Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
CHANNEL RADIO


__ADS_3

..."Cinta tulus yang sesungguhnya, adalah merelakan ia bahagia bersama orang lain"...


...-Devanya-...


...***...


Mendengar perkataan dari Medina, Soraya pun tersadar akan jati dirinya. Soraya tersadar, meskipun nanti ia tidak bersama dengan Arsakha.


Setidaknya ia masih memiliki karir untuk kehidupannya, perbincangan hangat para keempat wanita itu sangat asik. Namun, kedua anak lelaki tampan itu pun datang menghampiri mereka, dengan membawa segepok uang berwarna merah.


Devanya yang melihat hal tersebut, memiliki ide untuk menjahili kedua ponakannya tersebut.


"Hei kalian!" sahut Devanya.


Arsenino dan juga Moeza pun melirik Devanya yang menyahutinya.


"Kemari kalian berdua!." Ucap Devanya sambil melambaikan tangan kanannya, kepada Arsenino dan juga Moeza.


Dengan sangat polosnya Nino dan juga Moeza, mereka berdua mendekati Devanya sambil membawa uang gepokkan tersebut di tangannya. Mereka nampak riang dan begitu gembira, ketika mendapati uang yang begitu banyaknya.


Yang tak lain karena diberi oleh Arshaka kepada mereka berdua. "Ada apa aunty?" tanya Nino.


Devanya pun mengerutkan kedua alisnya, sehingga alisnya itu pun hampir berdempetan. "Kalian punya dari mana uang ini? Apa kalian berdua mencuri?!" pekik Devanya, ia mengatakannya kepada mereka berdua.


Arsen dan juga Moeza pun terkejut, ia memeluk uangnya tersebut dengan erat. Sambil menitikan air matanya yang bergelimangan ke bawah itu.


"Kami dapat dari Om Sakha, memangnya Aunty Devanya dan juga Om Adam yang sangat pelit!" umpat Nino yang kesal, pada Adam dan juga Devanya.


"Kalian masih kecil, kalian tidak baik memegang uang sebesar ini. Sebaiknya berikan uang itu kepada kedua orang tua kalian." Titahnya.


Namun Nino dan juga Moeza mengurungkan niatnya untuk patuh pada Devanya. Ia malah kembali kepada keempat pria dewasa itu yang sedang mengobrol dengan asyiknya itu. Para wanita hanya bisa melirik, dan juga geleng-geleng kepala menatap dua bocah konyol yang tengah bermanja-manja di pangkuan Arsaka.


Dengan berdalih kan uang jajan dan juga uang jalan-jalan. Mereka tak segan-segan meminta uang pada Arsakha. Musa dan juga Nico telah melarang keras kedua putranya tersebut.

__ADS_1


Namun seperti kata pepatah, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Sifat mereka tersebut, melekat pada Nino dan juga Moeza, telah mewarisi kedua sifat ayahnya yang keras kepala itu.


"Nino berhenti meminta uang pada Uncle Arsakha!" tegas nico pada putra semata wayangnya itu.


Begitu juga denganmu Musa, ia melarang keras Moeza yang meminta-minta kepada orang lain. "Moeza! jangan sering meminta-minta kepada orang lain! Abi masih mampu memberikan uang gepokan yang begitu banyak." ucap Musa yang memarahi anaknya itu.


"Tapi uang Abi dan uang Om Sakha masih banyak Om Saka." celoteh Moeza yang begitu spontan.


Begitu pun juga dengan Nino, yang meroasting ayahnya habis-habisan.


"Daddykan sangat pelit, aku sering melihat jika Daddy memarahi Mommy karena belanja. Apalagi jika aku diberi uang seperti ini yang begitu banyaknya. Jadi aku bisa membeli es krim, dengan abang-abang yang sekali aku beli." Sambung Nino yang begitu lancarnya dalam berbicara.


Adam yang tak ingin ambil pusing, tentang permasalahan kedua putra melawan ayah itu.


"Biarkan saja Nico, Musa. Mereka pantas untuk mendapatkannya, biarkan itu menjadi uang jajan mereka selama sebulan. Jika kurang, kasih tahu Om Saka ya."


Arsakha hanya mendapati mata berbinar-binar dari Nino, dan juga Moeza. Malam semakin larut, mereka memutuskan untuk pulang dan melanjutkan double date minggu depan kembali.


...***...


Arsakha melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Soraya sudah sangat kelelahan, sampai ia pun tertidur di dalam mobil. Araakha yang melihat hal tersebut pun hanya tersenyum, melihat Soraya yang begitu pulasnya tertidur Itu.


Arsakha mengambil sebuah ponsel yang ia taruh di saku jasnya, ia membuka aplikasi bernama kamera. Dan dengan jahilnya, ia memotret Soraya yang tengah tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka.


Pulasnya tidur Soraya, mungkin karena ia sudah sangat lelah dengan kegiatannya hari ini. Soraya sudah akan kembali bekerja, jika ia akan mendapatkan panggilan lagi. Arsakha melihat wajah istrinya itu dengan seksama, tanpa melihat keburukan Soraya di masa lalu.


Entah bagaimana bisa, ia bisa jatuh cinta pada wanita satu ini. Meskipun begitu, ia tidak pernah bisa marah kepada tuhan yang telah mengirimkan takdir seperti ini untuknya.


Mau bagaimanapun juga, tuhan pasti memiliki rencana yang indah untuknya. Entah itu suka, ataupun duka. Ia hanya bisa pasrah menerimanya, dan menjalaninya dengan hati yang berlapang dada.


Arshaka menyetel radio yang berada di mobilnya itu. Demi menghilangkan kegabutan yang menerpanya sedari tadi itu. Namun pendengarannya tercengang, ketika mendengar nama Soraya di bicarakan oleh penyiar radio berita tersebut.


Berita tersebut yang berisi, perginya seorang model dari industri hiburan tanpa sebab. Dan Entertainment yang ia naungi, membuat sahamnya anjlok turun drastis karena sebuah skandal.

__ADS_1


"Baiklah... Halo teman-teman semuanya, kembali lagi dengan saya si Jingga Biru yang akan membawakan sebuah berita terbaru. Seorang model papan atas yang tengah dirumorkan kabur dari naungan entertainment-nya. Begitu banyak humor yang beredar tenangnya, kali ini ini adalah rumor yang paling parah dan kalian harus mendengarnya!"


Ucap sang penyiar radio tersebut, Arsakha pun mengerutkan keningnya. Ia akan mendengarkan seksama berita tentang istrinya tersebut. Meskipun istrinya itu berada tepat di sampingnya.


"Jadi, apa kalian sudah kenal Soraya? ia seorang model papan atas yang sudah go internasional. Dikabarkan kini ia menghilang karena kabur dari naungan entertainment-nya. Dan rumor paling mengejutkan tentangnya adalah, ia dikabarkan hampir membunuh seorang wanita, yang tidak diketahui namanya tersebut. Karena sebuah dendam di masa lalu kira-kira siapa ya dia.?"


Ucap si penyiar radio tersebut, Arsakha masih terdiam sambil melirik Soraya dengan sendu. Mengingat kabar tentang tertusuknya istri pratik, yang kala itu Soraya lakukan.


"Aku masih tidak percaya dengan Soraya. Aku tahu betul siapa Soraya itu, ia sebenarnya adalah wanita yang sangat baik. Hanya saja, ia kurang kasih sayang dari keluarganya saja.


Aku tidak bisa membiarkan berita ini terus menyebar. Meskipun nanti benar, Soraya adalah istriku! bagaimanapun juga aku harus melindunginya!." tegas Arsakha.


Ia mengepalkam tangannya, dan memukul pelan setir mobilnya. Namun sang penyiar radio itu masih melanjutkan siarannya, Arsakha kembali mendengarkannya.


"Bukan saluran radio bibir dower namanya, jika tidak membicarakan dan memberikan informasi yang hot pada para audiens.


Saya si Jingga biru, pamit undur diri. See you and next time. Kita bertemu lagi di jam 23.00 malam."


Arsakha pun mendengarnya dengan sangat jelas. Ia kembali mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya. Ternyata Sakha sangat tahu betul, siapa pendiri dari saluran radio bibir dower tersebut.


"Ternyata itu kau ya! kau mau main-main denganku rupanya" gumam Arsakha sambil menatap Soraya dengan tatapan yang begitu tajam.


...***...


...BERSAMBUNG ...


Sepertinya aku bakalan betah deh sama novel penyesalan CEO lumpuh ini. Aku belum bisa menamatkannya bulan ini say, karena Adam dan Devanya belum menikah.


Dan Arshaka belum dieri momongan, semangat saja ya untuk membacanya dan aku pun juga akan semangat untuk menulisnya.


Kalau aku telat update, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena aku kemungkinan besar sibuk di real life karena sekolah, atau pun aktivitas yang lainnya.


Terima kasih untuk para pembaca ku yang setia. See you and next time di bab berikutnya, dadah ♥

__ADS_1


__ADS_2