Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
SIAPA PRIA ITU


__ADS_3

..."Saya sudah lelah tuhan, bolehkan saya beristirahat." - Soraya....


Soraya berjalan di trotoar jalan dengan menggunakan masker mulut yang menghalangi wajah cantiknya itu. Bukan tanpa alasan ia memakai itu, karena Arsakha yang menyuruhnya untuk menyamarkan wajah Soraya.


Sakha menelepon Soraya, refleks Sora pun mengangkat telepon tersebut. Ia memasukkan tangannya ke dalam tas hitam miliknya tersebut.


"Halo." ucap Soraya di sambungan telepon tersebut.


"Kau di mana?" tanya Arshaka di sambungan telepon tersebut.


"Aku sedang berada di jalan, sedang mencari udah segar dan berjalan-jalan dengan berjalan kaki " jelas Soraya pada suaminya itu.


"Oh, aku ada sesuatu yang perlu aku sampaikan padamu. Kau ada di mana? Aku akan menjemputmu Sora" ucap Saka.


"Aku berada di jalan Lengkara, aku akan menunggu di halte bus saja." jelas Soraya.


"Baiklah aku akan segera ke sana dan tunggulah. Aku akan menjemputmu sekitar 15 menit kemudian." jelas Arsakha.


Sambungan telepon tersebut langsung mati seketika, Soraya menurutkan alisnya itu, ia merasa heran dengan apa yang Sakha ucapkan tadi.


"Bukan kah dia tidak mau aku dekat denganku lagi? Apa karena dia akan sedang mencoba membujukku karena aku marah waktu dulu, dia kan sudah mengambil ponselku. Dan lagi, dia sangat melarangku untuk membuka sosial media.


Apalagi menyentuh barang elektronik, seperti ponsel dan televisi yang memberikan berita kekini yang sedang viral. " gerutu Soraya, yang merasa kesal pada suaminya itu yang penuh dengan tekanan dan juga larangan itu.


Soraya berjalan menuju halte bus yang berada tepat di depannya itu, hanya sekitar 5 m dari pandangannya itu. Namun, orang-orang di sana melihatnya sedari tadi dengan terus-menerus. Soraya sedikit ketakutan, kenapa orang-orang melihatnya seperti itu dengan begitu.

__ADS_1


Tatapan yang tajam yang ia terima, ia tidak memiliki musuh ataupun lawan dari semasa hidupnya. Jadi hal yang tidak akan mungkin, jika Soraya juga akan bermusuhan ia tidak pernah menyangkanya juga.


"Kenapa orang-orang melihatku dengan begitu Intens, dan juga begitu tajam. Mereka kenapa berbisik-bisik di sebelahku? Apakah aku ada salah atau mereka mengetahui siapa aku? Tidak, mereka tidak boleh tahu aku, bahwa aku adalah Soraya yang model terkenal itu." gerutu Soraya pada batinnya.


Seseorang menyenggol bahunya. "Ups, sorry mbak sorry" ucap seorang pria itu sambil menempelkan Kedua telapak tangannya di hadapan Soraya.


"Tidak apa-apa Mas, saya baik-baik saja." ucap Soraya.


Soraya pun pergi meninggalkan pria itu, dan tak disangka Soraya pun sejenak berhenti lalu melirik ke belakang dan melihat pria itu yang sudah tidak ada lagi.


"Sepertinya aku kenal suara tadi, dan juga wajah pria tadi. Tapi siapa, aku baru melihatnya lagi" gumam Soraya.


Dia sejenak berpikir dengan cara mencari tahu siapa pria itu, namun Soraya tak berhasil mendapatkan jawaban. Dan akhirnya, ia pun memutuskan untuk tidak ambil pusing tentang kejadian ini, ia pergi ke halte bus, dan menunggu sang suami yang akan menjemputnya.


Sampainya di halte bus, Sakha pun sudah menunggunya sedari tadi. Arsakha dengan memainkan ponselnya Soraya tersenyum dan menyapanya.


"Aku sudah mencarimu kemana-mana! Kenapa kau menghilang tentu saja tadi aku melihatmu! Ayo masuk ke dalam, aku akan membawamu pergi ke luar negeri malam ini, dan juga kita akan menginap di luar negeri cukup lama. Karena aku dipindahkan tugas di sana." Jelas Arsakha yang menjelaskan semuanya pada istrinya itu.


Dibandingkan ia harus meninggalkan istrinya yang terkait dengan skandal, lebih baik dia mengajak Soraya pergi dan hitung-hitung menjauhkan Soraya dari berita konflik tersebut.


" Bukankah kau tadi sedang menelponku, sekitar 15 menitan lagi kau akan menjemputku, dan sampai ke sini. Namun tidak dengan 10 menit pun kau sudah datang dan di sini?" ucap Soraya


"Aku kan sudah berada di sini sejak 1 jam yang lalu?! karena aku mencarimu! Namun aku tidak bisa melihatmu dan secara tiba-tiba kau malah datang ke sini" jelas Sakha yang menjelaskan pada Soraya bahwa ia tidak melihat Soreang walaupun ia berada di depan matanya.


"Aku kan memakai masker Sakga, kau sendiri yang menyuruhku untuk memakai penutup ini." dengus Soraya kesal, yang merasa dipermainkan oleh Arskha.

__ADS_1


"Iya aku yang menyuruhmu, namun aku tidak bisa mengenalimu karena kamu menutup wajahmu. Cepatlah naik aku akan pergi dalam 2 jam kemudian"


jelas Arsaka, Soraya pun mengangguk. Ia masuk ke dalam mobil Arshaka, Arsakha sebelumnya membuka pintu mobil tersebut dan membiarkan Soraya masuk ke dalam. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalan raya yang sedang mereka lalui. Arsakha sejenak melirik Soraya yang tengah membenarkan kembali wajahnya yang tadi tertutup oleh masker.


"Apa kau baik-baik saja?"


Soraya pun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Tidak, aku tidak baik-baik saja. Tadi aku bertemu dengan seorang pria, namun saat aku melihatnya ke belakang ia sudah tidak ada lagi. Sangat aneh bukan, aku sempat mengira dia itu adalah hantu. Namun mana ada hantu di siang bolong seperti ini." jelas Soraya.


"Itu karena kau sering menonton film horor, jadi seperti inilah jika kau berpapasan dengan seseorang yang tidak kau kenali di jalanan, dan langsung meninggalkan diri di tempat itu. Jadi kau mengiranya itu adalah hantu, ada-ada saja kau ini. " ucap Sakha sambil mengacak-acak rambut Soraya.


Soraya pun berdecak kesal. "Rambutku jadi berantakan seperti ini kan Sakha!" dengus Soraya yang kesal kepada suaminya itu.


Arsaka pun hanya terkekeh mendengarnya. "Baiklah... Maafkan aku, pegangan pada sabuk pengamanmu, aku akan mencepatkan kecepatan mobil ini. Karena kita sudah terlambat!"


Soraya pun dengan seketika memegang sabuk pengamannya itu dengan kencang. Benar saja, Arsakha membawa mobil seperti orang gila yang sedang kebablasan. Dia tidak pernah tahu, itu adalah jalan raya yang siapa saja bisa kecelakaan. Namun tidak berlaku bagi Arsakha yang sudah lihai dalam mengemudikan kendaraan roda empat itu.


"Kita mau ke mana, Saka?" tanya Soraya pada suaminya itu.


"Kita mau ke bandara! Semua sudah disiapkan oleh pelayan. Niko, Adam, dan juga Musa sudah menunggu kita" ucap Sakha


"Apakah Medina dan juga kak Devanya juga ikut?" tanya Soraya


Arsakha menggelengkan pelan kepalanya, "Tidak, mereka berdua tidak ikut. Mereka akan menyusul setelah 3 hari kita di sana?" jelas Arsaka.


"Ada proyek baru kah? Sampai kita semua pindah ke sana?" tanya kembali Soraya.

__ADS_1


"Kita semua? tidak untuk Naora yang akan tetap di sini, Soraya..."


__ADS_2