Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
BAB 55. KESUCIAN NAORA


__ADS_3

Naora datang menghampiri Nico, ia sudah seperti orang kesakitan dan menggeliat kesana dan kemari. Nico yang masih setengah sadar, mencoba membuka mata nya pelan. Karena terpengaruh racun tersebut, membuat nya beranggapam bahwa wanita di depan nya adalah Jessica. Tentu saja Naora kesal di buat nya, Naora dengan perlahan membuka baju dan celana Nico.


"Kanapa lama sekali Jess, biar aku membantu mu" ucap Nico,dengan suara serak nya. Naora mencoba menahan diri nya, ini demi keselamatan Nico.


Nico membuka kancing baju, dan seleting celana nya. Dengan kasar, Nico menarik tangan Naora hingga ia jatuh ke dada bidang Nico. Nico mencium bibir Naora dengan lembut, hingga Naora merasakan nya. Ia membuat stempel kepemilikannya, di dada Naora. Tdak hanya satu atau dua,tapi sepuluh.


Ia membuka paksa baju Naora, karena Naora memakai baju yang sedikit tertutup. Akan sulit bagi nya, untuk membuka nya dengan paksaan. "Jessi, bukan kah kau tadi memakai baju yang menggairahkan. Tapi kenapa sekarang,baju mu sedikit tertutup" ucap Nico, membuat Naora bertambah kesal. Ia membuka sendiri baju nya, kini posisi Naora ada di bawah Nico.


Nico mencumbui nya dengan beringas,tidak mengampuni Naora sedikit pun. Ketika sudah tak tahan, Nico mengeluarkan adik kecil nya. Tentu saja membuat Naora membulatkan mata nya.


"Bagaimana ini, aku belum pernah melakukan nya dengan siapa pun" batin Naora.


Merasa panik, Naora segera bangkit dari ranjang dan bergegas akan kabur. Dengan sigap Nico menarik kaki Naora, dan membuka anu nya Naora. Naora menangis, ketika dinding pertahanan nya di terobos paksa oleh Nico, hentakan demi hentakan Naora terima. "Kau wanita baik Jessi, kau masih menjaga kesucian mu ternyata" bisik Nico,di telinga Naora.


"Aku bukan Jessica, aku Naora" ucap Naora dengan tersedu - sedu. Ia menahan rasa sakit nya demi Nico, agar Nico selamat, membiarkan Nico memuaskan ***** nya, dengan menggunakan dirinya.


Besar nya rasa cinta Naora pada Nico, tidak akan hanya berakhir di sini.


Naora menatap Nico,yang tengah menikmati tubuh Naora. Seharusnya ia bahagia, karena Nico adalah orang yang sudah mengambil kesuciannya. Karena memang dari dulu yang Naora inginkan, tapi tidak dengan cara seperti ini. Ia selalu berdoa, agar menjadi istri dan wanita satu-satu nya saat ini.


Namun Naora harus mengubur nya dalam-dalam, Nico masih tidak akan mempedulikan nya. Karena di hati nya saat ini, hanya ada Jessica. Darah suci milik Naora mengotori sprei putih,dan beberapa nya mengenai tubuh Nico.

__ADS_1


Rasa sakit dan perih yang Naora alami saat ini, ia tahan. Naora hanya bisa menangis, berteriak pun percuma saja, karena Nico pasti akan membungkam mulut Naora dengan mulut nya.


Nico memulai permainan nya dari jam sepuluh malam, hingga kini sudah menunjukkan pukul empat pagi. Tapi Nico masih kuat, dan tidak ingin berhenti. Beberapa kali Naora pingsan,dan kewalahan dibuat nya. Ketika Nico sudah sampai pada batas nya, ia menanamkan benih pada rahim Naora, Naora yang sudah tidur karena kelelahan tanpa sadar Nico sudah menaruh benih nya.


Ia hanya merasakan hangat pada area V nya, mengapa hangat sekali dalam seketika. Nico ambruk di samping Naora,ia tertidur sambil memeluk Naora.


"Rara,maaf kan aku" ucap Nico, ia mencium Naora dengan lembut, hingga diri nya kali ini tertidur.


Dan ternyata, saat Naora mendesah ia tersadar, kenapa suara nya bukan seperti Jessica pada biasa nya, suara itu lebih tepat nya mirip Naora. Nico membuka mata nya, pengaruh racun tersebut sudah sedikit menghilang. Nico membulatkan mata nya, ketika menatap Naora dan diri nya bertelanjang badan tanpa busana. Serta melihat bercak darah, yang berada di sprei dan badan nya. Ia menepuk jidat nya, mau tidak mau ia harus segera mengakhiri permainan nya.


Nico sudah lemas,dan tidur di sebelah Naora,sambil menatap sedih Naora yang sudah menyelamatkan nya. "Aku akan membalaskan semua ini pada orang yang sudah berani mencelakai ku,hingga kau berkorban untuk ku" ucap Nico, dengan mencium pelan pipi Naora. Tidak ada yang mengetahui perasaan Nico saat ini,selain diri nya sendiri.


Ia masuk ke dalam kamar mandi,dan membersihkan diri nya. Untung saja,pakaian semalam nya tidak Nico robek. Ia mengambil,dan memakai nya kembali. Naora menatap sedih diri nya di cermin, apalagi Nico menganggap diri nya sebagai Jessica, sangat menyakitinya.


Naora keluar dari hotel VVIP, ia pergi ke hotel yang di mana Nico dan dirinya pesan. Tak lama Naora pergi, Nico terbangun dengan memegangi kepala nya yang pusing. Ia melirik ke samping, melihat Naora sudah tidak ada di samping nya.


"Kemana Naora" gumam Nico.


Ia mengambil ponsel nya, dan menghubungi Jerry agar datang menemuinya.


"Jer, bawakan aku pakaian baru. Dan segera datang ke sini" perintah Nico, ia melihat bercak darah yang sudah mengering.

__ADS_1


"Naora" batin Nico, menatap nya sendu.


Ia masuk ke dalam kamar mandi, tak lama Nico keluar dengan menggunakan sehelai anduk. Jerry sudah mebawakan nya pakaian, dan Nico segera memakai nya. Awalnya saat Jerry masuk ke dalam, pipi nya merona ketika melihat bercak darah Naora. "Ternyata Tuan Nico masih normal" ucap Jerry, ia segera keluar dari kamar Nico.


Nico keluar dari hotel, ia berjalan dan di ikuti Jerry dari belakang. Jerry membukakan pintu mobil untuk Nico, mobil melaju dengam kecepatan sedang. "Pergi ke hotel ku" ucap Nico.


"Baik Tuan" ucap Jerry.


Mereka sampai di hotel yang Nico katakan, segera mungkin ia turun dan berlari masuk kedalam hotel. Dan membuka kamar hotel nya, nampak disana Naora tengah berbaring dengan di selimuti. Nico mendekati Naora, ia melihat Naora yang tengah menggil.


"Rara" panggilnya, Naora pun membuka mata nya. Ia menatap Nico penuh arti, Nico menempelkan telapak tangannya, ke kening Naora.


"Kau deman, sebaik nya kau istirahat dulu. Aku akan membawa kan mu makanan, dan beberapa obat" jelas Nico, ia meminta jerry untuk mengambil kan makanan dan obat untuk Naora.


"Apa Naora sakit karena aku?" ucap Nico dalam hatinya.


"Jerry, cari informasi tentang Jessica. Ia sekretaris di perusahaan Arsakha" titah Nico.


"Baik tuan" ucap Jerry, sambil membungkuk kan badan nya.


Nico masuk kembali ke dalam, ia mengelus lembut rambut Naora. Meskipun begitu, Nico masih berada di zona bimbang. Siapa dalang sebenarnya,pikir Nico.

__ADS_1


__ADS_2