
Hari telat berganti,tidak ada kebahagiaan lagi yang menyelimuti.Adam masih setia menunggu meidina bangun,ia sangat merindukan tawa dan senyum adik perempuannya
Sudah hampir seminggu meidina koma,adinda pun sudah tahu tentang kondisi sahabatnya.Adam menceritakan semuanya,adinda tak bisa tahan tangisnya lagi kala itu.Arsakha yang sudah berani membawa adelia pulang ke mansion,membuat para pekerja mansion kaget begitu juga bi Aminah yang sering kita panggil min
Bi min kecewa akan perilaku tuan mudanya saat ini,begitu juga dengan si kembar hendra dan hendri.Entah apa yang sudah adelia masuk kan,kedalam otak tuan muda nya
"Meidina bangunlah,kakak disini.Kakak akan menjagamu sekarang" ucap adam,ingin sekali ia mengelus dan memeluk meidina seperti adik kandungnya sendiri
Tok
Tok
Tok
Adam melirik pintu dan mengizinkan seseorang yang mengetuk pintu masuk.Bi min dan hendra datang mengunjungi nona muda nya,hendri merasa kasihan atas apa yang sudah menimpa meidina.Meskipun ia lelaki,ia pasti akan sakit hati apabila tahu jika dikhianati oleh seseorang yang kita cintai
"Eh,bi min.Silahkan duduk bi" ucap adam,mempersilakan bi min duduk di kursi adam
"Terima kasih den adam,bibi membawakan makanan ini untuk den adam.Sebaiknya den adam makan terlebih dahulu" ucap bi min,memberikan rantang makanan pada adam
"Tidak usah bi" tolak adam
Bi min tidak ingin kalah,ia terus memaksa adam untuk makan.Karena adam belum makan sudah dua hari,ia terus-terusan menjaga meidina.Adam akhirnya mengalah,ia makan diluar ditemani hendra
Bi min tak kuasa menahan air matanya,ia mengelus kerudung meidina yang menutupi rambutnya.Sudah seminggu meidina terbaring lemah dirumah sakit,tentu saja. Rahimnya belum siap untuk mengandung apalagi ia sudah keguguran,itu membuat nyawa meidina terancam bahaya
Kelopak mata meidina sedikit membuka,jari tangannya mulai bergerak.Sontak membuat bi min kaget,meidina dengan pelan membuka matanya.Mata indahnya menatap bi min,bi min tersenyum ia segera memanggil dokter dan dokter itu pun segera memeriksa keadaan meidina
"Bagaimana keadaan nona muda,dokter?" tanya bi min
"Keadaannya mulai membaik,beruntung dulu rahimnya baik-baik saja" ucap dokter,ia menjelaskan pada bi min jika meidina harus banyak istirahat dan jangan terlalu lelah.Bi min hanya mengangguki.Dokter itu pun keluar
"Bi,air" ucap meidina denga suara serak,bi min membantu meidina duduk dan membantunya minum.Meidina memegangi perut ratanya,ia tidak tahu jika anak nya sudah tiada
"Nona,jangan bersedih" ucap bi min membuat meidina bingung
"Maksud bibi?" tanya heran meidina
__ADS_1
Bi min menjelaskan semuanya,meidina merasa tak percaya.Ia menganggap semua ini mimpi,bi min menenangkan nona muda nya.Meidina harus ikhlas,ini sudah takdirnya
"Itu tidak mungkin bi.Jika tuan sakha menghamili ku,dia pasti akan peduli dengan bayi nya sendiri" ucap meidina terisak tangis
Seharusnya ia tidak mengatakan hal ini,pada nona muda.Tapi jika terus merahasiakan nya pun tidak baik untuk meidina,ia tidak akan mengetahui sebenarnya siapa arsakha
"Nona,bersabarlah.Mungkin itu bukan rezeki nona.Bibi ingin bercerita tentang masa - masa muda bibi,semoga nona mengerti agar tetap menajdi wanita yang kuat" ucap min,meidina melirik bi min.Ia dengan setia ia mendengarkan cerita bi min
"Bibi dulu nya seperti nona,gadis kecil yang tidak tahu apa-apa.Bibi di nikahkan saat umur 11 tahun,itu pun karena terpaksa. Karena di desa tidak mempedulikan aturan pemerintah nona
Selama pernikahan bibi belum juga dikaruniai seorang anak.Hingga suatu hari,suami bibi berselingkuh dengan sahabat bibi sendiri,itu pun depan mata bibi mereka bersetubuh
Bibi ikhlas menerima takdir bibi,bibi lebih memilih melepaskann nya,dan kembali menata hidup bibi. Alhamdulillah,allah memberikan jodoh yang terbaik untuk bibi.Pak Maulana adalah nama suami bibi
Kami hidup bahagia nona.Tapi ia juga sama meninggalkan bibi,karena sudah dijemput oleh sang maha kuasa.Bibi ditinggalkan seorang diri,mau bagaimana pun juga.Ini sudah takdirnya"
Cerita bi min membuat meidina menitihkan air matanya,bi min menghapus air mata nona muda nya.Ia berharap setelah mendengarkan ceritanya,membuat Meidina ikhlas karena sudah kehilangan bayi nya
"Nona,nona masih muda.Tidak ada salahnya memulai kisah yang baru,dan mengikhlas kan semuanya.Percayalah nona,suatu hari nanti,tuhan pasti akan memberikan nona kebahagiaan berganda.Nona bersabarlah"
Meidina tersadar,percuma juga ia meratapi dan terus berlarut - larut dalam kesedihan.Itu semua hanya akan sia - sia,pikir nya
Bi min mengajak meidina untuk makan,dan meidina pun mengangguki nya.Adam yang keluar sedari tadi dengan hendra,entah pergi kemana,ia tidak kembali lagi.Selesai makan,bi minah meninggalkan meidina seorang diri,ia izin ke kantin rumah sakit untuk membeli minum
Meidina berusaha bangun,dengan badan yang lemas is berusaha berdiri.Niat nya berhasil,kini ia duduk dibangku yang tadi bi min duduki dekat jendela.Meidina melihat keluar jendela,ia melihat seorang lelaki tengah menggendong bayi nya,istri nya nampak bahagia.Mereka berjalan melewati taman rumah sakit,ada rasa sakit dalam hati meidina
" Untuk pertama kalinya aku merasakan jatuh cinta,dan untuk pertama kalinya aku pun merasakan terluka "
Seseorang datang,ia masuk tanpa mengetuk pintu
"Kau sudah siuman?" tanya nya. Ya dia adalah presdir arsakha,suami meidina yang bodoh.
Meidina tidak bergeming,ia diam seribu bahasa.Melihat di diamkan,arsakha mendekati meidina dengan aura kemarahan nya
"Kau tuli ya!" tegas nya,ia sudah dibelakang meidina. Dan meidina pun meliriknya
"Tuan,kenapa kau begitu jahat padaku.Apa kesalahan yang sudah aku perbuat padamu" ucap meidina tersendu melihat arsakha
__ADS_1
Jujur saja,arsakha merasa bersalah apa yang sudah terjadi. Mau bagaimana pun juga,ini adalah kesalahan nya sendiri
"Kesalahanmu karena kau sudah berani jatuh cinta padaku" ucap nya dengan nada penuh penekanan,mata meidina sudah berkaca - kaca.Ia harus kuat dan tegar menerima takdirnya
"Dan,aku tidak ingin kau mengandung anak ku.Aku tidak akan sudi menerima nya,meskipun itu anak ku"
Deg
Meidina membulatkan mata nya,air mata jatuh di pipi nya.Ia memegangi dada nya yang terasa sakit
"Segera gugat aku,aku ingin kau yang meminta cerai padaku" arsakha meninggalkan meidina,meidina mencoba menahan rasa sakit nya.Meskipun ia tahu,perceraian adalah salah satu hal yang dibenci tuhan,tapi mau bagaimana lagi
Dibandara Alam Gaib Internasional.
Seseorang turun dari pesawat pribadinya,ia disambut bawahan nya di luar bandara.Menaiki mobil hitam mewah miliknya,yang dikendarai bawahannya
"Tuan Nico" saut seorang
"Hmm"
"Tuan Edson dan Tuan Hamzah tidak ikut?" tanya nya
"Tidak,mereka masih mengurus sisa nya. Dan akan menyusul setelah selesai" ucap nico
"Mikey tidak ikut tuan" tanya nya
"Tidak,dia akan kesini bersama papi dan tuan hamzah" jawab nico
"Jerry,bagaimana keadaan sahabatku dan istrinya sakha?" tanya nico
Jerry pun menceritakan dari awal,saat di club dan akhirnya sakha membongkar kelumpuhan palsu nya. Hanya untuk adelia
"Dasar bodoh!" nico geram akan perilaku sahabatnya,ia mencoba sabar kali ini
Jerry juga menceritakan,tentang keguguran meidina yang disebabkan adelia,ia tahu dari hendri sendiri yang mengatakan langsung.Nico sudah sangat geram,ia mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahang nya
" Adelia,tunggu pembalasanku "
__ADS_1
Jerry yang sedang mengemudi pun merasa merinding,aura dendam nico tercium lekat.Jerry tidak bisa membayangkan,hukuman apa yang nanti adelia tanggung beserta keluarganya.Mengingat nico adalah seorang raja mafia