Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
BERTEMU ARSAKHA


__ADS_3

Dengan segala cara dan upaya, Musa masih membulat kan tekad nya untuk mengejar Meidina. Tiga tahun berlalu, Meidina sukses mengejar karir nya sebagai penulis novel. Musa masih setia menunggu Meidina, ia bahkan memperketat keamanan Meidina, agar Arsakha tidak menemukan Meidina maupun sebaliknya.


Hubungan Musa dan Meidina, sudah mulai dekat sejauh ini. Musa sudah memutuskan,ia akan menikahi Meidina sekarang. Tidak peduli jika Arsakha masih mengharapkan Meidina sampai saat ini, bagi Musa. Meidina hanyalah milik Musa seorang, dan tidak ada pria lain yang bisa memiliki Meidina selain Musa.


Siang ini, Meidina akan bertemu dengan Adinda. Sahabat nya dulu, saat Meidina masih bersekolah . Mereka bertemu, karena Adinda mengunjungi negara A bersama Husein. Hubungan Adinda dan Husein, sudah dekat sekarang. Husein membuka hati nya untuk Adinda, meskipun mereka terpisah karena kepercayaan yang berbeda.


"Bagaimana kabar mu Meidina?" ucap Dinda, ia terduduk di kursi depan Meidina.


"Alhamdulillah,kabarku baik. Lalu, bagaimana denganmu?" tanya balik Meidina.


"Kabari baik" ucap Adinda tersenyum.


Husein yang baru datang, menghampiri Meidina dan Adinda. Ia duduk di samping Adinda, Meidina tersenyum meskipun tertutup oleh cadar yang ia pakai. Mereka saling bertukar kabar, Meidina bercerita tentang kehidupan nya yang sekarang. Adinda dan Husein merasa iba mendengar nya, Meidina gadis yang kuat. Ia tak pantang menyerah,dan mengeluh atas cobaan yang tuhan berikan untuk nya.


" Mei,maafkan aku karena baru bisa menemui mu saat ini" ucap Adinda tersedu.


Meidina tersenyum ke arah Adinda, "Ini bukan salahmu Dinda" ucap Meidina.


"Lalu, bagaimana dengan suami mu Meidina? mengapa dia tidak ikut kemari?" tanya Husein, membuat Meidina menarik berat nafas nya.


"Aku sudah bercerai kak" ucap Meidina, Adinda membulat kan mata nya. Yang Adinda tau, Meidina pergi ke negara A karena ditinggal kepergian kakek dan nenek nya. Justru di luar pikiran Dinda, bahwa Meidina sudah menjanda di usia belia.


"Sebenarnya, ada seorang pria yang selalu berusaha mendekati ku. Dia pria yang baik, namun aku tidak mau membuka kembali hati ku. Karena takut akan terluka kembali" ucap Meidina.


Adinda memegang tangan Meidina, ia menguat kan Meidina agar tetap tegar menerima cobaan yang tuhan berikan untuk nya.


"Aku mengerti Meidina, tidak mudah untuk membuka kembali hati yang sudah tersakiti. Tapi apa salahnya, membuka hati kepada dia yang sedang memperjuangkan mu. Lihat saja, dia bahkan masih menunggu mu sampai saat ini" ucap Adinda meyakinkan.


"Benar Meidina, apa salah nya kau mencintai pria itu. Mungkin dia bisa membuatmu bahagia" ucap Husein.


Meidina terdiam, dan menutup pelan mata nya. Ada benar nya apa yang Adinda dan Husein bilang, mungkin sudah saat nya ia membuka kembali hati nya. Mengingat perjuangan Musa yang selalu ingin bersama Meidina, dan selalu ada untuk nya.


Malam hari nya, Meidina sudah akan siap untuk tidur. Ia teringat ucapan Adinda, saar di cafe tadi siang. Meidina mengambil ponsel yang ia letakan di atas nakas, dan mengirim pesan pada Musa. sudah seharian Musa tidak menghubungi Meidina, sontak membuat ia khawatir pada Musa.


Musa dengan sigap membalas pesan dari Meidina, tanpa mempedulikan setumpukan kertas di depan nya. Ia tersenyum, dan langsung menghubungi Meidina. Meidina yang mendengar ponsel nya berdering, langsung mengambil dan mengangkat panggilan tersebut.


Musa mengucapkan salam, dan Meidina pun menjawab nya. "Kau merindukan ku?" tanya Musa di sambungan telepon.


"Aku hanya memastikan, kau masih hidup atau tidak" ketus Meidina.

__ADS_1


Musa hanya geleng-geleng kepala, dan memijat pelan pelipis mata nya.


"Bahkan khawatir pun?" tanya kembali Musa.


"Kak Musa,ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Meidina pelan.


"Katakan, apa Mei?" saut Musa dengan seru.


"Apa kau mencintai ku?" tanya Meidina, pada Musa.


Musa terkekeh mendengar nya, bagaimana bisa Meidina tidak tahu. Bahkan Musa rela menunggu nya lama, karena mencintai Meidina.


"Iya, dan aku sangat berharap bisa menikah bersama mu" ucap Musa tersenyum.


"Aku masih di sini Meidina, menunggu mu membuka hati dan. Menerima lamaran ku,untuk menjadi suami mu" sambung Musa, ia tersipu malu sendiri ketika mengatakan menjadi suami Meidina.


"Aku menerima masa lalu mu, aku akan mengganti nya dengan kenangan indah. Aku juga tahu, keluarga kandung mu yang sebenarnya nya" seru Musa.


Meidina membulatkan mata nya, ia mencerna baik-baik perkataan Musa.


"Maksudnya?" ucap Meidina tidak percaya.


"Dan besok,akan aku jemput kau di rumah" ucap sambung Musa.


"Hmm,baiklah" ucap Meidina.


"Meidina? " saut Musa.


''Iya?'' balas Meidina.


''Cepat lah tidur, hari sudah mulai larut'' ucap Musa, tangan nya kembali memegang sebuah berkas, dan menatap layar monitor nya.


"Kau juga, sebaiknya tidur dan jangan begadang" ucap Meidina.


"Aku tidak bisa tidur,karena selalu memikirkan mu" goda Musa.


"Haist,terserah" ucap Meidina pasrah.


"Apa kau,tidak perah mencintai ku selama ini meidina" ucap Musa, membuat Meidina terdiam.

__ADS_1


Meidina belum sempat jatuh cinta pada Musa, karena trauma nya di masa lalu lah,yang membuat nya takut untuk kembali mencintai seseorang lelaki. Meidina terdiam, dan Musa pun mengerti tentang diam nya Meidina. Apa Musa akan menyerah,memperjuangkan cinta nya pada Meidina?. Tentu saja tidak.


"Sudah jangan dipikirkan,aku mengerti" ucap Musa menahan sedihnya.


"Cepatlah tidur, besok kita akan bertemu" sambung Musa, ia z dan di balas oleh Meidina.


Musa melanjutkan kembali pekerjaan nya, ia tidak ingin memikirkan tentang perasaan Meidina untuk nya. Percuma saja, yang berhak adalah Meidina bukan diri nya. Hari sudah semakin larut, jam menunjuk kan pukul 2 pagi. Tapi Musa masih melanjutkan pekerjaan nya, Abi Jefri datang menghampiri nya.


"Assalamualaikum,abi masuk ya" ucap salam Abi Jefri.


"Waalaikumsalam,silahkan abi" jawab Musa.


"Kenapa belum tidur, ini sudah larut" uca Abi Jefri melirik Musa.


"Musa belum mengantuk abi" elak Musa.


"Sudah,jangan berbohong. Sebaiknya kau segera tidur" ucap Abi Jefri, ia menjewer telinga kanan Musa.


"Auw abi, iya iya Musa akan tidur" ucap Musa, abi jefri melepaskan Musa dan tidak jadi menyeret Muda sambil menjewer telinga nya.


Musa membereskan semuanya,ia mengakhiri pekerjaan nya dan akan siap tidur.


"Cepat tidur!" tegas Abi Jufri.


"Baik abi" ucap Musa tertunduk takut, di hadapan sang Abi Jefri.


Musa pergi ke kamar mandi, ia mandi air hangat. Setelah selesai semua nya, ia mencoba menidurkan diri nya diri nya. Memendam kan wajah tampan nya, ke bantal. Ia meriki jam di sebelah nya, dan melirik foto Meidina bersama dirinya. Ia tersenyum sebentar, dan bersedih kembali.


"Sampai kapan,kau akan membuka hatimu untuk ku Meidina" ucap Musa, ia tertidur dengan perasaan hati yang gundah.


Keesokan hari nya, Meidina bersiap-siap akan bertemu Musa pagi ini. Ia mengirim pesan pada Musa, untuk tidak menjemput nya. Karena ia akan berangkat lebih dulu, Meidina menggunakan taksi untuk berangkat ke sana. Sama seperti Meidina, Musa juga sudah siap, ia semakin sedih karena Meidina meninggalkan nya duluan.


Musa melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, Daffa yang menghandle pekerjaan Musa di kantor. Sampai nya di sebuah Restoran,mata nya tertuju pada seorang gadis bersama seorang pria di sana. Dia adalah Arsakha, dan gadis di depannya adalah Meidina. Meidina yang melihat Musa, langsung berlari dan menghampiri Msa. Ia menyeret tangan Musa, sontak saja Musa terkaget-kaget dengan perilaku Meidina.


"Dia adalah Musa,calon suamiku! Kami akan menikah tiga bulan lagi, dan kau. Kau jangan mengganggu hubungan ku bersama Musa" ucap Meidina penuh penekanan, Musa hanya melongo menatap Meidina.


"Aku tidak percaya,ku mohon kembali lah Nurul" ucap Arsakha memohon.


Musa semakin tidak percaya,akan apa yang terjadi di depan nya. Seorang mantan suami, dan mantan istri tengah berdebat di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2