
Setelah bersiap-siap, mereka pergi masing-masing ke tempat tujuan yang akan mereka tuju. Arsaka pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Moeza, dan Soraya pergi ke perusahaan GT Entertainment untuk melakukan sesi pemotretan.
Berfokus pada arsakqah yang sedang menyetir mobilnya, ia merasa terganggu pada ponselnya yang masih bergetar di saku celananya. Namun Arsakha enggan untuk menjawab panggilan telepon tersebut, ia memilih untuk fokus pada kemudinya sampai ia sudah tidak tahan lagi dengan si penelepon tersebut, dan akhirnya harus Sakha pun menjawab panggilan telepon tersebut.
Sakha membuka ponselnya dan mengarahkan tombol berwarna hijau itu, ternyata Adam yang telah menelponnya sedari tadi Arsaka pun mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Halo Assalamualaikum" ucap Arsakha di sambungan telepon tersebut.
"Halo Waalaikumusalam Sakha, kau sudah ada di mana Apakah? Apa sudah berada di Jalan?" tanya Adam pada Arsakha.
Arsakha pun hanya berdehem pelan, ia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan Adam.
"Bisakah kau mampir sebentar ke toko buah? karena Moeza menginginkan sekali buah naga. Kau tidak keberatan kan jika pergi ke toko buah atau supermarket terdekat?" ucap Adam yang menjelaskannya pada Sakha.
"Tentu saja tidak apa-apa. Aku akan segera memberikannya dan segera ke rumah sakit setelah itu." beo Sakha
"Baiklah Arsakha, karena Moeza ini sudah ingin makan buah naga dari tadi bangun, Sepertinya ia suka dengan buah naga yang Arsenino beli. Namun ia yang makan sendiri, artinya Nini membawa itu untuknya sendiri dan bukan untuk Moeza " jelas Adam.
"Apakah Nico juga ada di sana Dam? "
"Iya Sakha"
"Baiklah aku akan segera membelikannya buah naga untuk Moeza-ku, tunggulah sebentar aku akan sampai setelah di supermarket setelah ini" ucap Sakha.
Ia pun segera mmematikan ponselnya dan langsung belok untuk pergi ke supermarket
....... ...
Soraya sudah bersiap-siap untuk melakukan pemotretan iklan SkinCare yang ia modeli, namun sebelum itu ia ditanyai oleh perusahaan GT Entertainment terlebih dahulu sebelum melakukan sesi pemotretan.
Mengingat skandal Soraya yang dulu itu menggemparkan warga dunia, dan terlebihnya warga +62. Gabbrielza Terryanto sekaligus CEO dari perusahaan GT yang Entertainment mewawancarai Soraya terlebih dahulu..
__ADS_1
Ia ingin tahu seluk beluk yang diderita Soraya dan akar permasalahannya, setelah 2 jam mengobrol bersama ceo-nya, Soraya diperbolehkan untuk melakukan sesi pemotretan tanpa seleksi. Itu artinya berarti Soraya-lah yang akan menjadi bintang pemotretan kali ini.
" Aku salut pada suamimu itu Soraya, meskipun cinta kalian itu paksakan namun ia masih bisa menerimamu utuh. Tidak seperti aku, pasti aku sudah pergi dan mencari gantinya" ucap Gabbrielza mengapresiasi Soraya.
Soraya pun tersipu malu, mengingat kebaikan Arsaka yang selalu baik kepadanya. "Terima kasih Pak, suami saya memang baik" ucap Soraya yang rendah hati pada Gabriel
"Suamimu itu kan sudah kaya raya tapi mengapa kau masih mau bekerja? Apa uang yang suamimu berikan itu tidak cukup untuk memenuhimu Soraya?" ucap Gabriel yang membuat ia penasaran dengan hidup Soraya.
" Tidak, dia mengizinkanku karena ini adalah cita-citaku dan aku tidak ingin membuang kesempatan emas untuk meraih karirku." ucap Soraya.
Gabriel pun tersenyum, ternyata Arsakha tidak seperti yang ia bayangkan. Ia masih baik pada istrinya tersebut, hal itulah yang membuat Gabriel menginginkan tanda tangan kontrak langsung dengan Arsaka di bisnis mereka.
" Baiklah Soraya, Ayo kita mulai Sisi pemotretanmu sekarang juga untuk itu segala berganti pakaian di ruang ganti "
Soraya pun menurut yang diperintahkan oleh Gabriel, dengan sekejap Soraya pun berganti pakaian dengan yang Gabriel minta dan juga pakaian tersebut merupakan salah satu brand ternama di negara ini.
Dan menjadi salah satu model yang terpilih untuk memakainya adalah Soraya, hal itu juga yang akan membuat nama Soraya besar nantinya
.........
"Makanlah, aku tahu kalau kau belum makan nasi Moeza. Setidaknya ganjal perutmu dengan buah yang sedikit manis" ujar Arsakha.
"Terima kasih ayah" beo Moeza
Arsakha pun tersenyum malu, ia seperti dipanggil oleh anaknya sendiri padahal itu adalah anak Meidina dan Musa.
"Sama-sama, kau harus sering-sering menjaga kesehatanmu dan jangan terlalu makan makanan yang pedas atau kondisimu akan kian lebih memburuk lagi!" ucap Sakha.
Ia mengelus-ngelus pelan rambut Moeza, Moeza pun tersenyum pada Sakha sambil memakan buah pisang yang tadi diberikan oleh Saka.
"Ayah, kenapa Ayah belum punya bayi juga sampai sekarang?" ppertanyaan Moeza membuat Arsakha sontak terdiam sambil menunduk.
__ADS_1
" Nino akan segera memiliki adik perempuan dan juga Om Adam yang akan segera memiliki adik bayi kecil. Lalu Ayah kapan? apakah Bunda Soraya tidak mau memiliki anak?" ucap Moeza yang memberikan Arsaka pertanyaan yang begitu bertubi-tubi tadi.
Arsakha sendiri tidak bisa menjawabnya, karena itu bukanlah waktu yang tepat jika menjawab di depan Moza.
" Nanti juga ayah akan punya dede bayi yang lucu dan menggemaskan." ucap Saka yang mengucapkan kalimat tersebut sambil tersenyum pada Moeza.
Moeza pun girang dengan mata yang berbinar-binar ia memeluk arsakha sangat erat.
"Benarkah! Apakah ayah akan punya nanti? sepertinya nanti aku akan punya banyak teman asik!" ucap Moeza yang kegirangan karena senang
Arsakha pun yang melihat tingkahmu Moeza juga ikut senang. Andai saja dia bisa mempercepat langkahnya, namun Arshaka adalah orang yang tidak gegabah ketika mengambil keputusan.
"Ayah nanti mau buat dede bayi kecil yang menggemaskan itu perempuan ya, agar nanti adiknya Nino punya teman" ucap Moeza yang mengutarakan isi hatinya itu.
Sakha tersenyum kembali, namun ia sedikit cengengesan mendengarnya.
"Bagaimana jika nanti Adik Nino adalah lelaki?" tanya serius Sakha pada Moeza.
Moeza pun menjawab. "Aku akan menyuruhnya jadi lelaki saja Ayah" ucap Moeza yang tanpa dosa mengatakan hal tersebut.
Arsakha pun tertawa kecil. "Moeza ketika kau dewasa nanti, kau ingin menjadi siapa? apa seperti ayahmu dan seperti Om adam? Atau menjadi hebat seperti ibumu dan tante anya?" tanya Arsaka pada moeza
"Aku ingin menjadi pasangan hidup untuk Dede A nanti"
Dan dengan segera, Arshaka pun membisikan sesuatu padamu Moeza kecil.
" Bagaimana jika nanti Dede Aitu adalah lelaki?"
Mendengar perkataan dari Arsakha, Moeza pun langsung menjawab. "Aku akan menjadikannya sebagai adik laki-laki yang aku sayangi" ucap Moeza yang tersenyum pada Saka
Mereka pun berpelukan layaknya seorang ayah dan anak kandung, dan hal itu pun dilihat oleh Meidina dan juga Musa yang melihat kedekatan Arsakha dan juga moeza putranya itu.
__ADS_1
Meidina menggeleng-gelengkan pelan kepalanya, sambil bergumam kecil.
"Anak kecil sesuka hatinya saja mengatakan apa yang mereka suka"