
Mereka berlima akhirnya memutuskan untuk berpisah saat makan malam itu selesai. Meidina dan juga Musa memutuskan untuk pergi ke pancuran air, nuansa yang begitu dingin tak luput dari sana.
Sedangkan, Soraya dan Sakha masih berada di restoran kecil tersebut. Mereka masih berdiam saat makan malam sudah selesai.
"Sakha..." sahut Soraya yang menatap suaminya begitu lekat.
Sakha melirik Soraya kembali, ia tersenyum pada Soraya. Sehingga membuat Sora kalang kabut melihat senyuman indahnya.
"Kenapa?" tanya Sakha.
"Aku ingin pulang" ucap Soraya
"Secepat itu? Bukankah kau selalu merengek meminta ingin ke sini?"
"Itu dulu, tapi aku tidak mood untuk pergi ke sini. Anginnya sangat kencang sekali, kemungkinan besar akan hujan." Jelas Soraya.
Arsakha melirik ke samping kanan, ternyata benar kata Soraya. Angin berhembusan dengan kencang, ia kembali melirik Soraya.
"Lalu kau mau pulang?" tanya Arsakha, dan seketika itu pun Soraya menangguk dengan pelan.
"Baiklah, aku bayar terlebih dahulu makanan ini." ucap Sakha.
Ia menyauti salah satu waitress untuk membayar makanannya itu. Setelahnya, Sakha dan Soraya pergi untuk pulang. Meskipun tidak jadi untuk melihat teater, namun Soraya tetap mmenikmati keindahan taman itu saat malam hari.
Berjalan dengan pelan menyelusuri jalan menuju tempat parkir. Angin semakin kencang, dan Soraya sudah kedinginan. Arsakha yang menggunakan sweater hubby langsungya melepasnya, dan memakaikannya di tubuh Soraya.
"Ini sangat oversize, Sakha" ucap Soraya
"Tidak apa, setidaknya kau tidak akan kedinginan sampai masuk angin." Jelas Sakha.
Tak ada topik pembicaraan setelah itu, Sakha malah merangkul bahu Soraya. Sehingga membuat Soraya terdiam, dan jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Hujan akhirnya turun, kedua insan yang sedang jatuh cinta itu refleks berlari mencari tempat yang bisa mereka teduhi.
__ADS_1
"Sakha, di sana." ucap Soraya sambil menunjuk sebuah tempat makan, Sakha melihatnya dan langsung menarik tangan Soraya.
"Ayo!" ajak Sakha.
Mereka berdua kehujanan, baju Arsakha basah dan Soraya pun menyuruh Arskha untuk membuka bajunya. Arsakha refleks menatap tajam Soraya, "Apa maumu!" tegas Arsakha.
"Ti-tidak, aku tidak bermaksud mesum" ucsp Soraya.
"Mana ada maling ngaku!" tegas kembali Arsakha.
"Terserah, aku sedang tidak mau berdebat!"
Soraya memalingkan pandangannya, Arsakha hanya tersenyum menatap Soraya yang bertingkah manja itu.
"Sebaiknya kita harus pulang, hujan semakin deras Sora..." Lirih Arsakha, Soraya melirik kembali Sakha yang tengah kedinginan itu.
"Apa kau mau pakai kembali sweater ini, Sakha?" ucap Soraya
Arsakha menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Tidak Sora, kau saja yang pakai." Ucap Sakha.
"Kau ingin aku habisi, Sora. Kita sedang berada di luar, kenapa kau mau tidur." ketus Sakha.
"Aku tahu, tapi sampai kapan hujan ini akan berhenti?" tanya Soraya dan Arsakha pun menaik turunkan bahunya.
"Aku tidak tahu, mungkin akan lama. Jika kau sudah tidak kuat untuk menahan kantuk, tidurlah di bahuku."
Tak mau ambil pusing, Soraya pun tertidur di bahu atau pundak Arsakha. Mereka menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung, baik tua ataupun muda yang melihat keromantisaan Sakha dan Soraya.
Hujan masih berjatuhan, Sakha menatap wajah Soraya yang berada di bahunya. Ia tidur dengan pulas, tak mau Soraya menjadi pusat perhatian. Sakha pun membekap Soraya di dadanya, dengan memeluknya begitu erat.
Selang beberapa menit kemudian, hujan sudah mulai mereda. Sakha ingin membangunkan Soraya, namun ia mengurungkan niatnya karena Soraya begitu terlelap dala tidurnya. Sakha menggendong Soraya ala bridal style, IA berjalsn melalui genangan air yang mengotori sepatutnya itu.
__ADS_1
"Soraya, tolong maafkan aku. Aku sudah kasar padamu, biarkan dengan penyesalan agar aku bisa membayar semua dosa-dosaku." batin Arsakha.
Sampai di parkiran mobil, Arsakha meletakan Soraya berada di kursi penumpang bagian belakang. Agar Soraya bisa leluasa tidur, dan juga ia menambahkan pembatas agar Sora tidak terjatuh. Dengan sekejap, jantung Sakha berdebar dengan cepat.
Ia dengan berani memajukan dirinya, sehingga ia mencium kening istrinya dengan rasa sayang.
"Dengan perlahan, rasa penyesalan itu akan berubah menjadi sebuah penyelesaian untukku. Aku dan juga Sora, sudah di takdirkan untuk bersama. Terkadang, jalan cerita utama tidak harus bersama dengan si tokoh utama wanita saja kan. Aku berhak mencintai orang yang mencintaiku kembali" ucap Arsakha di batinnya.
"Maafkan aku, istriku..." lirih Sakha.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Sakha juga terjaga agar Soraya tidak terjatuh dalam tidurnya ke bawah. Tak ingin lama, Sakha sedikit demi sedikit mengemudi dengan kecepatan tinggi. Ia juga harus berjaga-jaga, jalanan kali ini sangat licin karena ada genangan air hujan.
Sekitar empat puluh lima menit, Sakha sudah sampai di mansion. Sang penjaga mansion, yaitu Hendra dan Hendri yang merupakan penjaga, membukakan gerbang untuk Tuan besarnya tersebut.
Mobil Arshaka masuk ke dalam halaman mansion itu, ia memarkirkan mobilnya dengan sangat terlatih. Setelah itu, Arshaka keluar dari dalam mobilnya dan membawa Soraya masuk ke dalam mansion tersebut, dengan cara digendong ala bridal style.
Arshaka membawa Soraya ke dalam kamarnya, ia membaringkan tubuh Soraya yang sudah terlelap dalam tidurnya itu. Ingin hati membangunkan Sorayaz karena sudah sampai. Namun Arsakha sekali lagi mengurungkan niatnya karena tidak ingin mengganggu tidur istrinya tersebut.
Arsaka mengelus-ngelus pelan embun-embun Soraya, ia menatap istrinya dengan begitu lekat dan juga tatapan sayu yang ia lihatkan.
"Tidurlah, Sayangku." gumam Sakha, lalu ia mendekati Soraya dan mencium kening Soraya dengan begitu lama.
Setelahnya, Arshaka pergi untuk ke kamarnya karena ia sudah tak tahan lagi dengan pakaian basah yang ia kenakan. Soraya sedari tadi hanya berpura-pura tidur, tanpa sepengetahuan Arsakha sedikit pun.
Pipinya merah merona, dan juga ia sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat tadi dan ia rasakan juga.
"Arsakha menciumku? Arsakha menciumku?! Sepertinya aku sudah gila saat ini." batin Soraya.
Ia menutup wajahnya dengan rasa yang begitu malu, karena setelah sekian lama. Arsakha tidak pernah menyentuh Soraya sedikitpun, walaupun hanya sebatas ciuman pun juga tidak pernah Sakha lakukan.
Tapi untuk sekarang, Arsakha mulai menyentuh Soraya sedikit demi sedikit dan juga melangkah dari zona nyamannya. Apakah Soraya sudah diterima di hati Arshaka?. Begitulah yang Soraya selalu ia pikirkan.
__ADS_1
Apakah aku akan menjadi istri yang satu-satu Sakha miliki untuk selamanya? Dan apakah, Arsakha tetap akan terus mencintai Meidina, begitu banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak Soraya.
Namun Soraya pun segera menepis hal tersebut, karena ia yakin. bahwa Sakha sangat mencintainya. Dan mereka akan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.