Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Tingkah jail musa


__ADS_3

Musa kembali menatap nya serius, ia menceritakan akar permasalahan nya pada Zaidan dengan rinci. Zaidan mencerna cermat, apa yang Musa katakan.


"Bajingan! mereka berani mengancam mu,dan meminta kau bercerai dengan istri mu. Mereka belum kenal aku ternyata" ucap Zaidan marah


"Tenanglah Zaidan, aku meminta mu datang kemari bukan untuk marah" saut Musa


seorang pelayan datang membawa kan dua cangkir teh untuk Musa dan Zaidan, Musa. menyerubut teh nya. Sedangkan Zaidan masih kesal, dengn apa yang di ucapkan Musa


Zaidan Alvarobert, adalah sahabat saat kuliah Musa. Karena harus menjalankan perusahaan, membuat Zaidan dan Musa harus terpisah kan.


"Musa,berikan nomer itu padaku sekarang. Aku akan melacak dan membantumu" ucap Zaidan, musa segera melempar ponselnya ke hadapan Zaidan.


Dengan sigap Zaidan menangkapnya. Ia membuka ponsel Musa tanpa Musa beritahu kata sandi nya, Zaidan sangat ahli dil bidang IT.


Zaidan segera mencari tahu lewat nomer ponsel tersebut dari ponsel Musa, ia tersenyum penuh arti.


"Ternyata dia!" saut nya.


"Kau kenal?" tanya Musa


"Tentu saja, ini adalah nomer mafia" jawab Zaidan


"Aku tahu, apakah kau bisa membantu ku untuk ini" tanya musa


"Sebelumnya aku ingin mengatakan padamu Musa, ini adalah salah satu nomer rahasia klan mafia asia. Kau tahu, mereka tidak bisa dikalah kan. Jika mereka berlawanan dengan mafia eropa, barulah mereka akan mengibarkan bendera putih" ucap jelas Zaidan


"Haist, aku tidak mengerti tentang mafia-mafia. Mengurus perusahaan saja,sudah membuatku pusing kepayang" celoteh musa


"Itu urusan mu bukan urusan ku" ucap Zaidan


Mereka bercanda gurau bersama, hingga bel kembali berbunyi membuat mereka berdua tersentak berhenti dari kegiatan nya.


"Siapa?" yang Zaidan


"Entahlah" ucap Musa, ia membuka pintu Mansion itu. Dan jlebbb, abi dan umi lah yang datang.


Mereka mengucapkan salam, dan begitu juga dengan Musa ia membalas salam tersebut. Dan menyuruh abi dan umi masuk.


"Musa, dimana istrimu?" tanya Umi Kulsum


"Dia sedang tertidur umi atas" jawab Musa


Tepat saat itu, Abi Jefriel dan Umi Kulsum berpapasan dengan Zaidan.


"Om, tante" saut nya, dan bersalaman dengan orang tua musa


"Abi dan Umi, kenapa kalian mendadak datang kemari?" tanya Musa

__ADS_1


"Kau tahu,abi tadinya akan pulang ke negara A. Tapi saat mendengar istrimu hamil, umi mu meminta abi untuk pergi ke negara ini" ucap jelas Abi Jefriel


"Abi dan umi beristirahat lah, aku ada urusan sebentar. Pasti sangat melelahkan, melakukan perjalanan yang sangat panjang" saut Musa


Musa memerintahkan beberapa pelayan,untuk menyiapkan kamar untuk kedua orang tua nya. Hari sudah mulai menggelap, Zaidan meminta izin pulang pada Musa.


Musa mengantar Zaidan tepi gerbang, lalu ia masuk kembali ke dalam Mansion dan menaiki anak tangga.


"Musa" saut Abi Jefriel yang ada dibawah


"Iya abi?" ucap Musa, menatap heran sang abi


"Selepas makan malam, ada yang ingin abi bicarakan padamu" ucap Abi Jefriel


"Hm, aku juga ada suatu hal yang ingin aku bicarakan pada abi" saut Musa


"Baiklah, cepat bersihkan dirimu" ujar Abi Jefri


"Baik abi" ucap Musa


Ia melanjutkan menaiki anak tangga, dan masuk ke dalam kamar nya.


"Istri kesayangan ku yang manja, kau masih belum bangun. Ini sudah hampir mau magrib" celoteh Musa


Ide gila muncul di benak nya, ia merebahkan diri nya di samping Meidina. Dan memendakan wajah nya di dada Meidina, Musa memeluk nya dengan erat.


Musa berniat akan membuka semua baju Meidina, namun. Saat akan membuka kancing baju,istri nya sudah terbangun. Dan ia segera menendang Musa, hingga Musa jatuh tersungkur ke lantai.


Brugh


Mua terjatuh, tendangan dari istrinya sangat kencang. Membuat ia merintis kesakitan.


"Istriku, kenapa kau sangat galak" rintih musa memegangi pantat nya yang terasa sakit


"Aku tidak tahu jika itu suami mesum ku, salah sendiri kau membuka baju ku secara mendadak. Aku refleks terbangun, untuk tulang mu tidak patah aku banting" saut Meidina.


Ia segera bangkit dari tidur nya,dan berlari menuju kamar mandi. Musa mengikuti nya kedalam,dan melakukan ritual mandinya tanpa ada kegiatan hareudang sedikit pun.


SKIP.


Makanan sudah tersedia di meja makan, Musa dan Meidina turun dari kamar nya. Mereka menuruni anak tangga, terdapat Umi Kulsum yang tengah menyiap kan makanan untuk mereka semua.


"Umi" saut Musa


Umi Kulsum tersenyum ke arah anak dan menantu nya, Meidina kaget di buat nya.


"Umi" saut Meidina

__ADS_1


Ia berlari kecil menghampiri Umi Kulsum


"Hati-hati sayang!" ucap panik Musa


Meidina memeluk erat Umi Kulsum, begitu juga Umi Kulsum yang memeluk Meidina.


"Umi bagaimana keadaan Umi, aku sangat merindukan umi" lirih Meidina


"Alhamdulillah, keadaan Umi sudah mulai membaik sekarang" ucap Umi kulsum


"Musa, tolong panggil kan Abi mu di kamarnya. Ia sedang mandi" ujar Umi Kulsum


"Baik umi" ucap Musa


Meidina membantu Umi Kulsum menyiapkan makanan,dan Musa datang ke kamar orang tua nya untuk memanggil Abi Jefriel.


"Dimana abi?" lirih Musa


Ia melihat ke kanan dan ke kiri, ternyata benar abi nya sedang mandi. Musa melirik gamis milik Umi Kulsum, ide gila kembali muncul di benak nya.


Musa memakai gamis itu lengkap dengan jilbab panjang nya,ia menunggu abi Jefriel keluar dari kamar mandi. Dengan duduk di pinggiran ranjang tempat tidur.


Ceklek


Pintu terbuka, Abi Jefriel keluar dari kamar mandi, ia duduk di ranjang dekat dengan Musa namun Musa menghadap ke belakang.


"Loh, Honey bukan kah tadi kau aja menyiap kan makanan. Kenapa masih di sini" ucap Abi Jefriel, mendadak ia memeluk Musa dari belakang


Ia tak tahu,bahwa yang ia peluk adalah Musa putra nya sendiri. Musa terkekeh geli, tak hanya sampai di situ. Tindak kan Abi Jefriel tak hanya di situ.


"Honey,nanti malam jadikan?" tanya Abi Jefriel.


Ia meraba dada Musa, tentunya membuat Musa geli. Namun tidak untuk Abi Jefriel,ia keheranan saat meraba-raba dada istrinya.


"Honey,kemana kedua gunung kembarmu" tanya Abi Jefriel membuat nya heran kebingungan


"Di telan abi" saut Musa yang melirik ke arah belakang Abi Jefri


Sontak dengan kaget, Abi Jefriel melepaskan pelukan nya dari tubuh Musa


"Abi dan umi nanti malam akan apa? apa kalian akan membuat kan ku adik baru" ucap Musa


"Ck, pergilah sana. Sebelum ku tendang pantat mu" ucap Abi jefri jengkel


Musa terkekeh geli,ia segera melepaskan gamis itu dan meminta Abi Jefriel untuk segera turun.


"Kami akan menunggu abi di bawah" ucap Musa, ia pergi meninggalkan Abi Jefriel yang masih diam mematung.

__ADS_1


Abi Jefriel masih diam tak bergeming, ia hanya menggeleng-gelengkan kepala nya. Mengingat tingkah nya, dan ulah jail putra nya.


__ADS_2