Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
PENYERANGAN


__ADS_3

Hari ini meidina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter,keluarga virendra menjemput kepulangan meidina.Terkecuali Arsakha,ia tidak tahu hilang entah kemana


Sampainya di mansion milik arsakha,meidina keluar dari mobil yang adam kemudi kan.Mereka semua kaget,ketika mengetahui meidina dan arsakha sudah pisah ranjang.Mau bagaimana pun juga,mereka sudah menyerah sekarang


Hari telah berganti,surat perceraian sudah Arsakha dan Meidina tanda tangani,arsakha nampak biasa saja seperti biasanya.Setelah menandatangani surat perceraian yang meidina gugat,ia langsung pergi meninggalkan mereka semua bersama adelia


Semuanya geram ketika melihat arsakha dan adelia pergi.Tiba-tiba thomas dan jerry menghampiri mereka


"Tuan Nico,Tuan Adam!" teriak jerry


Semuanya yang sedang berkumpul melirik ke arah jerry,termasuk meidina.Meidina bingung dengan apa yang terjadi,adam sudah bisa merasakan apa yang sebenarnya terjadi


Mamah devi,dan papah rendra pun semakin bingung. "Tuan,markas sudah diserang secara mendadak tadi pagi" ucap jerry


"Apa!" tegas papah rendra dan nico


Nico dan papah Rendra saling melirik,mungkin akan ada kerja sama setelah ini.Tanpa semuanya ketahui,papah rendra adalah pensiunnan mafia.Hanya Nico dan Author saja yang tahu


"Martin,ia menyerang kami dimarkas.Saat keadaan markas belum siap untuk berperang,istrinya yang bernama siska dan adelia sedang datang menuju mansion keluarga virendra.Hendra dan hendri sedang mencoba menghentikannya tuan" ucap thomas panjang lebar


Tanpa basa-basi,papah rendra beranjak pergi,namun diberhentikan oleh mamah devi. "Aku ikut" ucap mamah devi


"Tidak,biarkan kami yang kesana" ucap papah rendra


Tidak ada pilihan lagi,nico segera mengambil kunci mobil nya,ke lima pria itu akan segera pergi,tetapi meidina menarik tangan adam


"Kakak,aku ingin ikut" ucap meidina,tentu saja adam melarangnya.Ia tidak akan pernah mengizinkan adik nya.Ikut serta dalam bahaya . "Aku mohon kak" tidak ada pilihan lagi,meskipun meidina memaksa dan adam menolaknya,tetap saja meidina bersikeras ingin ikut


Adam pun memperolehkan meidina ikut,dan mamah devi juga ikut.Mereka berada di dalam mobil yang berbeda-beda,thomas dan jerry menjaga keselamatan nyonya besar dan nona muda nya


Saat sampai di mansion,mereka semua tercengang melihat semua nya sudah berantakan.Si kembar hendra dan hendri sudah sekarat. "Ahhhhh" Mamah devi menjerit,kakek setya dan nenek siti terbaring ditanah berlumuran darah.Kepala mereka berdua mengeluarkan darah,begitu juga dengan para pelayan lain nya

__ADS_1


"Kakek.Nene" Meidina menjerit,ia menghampiri sang kakek dan nenek nya


Ia menangis keras,adam mencoba menenangkan meidina.Meidina pingsan,dan adam pun menggendongnya masuk ke dalam mansion


"Sudah saatnya,mari kita berperang martin" batin nico


Para bawahan nico membawa mereka yang terluka ke rumah sakit,saat akan memasuki mansion.Adam membulatkan matanya,sang ayah sudah terkapar tak bernyawa.Adam membaringkan meidina di sofa,dan langsung berlari ke hadapan sang ayah angkat nya


"Ayah!" teriak adam


Nico dan papah rendra membulatkan matanya,mamah devi mengurusi kakek setya dan nenek siti,dan juga para bawahan yang lain nya ke rumah sakit.Ia tidak tahu,bahwa johan sang kepala pelayan sudah menghembuskan nafas terakhirnya


Adam berteriak,nico menenangkan sahabatnya dan juga papah rendra


"Tidak,ini tidak mungkin.Ayah bangunlah,kau belum melihatku menikah dan menggendong cucumu" adam menangis histeris,untuk ke sekian kalinya ia kehilangan keluarganya


Meskipun johan adalah ayah angkat adam,tapi bagi adam johan adalah ayah kandungnya sendiri.Johanlah yang selalu menemani dan merawatnya sedari adam masih kecil,ia menyayangi adam layaknya seperti putra nya sendiri


"Haruskah aku turun ke dunia mafia lagi nico?" tanya papah rendra pada nico,tentu saja adam bingung


"Tidak om,biarkan aku yang turun langsung" ucap nico,ia mengepalkan tangannya


Nico mengambil ponsel miliknya,ia menghubungi tangan kanan nya yaitu adalah mikey


"Halo tuan?" ucap mikey disebrang sana


"Segera kesini,katakan pada papiku.Keluarga badebah itu sudah memulai aksinya,mau tidak mau.Kita akan menyerangnya malam ini juga,siapkan pasukan rahasia lucifer dan zexo.Mari kita berperang kembali" ucap nico,kabut kegelapan muncul dalam hati nico. Jangan tanyakan tentang dosa pada nico,jika kau tidak ingin dibunuh olehnya


Nico menutup telepon nya,tiba-tiba zohan membuka matanya pelan.Adam kaget begitu juga dengan rendra "Nak" panggilnya


Adam memeluk sang ayah,ternyata ayahnya masih bernafas ia sangat bahagia.Tak henti-hentinya menangis,bertepan dengan bangun nya zohan,meidina pun sudah siuman dari pingsan nya

__ADS_1


Meidina membulatkan mata nya,ia melihat adam sudah berlumuran darah,dari kepala pelayan itu.Meidina menghampiri adam,ia mencoba menenangkan adam yang terundung pilu


"Tuan...Muda" ucap zohan dengan suara pelan,ia melirik ke arah meidina seolah mengartikan sesuatu pad meraka semua


Papah rendra mengerti teka-teki dari permainan ini


"Selamatkan" ucapnya,dan akhirnya ia benar-benar menghembuskan nafas terakhir kalinya


Meidina menutup mulutnya dengan telapak tangan,ia menenangkan adam begitu juga papah rendra.Nico merebut kertas yang digenggaman papah rendra,ia membaca baris perbaris


Datanglah ke villa kosong dalam hutan,dijalan xxx .Aku membawa semua aset berhargamu,keputusan ada ditanganmu rendra


Begitulah isi dari kertas itu,nico meremas dan membuangnya ke lantai.Meidina memungut dan membaca apa yang tertulis di dalamnya,dirinya semakin yakin,arsakha pasti sedang dalam bahaya


Nico memerintahkan anak buahnya untuk mengurus pemakanan zohan,malam ini mereka bertiga akan datang ke tempat yang sudah musuh beritahukan.Mamah devi tidak berani ikut campur urusan ketiga lelaki tersebut,tetapi tidak seperti meidina


Meidina bersikeras ingin ikut,dengan alasan mengkhawatirkan arsakha.Meskipun sudah beberapa kali adam ingatkan,jika arsakha tidak pantas untuk meidina.Tetap saja ia bersikeras


"Meidina,jangan lupa pakai bross yang aku berikan" adam mengerutkan dahinya,sebenarnya apa yang di sembunyikan nico


"Memang kenapa kak?" tanya meidina bingung


"Tidak apa-apa,kau hanya akan terlihat lebih cantik jika memakai nya" ucap nico,tanpa pikir panjang meidina memakai bross itu di kerudung nya


Kerudung warna hitam yang menutupi dadanya,rok panjang yang melebihi batas tumit,dan memakai baju panjang bermotif bunga mawar kesukaan nya.Ini merupakan baju dari arsakha,sebagai kado ulang tahun meidina yang ke tujuh belas tahun


Meskipun sakha memberikan barang murah pada istrinya,tapi ini sangat berarti meidina.Tanpa mereka ketahui,ternyata bross pemberian nico terdapat sebuah kamera yang sudah terekam jelas nantinya.Dan dilengkapi dengan GPS,itu memudahkan nico untuk melacak keberadaa meidina, di saat mereka kehilangan meidina


"Ayo berangkat" ajak papah rendra


Mereka berempat pun,menaiki mobil dan segera menuju tempat tersebut

__ADS_1


__ADS_2