Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
S2 : Egois


__ADS_3

Follow IG : @stmaemunah1


Mau bagaimana lagi, apa yang dikatakan oleh Sakha memang ada benarnya juga. Soraya nampak berpikir memikirkan nama panggilan untuk Sakha, walaupun otaknya sudah tak dapat lagidiandalkan.


“Soraya, apa kau masih memikirkan nama panggilan untukku? Sudahlah jangan dipikirkan lagi, panggil saja namaku” tanya serius Sakha, dan Soraya pun menganggukinya.


“Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Nama Sakha saja sudah sangat bagus” sambung Sakhaa


“Tidak bisa seperti itu berber” sahut Soraya


“Terserahmu, aku  lapar ingin makan” ketus Arsakha.


Hari semakin gelap, Arsakha dan Soraya sedang berada di taman belakang mansion. Sambil menikmati kopi dan teh, mereka melihat keindahaan senja di sore hari yang berwarna oranye tersebut. Sakha melirik Soraya yang sedari tadi terfokus pada layar pnselnya, dengan segera Sakha mengambil ponsel milik Soraya dan melihat apa yang sedang Soraya lakukan di sosial medianya.


“Kau bermain instagram?” tanya Arsakha sambil menunjukan layar ponsel milik Soraya.


Soraya mengangguk. “Iya, memangnya kenapa? Kau mau mutualan untuk saling follow? Followersku sudah banyak sekitar dua ratus ribu” ucap soaya yang memamerkan kesobongannya.


Arsaka mengetik di ponsel Soraya untuk mencari namanya, ia tersenyum ketika melihat akun instagramnya lebih banyak followersnya ketimbang Soraya.


“Kau lihat? Dua ratus ribumu tidak ada apa-apanya ketimbang jumblah followersku yang sudah mencapai delapan ratus ribu followers” ucap Arsakha dengan angkuhnya sambil memamerkan jumblah pengikut di instagramnya.


 Soraya mengambil ponselnya dari Sakha, ia merasa tak percayadengan apa yang Sakha tunjukkan. “Bagaimana bisa? Aku bahkan tidak tahu jika kau punya instagram?!” tanya Soraya yangkebingungan.


“Dan lagi, kau tidak pernah terlihat aktif di sosial media” ucap Soraya


“Mungkin saja akun itu di urus oleh sekretarisku, mengingat tentang kekuatanku yang tinggi di bidang bisnis tentunya sangatlah penting untuk memiliki akun media sosial” ucap sakha


“Kenapa kau tidak mengikuti siapa-siapa Sakha?” tanya Soraya yang melihat jumblah diikuti di akun suaminya hanya nol.


Sakha menaikkan ke atas bahunya. “Aku tidak tahu Sora.” Jawab Sakha.


Sakha bangun dari duduknya, dan ia masuk ke dalam mansion sambilmembawa gelas kopi bekasnya.


“What! Ternyata suamiku seorang seleb!” celetuk Soraya.


.........


Akhirnya malam pun tiba, Sakha nampak bersantai sambil melihat layar ponselnya. Tidak di sangka, ternyata Arsakha menstalking akun instagram mantan tunangannya. Siapa lagi jika bukan Adelia, yang kini hidupnya hanya tinggal nama saja. Karena ia telah mendapatkan apa yang ia dapatkan, Sakha menyesal karena telah mengenal adelia. Andai saja ia bisa kembali ke masa lalu dan memberitahu Arsakha di masa lalu, bahwan di masa depan ia akan menyesal.

__ADS_1


Sakha menampar keras pipnya. PLAAAK!


Soraya yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung buru-buru menghampiri Arsakha. “Apa yang kau lakukan!” tegas Soraya.


“Tadi ada nyamuk mencium pipiku” ucap Sakha ngawur.


Soraya pun tak segan-segan untuk melayangkan tamparannya di pipi Sakha kembali, PLAAAK!


“Aduh…” Lirih Arsakha yang meringis kesakitan sambill memegangi pipinya.


“Kenapa kau menamparku!” tanya sakha dengan tegas


“Ada nyamuk yang ingin mencium suamiku lagi” jawab soraya ngasal.


Karena sangat jelas Soraya menampar pipi Sakha dengan sangat keras. “Aku tahu kau bohong” sahut Sakha.


“Kenapa kau tahu?” tanya Soraya yang penasaran.


“Karena kau sengaja melakukannya” cibir Sakha.


Soraya duduk di pinggiran ranjang itu sambil memainkan ponselnya. “Sora…” lirih Arsakha yang manja.


“Apa?” sahut Soraya


“Apa kau tidak mau memiliki keturunan?” tanya Sakha


Seakan paham dengan topik pembicaraan yang Sakha katakan, Soraya pun hanya memilih untuk berdiam diri dan tak menjawab perkataan dari suaminya tersebut..


“Aku akan tetap menunggu sampai kau mau, bahkan jika itu harus menunggu satu tahun lagi sekali pun” ucap Sakha yang memendamkan wajahnya dipunggung Soraya.


“Sora, aku akan tidur terlebih dahulu” Sakha melepaskan pelukkannya dari belakang, lalu ia tidur membelakangi Soraya.


“Maaf Sakha, aku egois untuk saat ini. Aku belum siap jika harus mengandung sekarang, ditambah aku baru saja kembali lagi menjadi model, aku tidak bisa mengorbankan karirku lagi” batin Soraya sambil menatap Sakha yang mulai tertidur.


Siang harinya, Soraya mendapatkan job di salah satu butik  besar untuk menawarkannya menjadi model. Namun sebelum itu, Soraya mendapatkan informasi untuk breefing terlebih dahulu dengan desainernya. Soraya nampak serius mendengarkan arahan, namun saat di tengah-tengah pembicaraan. Entah angin dari mana Arsakha bisa datang, sontak saja Soraya yang melihatnya terkejut beitu juga dengan Arsakha.


“Kalian saling kenal?” tanya sang desainer tersebut.


“Dia istri saya “ sahut Arsakha tanpa dosa

__ADS_1


Soraya menepuk jidatnya. “kenapa kau katakan, dasar bodoh!” gumam kesal Soraya dengan nada yang kecil.


“Pak Sakha, silahkan tunggu di ruang tunggu” ujar salah satu pelayan butik di sana.


“Oke”


Sakha pergi mengikuti sang pelayan wanita yang menunjukan ruang tunggu, sedangkan Soraya masih breefing dengan desainer untuk memilih pola desain seperti apa yang nantinya cocok dengan tubuh Soraya.


“Sora, bagaimana jika kau menggunakan gaun pengantin untuk pemotretan kali ini?” tanya sag desainer.


“Boleh miss, seperti apa gaunnya?” tanya Soraya.


Desainer itu pun pergi meninggalkan soraya, beberapa saat kemudian ia kembali dengan membawa gaun pengantin berwarna putih namun berlumuran darah.


“Ini konsepnya pernikahaan tandas, karena sang pengantin wanita bunuh diri atau mengalami kecelakaannya. Cukup exstream memang, namun ide ini jarang ada yang pakai untuk pemotreyan gaun” ucap sang desainer itu, Soraya mengambil gaun tersebut.


“Baik miss, aku akan segera ganti terlebih dahulu. Semoga gaun ini cocok untukku” ucap Soraya.


Ia pergi ke ruang ganti, namun saat menuju ruang ganti. Matanya tertuju pada Arsakha yang tengah bermain bersama anak kecil laki-laki, hatinya merasa sendu  dan sakit ketika sangsuami yang terus menginginkan buah hati sedari dulu.


“Sakha” sahut Soraya.


Sakha pun mendengar sahutan dari Soraya, ia langsung melirik ke arah Soraya yang berada di depannya. “Heem, kau sudah selesai?” tanya Sakha, Soraya pun menggeleng-gelengkan pelan kepalanya.


“Belum, aku akan ganti pakaian terlebih dahulu. Itu anak siapa sakha?” tanya balik Soraya


“Oh ini, anak klienku. Ayahnya sedang pergi membelikkan makanan” jawab Sakha, Soraya pun mengagguk pelan.


“Baiklah Sakha, aku pergi terlebih dahulu” ucap Soraya meninggalkan Sakha.


Ia pergi menuju ke ruang ganti, Soraya yang tak kuasa menahan tangisnya akhirnya tangisnya pecah juga.


“Maaf Sakha, aku terlalu egois’’ gumam Soraya.


Ia memelankan suaranya, agar isak tangisnya tak terdengar oleh siapa pun apalagi Sakha. Teringat perkatan Sakha yangakan menunggu satu tahun lagi jikalau Soraya masih belum siap. Jujur saja, hati Arsakha sangatlah luasdan dalam seperti samudra. Sehingga Soraya pun terbawa hanyut oleh arus cinta Sakha.


 


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2