Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
SAINGANKU!


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang Arsakha bilang, mereka akan bertemu satu sama lain, saat Arsakha pergi ke Belanda. Mereka membuat janji akan bertemu seorang diri malam ini, di sebuah Restoran berbintang yang sudah Musa siapkan.


Tepat pukul sembilan malam, Musa menunggu Arsakha, ia duduk di sebuah meja yang sudah ia pesan, tak lupa ia mengabari Meidina, bahwa diri nya akan bertemu dengan rekan bisnis nya.


Meski pun, Meidina masih terbilang tidak peka dan sangat cuek pada Musa. Tapi Musa yakin bahwa Meidina sudah mulai menyukai nya. Hanya saja, ia tidak berani menunjukan nya saja.


"Hah, wanita memang sangat rumit" gumam Musa sambil menghembuskan berat nafasnya.


Tidak lama kemudian, Arsakha datang dengan gagah dan menggunakan pakaian style berwarna hitam cool. Ia menghampiri Musa yang tengah menopang dagunya, sambil melihat layar ponselnya.


"Maaf, sudah membuatmu menunggu lama" ucap Arsakha, Musa pun tersenyum melirik Arsakha.


Musa memasukan ponselnya ke dalam saku jas, ia menyambut Arsakha dengan ramah.


"Tidak, kau tidak membuatku menunggu lama Sakha" ucap Musa, Arsakha pun membalas senyuman Musa.


"Ayo pesan makanan" ajak Musa, dan di angguki oleh Sakha.


Arsakha duduk di depan Musa, mereka berdua memesan makanan sesuai seleranya masing-masing. Arsakha meluarkan ponselnya, ia membulatkan mata nya ketika mendapatkan pesan dari Adam. Tentu nya, membuat ia sendiri terheran-heran.


Musa melirik Sakha yang tengah terfokus pada ponselnya. Tidak lama kemudian, Arsakha menaruh kembali ponselnya, di saku celana dan kembali memandang Musa.


"Kekasih mu menghubungi mu Sakha?" tanya Musa.


"Enak saja, aku tidak memiliki kekasih" jawab Arsakha cemberut.


"Haha, lalu siapa jika dia bukan kekasih mu" ucap Musa di barengi gelak tawa.


"Dia kakak dari mantan istriku" ucap Sakha, ia membuang nafas nya dengan berat.


"Lalu, kenapa kau seperti bersedih Sakha" tanya Musa heran.


"Aku, hanya merindukan mantan istri ku. Kakaknya meminta ku untuk bertemu dengan nya,sesungguhnya aku merindukan persahabatan yang dulu kami jalani bersama" ucap Sakha termenung.


"Sabar Sakha, jika dia memang jodoh mu. Dia pasti akan kembali pada mu" ucap Musa menenangkan Arsakha.


Sakha membuang nafasnya dengan berat, ia hanya menganggukkan kepala nya.


"Terima kasih Musa, bagaimana dengan mu dan gadis yang kau cari?" tanya Sakha mulai kembali tersenyum.


Musa membuang nafasnya dengan berat,ia menatap Sakha penuh arti.


"Kau tau, aku adalah seorang pria yang tak pernah peduli tentang wanita. Hanya dia lah, yang mampu menaklukkan ku hatiku" ucap Musa.


"Mekipun gadis itu belum menunjukan perasaan nya,tapi aku yakin dia sudah jatuh cinta padaku" ucap Musa antusias.


"Semoga dia segera menunjukkan perasaannya padamu" ucap Sakha tersenyum.


"Terima kasih Sakha, akan ku undang kau di pernikahan ku nanti" ucap Musa.


Mereka saling tertawa, menceritakan tentang bisnis keluarga yang mereka jalani bersama. Begitu susah nya menjadi Presdir, dan berat nya tanggung jawab yang harus di pikul.

__ADS_1


"Aku heran,kenapa kau bisa sangat mudah menjalani bisnis. Hingga di juluki sebagai raja bisnis" ucap heran Musa.


"Karena aku menjalankan nya seperti hobi, aku menganggap pekerjaan ku adalah hobi ku. Itu akan membuat mu, merasa tidak terlalu tertekan nanti nya" jawab Sakha.


Tak lama dari itu, pelayan datang membawakan makanan mewah kepada mereka berdua. Musa dan Sakha, menyantap makanan nya masing-masing. Tidak ada obrolan saat makan, mereka saling menghormati satu sama lain. Tentang tata krama saat makan.


Musa sudah menghabiskan makanan nya duluan, di susul Arsakha. Mereka kembali pada topik dimana bukan bisnis lagi.


"Bagaimana makanan nya? " tanya Musa


"Biasa saja, tidak seenak masakan mantan istriku" jawab jujur Sakha.


"Benar kah?" tanya Musa lagi.


"Tentu saja" ucap Sakha.


"Sayang sekali, aku tidak pernah merasakan masakan gadisku" ucap Musa termenung.


"Jika boleh tau, siapa nama mantan istrimu Sakha?" tanya Musa pada Sakha.


"Dia Nurul" jawab Arsakha.


"Bagaimana denganmu?, siapa nama gadis itu?" tanya balik Arsakha.


"Nama nya Meidina" jawab Musa


Deg


"Tidak, tidak. Dia pasti bukan Nurul ku kan, nama Meidina banyak di dunia ini" batin Sakha.


"Kalau boleh tau, dimana kau pertama kali bertemu dengan gadis itu? " tanya Arsakha penuh penasaran.


"Aku bertemu dengan nya di sebuah pinggir hutan, kala itu dia tengah pingsan dan aku menolong nya. Aku tidak tahu nama hutan itu apa, karena saat itu aku sedang melakukan perjalanan bisnis" ucap jelas Musa.


Deg


Jantung Arsakha semakin berdetak kencang, ia membulat kan mata nya.


"Apa dia,yang sudah menyelamatkan Nurulku kala itu" gumam Sakha dalam hati nya.


"Aku harus mencari tahu" seru Arsakha.


Musa menatap heran Arsakha, ia mengerutkan dahi nya.


"Ada apa Sakha? " tanya heran Musa.


"Tidak Musa, aku hanya berpikir mengapa nama nya sama seperti Nurul ku" ucap Sakha.


Musa semakin tidak mengerti apa yang Sakha kata kan, ia menatap Sakha kebingungan.


"Maksudmu? " tanya heran Musa

__ADS_1


"Sebenarnya nya, nama lain dari Nurulku adalah Meidina. ia pernah di culik saat kecil " jelas Arsakh.


Deg


Jantung Musa yang kini berdetak dengan kencang, ia menatap tajam Arsakha.


"Tidak mungkin itu Meidina, meskipun ia. Tidak akan ku biarkan Sakha mengambil nya dari ku, sekali pun kami harus bersaing merebut kan cinta! " Batin Musa.


"Sebaiknya aku harus mencari tahu nya, walaupun jika benar dia adalah Nurulku. Akan ku rebut kembali Meidina" batin Arsakha.


Mereka sama-sama terdiam dan memikirkan sejenak, penasaran, penasaran dan penasaran. Sebenarnya siapa Meidina yang mereka bahas, sangat membuat kedua pria kaya raya ini menimbulkan tanda tanya yang besar.


Tidak ada percakapan di antara keduanya, hingga suara ponsel Musa berbunyi. Musa menjawab panggilan tersebut, sang abi memintanya segera pulang karena kedatangan seorang tamu penting secara mendadak.


"Sakha, maaf kan aku. Aku harus pulang, karena di Mansion ada seorang tamu penting" ucap Musa yang berdiri.


"Tidak apa, hari juga sudah mulai larut" ucap Arsakha yang ikut berdiri.


"Biarkan aku yang membayar semua makanannya" ucap Musa, langsung di potong oleh Arsakha.


"Tidak biarkan aku saja" Ucap Arsakha, ia langsung mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan kartu black cara milik nya.


Karena berbedat tentang pembayaran, sang kasir yang bingung akhirnya meminta kedua nya membayar masing-masing. Mereka keluar dari Restoran tersebut. Musa tersenyum ke arah Sakha, dan Arsakha juga tersenyum ke arah Musa.


"Terima kasih untuk malam ini, rekan ku. Atau aku boleh memanggilnya Sainganku!" seru Musa ia tersenyum sinis ke arah Arsakha.


"Sama-sama. Rekan atau Sainganku! " seru Arsakha, mereka saling bertatapan dan tersenyum Sinis.


Sama-sama memalingkan wajah,dan meninggalkan Restoran tersebut.


"Tidak akan ku biar kan, Musa mendapatkan Nurulku" gumam Arsakha, ia memukul stir kemudian dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Jika benar Arsakha adalah mantan suami dari Meidina ku, tidak akan ku biarkan dia mengambil Meidina dari hidupku" gumam Musa, ia juga sama melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Kedua pesing ini, harus berusaha keras merebut kan hati seorang gadis cantik jelita bernama Meidina. Meskipun keputusan ada di tangan Meidina, tapi siapa tau takdir berkata lain.


-


-


📍**Meidina Andini 17thn


📍Arsakha Virendra Alfarizqi 27thn


📍Musa Aldebaran 27thn


📍Leonadam Abraham 27th


📍Nicolas Susianto 28th


...♡Buat visual nanti bakal aku ganti♡**...

__ADS_1


__ADS_2