
Waktu terus berjalan, tersisa 10 menit lagi. Tanpa pikir panjang, Nico dengan gila nya tancap gas dan mengemudi dengan kecepatan maksimum.
Tittt....
Akhirnya mereka sampai, meskipun mereka semua sedikit mual karena mabuk angin di buat Nico.
"Ini benar tempat nya?" ucap Adam kebingungan.
"Benar kakak ipar, mereka tidak mungkin memberikan alamat yang salah. Apalagi alamat palsu" saut Musa
"Ayo kita masuk ke dalam" ujar Abi Jefri.
Abi Jefriel yang memimpin berjalan di depan,nampak Arsakha yang kesusahan dengan kursi roda nya di bantu oleh Musa dengan segera.
Mereka semua di sambut oleh seseorang pria paruh baya, datang menghampiri mereka semua.
"Akhirnya, keluarga badebah sialan ini datang juga" gumam nya.
Abi Jefri mengeraskan rahang nya.
"Dimana istri dan menantu ku!" tegas Abi Jefri.
"Santai saja, aku tidak akan menyakiti nya. Jika kau mau putramu menikah kan dengan cucu kesayangan ku" ucap jelas nya.
Deg.
Jantung Musa tiada henti berdetak dengan kencang, begitu juga dengan Arsakha. Entah mengapa ia terasa sakit mendengarkan nya.
Pratik maju dari belakang ke depan, ia menatap sinis pria paruh baya tersebut.
"Jadi ini yang membuat kalian menolak ku bersama Soraya, memang benar. Kalian hanya mementing kan kasta saja" celoteh Pratik, pria paruh baya itu langsung menodongkan pistol nya.
"Sombet!" tegas Abi Jefri.
Nico tersenyum dengan sinis nya, ia melirik Kakek Sombet yang sedang menodongkan pistol nya ke arah mereka semua.
"Kau berani juga ya, menodongkan pistol mu di hadapanku. Kau tidak ingat, klan mu pernah aku bantai karena penggelapan senjata di klan ku. Jika kau mau, aku bisa membuat mu tidur dengan nyaman sekarang" ucap Nico panjang lebar, sedangkan Adam ia entah pergi kemana.
Kakek Sombet diam tak bergeming, dengan melirik Nico dengan sayu.
"Jangan ikut campur raja mafia! Ini urusanku dengan dia. Kau mana tahu mengerti dan tahu rasa nya, ketika putri kesayangan mu harus dikhianati oleh pria bajingan seperti dia" ucap Kakek Sombet, sambil menodongkan pistol itu ke arah Abi Jefri.
"Tapi kita bisa berdamai" saut Abi Jefri
"Cih berdamai, kau tidak ingat apa yang sudah kau lakukam pada putri kecil ku" sautnya kembali.
"Dan kau juga tidak ingat, apa yang sudah kau perbuat pada Putriku Anya" tegas Abi Jefri yang amarah nya sudah memuncak.
Brugh.
Mereka semua kaget, ketika Adam datang secara mendadak dari belakang dan melumpuhkan Kakek Sombet dengan segera.
"Kau berani menyakiti adik ku, akan ku seret dan buang kau ke laut" tegas Adam.
Kakek Sombet merintih kesakitan.
__ADS_1
"Katakan, dimana adik ku!" teriak Adam
"Tidak akan ku biarkan kalian tahu" tegas kakek sombet.
Suara panggilan telepon berbunyi, Adam segera mengambil nya. "Putriku" adalah seorang yang tengah menelepon nya sekarang, Adam segera membungkam mulut Kakek Sombet dengan tangannya.
Ia segera mengangkat telepon tersebut.
"Ayah aku sudah mengamankan kedua wanita ini di hutan sesuai perintah mu, jangan biarkan Soraya tahu tentang ini" ucap seorang wanita di dalam telepon.
Tut...
Adam segera menutup telepon tersebut, dan melempar nya ke arah Nico dengan sigap Nico menangkap nya.
"Lacak lokasi nya" ucap Adam
Ia melepaskan bekaman nya di Kakek Sombet.
"Dasar bajingan kecil, apa yang sudah kau perbuat" tegas kakek sombet
Nico melacak keberadaan Meidina menggunakan jam tangan gps nya.
"Ketemu, ayo kita pergi" saut Nico
Tentunya bukan perkara yang mudah untuk keluar dari sana. Mereka harus blerhadapan dengan anak buah Kakek Sombet terlebih dahulu.
Semuanya melawan termasuk Musa, hanya Arsakha yang berdiam diri di kursi roda nya.
Apa aku sebegitu tidak berguna nya. Batin Sakha.
Sebuah mobil hitam datang dan menghampiri mereka. Dan seorang wanita turun dari dalam mobilnya.
"Lama tidak bertemu dengan mu, mantan terindah ku" saut nya.
Anak buah nya menyeret Meidina dan Umi Kulsum dari luar mobil.
"Kalian tak perlu datang ke hutan untuk mencari nya, sebab aku sendiri yang akan datang menghampiri kalian" ucap nya.
"Mari melakukan negosiasi, aku akan menyerahkan nya jika anak dari Jefriel mau menikah dengan putri ku,atau. Ia memilih akan mati" sambungnya membuat semuanya kaget.
"Apa maksudmu Dara! jangan libatkan anak ku lagi. Yang bermasalah adalah aku, bukan mereka. Jadi lepaskan!" tegas Abi Jefriel.
"Ah iya, kau benar Jef. Tapi aku lebih suka membalaskan dendam pada orang-orang terdekat mu. Seperti menantu mu yang tengah hamil ini contoh nya" ucap Dara menggertak.
Adam segera menatap nya dengan sorot mata yang tajam.
"Jangan kau berani apa-apa kan adik ku! Apalagi melukai nya" tegas Adam
Dara hanya tersenyum,dan menggerak kan jari nya seolah-olah itu adalah sebuah kode untuk para anak buah nya.
Semuanya di pegangi oleh anak buah Dara dan Kakek Sombet. Kakek Sombet terlepas dari genggaman Adam
Brugh
Kakek Sombet menjitak kepala Adam.
__ADS_1
"Dasar anak nakal" saut nya.
Ia berjalan menuju anak nya yaitu Dara, ibu dari Soraya.
Meidina tengah nampak menangis dengan sedu, mereka semua melirik nya.
"Musa" lirih Meidina tersedu.
Dengan sekuat tenang, Musa melepaskan genggaman dari anak buah dan menghampiri istri kecilnya.
Dor...
Peluru itu mengenai punggung Musa.
"Musa!" teriak semua histeris.
Musa memeluk Meidina, ia tak mempedulikan rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Dara yang menembak kan pistol nya ke hadapan Musa, mereka berusaha melepaskan diri Terutama Abi Jefri yang histeris dan juga Umi Kulsum.
"Diam disana, jika tidak. Aku akan membunuhnya!" tegas Dara
Semua tergretak, Musa memeluk Meidina dengan erat. "Sayang, aku merindukan mu" gumam Musa.
Darah kelar bercucuran dari punggung nya, Musa sudah nampak lemas. Arsakha yang melihat kejadian itu hanya terdiam, Nico dan Adam juga terdiam. Jika mereka bersikeras melawan, nyawa Musa akan melayang.
"Biarkan aku mati, jika itu mau mu tembak aku. Tapi jangan pernah kau sakiti istriku" lirih Musa, Meidina masih memeluk dengan histeris.
Arsakha tak kuasa menahan tangis nya melihat wanita yang ia cintai, tengah menangisi seorang pria di depan nya.
"Baiklah, sesuai keinginan mu" ucap seru Dara.
"Tidak Musa, Abi yang salah. Dara bunuh saja aku,kau dendam dan membenci ku kan. Maka habisi aku, jangan anak ku lagi" ucap histeris Abi Jefri.
"Itu semua tidak akan cukup Je" ucap Dara tersenyum sinis.
Ia kembali menodongkan pistol nya ke arah Musa, dengan sigap akan menarik pelatuk nya.
Brugh
Arsakha menjatuhkan diri nya dari kursi roda. Ia menyeret kaki nya bagaikan suster ngesot.
"Kumohon jangan habisi Musa, aku yang akan menggantikan nya menikahi anak mu. Biarkan mereka hidup bahagia" teriak histeris Arsakha.
Seorang Arsakha menyeret kaki nya yang lumpuh,dan memegangi kaki wanita tersebut.
"Aku akan menjanjikan anak mu hidup dengan fasilitas mewah,dan apapun yang ia mau akan ku turuti. Tapi kumohon jangan sakiti Musa dan Nurulku"
Sang raja bisnis yang terkenal arogan dan terkenal dengan ketegasan nya. Harus rela menjatuh kan harga diri nya untuk menyelamatkan nyawa seseorang.
"Maaf,tidak bisa" ucap Dara mengibaskan kaki nya.
"Aku mohon, jangan sakiti Nurulku" ucap histeris Arsakha.
Mereka tak bisa menahan tangis nya, melihat ketulusan Arsakha yang berani mengorbankan segalanya demi kebahagiaan Meidina.
"Kumohon, Soraya Radittya adalah nama anak mu kan. Dia adalah penyelamat ku, izinkan aku mencintai nya. Jika kau mau, aku akan memberikan setengah saham perusahaan ku padanya. Tapi tolong, jangan sakiti Mereka" ucap Arsakha dengan tersedu-sedu.
__ADS_1
Nurulku sangat mencintai Musa, aku tidak akan mungkin menjadi perusak rumah tangga mereka. Nurul, biarkan aku berkorban untuk mu. Batin Arsakha.
Mereka semua melirik Arsakha dengan sendu, dan juga Meidina yang melirik Arsakha dengan tangis histeris memeluk erat Musa yang berbaring tak berdaya di dalam pelukan Meidina.