Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
S2 : Kesedihan Arsakha


__ADS_3

Salah paham, adalah kata yang sangat pas untuk menggambarkan Soraya.


“Jadi dia tidak kemari?” tanya Soraya sungguh-sungguh.


Meidina pun menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tentu tidak, karena kau sudah di sini. Jadi ayo kita sambut para penggemar” ucap Meidina, ia menggenggam tangan Soraya dan mengajak Soraya pergi.


Mau tak mau, Soraya pun pergi bersama Meidina dan tak lama itu juga ada Anya yang menyusul. Perilisan novel baru Meidina begitu ramai, karena Meidina sudah menjadi penulis diusia yangbegitu belia jadi tak heran jika para pembacanya sudah sangat banyak.


...…...


Dalam ruangan sana, Arsakha tengah menopang kaki kanannya menggunakan kaki kirinya. Layaknya seperti orang yang sangat berkuasa, Sakha melihat orang-orang yang tengah bersujud meminta ampun pada Sakha, disisi kanannya ada Gabbrielza yang selaku CEO GT Entertaiment, dan disebelah kirinya ada Adam dan Musa.


FYI : Gabbriel adalah salah satu tokoh pendukung dinovel RAIDEN QYLER, ia juga seorang mafia dan merupakan sahabat dekat Nico saat di italia.


“Berani-beraninya kalian melawanku, apa kalian tahu aku ini siapa?!  Aku bisa membuat perusahaan kalian runtuh dalam sekejap mata” ucap Arsakha dengan nada penuh ketegasaan disetiap kalimatnya.


“Mohon ampun tuan, kami berjanji tidak akan melakukan kesalahan itu lagi, toh foto-fotonya sudah terhapus dan belum terekpos dimedia” ucap salah satu pria yang bersujud di sana.


Terdapat tiga pria yang bersujud di depan Arsakha, Arsakha pun berdiri dan langsung menendang pria itu. Kedua sahabat Arsakha hanya diam, begitu juga dengan GB yang tak peduli dengan karyawannya yang tengah ditendang oleh Sakha. Sakha menarik kerah baju pria tadi, dan iamenghantamkan pkulan di wajahnya.


“Dan lalu, jika aku tidak segera membereskan masalah ini kalian akan mengekposnya begitu?!” tanya Sakha yang sudah mulai marah tersebut.


“Mohon ampun tuan, kami tidak akan melakukannya” sahut salah satu temannya.


“Sudah Arsakha, sebaiknya kita bawa saja ke pihak yang berwenang karena percuma saja jika kita yang melalukannya, sama saja ini dengan kekerasan” ujar Musa.


“Itu betul Sakha, aku dan kita semua tidak mau kau menghakimi sendiri” saahut Musa.

__ADS_1


Arsakha melepaskan pria tersebut dan merapihkan kerah baju kemejanya. “Panggilkan polisi” titah Arsakha, Adam mengangguk dan memanggil pihak yang berwenang.


 


Malam harinya, seperti biasa Soraya menunggu kepulangan Arsakha. Namun yang di tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya, sudah jam 11 malam lewat dan hujan di luar semakin deras.


“Arsakha di mana ya…” lirih Soraya sambil melihat dari atas balkon.


Belum ada tanda-tanda Sakha pulang, bahkan suara mobilnya pun tak terdengar. Hanya ada suara rintikkan hujan dan juga angin malam yang berhembusan dengan sangat kencang. Soraya tentu saja sangat khwatir dengan keadaan suaminya, terlebih lagi Sakha yang selalu pulang malam dan badannya bau alkohol.


Sedangkan di sisi lain, Arsakha tengah menunggu hujan reda di perusahaannya. Ia dengan santainya duduk  di pos satpam dengan para satpam, dengan di temani kopi hitam panas. Mereka memulai obrolan dari jam 9 sampai jam menunjukan jam 11, namun sakha masih enggan untuk pulang.


Walaupun hanya mereka bertiga, namun Arsakha nampak menikmati obrolannya yang sederhana.


“Saya pernah dilempari batu 5 kilo gara-gara enggak ngasih uang bulanan sama istri saya pak” sahut Manto, si satpam yang bertubuh gendut.


Arsakha terkekeh geli mendengar pernyataan dari peawainya tersebut, walapun terkesan garing tapi tidak untuk arsakha. Ternyata di dunia ini masih ada pria yang lebih menyedihkan di bandingkan dirinya.


“Kalau bapak enak, ibu adalah seorang model, dan bapak sendiri seorang ceo. Tapi sayang-“ ucap Manto yang terputus dan menggantung.


“Tapi kenapa Man?” tanya Sakha yang spontan.


“Tapi kenapa ya Pak? Manto sendiri saja lupa, mwehehe”


‘’Pak, pernikahan bapak dan ibu kan sudah lama. Apa bapak dan ibu tidak berniataan memiliki momongan?’’ Dan dengan sponta, Manto pun menyenggol lengan minta yang perkataannya ini sedikit exstream.


Arsakha tersenyum, ia menunduk sebentar dan langsung kembali menatap Minta. “Itu karena kami belum sempat memikirkan untuk memiliki buah hati, entah karena masih sibuk dengan karir atau pekerjaan yang lain” bohong Arsakha, yang padahal dia sendiri sangat menginginkan buah hati.

__ADS_1


“Tapi saran saya bapak harus segera memilikinya pak, karena takutnya si kecebong bapak malah tidak mau berenang jauh ketika bapa sudah berumur” timpal Minta, yang menasehatinyaa.


Sakha tersenyu, “Terima kasih Minta atas sarannya, akan aku coba memikirkannya lagi.” Arsakha bangkit dari duduknya dan langsung memberikan uang berwarna biru dua.


‘’ Ini untuk kalian berdua, anggap saja untuk bonus malam ini. Aku akan pulang, sepertinya hujan sudah reda ‘’ ucap Sakha, kedua satpam itu pun bangun dan memberikan ucapan terima kasih banyak padaskha.


“Terima kasih banyak pak, saya akan buka kan gerbannya untuk bapak” ucap Manto.


Arsakha menjauh dan segera mengambil mobilnya yang terpakri di sana. Gerbang terbuka, dan sakha tak lupa menyalakan klaksonnya sekali untuk memberi tanda terima kasih pada pegawainya.


Sakha melihat jam tangannya, sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam. Artinya, sebentar lagi tengah malam, dan sakha belum juga pulang ke rumah. Nampak di rumah, Soraya yang tengah gelisah tadi kini perlahan-lahan sudah mulai menutup matanya karena sudah mulai mengantuk berat.


“Sakha…” gumamnya, dan ia pun tertidur di sofa ruang tamu.


Masih di jalan, sakha memelankan mobilnya dengan sengaja. Karena jalanan yang begitu licin dan juga masih diguyur rintikkan hujan. Arsakha menguap, matanya juga sudah berair. Ia sudah mengantuk dan segera ingin pulang dan tidur dengan nyenyak.


Namun pemandangan di depannya sangatlah tidak menyenyakkan bagi arskha, ia melihat pasangan muda yang tengah berboncengan mesra di sepeda motornya. Sudah larut begini, tapi kenapa mereka masih keluar malam-malam. Dan niat jahil pun berlintas dibenak Arsakha ketika ia melihat genangan air di depannya, Arsakha melajukan mobilnya dengan kencang sampai menimbulkan cibratan air dan itu mengenai dua sejoli tadi.


Arsakha terkekeh geli dan merasa puas, setidaknya ia memiliki bahan lucuan agar ia tak terlalu mengantuk.


“Hahaha, rasain kalian”


Tak ada rasa bersalah bagi Arsakha, ia masih cengengesan. Sampai ia tak terasa sudah berada dekat dengan rumahnya, tempat yang merupakan menjadi tempat istrirahat dan tempat untuknya berlindung. Sangat lelah rasanya, Arsakha disibukkan dengan beberapa urusan dan masalah di kantor tadi. Namun ia tetap berlapang dada dan bersyukur, akan nikmat yang telah diberikan oleh sang maha kuasa untuknya sampai saat ini.


...TO BE CONTINUE ...


Selama nunggu PCL up, kalian boleh banget nih mampir kek karya bubu yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2