Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Kecelakaan


__ADS_3

Musa menatap Meidina ,ia tengah menangis.


"Memaksa demi kebaikan, tak apa kan?" gumam Musa dalam hati nya.


"Meidina" saut Musa. Meidina hanya terdiam, ia hanya menatap sendu Musa.


Musa memeluk Meidina, ia memendam kan wajah Meidina ke dada nya.


"Maafkan aku, aku terpaksa" ucap Musa.


Dengan sigap Meidina melepaskan pelukan Musa, ia berlari menaiki mobil Musa. Musa menyandarkan kepalanya ke dinding,dan menutup mata nya.


"Maafkan aku Meidina" batin Musa.


Daffa menghampiri Musa, "Tuan" sautnya. Musa membuka mata nya, dan menatap Daffa.


"Selamat atas pernikahan anda, semoga sakinah dan bahagia" ucap Daffa. Musa tersenyum.


"Terima kasih Daffa,kau sudah beritahu kedua orang tuaku?" tanya Musa pada Daffa.


"Sudah tuan, mereka akan tiba di negara ini lusa" jawab Daffa.


Mengingat kesehatan Umi Kulsum yang rentan, membuat Abi Jefri terpaksa berobat ke luar negeri untuk pengobatan lebih lanjut Umi Kulsum. Musa terdiam mematung, padahal baru saja tadi malam Abi Jefri hendak ingin menjewer telinga nya.


"Aku akan ke rumah istriku, kau sebaiknya lanjutkan pekerjaan kantor. Soal resepsi, akan ku beri tahu kembali" ucap jelas Musa, Daffa membungkuk kan kepala nya dan Musa masuk ke dalam mobil nya yang sudah ada Meidina di dalam.


"Kita pergi ke rumah mu, mulai sekarang kau akan tinggal bersama ku, di Mansion ku" ucap Musa, Meidina hanya diam tak bergeming.


Musa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia melirik ke arah Meidina. Hingga mereka sampai di rumah Meidina, Musa membuka kan pintu untuk Meidina. Meidina masuk setengah belari, ia segera mengambil koper milik nya dan mengemasi barang-barang nya. Musa memilih menunggu Meidina di luar, ia mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Halo, Assalamualaikum Ayah" ucap salam Musa.


"Uhuk, Waalaikumusalam" jawab salam Ayah Hamzah.

__ADS_1


"Ayah kami sudah menikah" ucap Musa di sambungan telepon.


"Benar kah uhuk, kenapa cepat sekali?" tanya Ayah Hamzah.


"Maaf ayah, aku tidak bisa menunggu lama" ucap Musa.


Ayah Hamzah membuang pelan nafas nya. "Tidak apa, Ayah bahagia dan senang atas pernikahan kalian. Apa Meidina sudah mencintai mu" tanya Ayah Hamzah.


"Belum ayah, tapi Musa berjanji. Musa tidak akan menyentuh Meidina, jika Meidina belum mencintai Musa" ucap Musa meyakinkan.


"Iya Musa, Ayah mengerti. Ayah harap, kau bisa membahagiakan putri kecil ku" ucap Ayah Hamzah.


"Ada suatu hal, yang ingin ayah katakan padamu" sambung Ayah Hamzah.


"Apa itu ayah" saut Musa.


"Bisa kah kau ke negara B, kau kan tahu sendiri bagaimana kondisi ayah yang sudah tidak memungkinkan ini. Untuk pulang pergi, ke negara A lagi" ucap jelas Ayah Hamzah.


"Tentu ayah, aku akan segera ke sana. Bagaimana dengan ipar ku, apa dia tahu tentang semua nya" ucap Musa.


"Sudah dulu uhuk, ayah ingin beristirahat. Baik-baik kau di sana, Ayah menunggu kehadiran kalian di sini" ucap Ayah Hamzah. Ia mengucapkan salam, dan menutup telepon secara sepihak. Musa menyimpan kembali ponsel nya, ke dalam saku celana nya.


Ia masuk ke dalam rumah Meidina, Musa melihat Meidina tengah mengemasi pakaian nya, dengan memasukan nya ke dalam koper. Saat Musa hendak mendekati Meidina, ia melihat sebuah album foto di atas meja. Dengan segera, Musa mengambil dan membuka nya.


Mata nya tertuju pada sebuah gadis manis, gadis itu sangat lucu karena memiliki pipi yang chaby dan hidung yang mancung. Musa membalik kan halaman berikutnya, ia membulat kan mata nya ketika melihat foto pernikahan Meidina dan Arsakha.


"Mungkin kah, Meidina masih mengharapkan cinta dari Arsakha" gumam Musa dalam hati nya.


Musa segera menutup kembali album tersebut, ia menghampiri Meidina.


"Sore ini, kita akan berangkat ke negara B untuk bertemu keluarga mu, jadi berhenti lah menangis Meidina" ujar Musa.


Meidina berhenti menangis, Musa segera menghapus air mata Meidina. Ia menatap sendu gadis yang di depan nya, Meidina masih diam tak bergeming. Musa memeluk nya, ia juga menitik kan air mata nya.

__ADS_1


"Maaf kan aku Meidina, aku terpaksa" ucap Musa.


Arsakha yang kala itu sedang berada di apartemen nya, mendengar kabar tentang pernikahan Meidina dan Musa yang dadakan seperti tahu bulat itu.


Prang.


Seperti biasa, Sakha memecahkan barang-barang di sekitar nya dan menghancurkan nya.


"Bajingan kau Musa, hari belum berganti tapi kau sudah menikahi Nurul ku, tidak akan aku biarkan ini berlanjut" umpat Arsakha.


Ia mengambil kunci mobilnya,dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak peduli tentang keselamatan,bagi Sakha menemukan Meidina adalah suatu keberuntungan.


Sakha menerobos lampu merah, dan ia juga tidak memakai sabuk pengaman. Saking khawatir nya, ia tidak memikirkan nyawa nya sendiri. Tepat saat berada di pembelokan dekat jurang, mobil Arsakha berhadapan dengan sebuah truk.


"Bajingan" umpat nya.


Sakha terpaksa banting stir, dan mobil itu masuk ke dalam jurang. Sang sopir truk turun, ia hendak akan menyelamatkan Arsakha. Sakha terpental dari dalam mobil nya, dengan luka di bagian tubuh yang sangat banyak karena pecahan kaca mobil, dan kaki nya terjepit mobil. Ia merintis kesakitan, "Meidina, maafkan aku" ucap nya di dalam hati sambil menangis.


Tak lama kemudian, Arsakha tak sadar kan diri. Para warga sibuk turun ke jurang,untuk menyelamatkan Arsakha. Para wartawan pun berdatangan, tepat pada kejadian jatuh nya Arsakah. Meidina dan Musa,sudah tiba di bandara. Daffa mengantar nya, "Hati-hati tuan, semoga selamat sampai tujuan" ucap Daffa.


"Terima kasih Daffa" ucap Musa.


Meidina masih seperti biasa, ia diam tak bergeming sambil membaca sebuah novel, tentang kisah seorang gadis menikah dengan seorang presdir lumpuh. Musa menatap nya, ia mengelus kepala Meidina yang tertutup jilbab panjang nya.


Mereka masuk ke dalam pesawat,dan pesawat sebentar lagi akan lepas landas. Terlintas pikiran Meidina tertuju pada Sakha, namun ia segera menepis pikiran nya jauh-jauh karena kini ia sudah bersuami.


Para warga masih membantu menyelamatkan Arsakha, karena jurang nya sangat dalam membuat warga berhati-hati. Seorang gadis turun, ia tak menggunakan alat pengaman atau pun mementingkan keselamatan nya sendiri.


Ia turun seorang diri, tepat di bawah sana. Ia membantu Arsakha keluar dari mobil nya,tapi karena kaki Sakha yang terjepit mobil. Membuat nya kewalahan, karena mobil itu sangat berat.


"Ayolah keluar boy" ucap gadis itu.


Sedikit demi sedikit,ia mengangkat mobil itu, dan Sakha berhasil ia selamat kan. Warga sudah sampai, mereka membantu membawa Arsakha untuk ke atas. Para wartawan kaget, Arsakha si raja bisnis tengah mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Tentunya ini akan menjadi berita besar untuk publik, setelah perceraian nya dengan sang mantan istri yang publik tidak ketahui. Dan sekarang, berita tentang kecelakaan Arsakha tentunya menjadi berita yang sangat besar.


__ADS_2