Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
BAB 56. NAORA PERGI


__ADS_3

...Sebelum nya mohon maaf kalo beberapa bab di ulang, itu karena kesalahan aku sendiri pas buat bab nya. Aku juga masih belajar, jadi maklumi aja ya🙏🏻...


...{Revisi}...


Naora masih menahan rasa sakit di area V nya, ia sesekali melirik Nico. Naora bernafas lega, Nico tidak kenapa-kenapa, setelah terkena rancun perangsang itu.


"Rara?" ucap Nico,ia menatap Naora.


Naora diam tak bergeming, ia masih menyelimuti diri nya. Nico pun mengerti, mungkin ini efek yang ia rasakan saat bercinta dengannya.


"Tidurlah,aku tidak akan mengganggu mu" ucap Nico, ia membelai lembut rambut Naora. Hingga Naora pun tertidur, ponsel nya berdering. Nico menjawab si penelepon tersebut, ia keluar dari kamar Naora.


"Apa?" ucap nya.


"Cih, cepat datang ke markas. Aku memiliki kejutan untuk mu" ucap Arsakha di dalam sambungan telepon.


"Apa yang terjadi? " tanya heran Nico.


"Tidak ada, cepatlah datang kemari" jawab Arsakha, ia langsung menutup teleponnya.


"Bajingan satu ini" gerutu Nico, Jerry datang membawakan makanan. Dan obat demam, sesuai perintah Nico.


Sejujurnya, Jerry juga sudah tahu apa yang akan Arsakha berikan pada Nico.


Flashback On.


Saat malam, mereka membawa Jessica dan menginterogasi nya di markas.


"Jerry, dimana tuan Nico?" tanya Lucifer.


"Tuan Nico, ia sedang berada di hotel bersama Naora. Tuan Nico terkena racun perangsang, yang memungkinkan dia akan meninggal jika tidak ada wanita yang menolong nya. Beterima kasih lah kalian pada Naora, ia yang akan menjadi obat penawar bagi tuan kita"


Sontak saja, semua anak buah Nico kaget. Terlebih lagi para ketua divisi, dan tangan kanan nya. Para anak buah Nico merasa lega, ketika Jerry mengatakan bahwa Naora lah yang menjadi penawar untuk Tuan Nico.


"Sialan, siapa bedebah yang sudah berani meracuni tuan kita. Memang cari mati orang satu ini, aku akan menghabiskan nya sekarang juga!" tegas Lucifer, Zexo dan Alexs memandangi Lucifer. Mereka merasakan kebencian yang Lucifer rasakan, Zexo mencoba menenangkan nya.


"Apa kau tahu orang nya Jerry?" tanya Alexs pada Jerry.


"Hmm, dia Jessica. Kekasih tuan Nico, dan seorang sekretaris CEO di perusahaan Tuan Sakha" jawab Jerry, semuanya semakin mengepal kan tangan mereka.


Meskipun Jerry merasa sedih,akan nasib yang menimpa Naora saat ini. Tapi mau bagaimana lagi, nasi yang sudah menjadi bubur, tidak akan mungkin menjadi nasi kembali.


Jerry mengajak yang lain nya masuk ke ruang siksaan, yang di dalam nya sudah ada Arsakha sang raja bisnis. Mereka menginterogasi Jessica, beberapa kali Jessica berteriak dan beberapa kali juga. Hendri melumpuhkan Jessica dalam seketika.


Mereka semua terkejut, terlebih lagi Arsakha. Tanpa ia sadari, Jessica adalah sepupu dari Adelia. Niat Jessica melamar bekerja di perusahaan Arsakha pun karena perintah dari Adelia, dia tahu semua berita tentang Arsakha dari Adelia.


Adelia, ya. Dia adalah wanita yang sudah menghancurkan hidup Arsakha, karena ulah nya juga membuat cinta sejati Arsakha pergi. Andai saja waktu bisa berputar kembali, pikir Arsakha.

__ADS_1


Flashback Off.


Jerry memencet bel, Nico langsung membukakan pintu untuk Jerry.


"Tuan, ini" ucap Jerry, ia menyodorkan bungkusan yang berisi dua bubur. Untuk Nico dan Naora makan, dan satu bungkusan lagi yang berisi obat untuk Naora minum.


"Jika begitu, saya permisi dulu tuan. Saya akan menunggu di parkiran saja" jelas Jerry, yang hanya di angguki oleh Nico.


Nico menghampiri Naora, dan membangun kan nya pelan.


"Ra, bangunlah sebentar. Kau harus makan" ucap Nico, ia menepuk pelan pipi Naora. Naora pun terbangun, ia mengecek mata nya.


"Buka mulutmu" ucap Nico, ia menyuapi Naora,ia makan dengam lahap.


"Kau beristirahat lah, aku akan pergi ke markas" jelas Nico, yang di angguki oleh Naora.


Semua nya sudah selesai, Naora juga sudah minum obat. Kali ini dia tengah tertidur, tanpa ia ketahui, Nico mencium kening nya. "Aku pergi dulu" ucap Nico, dan pun pergi meninggal kan Naora.


Arsakha sudah menunggu nya di markas, entah bagaimana reaksi Nico nanti. Jika ia tahu, kekasih nya di ikat di markas nya sendiri. Arsakha memerintahkan beberapa anak buah Nico untuk mencari beberapa bukti.


"sepertinya, ada seseorang yang sudah mencampur kan racun ke dalam minuman" gumam Arsakha dalam hati nya.


Drt.. Drt... Drt...


Ponsel Arsakha bergetar, ia mengambil ponsel nya, di dalam saku celananya. Sebuah pesan dari Jerry, bahwa mereka sudah akan tiba di markas. Lucifer mendekati Arsakha, ia membungkuk kan badan nya. "Tuan Sakha, semua nya sudah kami siapkan. Dan juga, wanita itu sudah kami aman kan" ucap Lucifer, ia menjelaskan pada Arsakha.


"Tunggu, dan lihat saja" batin Arsakha.


Mereka berdua sampai di depan Markas, Alex membuka kan pintu gerbang. Nico turun dari mobil nya, ia langsung pergi masuk ke dalam markas dan menemui Arsakha. Kaki nya terhenti, ketika ia melihat seorang wanita yang tak asing bagi nya.


"Jessica" ucap Nico dengan panik, ia segera menghampiri nya Jessica yang sudah melemas. Sakha dan si kembar turun, dari tangga menghampiri Nico.


"Kau sudah datang?" tanya basa-basi Arsakha.


"Bajingan, apa yang sudah kau lakukan pada Jessica!" tegas Nico, sambil menarik kerah baju Arsakha.


"Masih tidak mengerti?" tanya Arsakha, ia tersenyum sinis pada Nico.


"Bajingan!" Nico sudah siap akan meninju Arsakha, Naora yang sedari tadi mengikuti Nico dari belakang. Menghentikan aksi Nico, yang akan memukul Arsakha.


"Berhenti Nico!" teriak Naora pada Nico, membuat Nico membulatkan mata nya.


"Naora,bukan kah aku menyuruh mu istirahat! " tegas balik Nico.


"Aku hanya ingin mengambil buku ku, yang ada di ruanganku" sahut Naora.


Ia pergi meninggalkan mereka yang akan berkelahi, Naora menaiki anak tangga. tanpa ia sadari, ia meneteskan kan air mata. Rasa sakit hati ini,terlalu dalam untuk ia rasakan.

__ADS_1


"Setidaknya tadi membuat mu tersadar Naora, akan posisi mu di hati Nico. Dia sangat mencintai Jessica, jadi untuk apa kau mengharap kan nya" batin Naora.


Ia mengambil sebuah buku di ruangan nya, yang berisi kan tentang Nico, dan keseharian nya di markas. Boleh dibilang, ini buku diary milik Naora.


"Aku harus pergi,aku bukan nona Meidina yang selalu mengharap kan cinta dari tuan Sakha"


Naora pergi, para lelaki itu sudah tidak ada. Nico masih menatap kesal Arsakha, "Seharusnya kau berterima kasih padaku, terutama Naora yang sudah menyelamatkan mu dari maut" ucap Sakha, dengan nada dingin.


"Maksudmu?" tanya heran Nico.


Sakha menjelaskan tentang kejadian Nico yang telah di racuni, ini semua rencana Jessica. Dan kenapa Jessica merencana kan ini semua,karena ia adalah sepupu dari Adelia. Wanita yang sudah membunuh ibu nya dulu, saat Nico dan Naora berkuliah di luar Nergi.


Nico terdiam sejenak, kini diri nya tahu alasan mengapa Naora tidur dengan nya. Ia menatap tajam Jessica, "Bawa wanita gila, yang di bar ku itu kemari!" tegas Nico, seakan mengerti siapa yang tuan nya maksud. Para anak buah nya mengerti, mereka segeda pergi dan membawa Adelia ke markas.


Naora sudah sampai di hotel, ia membereskan barang-barang nya. Dan segera pergi, tak lupa ia menulis sebuah surat untuk Nico baca. "selamat tinggal Nico" ucap Naora, yang meninggalkan hotel. dan langsung ke bandara. Ia menggunakan identitas palsu, hal yang sangat biasa untuk Naora menyamar sebagai orang lain.


Perut nya sedikit mual, yang membuat nya tak nyaman. "Mungkin karena aku sedang sakit, aku merasa tidak enak badan" gumam Naora.


Anak buah Nico membawa Adelia pergi, mereka menyeret Adelia agar ikut. Suatu keberuntungan bagi Adelia masih hidup, dibandingkan keluarga nya dan Arya. Yang sudah mati mengenaskan,di tangan Nico.


Brugh


Anak buah Nico melempar Adelia ke hadapan Nico, Adelia yang melihat Arsakha langsung bertekuk lutut di hadapan nya, meminta pertolongan dari lelaki yang sudah ia khianati. "Sakha, tolong aku. Mereka akan membunuh ku" ucap Adelia yang memegang kaki Arsakha.


"Singkirkan tangan kotor mu, dari tubuhku! " tegas Arsakha.


"Kau lihat dia, apa kau mengenali nya" ucap Arsakha, yang menunjuk ke arah Jessica yang tengah pingsan.


"Jessi!" teriak histeris Adelia.


Nico semakin yakin jika yang dikatakan Arsakha memang benar, setelah ini ia harus menjelaskan semua nya pada Naora. Tentang diri nya, yang tersadar saat di akhir permainan nya. Bagaimana pun, Nico adalah lelaki yang sudah mengambil kesucian Naora. Ia harus bertanggung jawab, karena sudah menaruh benih nya juga,di rahim Naora.


Nico menjambak rambut Adeli, Adelia meringis ke sakitan. Ia melempar Adelia masuk ke dalam sel tahanan mafia nya, yang di dalam nya juga sudah ada Jessica.


Tanpa alasan Nico pergi, "Mau kemana?" tanya Arsakha. Nico memutar badan nya, "Menemui Naora, aku akan segera kembali" ucap Nico, ia bergegas pergi dari markas dan ingin menemui Naora di Hotel.


Tidak tahu apa yang saat ini ia rasakan, mungkin rasa kecewa yang sedang Naora rasakan, pikir Nico. Saat Nico hendak akan memukul Arsakha, karena Jessica. Nico sudah sampai di Hotel, ia berlari menuju kamar nya. Yang ia tempati bersama Naora juga, ia membuka pintu kamar hotel nya. Tidak ada apa-apa, hanya seisi ruangan yang gelap gulita.


Nico menyalakan lampu kamar, ia melihat ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Naora.


"Ra" sahut Nico.


"Rara?" tidak ada jawaban sama sekali, Nico mencari di kamar mandi. Naora tetap tidak ada, "Naora" kini ia mencari nya di ruang ganti, tetap saja tidak ada.


"Naora, kau dimana ra? " ucap Nico dengan nada meninggi. Mata nya tertuju pada sebuah kertas yang berada di atas nakas, Nico mengambil surat itu. Ia membaca bari perbaris nya, tanpa ia sadari. Nico meneteskan air mata nya,dan terduduk lemas di lantai.


"Maafkan aku ra" gumam Nico, menyesali perbuatan nya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2