Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
SI PENYIAR RADIO


__ADS_3

Tidak ada yang pernah menyangka, ternyata Soraya memiliki seorang kembaran yang berada jauh di luar negri sana. Malam tiba, Arsakha datang dengan wajah yang begitu lusuh. Di perusahaan tadi, ia tak sengaja bertemu dengan beberapa bedebah yang membuatnya kesal. Dan juga, ada beberapa hal yang ingin sampaikan ke petinggi perusahaan.


"Lelahnya hari ini..." lirih Sakha, ia sedikit berdengus.


"Kau sudah pulang?" tanya Soraya yang tiba-tiba datang.


Soraya mengambil tangan kanan Sakha, lalu ia mencium punggung tangan suaminya itu.


"Apa kau mau langsung makan?" tanya Soraya kembali.


Sakha menggeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Tidak, aku mau mandi dulu. Badanku sudah sangat lengket, kau siapkan saja makanan. Aku akan turun kembali sekitar dua puluh menitan." jelas Sakha.


"Hmm... Baiklah, apa aku perlu menyiapkan pakaianmu?" tanya Soraya.


"Tidak perlu, Sayangku" jawab Sakha.


"Baiklah."


Sakha pergi naik ke atas, menaiki anak tangga. Sesuai yang diperintahkan oleh sang suami tadi, Soraya menyiapkan makanan untuk mereka berdua- setelah dua puluh menit akhirnya. Arshaka pun kembali lagi ke ke bawah dengan wajah yang sedikit fresh dari sebelumnya.


Soraya telah menunggu Arsakha sadari tadi, sambil memegang sebuah ponsel di tangannya. Arsakha pun yang melihat hal itu, Ia langsung mengambil paksa ponsel Soraya dari tangannya.


"Kenapa kau memainkan ponsel? Aku kan sudah bilang padamu jangan pernah menyentuh barang elektronik! Apalagi seperti ponsel dan juga televisi. Apakah kau tidak mendengarku Soraya!" pekik Arsaka.


"Tapi kan aku hanya ingin melihat instastory teman-temanku saja, aku sudah lama tidak melihat sosial mediaku juga. Boleh ya, untuk sekali saja. Setelah itu aku tidak akan melihatnya lagi, janji" ucap Soraya sambil mengangkat kedua jarinya dengan berbentuk v.

__ADS_1


Arsaka diam tidak bergeming, Ia mengambil dan juga menyita ponsel milik Soraya itu. Arsaka duduk di kursi meja makannya ia mengambil lauknya sendiri dan juga nasinya sendiri. a


"Aku akan membantumu mengambilkan lauk" sahut Soraya sementara Arsakha ta adsla balasan dari Sakha.


Merasa diacuhkan, Soraya pun meninggalkan Arsaka yang sedang makan itu. Arshaka sedikit merasa bersalah, meskipun ini demi kebaikan Soraya namun Ia pun pasti ingin melihat aktivitas orang-orang di sosial media Ketika Soya sudah vakum di dunia hiburan.


"Bagaimana aku harus menjelaskannya padamu Soraya, jika skandal dirimu saja belum bisa aku selesaikan." ucap Sakha di dalam hatinya.


Ia melanjutkan makannya, suap demi suap ia masukkan nasi ke dalam mulutnya dan mengunyahnya sampai lembut.


Seseorang berperawakan Jangkung dengan menggunakan sebuah Syal yang menutupi hingga sampai ke mulutnya. Berjalan dengan Anggun sambil membawa sebuah laptop yang berada di genggaman tangannya itu.


"Raina" sahut seseorang pria dari belakang sana. Wanita itu pun meliriknya ke belakang, ia tersenyum dan tersipu malu pada laki-laki tersebut yang barusan menyebut namaNya.


Lelaki itu setengah berlari menghampirinya dan membalas senyuman wanita itu yang bernama Raina. "Apa rencana kita sudah berhasil?" tanya pada wanita tersebut atau Raina


Pria itu tersenyum licik. "Bagus, Raina. Bagus! Aku ingin tahu, seberapa jauh mereka akan mempertahankan Soraya. Dan juga, Soraya yang akan keluar dari persembunyiannya." ucap pria itu.


"Apa aku perlu melakukan siaran radio kembali? dan juga Apakah aku harus menampilkan siaran itu secara online Bukankah secara online itu akan jauh lebih efektif karena mereka akan tahu dengan seketika." ujarnya


"Aku tahu, cara itu memang efektif tapi aku tidak mau terburu-buru. Aku ingin muncul ke permukaan sedikit demi sedikit dan pada akhirnya membuat mereka geram dan saat itu juga, aku akan meluncurkan rencana aku yang Pamungkas dan juga memberikan mereka beberapa pelajaran karena telah berani bersaing bisnis denganku."


" Tapi sampai kapan ares?" tanya Raina dengan serius.


"Sampai aku puas mempermainkan mereka semua Raina!" tegas Ares

__ADS_1


"Tapi aku tidak ingin terus-terusan menyakiti Soraya bagaimanapun juga kami adalah sahabat dan aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri" pinta Raina


"Tidak perlu khawatirkan dia Raina! Apa kau tidak ingat? dia tidak pernah menganggapmu dan juga tidak pernah peduli padamu dan sekarang kau masih berani beraninya mengatakan tidak tega pada orang yang telah berkhianat padamu? kalau sama saja seperti sapi yang diperah" ucap ares dengan nada tak suka.


"Tapi Ares..." lirik Raina.


"Sudahlah Raina! aku sibuk, sebaiknya kau pergi saja untuk menyiarkan kembali berita Soraya. Dan persiapkan dirimu untuk terjun besok dan menggantikan posisi Soraya sebagai model di sebuah perusahaan desain untuk menjadi modelnya. Dan kau akan berpura-pura jadi Soraya kembali setelah 2 Tahun Lamanya. " ucap ares.


Raina pun mengerti dengan apa yang bosnya katakan, mau bagaimanapun juga ia harus menuruti apa yang ia harus menuruti apa yang bosnya perintahkan. dan juga iya akan membalaskan apa yang telah Soraya buat kepadaNya setelah bertahun-tahun- perintahkan. dan juga ia akan membalaskan apa yang telah Soraya buat kepadaNya setelah Sekian lamanya.


"Soraya, Aku akan segera kembali lagi menjadi Soraya yang kau kenal namun di versi yang berbeda " gumamnya.


Ia pun menyusul sang bos yang pergi meninggalkannya, ia masuk ke dalam ruangan rekaman dan juga kembali menyiarkan siaran radio yang tengah live streaming itu. Ia sejenak menarik nafasnya itu dalam dalam.


Ia menarik nafasnya dengan panjang, dan memulai siaran langsung radio tersebut.


"Halo halo halo. kembali lagi dengan saya Si biru jingga jingga yang akan membawakan sebuah berita terbaru tentang skandal model terkenal kita yaitu adalah Soraya."


Jauh di seberang sana, seorang lelaki Tengah mendengarkan siaran langsung tersebut dari ponselnya ya mendengarkan dengan pendengaran yang begitu tajam ia mendengarkan dengan begitu seksama.


Jadi Kau yang sudah membuat siaran tersebut awas aja aku akan segera menghabisimu siapapun kau dan siapapun yang melindungimu. aku akan menghabisi kalian semua tanpa sisa!" gumam arshaka dengan pelan ia sedikit mengeraskan rahangnya dan juga mengapakan tangannya kesal dengan apa yang telah terjadi pada Soraya.


Arsaka pun menghubungi Nico, ia meminta Niko untuk mendengarkan siaran tersebut yang akan membicarakan saya dan kemungkinan besar, siaran ini akan Tembus di luar jangkauan mereka. Sehingga masyarakat dari luar negeri, sekalipun akan mendengarkan siaran mereka yang besar itu.


Arsakha menghubungi Nico, ia pun segera menjawab panggilan telepon dari Arshaka. nih kok,

__ADS_1


"Apakah sudah Mendengar siaran tersebut saat ini sedang disiarkan Niko?"


Niko pun menjawab. " Iya aku sudah mendengarnya dan ini aku juga sedang mendengarkannya, kita cari tahu terlebih dahulu Arsaka, aku takut ini adalah pasaing kita yang gagal menyanyi kita. Bagaimana pun juga, kita tidak boleh lemah dengan apa yang telah terjadi, apalagi ini adalah suatu ancaman besar bagi kita semua." jelas Nico pada Arsakha.


__ADS_2