Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
BAB 57. HUKUMAN DARI RAJA MAFIA!


__ADS_3

Sebuah pesan dari Naora, untuk Nico baca.


Nico, terima kasih untuk segala nya. Aku sangat bahagia bisa mengenal mu, dan juga keluarga mu. Aku sadar, cinta tidak bisa kita paksa kan, jika salah satu hati tidak mau terikat dengan hati yang satunya. Begitu juga dengan dirimu, aku tidak ingin memaksa mu untuk mencintai ku.


Aku sadar, jika cintamu bukanlah aku.


Aku sadar, jika hatimu hanyalah untuk Jessica. Aku sadar sekarang Nico, cinta tak terbalaskan ini biarkan aku sendiri yang merasa nya. Tolong ucapkan pada semuanya, Aku menyayangi kalian semua.


Dan aku. Sangat mencintaimu.


Pesan dari Naora, berhasil membuat Nico menitik kan air mata nya. Ia berusaha bangkit dari duduk nya, ponsel nya berdering, ia segera mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya dan mengangkat panggilan dari si penelepon tersebut.


"Nico, kau dimana bodoh. Apa kau sudah bertemu dengan Naora?" ucap Arsakha di dalam panggilan telepon tersebut.


"Aku masih di Hotel, ternyata Naora pergi meninggalkan ku" ucap pasrah Nico, ia menyandarkan kepala nya di sisi ranjang.


"Anak buah ku melihat Naora pergi ke bandara, tapi mereka tidak menemukan informasi apa pun tentang keberangkatan Naora" jelas Arsakha.


Sontak Nico langsung berdiri dari duduk nya,ia membulatkan mata nya. Hati nya semakin teriris,atas kepergian Naora.


"Bandara mana Sakha?" tanya tegas Nico.


"Bandara A,jangan gegabah dulu. Anak buahku sedang mencari informasi nya, kau kesana pun percuma" ucap Arsakha, Nico membuang nafas nya dengan kasar. Ia memijat pelan pelipis mata nya.


"Aku akan segera datang ke markas, pasti kan kedua wanita sialan itu tidak kabur!" tegas Nico, ia mengambil kunci mobil nya. Dan berjalan keluar,dari kamar Hotel.


"Kau mau apakan mereka?" tanya Arsakha yang sedikit merinding.


"Membalas perbuatan mereka, kau mau ikut bersama ku?" tanya balik Nico.

__ADS_1


"Tidak-tidak, dosa ku saja sudah sangat menumpuk" ucap Arsakha, ia berusaha mengelak sebisa mungkin.


"Cih,bilang saja kau takut" ejek Nico, ia sudah di dalam mobil nya. Yang kini, ia sekarang sedang memasang sabuk pengaman.


"Aku serius Nico, aku tidak ingin menyentuh wanita kotor itu dengan tanganku" Amarah Sakha memuncak, ia berbicara dengan nada penuh penekanan dan tinggi sekarang.


"Lalu, apa kah kau bersih Arsakha?" tanya konyol Nico, membuat Arsakha semakin memanas.


"Tentu saja, aku sangat bersih. Karena mandi lima kali sehari" jawab konyol Arsakha.


"Dasar bajingan, tunggu aku di markas" ucap Nico, dengan segera ia menjalankan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


"Dasar sialan kau Nico!" ucap Arsakha, ia seperti ibu-ibu yang tengah mengomel, karna belum juga Sakha menjawab, tapi Nico sudah memutuskan panggilan nya.


Arsakha melirik Adelia, Adelia pun melirik nya.


Arsakha sudah seperti anak gadis,yang sedang datang bulan. Ia terus-terusan mengomel,dan mengoceh ke sana kemari, bahkan anak buah Nico yang tidak tahu apa-apa, ia malah memarahi nya tanpa sebab. Tentu saja membuat mereka kebingungan, akan tingkah laku Sakha saat ini.


Nico datang, ia sudah melihatkan aura hitam kegelapan nya. "Kau baru datang!" tegas Arsakha, merasa dirinya ditekan oleh Sakha. Nico melirik Arsakha sengan sorot mata tajam nya, seketika nyali Arsakha langsung menciut. Ia tertunduk takut dihadapan Nico.


"Thomas, Jerry. Ambilkan aku alat siksaan" ucap Nico, mereka membungkuk kan badan nya. Dan langsung pergi mengambil kan sebuah alat siksaan, yang Nico kata kan.


Nico membuka kunci sel penjara itu, ia masuk ke dalam sel. Adelia sudah menatap nya dengan ketakutan, Jessica akhirnya tersadar. Ia melirik Nico, dan Nico pun melirik Jessica dengan tersenyum ala iblis mafia nya.


"Kau sudah bangun baby,bagaimana apakah tidurmu nyenyak? " tanya Nico yang sambil memegangi dagu Jessica, Jessica membulatkan mata nya.


"Dia belum mati?" batin Jessica, yang menatap takut Nico.


"Kau pasti kecewa kan, aku tidak mati di dalam rencana mu. Aku akan menghabisimu sekarang juga" ucap Nico,ia melempar kasar dagu Jessica.

__ADS_1


Jessica merintis kesakitan. "Itu tidak sebanding dengan rasa sakit, yang Rara alami ketika menyelamatkan ku" tegas Nico.


Jessica semakin ketakutan. Kali ini, nyawa nya akan benar-benar melayang di tangan Nico. Thomas dan Jerry datang membawa alat siksaan, Nico berdiri dari jongkok nya. Ia keluar dari dalam sel penjara dan menghampiri anak buah nya, dan juga Arsakha. Sakha mendapatkan sebuah telepon dari Dewa, sekretaris baru nya.


"Aku harus pergi, sekretaris baru ku sudah menelepon ku" ucap Sakha, ia langsung pergi, Nico tidak mempedulikan nya.


Nico masih pada pembalasan dendam nya,ia tidak akan mengenal ampun bagi siapa pun yang sudah menyakitinya.


"Kalian sangat suka bercinta kan?" tanya Nico penuh arti,


"Panggil kan, Davit kemari!" titah Nico, dan di mengerti oleh anak buah nya.


"Suruh semua anak buah Divisi tiga kemari. Akan ku beri mereka tugas yang sangat menyenangkan" ucap Nico, Adelia dan Jessica memohon meminta ampun, bukan Nico namanya jika ia memaafkan musuh nya. Apalagi memaafkan orang,yang sudah menyakiti orang tercinta nya .


"Tuan" ucap Davit, ia bekerja sebagai pengurus hewan peliharaan Nico yang berada di Markas.


"Davit, kata kan kepada seluruh anak divisi tiga. Untuk mensetubuhi kedua wanita sialan ini sampai mati, jika mereka masih hidup. Panggil divisi satu dan dua untuk membantu, setelah itu. Cincang jasad nya dan berikan kepada hiu peliharaan ku" ucap jelas Nico, ia duduk di kursi yang sudah Jerry siapkan.


"Jangan lupa untuk menggunakan pengaman, aku tidak ingin anak buah ku terkena penyakit" ucap Nico, anak buah Nico memulai aksi nya. Mereka mengikat Adelia dan Jessica, menggunakan alat siksaan. Nico melihatnya, ia seperti sedang menonton di bioskop.


"Tuan, apa tuan ingin popcron" ucap Hendri, kakak nya yang bernama Hendra. Menjitak kepala adik nya, sebuah hal gila, ketika mengajak bicara raja mafia yang sedang galau ini. Thomas dan Jerry, yang berdiri di sisi kiri Nico terkekeh geli. Hendra merasa takut jika adik nya akan sama di hukum oleh Nico.


"Tidak, aku tidak suka popcron" ucap Nico, mereka membuka mulut nya, seakan tidak percaya dengan Nico katakan. Nico masih terlihat tenang,ia diam tak bergeming. Hanya suara teriakan dari Adelia,dan Jessica yang terdengar.


Nico menutup mata nya, membiarkan suara itu masuk ke dalam telinga nya. Ia membayangkan, jika Naora juga sama selalu berteriak ketika dinding kesucian nya, Nico terobos paksa semalam.


Naora sama sekali tidak melawan, ia membiarkan Nico menjelajahi tubuh nya. Tanpa mempedulikan perasaan nya, ketika Nico selalu menyebut nama Jessica ketimbang diri nya. Tanpa Nico sadari, ia sebenar nya juga menaruh perasaan pada Naora. Karena ego yang begitu besar, ia menyakiti Naora dengan cara yang paling menyakitkan. Dan akhirnya, dia menyesali perbuatan nya sekarang.


Jika menanyakan Nico masih perjaka atau tidak,jawaban nya, Tidak. Nico selalu tidur dengan macam-macam wanita, sudah tak terhitung banyak nya wanita yang sudah ia pakai. Ia semakin merasa bersalah,ketika sudah merebut kesucian Naora. Rasa tidak pantas menghampiri nya, namun ia segera menghilang kan jauh-jauh. Bagaimana pun juga, Naora adalah wanita satu-satu nya yang Nico cintai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2