
Tidak bisa dipungkiri lagi, kesedihan terus menimpa Soraya karena skandalnya itu. Namun, Soraya tetap sabar menanti Sakha untuk menyelesaikannya dengan konversi pers yang akan Pratik bawakan. Sebelum itu, Sakha meminta Pratik untuk membawa istrinya agar dapat di wawancarai terlebih dahulu. Jelas, Soraya sangat canggung untuk membuka obrolan untuk itu ia meminta Arsakha agar menemaninya.
Sudah terjadwalkan, hari ini mereka akan bertemu di apartemen Sakha yang berada di inggris. Malam itu, Pratik mendapatkan perintah dari Musa untuk datang ke London. Sempat ada perdebatan diantara Pratik dan istrinya. Tetap saja, mereka pergi juga ke Landon menuruti kemauan Sakha dan Musa.
"Pratik" sahut istrinya.
"Iya"
"Aku takut jika bertemu dengannya, apa dia akan melukaiku lagi?" tanya istri pratik yang penuh ketakutan itu.
"Kau tenanglah, aku yakin bukan Soraya yang melakukannya. Nico dan juga Sakha pasti akan menemukan jalan keluarnya" gumam Pratik yang mengelus pelan pucuk kepala istri kecilnya itu.
Pertemuan diantara sang mantan pacar dan istri akan segera terjadi, Sakha sudah menunggu mereka di suatu tempat yang Nico siapkan. Hanya ada Sakha dan Nico yang ada disana, pertemuan itu begitu privasi dan sangat tertutup. Mereka berdua membicarakan tentang penangkapan itu, terlebih lagi Soraya sudah semakin gila untuk menuntut Sakha membersihkan nama baiknya.
"Apa kau sudah memutuskannya Sakha?" tanya Nico dengan serius.
"Hmm, kau sendiri kan sudah tau Nico sifatku seperti apa" celetuk Arsakha.
"Iya, jadi apakah kau tetap ikut atau tetap menemani Sorayamu?" tanya Nico sekali lagi.
"Aku akan tetap menemani Soraya, mau bagaimana pun dia pasti trauma akan dengan kabarnya kali ini"
"Aku akan terus mengikuti kemauanku selagi itu baik Sakha, pratik dan istrinya akan datang sebentar lagi. kau bersiaplah untuk mengatakan hal ini pada mereka" jelas Nico.
"Hem, aku tahu itu Nico aku pasti akan mengatakannya pada mereka"
Selang batik dan juga istrinya pun datang menghampiri Arsaka dan Niko, mereka berjalan beriringan dengan Bodyguard yang menyertai mereka di belakang.
__ADS_1
"Panjang umur, itu mereka datang" sahut Niko.
Arshaka melihat ke belakang, ia Mencari keberadaan Praktik dan juga istrinya. Ternyata benar, Praktik tidak ingkar janji ia membawa istrinya ke sini dan bodyguard menjaganya agar tidak terkena serangan dari musuh.
Dengan beberapa berkas dan juga barang bukti yang mereka bawa mereka akan segera menyelesaikan skandal permasalahan Soraya ini dan juga mereka tidak akan berurusan lagi dengan musuh manapun. Karena sepenuhnya kesejahteraan dan juga keamanan keluarga dan Niko akan terjaga keharmonisannya oleh Bodyguard bodyguard-nya yang akan menjaganya.
Jadi tidak akan heran jika ada seseorang yang akan mengusik keluarga mereka berdua maka urusannya tidak akan main-main. Dan juga kabar tentang Adam yang menikah dengan Anya dikabarkan mereka akan segera memiliki momongan, Hal itu membuat gempar keluarga mereka berdua dan membuat Ayah Hamzah marah karena kondisi desanya yang belum sembuh total namun sudah ditanamkan benih oleh Adam.
" Selamat malam tuan asaka tuan Niko" ucap praktik pada mereka berdua.
"Selamat malam kembali praktik, Silakan duduk dan kau juga Silakan duduk" jawab Niko dan mempersilakan mereka berdua untuk duduk.
Ketiga Bodyguard itu menjaga mereka dengan formasi bulatan dan membelakangi mereka untuk tidak ikut campur urusan tuannya itu.
"Ini Istriku, namanya mageta dia yang akan menjadi saksi dan juga korban saat penusukan yang dilakukan oleh Soraya itu.
" Saya juga tidak tahu tuan, yang CCTV lihat adalah Soraya yang menusuk perut istri saya. dan CCTV itu masih ada dan kemungkinan besar Soraya bisa dipenjara jika banyak wartawan dan juga masyarakat yang berapi ini tentang skandal ini" jelas Pratik
"Aku tidak menyalahkan Soraya, Karena aku tahu Saya tidak akan melakukan hal keji seperti itu. Aku dan dengannya sudah beranggapan seperti adik dan kakak sendiri" sambung pratik
Arsaka sedari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan antara Pratik dan juga Niko. Sejenak ia melirik istri pratik yang tengah diam membisu itu dengan muka yang pucat, ia nampak gemetaran dan sepertinya ketakutan akan istri suaminya yang tengah di intograsi oleh kedua orang besar itu.
"Mageta" sahut Pratik..
Mageta melirik Pratik, tatapan itu penuh arti dan dalam.
"Kau siapkan, jika berbicara di depan publik?" tanya Pratik kembali memastikannya.
__ADS_1
Mageta terdiam, "Kau tenanglah, semua bukti sudah ada dan ini semua akan membantumu Eta" sambung kembali Pratik.
"Ada orang yang mau menyelaki Soraya, namun dengan perantara kau yang terluka. Kau tenanglah, semua akan baik-baik saja dan aku akan membantumu untuk berbicara. Kemungkinan besar berita ini akan panjang dan menuai banyak kritikan pedas dari netizen di Indonesia."
"Untuk mendapatkan bukti-bukti ini, Tuan Niko dan juga Tuan Arshaka berkorban banyak hal. Jadi kau tidak boleh mengecewakan mereka berdua ya" ucap Pratik menyemangati istrinya itu.
"Itu benar, kau tidak usah takut ini hanya skandal kecil yang mencoba ingin besar. dan ini ada hubungannya dengan tentang pesaing perusahaan kau." ucap Sakha
"Jangan takut Magenta, semua akan baik-baik saja dan untukmu kau nanti akan bertemu dengan Soraya agar perdamaian akan terus menyelimuti kalian. Mereka semua sudah beranggapan, bahwa Pratik dan juga Soraya melakukan hal yang tidak senonoh sewaktu pacaran. Namun semua itu terbantahkan sudah oleh bukti-bukti yang ada ,mereka hanyalah berpacaran biasa dan tidak pernah melakukan apapun."
"Jadi kau tidak perlu khawatir jika Soraya memang benar-benar dulu menganggap jelas pratik sebagai seorang kakak biasa baginya" jelas kembali Arsakha.
"Baik tuan. Kapan konferensi pers itu akan dilakukan?" tanya magenta dengan serius.
" Minggu depan, kau persiapkanlah fisik dan juga hatimu untuk berbicara nanti aku dan Arsaka akan mengurus sedikit tentang konflik antar perusahaan yang terlibat di dalam skandal ini." sambung Niko
"Baik tuan saya mengerti..."
.........
Di dalam apartemen sana, Soraya sudah kalang kabut untuk mencari Arsaka yang tiba-tiba menghilang dari apartemennya. Ia seharusnya mengatakan pada Soraya jika ingin pergi, namun hal ini sakha tidak mengatakan sesuatu pada Soraya. Sehingga membuatnya linglung dan mencari suaminya kemana-mana.
"Di mana Sakha, kenapa dia tidak mengatakan kepadaku jika ingin pergi" gumam Soraya pada dirinya sendiri.
Ia kembali untuk mencari benda pipih di atas nakas dan memanggil via suara Arshaka. Sudah setengah jam Soraya menghubunginya, dari tadi namun tidak ada jawaban dari sang suami karena dengan Arsakha sudah menaikinya ponselnya agar tidak ada gangguan apapun yang mau mengganggunya saat bertemu dengan Niko tadi
"Awas aja jika dia pulang nanti, akan aku habisi dia!" ambis Soraya
__ADS_1