
Byur
"Uhuk... Uhuk... Uhuk"
Jerry menyiramkan seember air ke wajah Roy, Roy yang sudah terikat dengan tali mencoba melepaskan diri.
"Jerry, lepaskan aku!" perintah Roy.
"Cih, setelah apa yang sudah kau lakukan pada nona muda. Kau berharap untuk aku akan melepaskan, dalam mimpimu!" tegas Jerry, ia meninggalkan Roy seorang diri di dalam ruangan khus hukuman.
"THOMAS!" teriak Jerry.
"Hmm" saut Thomas, yang sedang santai sambil menyebat rokok nya di jari tangannya.
"Kau sudah memberitahukan kejadian ini pada Tuan Nico?" tanya Jerry, ia duduk di sebelah Thomas.
"Belum, baik Tuan Nico dan Tuan Mikey, mereka sama-sama tidak bisa kita hubungi" jelas Thomas.
"Bagaimana aku bisa menjelaskan kejadian ini pada Tuan Nico, Adelia sudah berulah lagi. Memang benar kata Tuan Nico, wanita yang bernama Adelia itu sangat lah berbahaya" ucap Jerry menyandarkan kepalanya ke dinding.
Thomas mendekati Jerry, ia mengelus pundak Jerry.
"Sudahlah Jer, tenangkan dirimu. Ini semua bukan salahmu, kau sudah menyelamatkan istri Tuan Sakha" ucap Thomas yang menyemangati Jerry.
"Apa tuan Sakha tahu, siapa Adelia yang sesungguhnya?" tanya Jerry, Thomas terdiam ia menarik besar nafasnya.
"Hmm, Tuan Nico sudah menceritakan semuanya pada Tuan Sakha. Bahwa Adelia pernah membunuh ibu Tuan Nico, tetapi rasa cinta Tuan Sakha pada Adelia tidak membuat Tuan Sakha goyah"
"Tuan Sakha bahkan pernah ingin berkelahi dengan Tuan Nico, lantaran masalah karena Adelia" ucap panjang lebar Thomas.
Jerry menarik berat nafasnya "Hufttt, Tuan Sakha sangat bodoh!"
.........
Di italia, Nico tengah berdiam di balkon kamarnya, menikmati sebatang rokok di jari tangan nya.
Aku tidak akan pernah melepaskanmu Adelia, setelah kau membunuh ibu ku, kau juga masih membantu ibumu untuk membunuh keluarga Adam.
Flasback On.
"Nico kenalkan, ini Tuan Hamzah sahabat papi dan Papinya Sakha" ucap Edson (Papi Nico)
"Nico tuan" ucap Nico, ia tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Hamzah, dan Hamzah pun membalas uluran tangan dari Nico.
__ADS_1
"Panggil om saja" ujar Hamzah.
"Baik om"
Edson tersenyum ke arah putra semata wayang nya, Mikey membawakan kopi dan beberapa manisan untuk mereka. Nico duduk di samping ayahnya, Mikey juga disuruh duduk oleh Papi Edson.
"Kau sudah tahu kan dia siapa, Nico" tanya Papi Edson.
"Sudah, dia sahabat Papi. Terima kasih Om Hamzah, sudah membantu kami tempo hari" ucap Nico, yang membungkuk kan badan nya.
"Tidak usah berterima kasih Nico, justu om lah yang harus berterima kasih pada papimu dan papa nya Sakha"
Nico mengerutkan alisnya, ia bingung kenapa Tuan Hamzah mengatakan hal seperti itu.
"Kau pasti bingung kan, baiklah biarkan papi yang mencetikanya" ucap Papi Edson.
"Tidak Edson, biarkan aku yang menceritakan nya langsung pada putramu" cegah Ayah Hamzah.
"Om dulunya seorang pebisnis hebat seperti Tuan Rendra, Rendra adalah asisten setiaku. Dia sudah aku anggap seperti adik kandungku sendiri, hubungan keluarga nya dan keluargaku juga terbilang sangat baik"
"Hingga suatu ketika, pelayan dan supir ku berkhianat kepadaku. Mereka mengambil semua hartaku, dan membawa putriku Nurul yang masih berusia 2 tahun. Tidak hanya itu, mereka bahkan membunuh istriku dengan sangat keji, saat akan mengambil putriku dari tangan istriku"
"Aku menitipkan Adam pada Rendra dan Johan, mereka adalah asisten dan sekertaris setiaku. Adam yang masih sama seusia Sakha, harus berpisah denganku dan ibunya. Mereka terus mengejarku, berusaha membunuhku juga"
Ayah Hamzah menghembuskan nafasnya dengan berat, ia mulai menceritakan semuanya.
"Aku di tolong oleh Edson, saat berada di tengah hutan. Saat situasi sudah aman, Rendra dan Johan menghampiriku di markas Papimu, dan kami berteman dekat kala itu"
"Hingga seorang anak gadis seusiamu, membunuh ibumu di hadapanku dan juga ayahmu. Aku tahu betul siapa dia, dia adalah anak dari pelayan dan supir ku, yang sudah membantu melenyapkan istriku"
BRUGH
Nico terjatuh lemas, pasalnya ia tidak pernah tahu jika Adelia juga membunuh ibunya Adam, yang Nico tahu adalah Adelia pembunuh ibunya.
"TIDAK, ITU TIDAK MUNGKIN!"
"HIKS... HIKS... HIKS TIDAK PAPI, INI PASTI BOHONG KAN, IYA KAN"
"APA AKU SELALAI ITU, SEHINGGA MEMBIARKAN WANITA BUSUK ITU MASIH HIDUP SEKARANG?"
"PAPI, NICO SELAMA INI TIDAK BERGUNA, HIKS... "
Edson menenangkan putra nya yang menangis histeris, ia memeluk tubuh putra semata wayang nya agar kuat. Tak hanya itu. Ayah Hamzah pun ikut memeluk Nico.
__ADS_1
Nico menangis di bekapan tubuh Ayah Hamzah, dan memeluk erat tubuh Ayah Hamzah.
Bukan hanya satu orang, bahkan sudah satu keluarga yang sudah melibatkan pembunuhan orang terdekat Nico. Entah bagai mana nanti melihat reaksi Adam, ketika mendengar semua ini.
Flasback Off.
Nico sudah berada di kamar nya, ia mulai menutup pelan matanya
Mau tidak mau, aku harus menghentikan niat busuk Adelia dan keluarganya. Meskipun, aku harus bertengkar dengan Arsakha, ini demi kebaikannya semuanya juga. Gumam Nico dalam hatinya, ia berusaha memaksa kan untuk tertidur.
Meskipun dirinya masih bertanya-tanya, kenapa Ayah nya Adam adalah seorang pimpinan Yakuza. Bukan kah Yakuza Jepang, dengan Mafia Italia tidak pernah akur dan berdamai.
.........
Sedangkan di lain tempat, Adelia nampak sangat frustrasi. Roy tak kunjung memberinya video panas Meidina.
"Sialan kau Roy, kenapa lama sekali hanya mengirimkan ku sebuah video"
Adelia masih menunggu sedari tadi, ia belum tahu jika anak buahnya sudah tewas di tangan Jerry. Sedangkan Roy, akan menerima hukuman dari Jerry dan juga Nico.
Drtt... Drtt... Drtt...
Seseorang menghubunginya, dengan segera Adelia mengangkatnya telepon tersebut.
π "Halo mom" ucapnya.
π "Bagaimana, apa kau sudah menguras habis harta Edson?" tanya Mommy Siska (Ibu Adelia)
π "Tidak mom, aku gagal. Tapi aku akan segera mengambil harta sang pengusaha muda kaya raya, mom" saut Adelia.
π "Benarkah, siapa dia sayang?"
π "Dia adalah tuan muda yang lumpuh, Arsakha Virendra Alfarizqi. Sang pewaris tunggal dari perusahaan Virendra Group Mom, hebatkan aku" ucap Adelia menyombongkan dirinya.
π "Virendra? sepertinya Mommy pernah dengar nama itu. Tapi dimana ya?" pikirnya sejenak.
π "Sudahlah Mommy, ini sudah malam. Mommy cepat lah tidur, beritahu juga Daddy, aku merindukan kalian semua. Muach... Muach... Muach" ucap Adelia.
"Kami di sini juga merindukanmu sayang, Muach" ucap Mommy Siska pada anaknya.
Panggilan terputus, Adelia memilih untuk tidur. Karena hari juga sudah semakin menjelang pagi, dirinya juga sangat lelah dan mengantuk. Ia juga harus menunggu pesan dari Roy juga.
Kau sudah hancur Meidina, kini aku tinggal melihatmu di tendang keluar dari keluarga Arsakha, dan aku lah yang nanti akan menggantikan posisimu. Gumam Adelia dalam hatinya, lalu ia terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1