Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
BAB 62. NIORA 2


__ADS_3

...Niora ( Nico - Naora)...


...Part 2...


Nico menatap heran naora, "Kau sangat tidak romantis Nico, kau menyatakan cintamu dan melamar ku di ranjang. Kau memang menyebalkan" umpat Naora kesal.


Nico membuang nafas nya dengan kasar, ia memegang kedua tangan Naora.


"Maaf, aku bukan lah lelaki romantis seperti yang kau ingin kan. Aku hanya seorang mafia yang sedang jatuh cinta,dan sebentar lagi akan menjadi budak cinta nya dari wanita ku" ucap Nico, Naora semakin kesal.


"Tentunya wanita yang kau cintai adalah Jessi...Hmm"


Belum juga Naora selesai bicara, tapi Nico malah menarik tangan nya dan mencium lama bibir Naora. Naora berusaha melepaskan nya, ia memukul dada Nico tapi Nico tak kunjung melepaskan nya. Akhirnya ia melepaskan nya, karena sesak nafas begitu juga dengan Naora.


"Jangan mengatakan nama nya lagi, aku sangat membenci nya. Asal kau tahu Rara, wanita yang aku cintai hanyalah dirimu" ucap Nico meyakinkan.


"Benar kah kau mencintai ku?" tanya Naora pada Nico.


"Hmm,benar. Biarkan aku mencintaimu, dan membahagiakan mu bersama anak kita juga" ucap Nico tersenyum pada Naora.


"Jangan mencintai ku Nico, aku hamil anak manusia" ucap konyol Naora.


"Ck, tentu saja dia anak manusia. Apa kau beranggap ayah dari anak ini iblis, dan dia juga anak iblis? " ucap Nico dengan nada sedikit meninggi.


"Aku juga tidak tahu, siapa ayah dari ini. Yang pasti, dia adalah lelaki yang sangat tidak bertanggung jawab" ucap Naora memelas.


"Apa dia sengaja melakukan nya? " batin Nico.


"Kau sedang mengandung anakku Rara, aku yang sudah menghamili mu" ucap Nico, ia mencubit kedua pipi Naora dengan tangan nya.


Seketika, Naora langsung menjauhkan tangan Nico dari hadapan nya.


"Kenapa kau menghamili ku?" lagi-lagi Naora mengatakan hal konyol, yang bisa saja membuat Nico geram.


"Bukan kah kau yang memberikan tubuh mu dengan suka rela pada ku, hmm" ucap Nico, ia memancing emosi Naora.


"Apa, jadi dia ingat dan sadar. Sialan, aku sudah dibohongi ternyata. Dasar lelaki kutub " umpat Naora dalam hati nya.


"Cih, jika bukan karena kau terkena racun kala itu. Aku tidak mungkin memberikan diriku pada mu, aku masih menjaga diri ku karena aku wanita baik-baik" ucap Naora dengan tegas, seketika membuat Nico diam.


"Apa kau menyesal, karena sudah menyelamatkan ku dengan tubuhmu? " tanya pelan Nico.

__ADS_1


Naora membuang nafas nya dengan berat, ia menatap serius Nico.


"Dengar, aku memang menyesal karena sudah memberikan kesucian ku pada lelaki yang bukan suami ku. Tapi, aku akan lebih menyesal jika tidak menyelamatkan mu. Apa kau tahu Nico, aku sangat mencintaimu" ucap Naora, ia memegang tangan Nico. Nico menitik kan air mata nya.


"Iya aku tahu, terima kasih sayang. Kau sudah mau mengorban kan dirimu, untuk menyelamatkan ku. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik, untuk mu dan anak kita" ucap Nico, ia membelai rambut Naora.


"Bagaimana kau bisa yakin, jika anak yang aku kandung adalah anakmu. Bisa saja aku mengandung anak pria lain, meskipun aku menyelamatkan mu" ucap Naora.


"Aku tidak peduli anak siapa yang yang kau kandung sekarang, yang jelas. Jika ada seorang pria yang mengambil mu dariku,maka aku tidak akan segan-segan membunuh pria itu" ucap Nico, dengan aura kehitaman nya muncul.


"Lalu, bagaimana dengan dirimu, kau juga sangat suka tidur dengan wanita lain" ucap Naora.


"Aku akan berusaha menjadi yang terbaik, mulai sekarang wanita ku hanyalah kau Rara" ucap Nico, memeluk tubuh kecil Naora, dan Naora hanya diam, ia tidak memberontak melepaskan.


"Cih, kau hanya mengatakan nya saja kan. Kau tidak pernah berjanji untuk menjadi yang terbaik, kau selalu membuatku jengkel Nico" umpat Naora dengan kesal.


"Aku tidak suka berjanji sayang, aku lebih suka membuktikan nya langsung. Janji hanyalah sebuah omong kosong, yang digunakan pria untuk meluluh kan hati wanita nya" ucap Nico.


"Kau mau agar aku bagaimana hmm" sambung Nico, Naora mendongak ke atas dan menatap Nico.


"Tidak ada, aku hanya kecewa padamu. Dulu kau selalu menyebut nama wanita gila itu, aku sangat marah padamu" ucap Naora cemberut.


"Tidak apa-apa, yang penting sekarang kau baik-baik saja sekarang" ucap Naora, ia menarik hidung mancung Nico.


"Kapan kita menikah sayang?, aku tidak mau menunggu lama. Dan aku juga tidak mau, anak ini lahir saat kau belum menikah " ucap Nico.


"Karena kau, aku jadi hamil di luar nikah" saut Naora.


"Tapi setidaknya aku bertanggung jawab sayang" ucap Nico dengan genit.


"Ck, cepatlah tidur. Kau harus ke rumah sakit besok, demam mu sangat tinggi" ucap Naora , ia menempelka telapak tangan nya di kening Nico.


"Baiklah, besok juga periksa kandunganmu juga ya. Apa kau sudah tahu, jenis kelamin nya apa sayang? " tanya Nico. Naora hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Kau harus tidur sekarang, jangan tidur terlalu larut" ucap Naora, Nico baru sadar jika Naora belum makan.


"Tidak, kau belum makan. Akan ku siapkan makanan untukmu" dengan segera Naora menarik tangan Nico, yang sudah berdiri dan hendak berjalan ke kamar mandi.


"Aku sudah makan, di tempatku bekerja tadi" seketika Nico membulatkan mata nya.


"Mulai sekarang dan seterusnya, kau tidak boleh bekerja" ucap Nico memegang bahu Naora.

__ADS_1


"Tapi kenapa" ucap Naora tidak suka.


"Kau sedang hamil sayang, bagaimana bisa aku membiarkan wanitaku bekerja. Meskipun aku bukan Arsakha, yang dijuluki Raja Bisnis. Aku masih cukup kaya raya, dan masih bisa membuatmu makan enak" ucap panjang Nico, Naora hanya terkekeh geli melihat Nico.


"Kau tertawa" ucap Nico tidak suka.


"Tidak, aku hanya mencintaimu" ucap Naora.


"Kau" ucap Nico, ia mencium pipi Naora dengan gemas.


"Tunggu disini, aku akan mengambil kan mu makanan " ucap Nico, bukan nya nurut.Tapi Naora malah melawan, ia mengikuti Nico ke dapur.


"Aku ingin ikut" ucap Naora memelas.


"Baiklah, terserah padamu" pasrah Nico.


"Nico, aku tidak ingin apa - apa" ucap Naora.


"Lalu kau ingin apa hmm" saut Nico.


"Aku ingin dirimu" ucap Naora.


"Kau sudah pintar menggoda ya, tunggu dan lihat saja nanti akan ku pastikan kau tidak bisa berjalan" ucap Nico, seketika Noara langsung berlari ke kamar, ia menjulurkan lidah nya ke arah Nico. Nico hanya tersenyum,melihat tingkah lucu Naora.


Sangat beruntungan bagi Nico, bertemu dengan Naora. Tuhan masih memberikan nya kesempatan untuk dirinya berubah, dan mempersatukan kembali mereka. Nico datang membawakan sup bening untuk Naora, ia mensuapi Naora hingga suapan terakhir.


"Nico?" sautn Naora.


"Iya,ada apa sayang?" ucap Nico.


"Bisa kah kau berhenti merokok, dan meminum alkohol. Aku sangat tidak suka, jika kau masih menggunakan itu" pinta Naora.


"Apapun untukmu sayang, akan aku lakukan " ucap Nico, ia mengelus rambut Naora dan mencium kening nya.


Malam yang dingin, disertai hujan yang sangat lebat. Tidak membuat kedua insan ini takut, atau pun mempedulikan nya. Mereka saling berbagi ceritanya selama ini, dan bertukar rindu. Nico terbangun,ia melihat Naora masih tertidur di ranjangnya. Naora bangun, dan seketika itu. Nico mengecup kening Naora.


"Selamat pagi sayang" ucap Nico.


"Hmm, selamat pagi. Bagaimana dengan demam mu,apa sudah turun" ucap Naora.


"Sudah sayang, tapi kita masih tetap harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungan mu" ucap Nico, Naora hanya pasrah. Ia menuruti perkataan Nico.

__ADS_1


__ADS_2