Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Tak-Tik Lawan


__ADS_3

Suara guntur menggelegar di luar, mengagetkan David dan juga Jingga yang tengah bersibuk diri menyiapkan barang-barang mereka yang berada di dalam bagasi mobil.


Mereka tidak menyangka jika Sakha dan juga Niko telah menemukan mereka, dan dengan cepat juga mereka harus pergi dari negri ini dan kabur ke negara yang lainnya. Namun jika sudah tertangkap mana bisa untuk kabur lagi, Nico bukanlah orang yang bodoh, ia akan terus mencari keberadaan David yang telah Mengusik kedamaian keluarganya.


" Dasar bodoh, Kenapa Arsaka bisa mengetahui identitasku! Katamu, mereka adalah orang-orang yang bodoh, maka untuk mencari informasiku saja mereka tidak akan pernah bisa mendapatkannya. Tapi kenapa mereka bisa mengetahui informasi ku! dan juga keberadaanku David!" Celoteh Jingga yang kini tengah beradu argumen dengan David


" Diamlah Dasar bodoh, cepat kau kemasi barang-barangmu dan kita akan pergi ke luar negeri" ucap David


"Kenapa kita harus pergi?! bukankah kau ini sangat hebat? bukankah kau juga rencana ini dari ceritamu?! Kau juga akan dipenjara David!" tegas Jingga yang menggertak David


" Diamlah, jika kau tidak ingin mati di tanganku!"


Jingga seketika itu pun terdiam, ia merasa lehernya sesak karena lehernya tercekik keras oleh David yang spontan mencekiknya dengan sangat kasar.


Jingga terdiam, Ia hanya menuruti apa kemauan David, jika tidak ia akan ditelantarkan di negara ini dan juga akan dipenjara seorang diri. Mau bagaimana lagi, ia sudah bekerja sama dengan David. Orang yang sangat jahat itu dan dia juga akan berakhir seperti ini ujungnya.


" Kau diamlah dan ikuti semua apa kataku, jika kau tidak menurut aku akan menyerahkanmu kepada polisi. Apa kau percaya jika polisi lebih percaya kepada seseorang yang lebih berkuasa dibandingkan orang yang tak berkuasa."


"Aku bisa saja membuat karangan cerita palsu yang bisa menjebloskanmu ke dalam penjara tanpa melibatkan aku. Tapi, aku adalah orang yang baik yang mampu bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalahmu ini cepat. Masuklah ke mobil, dan dan diamlah! ikuti saja ke mana aku pergi!"


Tidak ambil pusing, mereka pun pergi menggunakan mobil sedan milik david. Jingga hanya terdiam meratapi nasibnya yang saat ini tengah berada di tangan david, minta dipenjara ataupun nanti terkena hukuman mati sekali pun ia pasti akan terkena dampaknya untuk dirinya sendiri.


Sedangkan David dia memiliki kekuasaan yang tinggi untuk membela diri, seharusnya kalau ia tidak ikut serta dalam rencana untuk mencelakai Soraya dengan berlatar belakang istrinya Sakha.


Ia adalah musuh bebuyutan di bisnisnya David, David sangat membenci Sakha dengan menjerumuskan istrinya akan membuat nama baik Sakha hancur. Mobil melaju dengan begitu kencang, sehingga membuat Jingga ketakutan dan meminta David untuk menghentikan laju kendaraannya tersebut.

__ADS_1


" David apa yang kau lakukan? kau ingin membunuhku?"


Tapi David hanya terdiam sambil cengengesan, menertawai Jingga yang kini kalang kabut ketakutan.


" Apa kalo takut Jingga? bukankah kau yang membunuh istru praktik dan lihat apa kejadiannya sekarang? dia masih hidup karena kau tidak menghabisi nyawanya dengan sepenuhnya!" celoteh David yang menggertak Jingga.


jingga hanya terdiam sambil meringis kesakitan ketika kepalanya terkena kaca mobil, ia terpental begitu saja ketika mobil itu mengerem mendadak. Tidak ada lagi kata untuk kabur bagi Jingga dan David, karena mereka sudah terkepung.


Sedangkan David masih mencoba melarikan diri dengan menyelinap ke belakang, karena polisi berada di depan. Namun sayangnya, ada anak buah Nico yang menjaga area belakang dan pinggiran.


"Sial!" umpat David.


Tidak ada lagi kata untuk melarikan diri bagi mereka berdua, dan akhirnya mereka berdua pun di bawah kepada yang berwenang untuk dibawa dan diinterogasi secara langsung tentang kasus yang telah lama ini.


Sesuai yang Niko rencanakan, ternyata menangkap David dan juga anak buahnya tidaklah sulit. Ia hanya perlu melacak keberadaan nya dan juga mencari bukti dari tahun ke tahun.


Nico senang, begitupun juga dengan Arsakha dan Musa. Akhirnya skandal persoalan terakhir ini akan terpecahkan, dan juga akan berakhir dengan bahagia. Memang mereka tidak tahu dengan Adam yang kini tengah dirundung pilu, tentang kesehatan kesehatan Devannya yang terus memburuk.


Namun persoalan tersebut akan segera mereka pecahkan setelah skandal Soraya ini berakhir.


"Selamat Arsakha, sebentar lagi nama baik istrimu akan segera bersih dari publik" ucap Musa di sambungan telepon tersebut.


Arsakha yang kala itu tengah sibuk dengan laptopnya, memilih untuk mengangkat panggilan darimu sayang hanya untuk memberikan ucapan selamat kepada Arsakha.


"Terima kasih banyak Musa, kau tidak mau datang kemari Musa? Adam dan Nico akan segera kemari untuk mengurus konferensi press Pratik dan juga istrinya tentang skandal Soraya, dan juga soraya pun akan ikut serta di dalamnya." jelas Arsakha.

__ADS_1


Musa terdiam, seketika itu ia hanya memijat peran pelapis matanya yang pusing itu.


" Kau tahu Sakha, Moeza sedang demam tinggi dan aku takut jika ia kenapa-kenapa. Maaf Sakha, aku tidak bisa datang ke london. Aku akan menyusul nanti saja" ucap Musa


Arsakha pun mengerti tentang perasaan Musa, dulu ia pernah kehilangan anaknya yang satu lagi karena demam tinggi. Yaitu adalah Moana, adik kandung Moeza yang saat itu masih berusia lima bulan.


Moeza dan Moana terkena sebuah penyakit virus, yang menyebabkan si kembar tersebut demam tinggi dan akhirnya Moeza selamat dan Moana tidak.


Setelah kehilangan yang begitu dalam, mereka berdua sangat menyayangi Moeza dan menjaganya dengan sungguh-sungguh. Agar kejadian seperti Moana tidak terjadi lagi kepada Moeza.


"Arsakha, apa kau sudah tahu siapa yang mencela kali istri Pratik dengan menyamar sebagai istrimu?" tanya serius Musa pada Arsakha.


Arsakha menjawab, "Iya aku tahu. Dia adalah jingga, kembaran soraya. Kau akan sangat terkejut nanti jika berita ini ditayangkan di televisi Musa."


Musa semakin girang, dia tidak tahu jika soraya memiliki kembaran karena ia hanya tahu Soraya adalah anak sebatang kara dan penuh dengan kesedihan di dalam hidupnya.


" Aku berterima kasih banyak padamu dan juga Nicho. Kalian yang telah membersihkan nama baik Soraya, namun aku tidak bisa menghadiri konferensi pers karena putra aku sedang sakit" ucap Musa dengan nada penuh lirihan di sambungan telepon tersebut.


" Tidak apa-apa Musa, jagalah Moezamu karena dia adalah penerus perusahaan Aldebaran satu-satunya, dan untukmu juga jangan terlalu bersedih atas kehilangan adiknya Moeza yang selaku kembarannya itu. Buatlah lagi anak, kena banyak anak banyak rezeki."


Celoteh Arsakah yang memecahkan kesedihan diantara topik pembicaraan mereka.


" Kalau saja Sakha, sebaiknya kau cepat cepat memiliki momongan, karena aku sudah memiliki momongan, niko pun juga sama dan lebih adam yang sudah siap menjadi seorang ayah. Kalau kau kapan? Apa kau memang tidak berminat untuk menjadi seorang ayah?"


Pertanyaan dari Musa bisa membuat Arsakha sedikit berpikir keras, benar juga apa yang dikatakan Musa. Ia sudah bertahun-tahun menikah dengan Soraya namun belum pernah merasakan malam pertama dengan istrinya itu.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2