
Setelah beberapa menit kemudian, Sakha datang menghampiri Soraya dengan rambut yang masih basah. Soraya hanya menghela nafasnya dengan panjang, lantaran Sakha yang langsung tiduran di ranjang, sehingga membuat ranjang mereka sedikit basah.
"Sakha! Jangan seperti itu, keringkan dulu rambutmu" pinta Soraya.
...
Hari penting itu pun tiba, mereka berdua datang menghadiri pertemuan project dubai itu, yang akan membangun taman kanak-kanak internasional. Soraya menggenggam tangan Sakha, ia nampak bahagia berada di samping Sakha.
Dibelakangnya ada Meidina dan Musa, dan belakang laginya ada Adam dan Anya. Nico sudah lebih dulu datang, mereka duduk ditempat yang berdekatan.
"Sakha, Adam, Musa," sapa Nico yang menyambut kedatangan sahabat-sahabatnya.
Mereka berpelukan, layaknya seorang saudara. "Kau sangat bersemangat sampai datang lebih dahulu, Nico" timpal Adam.
Nico tersenyum, Naora mengajak para istri sahabat suaminya itu. Mereka tengah asik bergosip, sedangkan para suami membicarakan perihal tentang bisnis.
"Ra, di mana Nino?" tanya Anya, ia sambil celingak-celinguk mencari keberadaan putra semata wayang, dari Naora dan Nico.
"Dia sedang bermain bersama teman barunya, itu mereka bersama dengan Moeza juga."
Meidina tersadar, putranya tak ada. Ia melihat ke depan, putra kesayangannya yang lucu itu tengah berlari-larian. Sehingga membuat beberapa orang berdengus kesal, Nino dan anak lelaki itu berlari dikejar oleh Moeza. Tak bisa dibayangkan, betapa serunya menjadi mereka.
"Ayo kita masuk saja ke dalam, sebentar lagi acara akan dimulai. Sayang!" ucap Naora, Nico sadar dan memalingkan wajahnya.
"Ada apa?" tanya Adam.
Nico memberi isyarat pada Adam, Adam menoleh ke arah Naora yang berada di samping Anya. Ia paham, mungkin sudah waktunya untuk acara dimulai.
"Ayo kita masuk saja ke dalam" ajak Nico,
"Hmm, acaranya akan dimulai" sambung Adam,
"Baiklah, aku akan pergi menghampiri istriku dulu" timpal Arsakha,
"Aku ikut" tambah Musa. Mereka berempat berpisah , dan Arsakha menghampiri Soraya yang nampak pucat.
"Kau tidak kenapa-kenapa, sayang?" tanya Sakha.
Soraya menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Tidak apa-apa, ayo masuk" ajak Soraya, ia menuntun suaminya tersebut masuk kedalam ruangan.
Di dalam ruangan pun mereka tetap bersama, Nino dan Moeza menghampiri kedua orang tuanya. Sedangkan satu anak. lelaki yang sepantaran dengan Nino datang, dan mengajak mereka bermain lagi.
"Nino, Moeza. Ayo main lagi" ajaknya.
Para sahabat dan juga Arsakha sendiri meliriknya. "Acara sudah akan dimulai, Air. Kamu kembalilah dulu ke keluargamu" ujar Moeza.
__ADS_1
"Tapi kita akan bertemu kembalikan?" tanyanya dengan memelas.
"Hmmm, iya" dehem Nino.
"Aih, bukankah ini Banyu dari keluarga Rahardian?" ungkap Musa.
"Iya paman, tapi orang-orang memanggilku Air sekarang" serunya,
"Di mana ayah dan ibumu sekarang?" tanya Sakha
"Itu Ayah" ungkap Banyu sambil menunjuk ke arah Raib, yang merupakan seorang pengusaha sukses seperti Sakha.
Musa tersadar, jika dia adalah Banyu Rahardian Putra. Anak bungsu dari Raib Rahardian, seharusnya ada dua karena mereka kembar.
"Di mana kakakmu, Banyu? Apa Bara tidak ikut?" tanya Musa yang memberanikan diri.
Banyu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, kakak ikut dengan ibu, dan aku dengan ayah." Jawabnya.
Sontak saja, mereka terdiam. Karena mendengar tentang kabar yang pilu, tentang keluarga Raib yang sempat tersorot oleh publik. Pernikahan rahasia yang Raib sembunyikan dari publik, akan tetapi ia malah memberitahu publik, jika ia menikah dengan seorang Youtuber terkenal bernama Margareta.
"Aku akan menemui ayahku dulu, dadah Nino, dadah Moeza" sautnya, mereka melambaikan tangan dan memberi senyuman pada Banyu yang berlalu pergi.
"Kasian dia, apa dia tau jika sebenarnya-"
Tibalah di saat pengumuman itu tiba, mereka menunggunya dengan serius. Siapa saja 5 orang yang terpilih nanti, Musa nampak biasa-biasa saja. Lantaran project ini dilakukan di negaranha sendiri, ia sudah pasti tidak akan keberatan jika punya project di Dubai.
Seorang pria datang ke tengah panggung untuk menjadi host, sekaligus membacakan siapa saja yang akan menanda tangani project. Cukup lama ia bicara, dan opening tadi cukup menguras waktu.
"Baiklah, untuk mempersingkat waktu, saya akan membacakan nama presedirnya." seorang Mc itu mengambil kertas dari sebuah kotak.
Kotak tersebut berisikan nama presedir, dan kebijaksan tentang wajib sudah memiliki keluarga mereka hapus. Itu artinya, Arsakha bisa ikut dalam project kali ini.
"Lima nama presedir, yang akan mengurus project tentang pembangunan taman kanak-kanak internasional, adalah ...."
Serunya, semua orang antusias mendengarnya.
"Yang pertama sebagai pemegang dan penanggung jawab, sekaligus ketua project ini diberikan kepada,"
"Arsakha Virendra Alfarizqi, dari perusahaan Virendra Group."
"Kedua, Musa Aldebaran dari perusahaan Aldebaran Company."
"Ketiga, Raib Rahardian dari perusahaan RR Group."
"Keempat, Nico Edson Susianto dari perusahaan ES Company"
__ADS_1
"Dan yang keempat, adalah tuan Leonadam dari perusahaan HAMZ Property."
"Kepada para petinggi, kami persilahkan untuk maju ke depan," titahnya.
Mereka berempat full senyum, hanya menambah satu personil saja dalam project ini. Dia adalah Raib, mereka naik ke atas panggung dan segera menanda tangani project tersebut.
Sungguh kabar yang sangat membahagiakan, ini adalah suatu keberuntungan berganda bagi Arsakha. Lepas sebulan mereka berunding untuk rencana pembangunan, Arsakha dikabarkan akan segera memiliki buah hati dan kabar tersebut membuat Soraya berpikir akan karirnya.
"Kau masih bisa berkarir Sora, aku akan selalu mendukungmu." Kebahagiaan tersebut berlangsung, hingga proyek pembangunan di kota Dubai akan segera mereka tempuh.
Sampai akhirnya, Soraya dan Sakha menjalin hubungan dengan erat. Mereka begitu mesra, meskipun banyak orang yang sangat menyayangkan tentang kisah cinta antara Sakha dan Meidina. Namun, jika kau bisa bahagia dengan pasangan barumu kenapa tidak. Tidak selamanya kau bisa kembali pada pasanganmu, mulailah hidup kembali dan nikmati hari-harimu.
"Sakha, kira-kira nama yang cocok untuknya apa?" tanya Soraya yang memberikan pertanyaan, disaat Arsakha tengah bersiap-siap untuk menemui Klein.
"Yang pastinya, harus ada nama Virendra di belakangnya,"
"Tanpa ayah, aku tak mungkin bisa sepertinya"
Soraya memanguk paham, "Bagaimana dengan nams Arsy?" tanya Soraya, Arsaka berdehem.
"Heem, bagus juga. Bagaimana dengan, Arsyvi?" tanya balik Arskha.
"Nama yang bagus. Ar untuk Arsakha, Sy untuk Soraya, dan Vi untuk Virendra" ucap Soraya yang girang.
"Hmmm, itu juga boleh sayang"
Semua tidak bisa dicapai secara instan, biarlah waktu yang membalas dan menuntut mereka sampai bisa seperti ini. Kisah cinta yang begitu rumit, dan membuat beberapa orang tersakiti dan terkhianati. semua bahagia, dengan jodoh mereka yang sudah diatur, dan alur cerita kisah cinta mereka yang sudah tersusun dengan rapi.
THE END..
MEIDINA 🧡 MUSA
ADAM 🧡 ANYA
SAKHA 🧡 SORAYA
NICO 🧡 NAORA
Terima kasih banyak sudah mendukung karya ini, Sehat-sehat ya orang baik.
🧡
Author : happy end untuk semuanya, meskipun tidak berjalan semulus dan tidak sesuai dengan harapan yang readers inginkan:)
__ADS_1