Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
Gara-gara tespack


__ADS_3

Musa berjalan ke arah istri kecil nya, ia meranguk pundak Meidina.


"Ayo, kata nya kau ingin membeli somay" ajak Musa


"Tidak jadi sayang, aku sudah tidak ingin. Sebaiknya kita lanjutkan periksa saja,aku mulai merasa mual lagi sayang" ujar Meidina


"Lagi sayang?" ucap musa dengan suara sedikit meninggi, ia membulat kan mata nya


Musa dengan segera menggendong istrinya ala bridal style. Meidina kaget buka main.


"Sayang" lirih nya


"Diam lah, kau harus segera di periksa sayang" ucap Musa


Ia membawa Meidina masuk ke dalam, suster membawa Meidina ke dalam ruangan untuk nya di periksa.


"Bapa diam saja di sini, jangan kemana-mana. Kami akan menyembuhkan istri bapa" jelas salah satu seorang perawat tersebut


Setengah jam Musa menunggu, ia melirik jam tangan nya.


Kenapa lama sekali, mereka tidak mengapa-apa kan istriku kan. Batin Musa


Seketika ia ingat akan si peneror telepon tersebut, merasa sedang terancam. Dengan bodoh nya Musa menerobos masuk ke dalam,beruntung pintu itu tidak terkunci.


Brak!


Sorot mata Musa membulat, ketika melihat istri nya tengah terbaring di ranjang pasien.


"Sayang" saut nya, ia berjalan menghampiri Meidina.


Tidak, istriku tidak apa-apa kan?


Musa mendekati Meidina, ia menggoyang-goyang kan tubuh istrinya.


"Sayang, kau tidak apa-apa kan?" ucap Musa dengan nada meninggi


Kenapa aku bisa sebodoh ini, hingga meninggalkan istriku di dalam sendirian tadi. Kutuklah aku, jika sampai istri ku kenapa-kenapa. Batin Musa


Dokter wanita keluar dari toilet bersama seorang perawat.


"Bapa, jangan berteriak seperti itu. Nanti ibu bisa bangun" ucap perawat tersebut

__ADS_1


Musa mengerutkan kening nya.


"Maksudmu, istri ku tidak apa-apa kan. Kalian sedang tidak mencelakai nya kan?" tanya musa bertubi-tubi membuat dokter dan perawat itu melongo


Meidina membuka pelan mata nya, ia menatap Musa sudah ada di samping nya.


"Sayang, kenapa kau berisik sekali sih" celoteh Meidina, dengan segera Musa memeluk tubuh istri kecil nya itu


"sayangku, cintaku, istri kesayanganku. Kau tidak apa-apa kan,mereka tidak melukai mu. kan?" ucap Musa, ia memeriksa setiap lekuk tubuh istrinya


"Aku tidak apa-apa,kenapa kau sangat posesif sekali" gumam Meidina ia sambil mengerut kan kening nya


Dokter dan perawat yang mendengar perkataan Musa, merasa mual oleh tingkah nya.


"Bapa, bisa kita berbicara. Ibu mari ikut, sus tolong di bantu ya" ucap dokter tersebut


"Baik dok, ayo bu" saut perawat tersebut


Musa membantu istrinya bangkit, ia memapah nya hingga Meidina terduduk di kursi tamu sang dokter.


"Terima kasih suster" saut Meidina


"Sama-sama bu" ucap perawat itu membungkuk kan badan nya, lalu pergi keluar ruangan.


"Pencapaian?, apa ini arti nya novel ini naik level dok?" ucap polos Meidina


"Hust, fokus pada dialog mu sayang" celoteh Musa


"Maksudnya, ibu dan bapa kini sudah menjadi calon kedua orang tua. Diperkirakan, usia kehamilan ibu menginjak sudah menginjak dua setengah minggu. Selamat ya" ucap dokter tersebut.


"Apa! itu artinya aku akan menjadi seorang ayah" ucap musa tak percaya


"Iya sayang" gumam Meidina tersenyum.


"Saya sarankan,ibu banyak beristirahat. Karena kandungan ibu sangat lemah, saya akan memberikan resep untuk ibu menguatkan kandungan ibu dan menyehatkan janin yang berada di dalam rahim" jelas sang Dokter


"Hampir lupa, ini tespack nya pak" ucap sang dokter, ia memberikan nya pada Musa.


Musa mengambil nya, ia tak tahu benda apa yang ada di tangan nya. Dengan bodoh nya, ia mencium tespack tersebut.


"Buset" Musa melempar nya ke atas meja, dan menutup hidung nya

__ADS_1


Meidina hanya terkekeh geli melihat tingkah konyol suami nya, sang dokter sudah tak kuasa menahan gelak tawa nya.


"Sayang bukan begitu cara nya" saut Meidina menahan tawa nya


"Lalu bagaimana cara nya? bagaimana bisa aku melakukan nya dengan benar jika aku adalah seorang pria" saut Meidina,sang dokter berusaha menghentikan gelak tawa nya. Dan kembali pada pekerjaan nya


"Bapa lihat dua garis merah ini, itu arti nya ibu sedang hamil pak" jelas sang dokter


"Bagaimana bisa,aku mempercayai benda itu. Bagaimana jika benda itu rusak, dan" belum selesai bicara, Meidina sudah terlebih dahulu membungkam mulut Musa dengan telapak tangan nya.


"Berisik sayang, kau sudah seperti anak gadis sedang datang bulan saja" gumam Meidina


"Hey istriku yang manis, aku bukan gadis,aku sudah menikah denganmu" celoteh Musa


"Ya, kau adalah suamiku yang paling tampan sedunia" ucap Meidina, Musa terbang di buat nya


"Istriku memang paling jago nya menggoda suami" ucap Musa


Mereka melupakan sang dokter wanita tersebut, dan menganggap nya seperti nyamuk


"Ehem, bapa ibu. Silakan datang kembali ke sini minggu depan, untuk melakukan USG" jelas dokter tersebut


"Baiklah dok, terima kasih" ucap Meidina,ia berdiri dan di ikuti Musa.


Musa mengurus segala administrasi rumah sakit, dan menyiapkan pertemuan untuk dokter spesialis kandungan untuk istri kecil nya. Media kembali menyapa penjual kaki lima tersebut, ia menunggu Musa di depan.


Suami nya datang dengan gagah nya.


"Sayang ayo masuk" saut Musa, di turuti Meidina


Meidina masuk ke dalam mobil tersebut,musa yang tak biasa melihat tingkah konyol istri nya hanya terdiam.


"Ada apa sayang, kenapa kau cemberut seperti itu" gumam Musa.


"Aku ingin itu" ujar Meidina menunjukkan dengan jari telunjuk nya


Musa meliriknya.


"Apa itu sayang" ucap Musa


"Itu tukang cilok, aku ingin membeli nya sayang" ucap Meidina dengan mat berbinar-binar.

__ADS_1


"Baiklah istriku, ayo kita membeli nya" ujar Musa tersenyum.


Apa pun untuk mu istriku. Batin Musa


__ADS_2