Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Kabar Buruk


__ADS_3

Musa memeluk Meidina,ia menangis di pelukan istri nya.


''Kak Anya'' ucap Musa.


Kak Anya,ya dia adalah seorang dokter yang pernah merawat Meidina kala itu. Saat Musa membawa Meidina ke rumah sakit, Musa sesugukan menangis. Ia memeluk kencang tubuh istri nya tersebut.


''Kak Anya,dia menjadi korban sebuah pemer**saan tadi malam'' ucap Musa yang terisak tangis.


Padahal baru saja tadi malam, Musa tengah bahagia karena Meidina. Sekarang kabar buruk menghampiri nya,situasi yang tak dapat di duga. Meidina menghapus air mata Musa,namun. Sebagai seorang adik laki-laki,tentu sangat sakit ketika sebuah kabar ini terdengar oleh telinga. Sama seperti nya Adam,ia membenci Arsakha karena sudah menyakiti adik perempuan nya.


"Aku  harus cari tahu,siapa pelaku nya!'' saut Musa.


Musa hendak berdiri,namun ia terjatuh lemas. Dengan sigap meidina menangkap nya,meski pun tubuh nya kecil.


"Jangan hubungi abi dan umi''


''Biarkan aku yang mencari pelaku nya,dan membereskan semua masalah ini''


Ucap Musa, ia menatap sendu istri nya yang ada di depan.


''Jika abi dan umi tahu,kesehatan mereka akan kembali terancam'' khawatir Musa.


Meidina hanya mengangguk,ia memeluk Musa dengan hangat,Musa masih terisak tangis. Sebuah telepon berbunyi kembali, Meidina mengambil nya. ''Daffa'' itu lah nama si penelepon tersebut.


Meidina menjawab nya. ''Halo, Assalamualaikum'' ucap salam Meidina, Daffa pun segera menjawab salam dari istri bos nya.


''Waalaikumusalam,maaf non. Apa tuan Musa ada?'' tanya Daffa.


''Aku di sini'' saut Musa, Meidina memberi kan ponsel nya pada Musa.


''Kata kan!'' saut Musa yang masih bersedih.


''Halo tuan Musa,aku mendapat kan kabar bahwa kakak tuan tengah di rawat di Rumah Sakit XXX. Para bawahaan tengah mencari pelaku yang sudah menodai kakak tuan,kabar terkini yang saya dapat kan. Kakak tuan tengah kritis,belia mendapat kan sebuah 3 tusukan dari benda tajam. Kemungkinan besar,itu adalah pisau. Kami akan menemukan pelaku nya dengan segera mungkin''


Itu lah isi telepon dari Daffa, Musa menutup kedua mata nya. Tak bisa ia berkata apa pun.


''Mungkin itu saja yang dapat aku sampai kan tuan'' ucap Daffa,ia mengucapkan salam dan menutup telepon tersebut. Musa masih berdiam diri, Meidina menyadar kan nya.


''Sudah,kita pasti akan menemukan pelaku itu'' ucap Meidina, ia mengelus bahu Musa.


Musa kembali memeluk Meidina,dengan hati yang berat ia mencoba tegar. Waktu terus berjalan,sebelum datang menjenguk Kak Anya. Mereka datang ke Mansion Ayah Hamzah. Mata Musa sudah mulai membengkak dan memerah.

__ADS_1


''Kau yakin,kita akan mengunjungi ayah hari ini?sebaik nya nanti saja'' ujar Meidina, Musa tersenyum ke arah istri nya.


''Tidak apa-apa, ayah mertua ku sudah memanggilku. Jadi aku harus datang'' saut Musa tersenyum.


''Terserah kau'' ucap Meidina,ia memaling kan wajah nya dan menatap halaman Mansion.


Musa membuka kan pintu untuk Meidina, ''Ayo sayang'' ucap Musa.


Musa memaksa kan senyum nya,senyuman di atas kesedihan. kehadiran mereka di sambut hangat oleh para pelayan, dan bawahan yang berjaga di sina.


"Tuan, nona. Mari kami antar" ucap salah satu pelayan.


Nampak di halaman belakang sana, Ayah Hamzah tengah meneguk kopi nya. "Assalamualaikum Ayah" ucap salam Musa.


"Waalaikumusalam" jawab salam Ayah Hamzah.


"Ayah" mereka berdua, mencium tangan kanan Ayah Hamzah.


Ayah Hamzah menatap sedih menantu nya tersebut, ia mengajak Musa untuk duduk di samping nya.


"Kemari lah nak Musa"


"Sayang, bisa kah kau meninggal kan ayah dan menantu ayah. Ada suatu hal yang sangat penting, yang ingin kami bicarakan berdua" ucap jelas Ayah Hamzah.


"Ada apa ayah memanggil ku kemari?" tanya Musa.


Ayah Hamzah membuat berat nafas nya, "Jangan menyembunyikan nya sendirian Musa, ayah tahu. Kau tengah bersedih atas yang sudah menimpa kakak perempuan mu" ucap Ayah Hamzah, Musa membulat kan mata nya dan menatap heran Ayah Hamzah.


"Ayah tahu tadi pagi dari anak buah ayah, ayah dulu nya adalah seorang leader yakuza. Tapi semenjak ayah menemukan keluarga ayah, ayah sudah berhenti dari pekerjaan itu"


"Ada beberapa anak buah,yang masih setia mengikuti ayah hingga saat ini. Mereka bersembunyi di sebuah markas rahasia, agar menyembunyikan identitas nya"


"Satu hal yang harus kau tahu Musa, Abi mu juga sewaktu muda nya adalah seorang ketua yakuza. Kami berdua gelap bersama, kemungkinan besar yang memper**sa kakak perempuan mu adalah klan musuh"


"Mereka masih dendam pada abi mu, karena dulu"


Ucap Ayah Hamzah menggantung, Musa masih mendengar kan dengan setia sedari tadi. Ia tak percaya, dengan apa yang Ayah Hamzah kata kan. Namun inilah kenyataannya nya.


Kenyataan memang selalu pahit, berbeda dengan kehaluan yang selalu manis.


Musa masih diam tak bergeming, ia melihat sorot mata Ayah Hamzah. Mencari sebuaj kebohongan, namun ia tak menemukan nya.

__ADS_1


"Berjanji lah untuk tidak membenci ayahmu, setelah kau mendengar nya" ucap Ayah Hamzah. Musa mengerti ia mengangguk kan kepala nya.


"Iya Ayah" ucap Musa.


"Ayahmu, ia pernah menghamili anak dari seorang leader mafia"


Deg.


Jantung Musa berdebar dengan kencang, ia semakin lemas sekarang.


"Kekuatan klan mafia asia, akan kalah saing dengan kekuatan klan mafia eropa. Yang di kuasai oleh Nico, ia adalah anak dari sahabatku Edson" ucap Ayah Hamzah.


Musa bingung,sekarang apa yang harus ia lakukan. Ia tak pernah terlibat dengan dunia mafia atau pun yakuza. Hanya saja, ia pernah memiliki seorang teman yang terlibat dengan dunia gelap seperti itu.


"Siapa wanita yang abi hamili dulu ayah?" tanya Musa pada Ayah Hamzah.


Ayah Hamzah menarik dalam nafas nya, ia menutup kedua mata nya. Air mata bening,keluar dari kelopak mata nya.


"Dia adalah Wulan,kekasih gelap ayah mu. Karena abimu terpaksa menikahi umi,karena sebuah perjodohan"


"Ia secara diam-diam berhubungan dengan Wulan, hubungan abi mu dengan wulan sudah sangat di restui oleh ayah nya wulan"


"Hingga kejadian di mana Wulan hamil, dan Jefri tidak mau bertanggung jawab. Ia malah menikah dengan umi mu, sontak saja membuat Sombet marah besar dan mencari keberadaan orang tua mu"


Ucap jelas Ayah Hamzah.


Musa menitih kan air mata nya, ia tak sanggup lagi mendengar kan.


"Tidak, itu tidak mungkin. Abi selalu menasihati ku,untuk menjaga kesucian dari seorang lelaki" ucap Musa tersedu-sedu menangis.


Meidina yang mendengar suara tangisan Musa,langsung menghampiri nya. Ayah Hamzah menenangkan Musa, dengan memeluk nya.


"Ada apa Ayah?" ucap panik Meidina.


Meidina langsung memeluk Musa, Musa pun sama membalas pelukan dari istrinya. Ayah Hamzah berdiri.


"Pratik" teriak Ayah Hamzah.


Seorang pria berbaju hitam berdatang, ia memakai sebuah kaca mata hitam. Pria itu seperti Nico, karena tinggi dan pengawakan yang sama.


Ia datang menghampiri Ayah Hamzah.

__ADS_1


"Iya tuan" ucap nya.


Ayah Hamzah mendekati nya, dan langsung menampar keras pipi kanan Pratik. Membuat Meidina membulat kan mata nya, menatap sang Ayah yang berperilaku kasar.


__ADS_2