Nico, Sakha terdiam sambil menatap bintang-bintang di langit itu.


"Aku akan segera melangsungkan resepsi pernikahanku dengan Soraya, menggelar pesta yang besar untuknya setelah masalah ini beres." ucap Sakha.


Mereka berdua melirik Sakha yang seperti termenung itu, Musa hanya bisa menghela nafasnya. Ia mengatakan hal yang serius pada Arsakha, "Sebelum itu, kau harus pikir-pikirkan lagi, Sakha. Apa kau lupa? rumor Sora dengan Pratik?."


Ucapan Musa membuat Sakha terdiam, ia duduk di kursi dekat kolam renang itu. Menyandarkan kepalanya, dan menutup kedua matanya. Membiarkan angin menghembusi wajahnya yang tampan itu.


"Aku tidak peduli, Musa. Biarkan aku memulai kembali semuanya." ucap Sakha.


Nico dan Musa mengerti dengan apa yang Sakha katakan, memang tidak ada salahnya untuk berubah.


"Sakha... Sebaiknya kau pergi saja menemani istrimu" ujar Nico


Musa pun mengangguk dengan pelan, "Itu benar, sebaiknya kau temani Soraya..."


Sakha berdiri dari duduknya. "Aku akan pergi, bye!" sahut Sakha.


Ia berjalan menuju kamarnya yang di tempati oleh Soraya. Arshaka yang melihat Meidina tengah membantu membersihkan tubuh Soraya, mereka saling melirik dan Arshaka pun mengalihkan pandangannya.


"Biarkan aku yang membantu membersihkan tubuh istriku, kau boleh pergi Meidina" ucap Arsaka


Meidina pun mengangguk, dia menaruh kain basah itu ke atas nakas dan juga pamit akan pergi dari ruangan tersebut.


"Baik Kakak, aku akan pergi. Tolong jaga Sora ya..." pinta Medina.


" Itu tentu saja, aku akan tetap menjaganya sampai kapanpun." ucap Sakha


Ia pun menjaga Sora dengan sangat teliti dan penuh kasih sayang, merawat tubuh wanita itu. Ponselnya berbunyi, Arshaka yang mendengar hal tersebut langsung mengambil ponselnya yang ia taruh di saku celananya itu.

__ADS_1


"Halo, ada apa kau memanggilku?" ucap Arsakha di sambungan telepon tersebut.


Seorang pria pun menjawab panggilan dari Arshaka itu. "Halo Arshaka... Bagaimana dengan kabarmu? Aku akan segera kembali ke Indonesia, kau tunggulah aku pulang. dan setelah itu aku memiliki rencana untuk party time bersama kalian semua. ucap Adam di sambungan telepon tersebut.


Arsakha kau pun mengerti dan paham. "Baiklah aku akan pergi, dan menunggu kepulanganmu di sini, dan juga aku akan menunggu kau bercerita soal aksimu menyelamatkan kedua calon mertuamu itu. Kau kapan pulang, Adam?" tanya Arshaka pada Adam.


"Mungkin aku akan sampai tiga hari yang mendatang akan, apa kau keberatan untuk bertemu denganku nanti saat di bandara arshaka?" ucap Adam.


Mereka mengobrol dan tanpa mengingat waktu obrolan itu pun langsung terputuskan karena sudah sangat lama tawakal itu, Soraya bangun dari pingsannya.


Ia masih kebingungan dengan semua yang telah terjadi saat ini. Ia melihat sekitarnya, tidak ada lautan ataupun air ia lihat. Itu aertinua, ia telah selamat dan itu memang benar.


Sakha melirik Soraya, Arshaka pun yang sedang memainkan ponselnya di sofa langsung mendekati Soraya yang sudah bangkit itu.


"Kau kenapa? Apa kau mau minum;" tanya Sakha pada Soraya, ia pun mengangguk pelan.


" Aku mau minum" ucap Soraya dengan nada yang sangat pelan itu.


Soraya melirik Soraya, dan mata mereka saling bertemu. Antara si mata belo, dan si mata sifit.


"Kau bisa berdiri?" tanya Soraya pada Arsaka .


Arsakha pun mengangguk pelan dan ia menjawab, "Iya, aku bisa berdiri sekarang." singkat Soalnya penampilan sambil menata Sakha yang penuh harapan itu.


Ia nampak berpikir sejenak mengingat waktu itu, seharusnya Soraya jangan atau tidak usah pergi. "Jika kau menginginkan sesuatu . panggilah aku." ucap Soraya


Sakha tanpa bosan-bosan terus melirik Soraya. Saka pun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya, iya menaruh botol minum yang telah saya minum itu ke Nas kembali dengan pelan mengelus rambut Soraya yang hitam lebat itu.


"Tidak, bukankah bisa kita jika sedang berada di laut dan Sekarang kita akan menuju ke daratan untuk pulang. kau bersabarlah, mungkin malam ini kita akan bermalam di kapal pesiar ini"

__ADS_1


Harus akan menjelaskannya pada Arshaka Soraya pun mengingat kembali , peristiwa yang telah terjadi pada malam itu. Soraya yang saat itu dicambuk dipukuli di tendang dan di lecehkan oleh para lelaki sialan itu saya mengingat peristiwa itu, dan langsung mengelimbahkan air matanya ia menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Aku takut, aku takut, aku takut! Arsakha..."


Isak tangis Sora pecah, namun dengan segera Arsaka memeluknya. " Kau tidak usah khawatir, aku akan di sini bersamamu menemani langkah-langkahmu" ucap Arsakha yang membuat hati Soraya berbunga-bunga.


Soraya teringat akan masa lalunya yang pernah menghianati Arsaka, ia pergi karena frustasi mendapatkan suami lumpuh seperti Arsaka. Dan pada akhirnya ia diculik oleh Musa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah membunuh kedua orang tuanya, namun itu hanyalah humor yang Tuan Marvin berikan pada Musa.


Agar untuk menjebak Soraya yang selaku saudara tirinya sendiri, entah bagaimana Apa yang akan terjadi jika Abi Jefri mengetahui bahwa saya adalah Putri kandungnya sendiri dan juga reaksi Umi kulsum yang mengetahui bahwa Abi Jefri telah berkhianat padanya.


" Saka, kapan kita akan sampai di daratan? aku sudah sangat lelah, Bisakah aku untuk beristirahat malam ini di kamarmu?" tanya Soraya dengan penuh harapan agar mengizinkannya untuk tidur di kamarnya


Saka melepaskan pelan pelukannya itu, dia menatap Soraya dengan seksama.


"Kamarku adalah kamarmu juga Soraya." ucap spontan Arsakha yang membuat hati Soraya tak lagi sakit.


Walaupun hanya sebatas penenang saat ini. "Jika ada yang kau butuhkan, maka beritahulahaku" ujar Saka yang memberi tahu pada Soraya.


Waktu terus berlalu Arsaka menaiki ranjang empuknya itu bersama Soraya yang tepat berada di sampingnya itu. Ia melihat seksama wajah Soraya, begitu indah dan juga bulu mata yang lentik bersama alisnya yang tebal.


"Kenapa Soraya semakin ke sini makin cantik sekali, sial Apakah aku sudah jatuh cinta? batin arshaka menggerutu.


"Soraya, aku akan membahagiakanmu kali ini kau tidak usah takut akan mereka yang terus mengancammu baik itu di dunia kerja ataupun di dunia luarmu"


Kasih tah papah Rendra tidak ada yang bisa mengusik orangku. Tak terasa mereka sampai di daratan, anak buah dari Niko pun akan memberitahu mereka namun jika mengurungkan niatnya untuk mengganggu Arsaka dan juga Soraya yang tengah terlelap tidur itu.


" apa kau tidak curiga, dengan apa yang mereka lakukan mengalami tadi sahut" ucap Musa


Namun Niko pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya itu. "Berhentilah, berhenti omong kosong dan juga hal yang tidak kamu mungkin terjadi"

__ADS_1


" Sebaiknya kau pergi saja sana bersama Presiden kampret mu itu." ucap niko.


__ADS_2