Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
RENCANA PERJODOHAN part 1


__ADS_3

Adam tersadar, ia segera memalingkan wajahnya.


"Maaf kek, aku hanya teringat pada adikku Nurul. Cucu kakek, sangat mirip dengan Nurul ketika kecil" ucap jelas Adam, yang hanya di angguki oleh Kakek Setya.


Tak lama kemudian, Meidina datang membawa teh manis hangat untuk Adam.



"Silakan diminum pak" ucap polos Meidina.


Apa! Pak?, hei gadis bau kencur, aku tidak setua itu tahu.


Gumam Adam dalam hatinya, ingin sekali memaki-maki Meidina di hadapanya langsung.


Adam dan Kakek Setya berbincang-bincang bersama. Sesekali Adam mencuri pandang pada Meidina, namun Meidina hanya menunjukkan sikap dingin.


Dan lebih fokus membaca novel yang ia buat sendiri.


Jam menunjukan pukul 10 malam, Adam bergegas akan segera pulang.


"Kek, Nek. Sepertinya Adam harus pulang, ini sudah larut, nanti Ayah Johan mencari Adam" ucapnya.


"Benar juga, titip salam untuk Johan, dan tolong sampaikan terima kasih untuk teh nya" ucap Nenek siti, dan di angguki oleh Adam.


"Jadi sweet menyukai johan?" saut Kakek Setya.


Tanpa mempedulikan nya, Kakek Setya pergi meninggalkan mereka bertiga diruang tamu.


Melihat sang suami pergi dengan aura cemburu, Nenek Siti langsung mengejar nya


"Mei, kamu antar nak adam sampai luar ya, nak Adam nenek permisi dulu" ucap nenek siti


"Hubby, sweet bisa jelaskan!"


Nenek siti mengejar kakek setya ke belakang. Meidina hanya menatapi nya dengan rasa tak percaya, buku yang sedang ia baca pun terjatuh. Sehingga mengenai kaki nya, "Awwww" rintis Meidina.


"Kamu tidak apa-apa" tanya adam


"Tidak" jawabnya singkat


Adam berdiri dan di ikuti Meidina.


"Aki pulang dulu, tolong ucapkan terima kasih kepada nenek dan kakek mu. Dan satu lagi"


"Jangan panggil pak, aku masih muda" sambung Adam yang hanya diangguki oleh Meidina.


"Hati-hati dijalan kak" ucap Meidina, setidaknya sebutan kak lebih baik daripada om.


Adam masuk kedalam mobilnya, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sedangkan Meidina masuk kembali ke dalam kamarnya, karena sangat lelah. Ia pun tertidur pulas tanpa melepas kerudungnya.


šŸ“Dimansion Virendra


Adam baru saja pulang, ia segera ingin menemui nyonya nya dan memberi kabar tentang Meidina.


Nyonya Devi sedang berada di balkon menikmati secangkir teh hangat, ia menghampiri nyonya besarnya itu.


Devi yang tersadar akan kehadiran Adam pun, melirik ke arah Adam. "Ada apa adam?" tanya Devi.


"Saya sudah mengetahuinya nyonya, nyonya tunggu di sini. Saya akan mengambil berkas informasinya" ucap Adam, lalu ia pergi ke lantai atas yaitu kamar nya.


Adam sudah dianggap seperti putra mereka sendiri, Rendra dan Devi pun sudah mengetahui bahwa Adam bukan putra dari Johan dan.


Adam pun juga mengetahui, bahwa ia bukan anak kandung Johan


author : (yang sabar ya adam, author nya rada jahat dikit boleh lah😭)


Ia berlari menaiki anak tangga, memasuki kamarnya dan mengambil berkas informasi yang berada di nakasnya, lalu berlari kembali ke lantai bawah.


Sampai dilantai bawah, ia mengatur nafasnya yang tampak ngos-ngosan itu.

__ADS_1


Ting


Adam melirik sang ayah, yang baru saja dari kamar sakha dengan menggunakan lift.


"Dasar bodoh! kenapa tidak pakai lift" Adam menepuk jidat nya dengan berkas informasi Meidina,


Ia kembali berjalan dengan normal menemui nyonya nya.


"Ini nyonya" ia memberikan berkas itu kepada nyonya nya, Devi menerima dan mulai membaca barisan demi barisan informasi Medina.


"Gadis ini menarik" gumam Devi.


"Benar nyonya" ucap Adam.


"Ada apa ini?" ucap seorang pria dari belakang, sontak mereka berdua kaget dan menoleh kebelakang bersama-sama.


"Sayang"


"Tuan"


Ucap mereka bersamaan


"Ada apa?" tanya Rendra.


Devi pun menjelaskan pada Rendra, dan Adam juga membantu Devi agar lancar berbicara pada tuan besarnya itu.


Disela-sela itu, muncul ide gila terlintas di benak Rendra.


"Bagaimana jika kita jodohkan saja cucu nya Setya dengan putra kita mah, siapa tahu Sakha akan luluh, author kan suka membolak-balik hati pemerannya mah" jelas Rendra.


author : (tidak semudah itu fergusošŸ˜Ž)


"Dilihat dari karakter Meidina, sangat berbanding terbalik dengan Sakha yang sekarang pah, mamah takut kalau nanti Sakha akan menyakiti Meidina" ucap Devi.


"Jangan khawatir nyonya, saya akan selalu mengawasi Tuan Muda Sakha" jelas adam


Mereka bertiga bersekongkol akan menjodohkan Sakha, dengan cucu dari pelayan dan tukang kebun nya.


Meskipun sudah pasti Sakha akan menolak perjodohan ini, tetapi tidak membuat Rendra mundur.


Pagi hari di kediaman kakek setya dan nenek setya, Meidina baru saja berangkat ke sekolah dijemput oleh Kak Husein.


Tetapi meidina menolak, meskipun sahabat menyukai Husein atau tidak, baginya tidak baik seorang wanita dan pria selalu berduaan. Ia lebih memilih naik angkot, atau bis sekolah.


"Hubby, apakah tuan Rendra sudah meminjamkan uangnya?" Tanya nenek siti


"Sudah sweet, tenang saja Meidina tidak akan dibawa renternir gila itu" jawab Kakek Setya.


"Alhamdulilah, tapi apa kita sanggup membayar uangnya kembali ke Tuan Rendra hubby?"


Pertanyaan Siti ,membuat Setya terdiam sebenatar. Ia sudah tua, tidak akan mungkin ia akan menghasil kan 5 milyar sesisa hidupnya.


"Benar juga, bagaimana aku bisa menghasilkan uang dengan sisa umur ku saat ini "


Dimansion Virendra, Rendra dan Devi akan bertemu dengan Setya untuk memberikan uang sekecil 5 milyar yang dijanjikan itu.


Rendra akan memberikan nya besok ke setya. Sedangkan Sakha, sudah pergi dengan Adam si asisten pribadinya tadi pagi.


"Tuan, nyonya" Setya datang dan di ikuti Siti dari belakangnya, mereka membungkuk kan badannya dengan hormat.


"Hmm Setya, ini uangmu" ucap Rendra sambil memberikan 1 koper besar.


"Aku sudah tahu semua tentang hidupmu Setya, kau percaya pada kami kan?"


Setya terdiam, ia kebingungan dengan ucapan Rendra.


"Kami juga sudah tahu, tentang cucu mu"


Deg


Setya dan Siti kaget, Siti takut tuan nya akan marah dan tidak akan memberikan uangnya.

__ADS_1


Mau tidak mau, Meidina akan di bawa oleh renternir gila itu.


"Jawab pertanyaanku, dimana ayah dan ibunya Setya"


"Kami, kami tidak tahu tuan. Siska pergi meninggalkan cucu kami sejak cucu kami berusia 2 tahun, itu pun jika kami tidak mau mengurus nya ia akan menelantarkan putrinya sendiri di jalanan.


Setelah saat itu, Siska pergi entah kemana dan saya benar-benar tidak tahu tuan" jelas panjang lebar Setya.


Membuat Devi meneteskan air mata, karna ia tahu, seorang ibu mana yang mau membuang darah dagingnya sendiri.


"Kami berniat ingin mempertemukan cucu mu dengan putra kami" ucap Rendra, membuat setya bertambah bingung.


"Maksud tuan" saut Siti.


"Kami ingin menjodohkan Sakha dengan Meidina, cucu kalian" jawab Devi tersenyum.


Deg


Deg


Deg


Jantung mereka berdua berdetak kencang, ia tidak akan menyangka jika hal ini akan terjadi.


"Tuan,nyonya" saut Setya.


"Jangan khawatir Setya, kami akan menjaga cucu mu dan kalian bisa tinggal disini tanpa harus bekerja juga. Kalian tahu kan sifat putraku yang sekarang, ia tidak akan mau menikah, jika tidak dengan si wanita gila harta nya. Aku sangat berharap kepada kalian berdua" Ucap Devi.


"Meskipun kalian menolak perjodohan ini, kami akan tetap memberikan uang ini kepada kalian tanpa harus membayarnya. Kalian tenang saja" Ucap Rendra.


Ucapan majikannya membuat Setya dan Siti terdiam, ada benarnya juga apa yang mereka ucapkan tapi mereka tidak akan sanggup jika cucu nya dijodohkan dengan pria lumpuh seperti Sakha.


"Tapi cucu kami masih bersekolah, tuan" saut Siti.


"Tenang saja Siti, Meidina akan tetap bersekolah meskipun sudah menikah dengan Sakha nanti" ucap Devi, dan diangguki Siti.


Mereka sepakat akan menjodohkan Meidina dengan Sakha, setya percaya majikannya sangat baik padanya, begitupun sebaliknya. Rendra percaya pada Setya.


Tidak ada pilihan, mungkin ini takdir cucu nya. Mereka ingin segera memberitahukan ini kepada Meidina, dan juga Arsakha.


"Kita pertemukan cucu kalian, dengan putra kami minggu depan" ucap Rendra.


"Baik tuan"


"Baik tuan"


Ucap Setya dan Siti.


"Kalau begitu kami permisi dulu tuan"


Setya dan Siti membungkuk, dan segera pergi untuk melanjutkannya pekerjaannya masing-masing.


Sedangkan Rendra dan Devi , masih berharap jika cucu mereka mau dijodohkan dengan putranya.


"Apakah cucu mereka akan mau menerima putra kita pah?" tanya devi ke suaminya.


"Entahlah mah, kita berdo'a saja" ucap pasrah Rendra


Aku sangat berharap padamu nak, semoga kau bisa mengetuk pintu hati sakha. Dan membuatnya kembali menjadi Sakha yang dulu. Batin papah Rendra.


.......


.......


.......


...Hola readers ...


... jangan lupa tinggalkan jejak seperti ā¤ LIKE,KOMEN,VOTE,RATE ā¤...


...Dan jangan lupa buat FAVORITkan, biar ngga ketinggalan🤭...

__ADS_1


...Lanjut apa ngga nih😌...


...Author jadi kurang semangat, kalo sepi mulu🤧😢...


__ADS_2