Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Pulang


__ADS_3

Soraya tersenyum kecut,"Apakah kau sudah puas dengan apa yang kau lakukan Jingga?" tanya Soraya pada Jingga


" tidak aku tidak puasa karena aku belum melihat kau binasa! "ucap jingga dengan begitu saja


Soraya pun terdiam sambil menahan sedih nya dari ucapan Jingga, ia sudah menganggapnya seperti kakak sendiri namun inilah yang sora dapatkan dari kepercayaannya tersebut.


"Aku harap kau bersenang-senang dan bahagia di balik jeruji besimu. Jingga, aku tidak punya banyak waktu. Aku hanya ingin menyampaikan itu saja... Selamat tinggal, dan aku harap kau tidak akan pernah kembali di kehidupanku lagi dan cerita ku lagi" Ucap Soraya, ia pun sambil berdiri dan berjalan membelakangi Jingga yang menatapnya tegun di depan sana.


Polisi kembali membawanya ke dalam sel, Jingga menirikkamn air matanya ia tak kuasa menahan air matanya untuk berlinang jatuh ke bawah membasahi pipinya yang putih bersih itu ada saja waktu bisa kembali mungkin mereka bisa untuk bersatu kembali, namun bak seperti pepatah yang berkata. Jika sudah menjadi bubur tidak akan pernah bisa menjadi bubur lagi, begitupun dengan kepercayaan soraya yang telah Jingga hancurkan.


Waktu terus berputar mereka berdua memutuskan untuk langsung pulang saja karena Soraya sudah sangat lelah dan ingin segera pulang ke Indonesia, belum juga satu minggu full mereka berada di London Inggris Mereka pergi hanya untuk menyelesaikan masalah Soraya yang telah Membekas ini namun masalah tersebut pun akhirnya terselesaikan juga dengan cara yang cermat.


"Saka Apa kau akan pulang sekarang?" tanya adam ada pada Arsaka.


" Iya, karena Soraya ingin segera pulang katanya dia rindu rumah" jelas Sakha yang akan menjelaskan semuanya pada adam.

__ADS_1


Nico menghampiri mereka "Adam, Arsaka, Kalian sedang apa Bukankah kalian akan menyiapkan kepulangan kalian untuk esok hari?" Tanya Niko pada mereka berdua dan ikut bergabung bersama arshaka dan Adam yang tengah duduk di teras taman di belakang apartemen


" aku sudah menyiapkan semuanya, ini hanya tinggal menunggu Soraya saja bagaimana denganmu? Apa kau juga akan pulang malam ini?" tanya Arsaka kembali pada Niko


"Iya aku akan pulang malam ini karena Sora sudah menelpon, kemungkinan besar aku akan datang pada esok hari ke Indonesia karena cuaca sedang buruk untuk penerbangan hari ini menunggu beberapa jam lagi mungkin" jelas nico pada Arsaskha.


"Aku kira kau akan pergi berjalan-jalan dulu dengan istrimu kakak" timpal nico


"maunya sih begitu, tapi soraya tidak mau dan ingin pulang sekarang. Mau bagaimana lagi wanita jika tidak dituruti akan marah 100 hari" ucap arshaka dengan penuh kepasrahan.


Sakha pun menyipitkan kedua matanya. " Memang siapa yang menjelekkan istriku?! aku mana berani melawannya Adam!'' ucap Arshaka yang sambil mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


" Kau di mana bodoh? aku dan istriku dan juga kawan-kawanku akan pulang malam ini apa kau akan menjemput kami? " tanya sakha di sambungan telepon tersebut.


Perbincangan diantara mereka pun akhirnya dimulai. Arsakha meminta Musa untuk menjemputnys, namun Musa menolaknya dengan cara halus karena putranya masih demam dan mereka sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


" Oh ya sudah semoga putra Mas segera sembuh Musa" beo Arsaka yang bernada lirih.


Semuanya pun mengerti dengan siapa Arsaka berbicara, siapa lagi jika dengan Musa. Nico tahu betul Musa itu seperti apa orang nya, dan juga dengan Adam yang tahu betul dengan sifat Arsaka yang sangat keras kepala. Namun tidak untuk kali ini ia sedikit melunak untuk ditaklukan


'' Ada apa dengannya?'' ucap Adam menanyakannya pada Saka.


"Putranya sedang sakit, Aku ingin mengakuinya. Namun aku belum bisa pulang kemungkinan besar ketika aku datang ke sana aku akan menjenguk putranya itu." jelas arshaka


"Bukankah kau juga tahu dam?" timpani sakha.


Adam pun menggeleng-gelengkan kulit kepalanya. "tidak aku tidak tahu,emangnya apa dengan keponakanku?" tanya Adam yang kebingungan


" keponakanmu sedang sakit, apa kau juga tidak tahu itu?" sama arshaka, dan Adampun dengan reflek memutar pelan kepalanya.


"tidak aku tidak tahu, karena yang aku tahu hanyalah hanya yang sedang sakit-sakitan di rumah." bela Adam

__ADS_1


__ADS_2