
Siang itu Adam terbangun,ia melupakan satu hal yang paling penting. Pquk,ia menepuk kening nya dengan pelan.
"Mengapa aku bisa lupa,aku harus mencari Meidina" gumam Adam,ia pun bangkit dari tidurnya,dan menghampiri Nico yang tengah tertidur juga di sofa.
"Hey bodoh,bangun" ucap adam,ia menepuk-nepuk pantat Nico.
"Hmm" Nico tak kunjung bangun,ia pun segera mendekati Arsakha yang tengah terlelap dalam tidurnya.
"Hey bodoh kedua,bangun" ucap adam,ia pun melakukan hal yang sama pada Arsakha. Dengan menepuk-nepuk pantat Arsakha.
"Hoam" Arsakha pun seketika bangun, "Hmm. Ada apa?" ucap Sakha dengan suara khas nya.
"Kau lupa,semalam kita berniat mencari keberadaan Meidina,dasar bodoh!" ketus Adam, Arsakha pun segera bangun dan terduduk.
"Benar juga,kenapa kau bisa lupa" ucap polos Arsakha.
"Jadi kau menyalahkan ku Sakha" ucap Adam semakin tidak terima.
"Tidak" ucap singkat Sakha.
Di tengah pertengkaran antara Adam vs Arsakha, Nico terbangun. Ia melirik ke arah sahabatnya, seketika ia kaget dan langsung bangun. Tanpa pikir panjang lagi,ia langsung mengambil dan menyalahkan laptop milik nya.
Adam dan Arsakha mendekati Nico,mereka mengintip Nico yang sedang fokus pada laptop nya. "Dasar bodoh,kenapa kalian melupakan Meidina" ucap Nico penuh emosi.
"Kau juga bodoh!" ucap Adam dan Arsakha bersamaan.
"Cih" ketus Nico,ia membuang pandangan nya pada Adam dan Arsakha.
Tampak jelas di layar laptop,bross itu jatuh tidak sengaja dari Meidina. Mereka semua membulatkan matanya,ketika seorang pria tengah menggendong Meidina,dan membawanya masuk kedalam mobil.
Hanya terlihat punggung nya saja,mereka tidak melihat wajah pria tersebut yang membawa Meidina pergi. Adam mengepal kan tangan nya.
"Sialan,awas saja jika pria itu macam-macam pada adik ku" tegas Adam.
Nico meliriknya,ia segera menghubungi tangan kanan nya. Mikey datang,ia mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan Nico. "Mike,cari tahu siapa dia" ucap Nico,ia melihatkan layar monitor nya. Mikey mengangguki nya. "Baik tuan" ucap Mikey.
"Tuan. Tadi pagi saat pukul 2 dini hari,tuan Rendra pergi dari markas. Dia mengatakan,akan membereskan mansion nya" ucap jelas Mikey.
__ADS_1
Mereka bertiga tersadar,saat bangun tadi mengapa tidak terpikiran,jika papah Rendra tidak ada. "Hmm,baiklah. Kau boleh pergi" ucap Nico.
Baru saja membicarakan papah Rendra,ia menghubungi Nico, Nico menjawab telepon dari papah Rendra. Mereka lega ketika mendengar kabar,jika Meidina sudah aman sekarang. Tetapi mereka bersedih ketika mendengar kabar kematian dari kakek Setya dan nenek Siti. Papah Rendra juga mengatakan ,jika Meidina sudah berada di rumahnya tengah terisak tangis. Telepon terputus, Adam semakin sedih sekarang.
"Kau lihat,apa yang sudah wanita gila itu perbuat" ketus Adam,ia meninggalkan Arsakha dan Nico. Nico menyusul Adam keluar, Sakha masih terdiam.
Ketika melihat aksi Meidina, yang rela mempertaruhkan nyawa nya demi menyelamatkan diri nya. Sakha menitih kan air mata nya, ia pun segera ikut keluar. Ia teringat ketika Adelia selalu berusaha meyakin Arsakha,kini harapan nya harus pupus. Sekarang ia percaya apa yang dikatakan sahabat nya,ia mengepalkan tangan nya dan mengeraskan rahang nya.
"Tunggu perhitunganku!" gumam Arsakha.
Pagi tadi,Meidina memaksa keluar dari Rumah Sakit. Meskipun dokter Anya dan Musa sudah melarang, Meidina masih bersikeras ingin keluar dari Rumah Sakit.
Mau tidak mau, Dokter Anya pun mengizinkan nya. Musa yang kala itu ingin mengantar Meidina pulang,harus mengurungkan niat nya. Sekretaris perusahaan nya terus menerus menghubungi nya,mengingatkan agar Musa datang ke rapat dewan perusahaan.
Saat-saat di pemakaman,hari mulai menjelang siang. Meidina masih terisak dalam tangis nya,pemakaman Kakek Setya dan Nenek Sity sudah berlangsung , Meidina hanya bisa pasrah,ketika melihat tubuh kakek dan nenek nya tertutup tanah. Ia berusaha agar kuat,seperti yang pernah nenek Sity bilang. Jadilah wanita yang kuat,meskipun kau sering tersakiti. Dari rasa sakit itulah,yang nanti akan mengajarimu menjadi wanita yang kuat.
Ikhlas adalah jalan terbaik,meskipun sakit. Percayalah,ia adalah obat terbaik untuk semua cobaan dan masalah. Meidina berusaha kuat seorang diri sekarang.
Adinda datang bersama Husein, Adinda mencoba menyemangati nya. Tentu saja Meidina bahagia ada Dinda disampingnya sekarang,seorang sahabat yang bisa berbagi suka dan duka nya. Kak Husein yang dulu pernah menyukai Meidina pun menyemangati Meidina,agar tetap tegar menerima cobaan yang tengah tuhan berikan.
Ketiga lelaki tampan itu datang,mereka masuk kedalam rumah Meidina. Arsakha melirik sebuah foto saat Meidina masih kecil.
"Kenapa aku sangat tidak asing dengan foto anak kecil ini" gumam nya dalam hati.
Mereka mengucapkap bela sungkawa. Adam melirik meidina,ia menenangkan adik nya begitu juga dengan Nico.
Papah Rendra mengajak Meidina agar tinggal di Mansion Virendra,tentu saja Meidina menolak. Ia lebih memilih tinggal di rumah peninggalan kakek dan nenek nya.
Meidina lebih memilih tinggal seorang diri,ia menyalakan TV hanya ada berita tentang dirinya dan Arsakha tengah berselingkuh dengan Adelia. Berita perceraian mereka pun terliput, Meidina hanya menghela nafas nya dalam-dalam.
"Aku ingin pergi dari negara ini" gumam nya, ia mengambil rekening miliknya dan bersiap diri untuk pergi ke bank.
Saat ditengah perjalanan,Meidina bertemu dengan Adinda. Adinda turun dari mobil nya, dan langsung menghampiri Meidina, "Meidina" ucap nya.
Ia melirik dan tersenyum, "Meidina kau sedang apa malam-malam begini?" tanya Adinda.
"Aku ingin pergi ke bank,mengambil semua tabunganku" jawab Meidina. Adinda mengerutkan kening nya. "Untuk apa mei?,jika kau kekurangan uang. Kau bisa tinggal bersamaku" ucap Adinda,ia memegang tangan Meidina
__ADS_1
"Tidak Adinda,tolong jangan bilang pada siapa pun. Aku mohon" ucap meidina dengan mata berbinar-binar.
Adinda bingung dengan apa yang Meidina katakan. "Apa maksudmu mei?"
"Aku ingin meninggalkan negara ini,dan memulai hidup yang baru di luar negri" jelas Meidina,sontak Adinda kaget dengan apa yang di ucapkan sahabatnya.
"Tapi kenapa Meidina,kalau begitu aku juga akan ikut bersamamu" ucap Adinda,ia menitihkan air matanya. Seketika Meidina langsung menghapusnya.
"Tidak Adinda,aku akan tinggal di negara impianku" ucap meidina. Adinda hanya bisa pasrah dengan ucapan sahabatnya itu,ia memeluk dan meminta Meidina untuk selalu menghubunginya setiap waktu.
Arsakha tengah berdiam diri di kamar nya,ia mengingat akan foto yang berada di rumah Meidina, Sakha mengambil sebuah kotak kecil dari lemari nya. Ia pun membuka,dan mengambil isi di dalam kotak tersebut.
Sebuah foto dirinya saat kecil,dan seorang bayi disamping nya. Didalam foto tersebut,ia tengah tidur terlelap sambil memeluk bayi perempuan yang berada disamping nya.
"Aku merindukanmu Nurul" gumam nya,ia mencium foto itu, "Mengapa saat melihat anak kecil di dalam foto itu, aku teringat akan diri mu,aku sangat merindukanmu" Sakha terlelap sambil memeluk sebuah foto di tangan nya,ia tak bisa melepaskan nama Nurul dalam hatinya. Meskipun Adelia pernah singgah dan menguasai hatinya,sesungguh nya Arsakha sangatlah mencintai gadis yang ia cintai sejak kecil.
Hari berganti,perceraian sudah beres dan juga beasiswa nya,ia memilih mengundurkan diri nya. Di usia tujuh belas tahun ini,ia haru menerima kenyataan bahwa dia saat ini adalah seorang jamur (janda dibawah umur).
Itu semua tidak membuat meidina patah,ia bangkit dan memulai hidup yang baru. Meidina tengah mengemasi barang-barang nya,ia memasukan beberapa barang penting saja,seperti kalung giok yang sangat berharga bagi nya. Kalung yang selalu ia pakai sejak kecil,tapi sayang kalung itu sudah tidak muat lagi untuk nya. Ia lebih memilih untuk menyimpan nya selama ini.
Kata kakek,kalung ini sudah ada pada nya saat meidina kecil. Meidina pikir,ini adalah sebuah perhiasan biasa dari keluarga yang sudah membuangnya dulu. Ia menyimpan kalung itu kedalam sebuah koper,ketika sudah siap semuanya ia pergi meninggalkan rumahnya. Tanpa diketahui siapa pun,ia hanyaa menitip kan surat pada tetangga jika suatu hari nanti Adam atau Adinda datang mencarinya.
.
.
.
Makin penasarankan ya? 😄
Sebelumnya neng othor mau ngucapin terima kasih banyak buat kalian semua yang udah ngedukung neng othor sampe sejauh ini❤ ❤ ❤
Buat kalian yang ngga suka, atau ngerasa karya aku jelek dan jiplakan,silahkan pergi. Ini cerita aku sendiri,aku yang buat dan aku yang konsepin semuanya, ini juga pertama kalinya aku terjun di dunia penulisan,jadi wajar aja masih acak-acak dan masih banyak typo bertebaran. Semua pasti butuh proses,ibaratkan bayi yang baru lahir. Gak mungkin kan langsung bisa jalan sama ngomong, pasti ngelewati proses merangkak,jatuh bangun nya saat belajar berdiri 🤗
-Silahkan pergi tanpa jejak,jika tidak suka dengan cerita ini !
Daripada di Ghosting gebetan kan lebih sakit eaaaa🤣
__ADS_1