Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
KETULUSAN


__ADS_3

Mereka baru saja sampai di depan villa, villa itu seperti rumah angker. Gelap, kotor dan juga kumuh


Mereka berjalan memasuki villa tersebut, semuanya membulatkan mata. Tanpa mereka sadari, mereka sudah ditunggu oleh keluarga Adelia.


"Lama tidak bertemu, Asisten Rendra" ucap seorang pria yang tak lain adalah Ayah Adelia.


"Apa mau mu!" ucap tegas Papah Rendra.


"Tidak ada, hanya meminta sedikit waktumu saja" ucapnya dengan nada mengejek.


"Wah lihat, siapa ini. Putra Edson dan Putra Hamzah juga ada disini rupanya" ucapnya sambil melirik Nico dan Adam.


Kedua lelaki itu geram, Nico ingin sekali memukul pria yang ada di depannya itu. Namun diberhentikan oleh Adam, ia harus sadar posisi mereka yang sekarang.


Adelia datang bersama Arya, Arya mendorong sebuah kursi roda. Nampak tubuh seorang lelaki, yang kepalanya ditutup dengan kain penutup, membulatkan mata ketiga pria tersebut begitu juga Meidina.


Mereka berdua tersenyum penuh kemenangan, ibu Siska datang. Ia merupakan akar dari permasalahan keluarga Virendra.


"Halo Rendra, bagaimana kabarmu?" ucapnya,sambil menatap Papah Rendra.


"Kau!" ucap papah Rendra, penuh nada penekanan.


"Lihatlah, anakmu yang bodoh ini" Siska membukakan kain penutup, lelaki tersebut adalah Arsakha.


Kepalanya sudah berlumuran darah ,Meidina menutup mulutnya. Ia tidak percaya, lelaki di depannya adalah Arsakha.


"Mari kita melakukan negosiasi" ucap seru Martin.


Rendra terkejut dengan apa yang ucapkan Martin barusan.


"Maksudmu?" tanya heran Rendra.


"Kau tinggal pilih, harta mu? atau putramu yang bodoh ini" ucap Siska, ia menunjukan beberapa berkas penting. seperti surat tanah, warisan, hak kepemilikan saham dan masih banyak lainnya.


Tiba-tiba. Arya mengeluarkan pistol dari belakang sakunya, dan menyodorkannya ke arah kepala Arsakha yang tengah pingsan.


"Cepat, apa pilihanmu?" tanya Martin pada Rendra.


Rendra berpikir sejenak, apa yang harus ia pilih. Ini semua terjadi karena kebodohan Arsakha sendiri.


"Sampai hitungan ketiga jika kau belum sempat memilih, akan aku lenyapkan kalian semua" ucap Martin menggertak.


"Satu"


"Dua"


Martin mulai menghitung, saat akan berlanjut kehitungan ke tiga


Dor..


Sebuah tembakan mengagetkan keluarga Adelia, tembakan itu membuat pistol yang di tangan Arya terjatuh dan berdarah.


Mikey datang membawa pasukannya. Lucifer dan Zexo juga ikut datang dengan pasukan perang rahasia divisi satu.


"Rencanaku dengan Mikey berhasil" Nico tersenyum ala mafia nya, ia sudah bersemangat untuk berperang.


Keluarga Adelia terjatuh lemas, para anak buah Martin mulai menyerang dengan segera anak buah Nico pun membalas.


"Ayo, kita harus pergi" ujar Papah Rendra dan diangguki oleh semuanya.


Martin bangkit, ia mengambil pistol yang terjatuh dibawah lantai. "Tidak akanku biarkan kalian keluar hidup-hidup dari villa ini!" ucap Martin ia menyodorkan pistol itu ke arah Papah Rendra dan selanjutnya Arsakha.

__ADS_1


Dor...


Martin menembakan peluru ke arah Arsakha yang tergeletak lemas di bawah lantai tak berdaya. Mereka terkejut termasuk Meidina yang menyaksikan kejadian itu secara langsung tepat didepan matanya.


Meidina berlari dan melindungi Arsakha, beruntung peluru itu tidak mengenai Meidina ataupun Arsakha.


"Meidina!" Ketiga pria itu berteriak kaget, melihat aksi heroik Meidina.


Seorang pria datang dari belakang


"Tuan" Mikey datang, Nico melirik nya.


"Tuan, Tuan Edson dan Tuan Hamzah. Sebentar lagi akan sampai" ucap Mikey.


Deg!


Adam kaget, ketika mendengar sang ayah yang masih hidup. Keluarga Adelia membulatkan matanya.


"Itu tidak mungkin, Hamzah sudah mati" teriak Siska histeris.


"Adam, bawa adikmu dan Sakha pergi" titah Nico


"Cepat, pergilah" perintah Papah Rendra, Adam segera mendekati Meidina dan menggendong Arsakha.


"Ayo" ajak Adam.


"Mau kemana kalian!" teriak Martin, tentu saja Nico sudah tidak bisa digretak lagi. Nico dan Papah Rendra tersenyum bersama, "Nico,ayo segera selesaikan" ucap Papah Rendra. "Tentu saja" ucap Nico penuh semangat.


"Mikey, kawal Adam" perintah Nico.


"Baik tuan" ucap Mikey, ia segera mengikuti adam.


Para anak buah Martin sudah sebagian dikalahkan, Mikey berjalan dibelakang adam. Adelia nampak kesal, ia segera mengambil pistol yang ada di ayah nya, dan menembakinya ke arah Nico.


Dor


Nico mendekati Adelia, ia mengambil paksa pistol tersebut. Martin dengan segera akan memukul Nico, namun Papah Rendra segera menghentikannya.


Ia berhasil merebut pistol tersebut, dan melemparnya keluar. Tanpa basa-basi lagi, Nico membalaskan dendamnya pada keluarga Adelia, dibantu Papa Rendra yang menahan Martin.


Adam dan Meidina sudah pergi, Mikey mengawal mereka. Saat diperjalanan keluar dari hutan, mereka terkepung anak buah Martin.


"Tuan Adam, tuan pergilah bersama nona muda" saut Mikey.


"Dan kau, akan menyerang mereka sendirian begitu?" tanya Adam, Mikey terdiam, ia tidak mungkin menyerang pasukan Martin seorang diri.


"Meidina, jaga dirimu. Berjalan lah lurus terus hingga nanti kau akan bertemu pemukiman warga di depan sana" ucap Adam menyuruh Meidina pergi.


"Lalu, kak Adam bagaimana?" ucap Meidina khawatir.


"Aku akan tetap disini, bersama Mikey dan Arsakha" ucap Adam meyakinkan adiknya.


"Tidak kak, aku tidak mau" ucap Meidina sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan keras kepala Meidina" saut Adam.


"Baiklah, biarkan aku pergi bersama Arsakha kak" ucapan Meidina sukses membuat Adam dan Mikey kaget.


"Kau yakin?" tanya Adam, dan di angguki oleh Meidina.


Meidina segera pergi, ia berusaha membawa Arsakha dengan tubuh kecil nya. Adam dan Mikey bertarung melawan anak buah Martin, sedangkan Nico dan Papah Rendra melawan Martin dan Arya.

__ADS_1


Adelia dan ibu nya berhasil kabur, dengan segera pasukan divisi dua mengejar mereka. Naora memerintahkan sebagian anak buahnya untuk mencari keberadaan Adam dan Meidina.


Cukup lama Meidina berjalan sambil menggendong Arsakha, ia menemukan sebuah gubuk didepan sana. Ia sudah dekat dengan pemukiman warga ternyata.


"Aku sungguh tidak sanggup lagi, sebaiknya aku beristirahat dulu" gumamnya, ia menurunkan Arsakha dan menidurkannya.


Tengah malam Arsakha bangun, ia memegangi kepalanya yang sangat terasa nyeri. Sakha terkejut, ia tertidur dibahu Meidina.


"Kenapa aku bersamanya" batin Arsakha.


Ia bingung, kenapa bukan Adelia yang berada disamping nya . "Astaga" gumam nya sambil memegangi kepalanya.


Flasback On.


Saat itu, Arsakha pergi dari mansionnya bersama Adelia. Ia hendak ingin pergi ke apartemen Adelia, namun Adelia memaksa ingin ke mansion keluarganya.


Tentu saja Sakha terheran-heran, ia pun mengajak Adelia pergi kesana. Sementara itu di mansion, Kakek Setya dan Nenek Siti tengah berkumpul bersama pelayan lainnya.


Mereka tak akan menyangka kedatangan tamu yang tak diundang, dia adalah Siska anak dari Kakek Setya dan Nenek Siti.


"Siska" ucap Kakek Setya kaget dengan kedatangan putrinya ke mansion majikannya.


"Siapa kau, aku tidak kenal denganmu" ketus Siska,membuat Nenek Siti geram.


"Dasar kau, anak durhaka!" tegas Nenek Siti, ia melototi putrinya meskipun tidak seseram seperti yang difilm ketika sang ibu mengutuk anaknya.


Siska pergi masuk ke dalam, tanpa menghiraukan semuanya. Zohan sang kepala pelayan dan para keamanan mansion mencegah masuk Siska.


"Swety lihatlah anakmu dia tidak menganggap kita sebagai orang tua nya lagi" ucap kakek Setya pada nenek Siti.


"Diamlah, itu bibitmu sendiri" jawab Nenek siti dengan nada tidak suka.


"Ayo buat anak lagi, anak yang menganggap kita sebagai orang tua nya" ucap Kakek Setya ia merangkul bahu nenek Siti.


"Cik, kau sudah tua kakek cangkul!" ketus Siti.


"Tapi hasratku masih muda seperti pengantin baru nenek gayung" ucap Kakek Setya dengan manjanya.


Tingkah laku keduanya, membuat para pelayan terkekeh geli dan tertawa terbahak-bahak.


Siska masih memaksa masuk, hingga satu mobil hitam masuk ke halaman mansion. Mereka menembak para pelayan itu, dan mereka semua terluka parah begitu juga dengan Kakek Setya dan Nenek Siti.


Sikembar Hendra dan Hendri baru saja datang, mereka sudah dikelabui, ternyata Adelia tidak bersama Siska.


Sikembar melawan tapi nahas mereka kalah jumblah. Siska berhasil masuk, ia menembak dada Zohan. Dengan segera ia mencari semua surat-surat penting milik Virendra didalam, Zohan dengan sekuat tenaga memberhentikan Siska yang keluar dengan membawa aset berharga tuannya.


Arsakha dan Adelia baru saja sampai di depan mansion, Sakha membulatkan matanya, ia melihat para pelayan sudah berlumuran darah.


Saat memasuki kedalam mansion


Brugh...


Sakha terkapar jatuh ke lantai, seorang pria memukul kepalanya dengan kayu. Ia adalah Arya pacar Adelia.


"Sakha!" teriak Adelia, ia berakting sebisa mungkin.


Ibunya menghampirinya, mereka membawa Arskaha ke mobil dan tak lupa Siska menuliskan sebuah surat untuk nantinya Papa Rendra baca.


Zohan masih tersadar, ia melihat tuan mudanya dibawa. Ingin sekali rasanya menghentikan aksi mereka, akan tetapi ia sekarang terlalu lemah untuk melawan.


Flasback Off.

__ADS_1


Sakha memandangi Meidina yang sebentar lagi mereka akan berpisah, Meidina terbangun ia mengucek matanya. Dengan cepat Arsakha segera memalingkan pandangannya ke arah lain.


__ADS_2