
Diperjalanan menuju bandara, Arsakha dengan adam diam membisu.
Tidak seperti biasanya Adam mendiami Sakha,tak lama kemudian mereka sampai.
Mereka berdua menunggu dimobil, hingga seseorang mengetuk kaca pintu mereka.
Tok
Tok
Tok
Adam menurunkan kaca mobilnya, ia menatap seorang pria tengah berdiri dan mengizinkan nya untuk masuk.
"Hello brother" ucapnya,ia segera duduk dikursi belakang dengan Arsakha.
"Ada apa kau datang kemari?" tanya Sakha to the point.
"Untuk melihatmu menikahlah, apa lagi"
"Cih"
Dimansion virendra, para pelayan tengah menyiapkan hidangan untuk tamu yang akan datang.
Tak lama mobil Sakha pun datang, satpam membukakan pintu gerbang untuk mereka.
Adam keluar dari mobil, dan mengeluarkan kursi roda dari bagasi.
"Hahaha, kau masih lumpuh Sakha?" ucap seorang pria dalam mobil.
"Diamlah, bukankah ini rencana mu" saut Sakha.
"Hahaha, kau benar juga"
Mereka bertiga berjalan masuk ke dalam. Disambut hangat oleh para pelayan dan kepala pelayan.
"Assalamualaikum" ucap Adam.
"Waalaikumsalam" ucap mereka serempak.
__ADS_1
"Den Sakha, mari saya antarkan ke kamar" ucap Johan, si kepala pelayan
"Den Nico, kamar anda sudah kami siapkan. Mari ikuti kami" ucap salah satu pelayan.
Mereka berpisah, Adam mengikuti tuan mudanya dan ayah angkatnya dari belakang
"Nak, kau segera bersihkan dirimu. Setelah itu turun kebawah" titah johan.
"Baik ayah"
3 sejoli itu pun, segera membersihkan dirinya masing-masing. Setelah itu mereka datang menghampiri meja makan
"Nico, bagaimaa perjalananmu kemari" ucap Papah Rendra, yang sedang menyantap makanan, begitu juga dengan anggota yang lainnya.
"Baik Om, setelah mendengar kabar sakha akan menikah, Nico sesegera mungkin ingin datang ke Indonesia"
"Oh ya, bagaimana dengan papimu?" tanya Rendra sekali lagi.
"Papi juga akan datang Om"
Flashback on.
Rendra berniat ingin memberitahukan tentang pernikahan putranya, ia menelepon seseorang dari ponselnya
"Halo, Nico apa kabar. Ini Om Rendra" ucapnya.
"Iya Om, ada apa?" tanya Nico.
"Dimana papimu? Om ingin berbicara dengannya"
"Papi masih berada diperusahaan Om"
"Hmm, baiklah. Om ingin menyampaikan nya padamu saja, bahwa Sakha akan menikah seminggu lagi"
"APA! SAKHA AKAN MENIKAH!" ucapnya kaget.
"Om, bagaimana Om bisa merestui Sakha dengan wanita sialan itu" sambungnya.
"Tenanglah Nico, Om menjodohkan sakha dengan wanita yang terbaik"
"Ah, leganya. Jantung Nico hampir copot Om"
"Hahaha, ini sudah malam. Sebaiknya kau segera istirahat"
__ADS_1
"Baik Om"
Sambungan telepon terputus, Nico yang masih penasaran ingin mencoba menghubungi Sakha. Tetapi pada malam itu ponsel Sakha sudah hancur, karena telah ia lempar.
Akhirnya Nico lebih memilih menghubungi Adam.
"Ya" ucap Adam, dengan suara khas tidurnya
"Bagaimana kabarmu dan juga Sakha?" tanya Nico.
"Kabarku baik dan dia juga baik" jawab Adam.
"Aku tahu dari Om Rendra, bahwa Sakha akan menikah. Sesegera mungkin aku akan kembali ke indonesia"
"Baguslah jika kau akan kembali, tolong sembuhkan Sakha secepat mungkin"
"Apa karena adeli2a?"
"Kau benar"
"Huh, merepotkan saja"
"Sudahlah, aku ingin kembali tidur dah..."
Tut... Tut... Tut...
Telepon terputus, Nico geram akan tingkah sahabatnya itu.
"Cih, dua bajingan ini"
Flashback off.
Makan malam mereka lewatkan dengan bahagia, terkecuali Sakha yang tidak seperti biasanya diam dimeja makan.
Sakha kembali ke kamarnya, ia menatap sebuah foto wania tengah tersenyum.
Aku merindukanmu
.........
Dikamar tamu, Nico tengah menikmati sebatang roko ditangannya.
__ADS_1
"Sampai kapan pun, tidak akan pernah ku biarkan wanita licik itu bersama Arsakha " gumamnya.