
Sesuai janji Musa, ia membeli kan Meidina cilok dari pedagang kaki lima. Musa masuk ke dalam mobil nya, ia memberikan sebuah bungkusan untuk Meidina buka.
"Ini cilok mu" ucap Musa
"Apa ini, aku tidak mau. Aku ingin rujak!" rengek Meidina.
Musa yang tengah menyetir pun, tak bisa konsen atas perilaku manja istrinya.
"Sayang, itu kan makanan yang kau mau" ucap Musa
"Tidak mau, aku mau rujak. Tidak-tidak, tahu gejrot saja" ucap Meidina
Musa semakin kebingungan kini, ia yang bukan asli dari negara ini hanya mengerutkan kening nya.
"Makanan apa lagi itu sayang?" tanya Musa kebingungan
"Itu loh, tahu yang di ulek-ulek pakai kuah cabai asem manis, apalagi jika pakai cabe rawit hijau hingga 20 biji. Beh, sedep loh sayang kau mau coba?" tanya Meidina, Musa menelan salivanya dalam-dalam. Membayangkan banyak nya cabai yang akan masuk ke dalam mulut nya.
"Haist, tidak-tidak. Kau tidak boleh memakan nya" ucap Musa
"Tapi kenapa sayang" ucap Meidina memelas
"Ingat sayang, kau sedang hamil sekarang. Apapun yang kau makan, akan di makan juga oleh anak kita juga nanti nya. Kau tidak mau kan,bayi kita tidak kenapa-kenapa?" tanya serius Musa
"Hm, iya sayang. Tolong maafkan aku" saut Meidina dengan memelas
"Tidak apa-apa sayangku, kau masih bisa memakan yang lain nya. Seperti memakan ku, apa kau mau?" ucap konyol Musa
"Haist yang benar saja, sayang lihat lah tingkah abi mu. Dia selalu menggoda umi setiap saat, apa kalian mendengar umi" ucap Meidina yang tengah berbicara pada perut nya.
Musa terkekeh geli melihat nya, sebisa mungkin ia tersenyum ke arah istri meskipun sedang mengemudi.
"Bohong, umi mu berbohong. Dia saja yang memang menggoda, hingga abi pun tergoda" saut Musa, Meidina melirik nya dan mencubit pinggang Musa
"Sayang geli" saut Musa terkekeh
"Rasakan itu" ucap Meidina
"Sayang, kau ingin anak lelaki atau perempuan?" tanya Musa
"Terserah, asalkan jangan banci atau pun tomboi aku tidak suka" saut Musa
"Lalu, bagaimana dengan namanya nanti?" tanya Musa sekali lagi
"Terserah, asalkan ada nama mu di belakang anak kita"
"Ingat, dia harus di pesantren kan. Aku tidak mau tahu itu" sambung Musa
"Kenapa memang nya? lebih baik dia sekolah di sekolah elit internasional sayang" ujar Musa
__ADS_1
"Tidak, memang pendidikan itu penting. Tapi bagiku, agama nya yang paling penting. Kau haus ingat" ucap Meidina, Musa hanya tersenyum ke arah Meidina.
"Baiklah sayang,terserah kau saja" ucap Musa memalingkan pandangan nya
"Kau marah kenapa?" tanya Meidina dengan. suara sedikit meninggi.
"Marah?memang aku terlihat seperti orang yang sedang marah?" tanya bingung Musa
"Ya, kau sangat jelek sayang" ucap Meidina di barengi gelak tawa
"Kau" geram Musa, ingin rasa nya ia menghabisi istri nya dengan melahapnya sekarang. Namun sadar, sekarang posisi nya ia tengah menyetir mobil.
"Awas saja jika sudah sampai mansion" ucap Musa Ngambek.
Meidina hanya terkekeh geli atas perilaku suami nya, seketika fokus nya untuk mengerjai Musa terhalang kan oleh penjual kaki lima di jalan.
"Sayang ingin itu" ujar Meidina dengan mata berbinar-binar.
"Tidak boleh, itu pasti tidak higienis" ucap Musa
"Itu higienis sayang, ayo beli itu" ucap Meidina dengan penuh harapan.
"Tidak boleh" lagi-lagi Musa mematahkan harapan istrinya.
"Tapi aku mau, titik" ucap Meidina kesal.
"Baik,turun kan aku di sini cepat" ketus Meidina
"Tidak mau" ucap Musa sambil menjulurkan lidah nya.
"Ayolah sayang,kali ini saja" ucap Meidina memelas.
"Tidak" ketus Musa
Meidina mendengus kesal, ia menyilang kan tangan nya. Musa terkekeh geli, melihat tingkah konyol istri nya.
"Kau tidur lah di luar bersama nyamuk, jika tidak mau membelikan makanan itu" saut Meidina, seketika Musa langsung memberhentikan mobil nya.
"Apa, tidak-tidak. Jangan seperti itu ayang, masa kau tega melihat suami tampan mu tidur bersama nyamuk" gumam Musa
"Kau juga tega, membiarkan istri cantik mu kelaparan karena ingin di belikan jajanan" saut Meidina
"Haist baiklah sayang, ayo kau mau apa" ujar Musa, ia segera putar balik kan mobil nya.
"Aku ingin baso, cimol, mie ayam, batagor, somai , tahu gejrot, rujak buah dan es jeruk" ucap Meidina, Musa hanya menggeleng kan kepalanya.
Apa ini yang di nama kan istri sedang ngidam? tapi kan istri kecil ku masih dua setengah minggu usia kandungan nya. Ntahlah, aku bingung menjelaskan. Batin Musa.
Musa hanya pasrah akan kemauan istri kecil nya, ia hanya menuruti dan meng-iya kan saja.
__ADS_1
"Sayang aku ingin pecel" rengek Meidina
"Tadi kata nya kau ingin jajanan kaki lima?" saut Musa
"Tidak jadi, aku ingin pecel ayam segera" ketus Meidina
"Baiklah sayang" ucap Musa ia lebih baik menuruti apa yang istrinya kata kan, dibanding kan harus berdebat dengan istri yang sedang hamil muda.
Istriku sangat banyak maunya, tapi tak apa. Ini tidak seberapa dengan rasa bahagia ku, ketika aku mengetahui jika aku sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Batin Musa.
"Sayang, aku mendadak ingin makan masakanmu. Kita pulang saja ya" ujar Meidina
Musa memaksakan senyuman nya.
"Baikan sayang, apa pun untuk istri kesayangan ku" ucap Musa mengelus pucuk rambut Meidina yang tertutup jilbab panjang nya.
Meskipun sangat menjengkelkan bagi seorang lelaki melayani sikap manja nya seorang perempuan,tapi percayalah. Dengan begitu, perempuan akan selalu merasa nyaman jika di dekat mu.
Musa melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, sesekali melirik meidina yang sudah tertidur.Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap tingkah manja Meidina barusan.
Di Negara A
Pewaris tunggal Virendra Group, tengah menatapi sebuah foto di layar ponsel nya. Ia mengelus nya, tanpa sadar air mata jatuh membasahi pipi nya.
Nurul,aku ingin segera bertemu denganmu. Aku ingin meminta maaf padamu, ini adalah penyesalan seumur hidupku yang tak akan pernah ku lupa kan. Aku selalu berdoa, agar kita bisa di satu kan lagi. Batin Arsakha.
Ceklek.
Pintu terbuka, seorang gadis masuk ke dalam bangsal Arsakha.
"Permisi tuan, apa kau mencari ku?" ucap gadis itu, dengan segera Arsakha mengapus air mata nya dan kembali pada sifat Presdir nya.
"Hm, iya" saut Arsakha.
Gadis itu datang mendekati Arsakha.
.
.
.
Siapa ya?
Jangan lupa kasih support seperti Like, Komen, Bole dan Rate. Dah hari senin, vote yuk 🤗 biar aku nambah semangat up nya, setelah masa-masa revisi. Aku seperti baru nulis awal lagi, walaupun sekarang sepi tapi gpp. Aku bakal lanjutin cerita ini, terima kasih banyak buat kalian yang udah pantengin novel aku dari bab1 sampe bab sekarang 😍 apalah aku yang sebagai author amatiran, tanpa readers setia dan kalian semua❤
Besok update lagi 🤗
Selamat hari senin ya, aku lagi PTS. Update lagi,nanti malem 🙏🏻❤ Terimakasih :)
__ADS_1