
follow IG Author : @stmaemunah1
.........
Hari-hari Soraya terasa hampa, terlebih lagi Sakha yangsering pulang larut malam dan bahkan ia tak pulang ke rumah. Rasa takut pun menyelimutinya, ketika di kemeja putih Arsakha terdapat noda merah seperti noda lipstik seorang wanita.
Demi memastikan kebenarannya, Soraya menunggu Arsakha yang pulang larut malam. Benar saja apa kata instingnya selama ini, Arsakha mabuk ketika pulang. Beruntungnya ia tidak apa-apa ketika menuju pulang, Soraya tak tahan mencium bau tubuh Arsakha yang begitu sangat bau alkohol.
“Sakha! Kenapa kau mabuk!” pekik Soraya yang kesal.
Ia juga sambil memapah badan Sakha untuknya bawa ke kamar, namun sebelum itu. Soraya akan memandikan Sakha terlebih dahulu, akan tetapi Sakha sepertinya enggan untuk Soraya mandikan.
Arsakha mengempaskan Soraya yang tengah memapah tubuhnya, entah apa yang dimaksud oleh sakha yang tiba-tiba sikapnya berubah drastis akhir-akhir ini.
“Sakha…” lirih sorayayang melihat kepergian Sakha.
“Diamlah, tidak usah pikirkan aku. Pikirkan saja karirmu” ketus sakha yang meninggalkan Soraya.
Sakha masuk ke dalam kamarnya sendiri dengan mandiri, tanpa berpikir panjang. Soraya pun mengikuti langkah Sakha yang masuk ke dalam. Soraya berpikir sebentar, akankah perubahan sakha ini ada kaitannya dengan penolakaan Soraya pada Sakha saat malam lalu.
Saat itu Sakha meminta haknya, namun karena keadaan Soraya yang sedang datang bulan tidak mungkin mereka bisa melakukan hubungan badan. Tidak ada sepatah kata pun Sakha katakan padaSoraya, hanya tatapan dingin dan mata yang sayu karena terpengaruh alkohol tersebut.
Tanpa ia sadari, Sakha telah tertidur namun dengan bergelimangan air mata. Ia sadar dengan dengan dosanya, dan apa yang telah ia perbuat akhir-akhir ini. Arsakha stres, jika pun Soraya tidak mau dengannya maka biarkanlah Sakha terbebas tanpa adanya ikatan perasaan.
“Aku merindukan putraku yang saat itu berkunjung dimimpiku” gumam Sakha yang setengah tertidur.
Nyaris saja Sora mendengar gumaman dari sakha. Ia menghampiri dan ikut berbaring di samping Sakha. Sakha yang hanya memakai celana boxer dan tidak memakai kaos, dan juga rambut yang masih basah sudah terlelap dalam tidurnya.
“Sakha, apa kau sudah tidur?” tanya Soraya, tidak ada jawaban yang menandakan Arsakha sudah tidur.
Soraya menarik panjang nafasnya, “huuushh,” dan ia kembali melihat Sakha yang tertidur, walaupun membelakanginya.
“Sakha” sahut soraya, berharap Sakha hanya berpura-pura tidur.
__ADS_1
“Sakha, apakah kau benar-benar tidur?” tanya Soraya.
Dengan spontan, Arsakha pun menjawab. “Diamalah Soraya, dan tidurlah! Besok acara perilisan novel baru Meidina akan dilaksanakan, kau jangan sampai kesiangan!” ketus sakha, dan ia langsung kembali pada tidurnya.
Soraya terdiam, seharusnya ia diam saja dan tidur. Lagi pula, hari sudah semakin gelap, ia harus segera tidur jika tidak ingin melewatkan perilisan novel baru Meidina.
...…...
Keesokan harinya, soraya tebangun seorang diri tanpa Arsakha yang menemaninya. Dengan spontan soraya pun bangkit dari tidurnya dan langsung mencari keberadaan suaminya itu.
“Sakha… sakha… Sakha…” ucapnya sambil mencari keberadaan suaminya tersebut.
Soraya melirik jam pada layar ponselnya, jam sudah menunjukan pukul 11 siang yang menandakan soraya sudah benar-benar terlambat untuk datang ke acara perilisan novel baru Meidina.
“Arsakha meninggalkan aku?” gumamnya sendiri yang sedikit kecewa.
Tanpa pikir panjang, Soraya pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mempersiapkan diri untuk pergi ke acara perilisan Meidina tersebut. Meskipin hanya seorang diri, ia akan tetap pergi.
Tak pikir lama, Akirnya Soraya pergi dengan mandiri menemui Sakha menuju tempat yang telah Meidina katakan. Sebelum itu, Soraya bertanya pada Bi min untuk memastikan Arsakha pergi ke sana atau tidak.
“Kalau itu, bibi tidak tahu non. Tuan tadi berangkat dengan tergesa-gesa, bahkan tidak sempat untuk sarapan” ucap bi minah.
Soraya pun mengangguk paham. “Sejak kapan Arsakha pergi bi?” tanya Soraya sekali lagi.
“Mungkin sejak 2 jam yang lalu non” jawab bi minah.
“Baik bi, terima kasih ya. Soraya pergi dulu, bilang saja jika sakha nanti menandak pulang aku telah pergi” ucap Soraya.
Bi minah pun mengangguk pelan menandakkan dia paham. Soraya langsung pergi seorang diri, ia datang ke tempat itu. Namun, setelah menempuh perjalanan yang begitu panjang sampailah ia di gedung yang Meidina katakan. Acaranya begitu ramai, mata Soraya melihat kiri kanannya mencari keberadaan Arsakha.
“Dimana Arsakha” gumamnya, sebuah tangan menempel di pundakknya.
__ADS_1
Nyari hal itu membuat Soraya hendak akan berteriak, namun Meidina berhasil menutup mulut soraya dengan telapak tangannya.
“Syutt, diamlah! Kau sendiri? Dimana kak sakha dan juga kak adam? Apa kalian bersama?” tanya Meidinaa.
Mendapatkana pertanyaan yang seharusnya Soraya lah yang harus bertanya pada Meidina dimana suaminya, namun ini malah sebaliknya.
“Sakha tidak datang ke sini Mei?” tanya Sorayapada Meidina.
Meidina pun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. “Tidak Sora, kau sendiri kenapa ada disini tanpa kak sakha?” tanya balikMeidina yang membuat Soraya kebingungan.
“Aku kira Sakha kesini dan dia meninggalkanku, dan juga dia telah pergi dari rumah sekitar jam 9 tadi” sahut Soraya.
Meidina menggenggam tangan Soraya menuju meja belakang, ia hendak akan berbicara empat mata pada Soraya. “Soraya, aku ingin berbicara padamu” ucap Meidina yang melurusakn niatnya.
“Katakanlah Mei, aku akan mendengarkan dan juga menjawabnya” ucap Soraya antusias.
“Apa kak sakha tidak bahagia ketika menikah denganmu? Atau malah sebaliknya, kau yang justru tidak bahaggia dengan pernikahanmu ini” seru Meidina yang membuat Soraya pusing harus menjawab apa.
“Pernikahaan kami baik-baik saja, dan juga tidak ada masalah sejauh ini. Ya, walaupun perselisihan itu pasti akan selalu ada” ucap Soraya yang menjelaskan.
Meidina pun paham dengan apa yang Sakha rasakan, ia mengetahui masalah keluarga mereka dari Anya sedangkan Anya tahu dari Adam, dan Adam tahu dari Sakha sendiri yang merupakan partner curhatnya. Sungguh tidak ada yang salah dari Sakha, ia hanyalah pria biasa yang menginginkan kebahagiaan keluarga kecil.
“Soraya…” lirihnya.
Soraya pun berdahem, “Heeem?”
“Soraya, apakah kau tahu sekarang dimana suamimu?” tanya Meidina, dan dengan spontan Soraya pun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya.
“Dia sedang mengurus kontrakmu pada beberapa perusahaan entertaiment, dia bukannya mengekangmu.Namun, lebih tepatnya melindungimu dengan cara memboikot perusahaan tersebut karena pagi tadi, kak sakha mendapatkan laporan dari sekertarisnya jika fotomu ada yang mengedit menjadi pakaian bikini. Dan dengan spontan, kak sakha murka dan bahkan akan memboikot perusahaan tersebut jika menyebar luaskan fotomu yang sangat terekpost” ucap Meidina yang menjelaskan panjang lebar.
...TO BE CONTINUE ...
__ADS_1