Penyesalan CEO Lumpuh

Penyesalan CEO Lumpuh
KABAR DUKA (S1 TAMAT)


__ADS_3

...Happy Reading...


Arsakha mematikan sambungan telepon nya, dan tertidur dengan lelap. Begitu sama hal nya dengan musa, yang tengah tertidur.


Rencana besok pagi mereka akan langsung berangkat ke negara A, untuk bertemu keluarga Meidina.


Sedangkan di sisi lain, adam tengah berdecak kesal karena sebuah panggilan yang membuat nya terganggu dan stres.


"Tidak tahu apa ya, malam-malam begini malah menelepon ku!"


Adam mengambil ponsel nya dan mengangkat nya.


"Ada apa!" tegas adam dengan nada keras.


"Tuan, anda pasti tidak percaya ini" saut Pratik seperti sedang menangis.


"Ada apa? cepat kata kan!" ucao adam penuh penegasan.


"Istriku, telah di bunuh oleh Soraya tuan" lirih Pratik.


Adam terbangun, dan membulatkan kedua mata nya.


"Jangan berbohong kau Pratik!" ucap Adam tak percaya


"Serius, aku baru saja mengecek Cctv rumah. Soraya masuk dan meningkam dada istri ku Tuan Adam,aku harus bagaimana sekarang " ucap Pratik mengiba dan tangis nya pun pecah.


Ketika itu, adam terbangun lalu bangkit dari tidurnya. Ia melirik jam di nakas. Jam 11,ini sudah sangat larut.


"Kau tenang lah, aku akan segera pergi ke sana"


Adam menutup telepon dari Pratik, dan langsung menuju tempat di mana kediaman Pratik berada. Rasa kegelisahan campur aduk, dan juga kekhawatiran menyelimuti benak Adam.


"Jangan sampai kau berulah Soraya"


"Aku heran, mengapa wanita yang Sakha pilih tidak benar semua. Untung adik ku waras"


Ucap adam mengumpat, sambil turun dari lantai atas nya, ia menuju ke bawah. Ayah Hamzah ternyata belum tidur, ia melirik putra nya yang tengah tergesa-gesa.


"Kau mau Kemana dam?" ucap ayah hamzah


"Aku, hm. Ada kencan buta dengan seseorang ayah. Aku harus pergi" ucap nya berbohong.


"Kau berbohong kan?" ucap ayah Hamzah tak yakin


"Benar ayah, aku harus pergi dia sudah menunggu ku" ucap adam yang akan segera pergi


"Baiklah, jika perlu bawa ia besok kemari. Karena adik mu akan ke sini" lirih nya


Adam tercengang, Meidina akan ke sini. Itu berarti sangat sulit untuk dirinya berbohong kepada ayah Hamzah.

__ADS_1


"Hm baiklah, nanti akan ku bawa" ucap adam.


Ia pergi dengan cepat, segera ia menghubungi Arsakha juga.


Baru saja tidur, Sakha harus mendapat kan gangguan telepon kembali.


Meskipun sudah terbangun, namun Sakha enggan untuk menjawab panggilan telepon tersebut.


"Ada apa lagi sih!" ucap nya berdecak kesal.


Sakha mengambil telepon tersebut, dan menjawab nya.


"Apa"


belum juga selesai bicara namun adam sudah memotong kalimat ucapan Arsakha.


"Sakha, istrimu telah membunuh istri Pratik. Kau harus ikut ke rumah Pratik sekarang, aku akan menjemput mu!"


ucap adam dengan tergesa-gesa, namun Sakha hanya diam membisu. Ia malah kembali tertidur.


"Sakha njing, kau bisu! " ucap adam, ia masuk ke dalam mobilnya, dan langsung membawa dengan kecepatan tinggi.


"JIKA KAU TIDUR! AKAN KU BUAT ADIK KECIL MU HILANG!" tegas Adam ia segera menutup panggilan tersebut, dan segera menuju mansion Arsakha.


Merasa terancam, Sakha membuka mata nya dengan malas. Meskipun Soraya adalah istrinya, Tapi ntah mengapa ia tak merasakan cinta kembali.


Mengenakan pakaian panjang, dan dengan nyaman. Sangat mengantuk, namun mau bagaimana lagi, Soraya adalah istrinya.


"Merepotkan,jika begini. Biarkan saja musa meninggal, dan aku tak perlu susah payah seperti ini"


Layak nya anak gadis yang tengah datang bulan, ia terus-terusan menggerutu. Sampai si Hendra Hendri kaget atas kedatangan Adam yang menerobos gerbang mansion, ia pikir penjahat ternyata adam.


Adam turun dari mobil nya, dan segera masuk ke dalam mansion. Tanpa bersalaman atau permisi, ia masuk tanoa dosa.


"SAKHA!" teriak nya, untuk di mansion hanya ada Sakha dan si kembar saja.


Papa Rendra sudah pulang, jika ada. Adam harus pintar-pintar memutar otak nya. Mencari alasan apa lagi, agar bisa mebawa Sakha keluar.


Ia berjalan menyelusuri anak tangga, hingga sampai pada kamar Arsakha.


Braak.


Adam mendobrak nya, alangkah terkejut nya ia ketika melihat Arsakha tengah memakai baju dengan mandiri nya.


Sambil menutup matanya dengan tangan sebelah, dan adam datang menghampiri Arsakha yang tengah memakai celana panjang warna hitam nya.


"Buyungnya kecil ya" saut adam membuat Sakha kesal.


"Diam, ayo pergi"

__ADS_1


Sakha sudah siap, dengan segera adam menuntun nya naik ke kursi roda. Dan, adam mendorong kursi roda tersebut dengan cepat menuju arah lift.


Arsakha berpegangan erat pada roda nya, hampir saja tidak jatuh. Gumam Arsakha


"DARURAT DARURAT" ucap Adam ia, mebawa Sakha keluar dari mansion dan memasuki kan sakha ke dalam mobil nya


Tanpa memikirkan perasaan Arsakha, sakit atau tidak nya. Si kembar Hendra dan Hendri hanya terdiam. Mereka membuka kan gerbang untuk Adam, dan mobil adam kembali meluncur dengan cepat.


"Hey, pelan-pelan bodoh. Kau ingin mati dengan membawa mobil berkecepatan tinggi seperti ini" grutu Arsakha sambil memegang erat sabuk pengaman nya.


"Diam, ini darurat!"


Arsakha memutar bola mata nya, lebih baik mati saja ia sekarang. Jika harus berurusan dengan kekacauan seperti ini.


"Terserah"


Arsakha dan Musa telah sampai di rumah sakit, mereka berdua mencari Pratik ke sana dan ke mari.


Nampak di depan sana, Pratik tengah berdiam diri sambil melamun di depan ruang operasi. Dengan segera, Arsakha dan Adam menghampirinya.


"Pratik, bagaimana keadaan istrimu?" tanya Adam yang mulai panik.


Pratik menoleh. "Dia sedanh Di operasi, Karena luka yang ia dapatkan cukup serius" keluh Pratik.


"Aku turut menyesal atas hal yanh telah menimpamu" gumam Arsakha.


Pratik melirik ke arah Arsakha. "Ini bukan salah Tuan Sakha, jadi jangan menyalahkan diri anda sendiri tuan" ucap Pratik pada Arsakha.


Sakha tertunduk, pernikahannya membawa bencana selama ini. Mau bagaimana pun, Soraya adalah istrinya dan ia adalah sebagai suaminya.


Arsakha akan menanggung semua kerugian yang telah Soraya perbuat, dengan nafas yang berat Pratik mengeluarkan sebuah surat kecil di dalam sakunya.


"Tuan ini" ucap Pratik memberikan surat itu kepada Sakha.


"Surat Dari Sora, Dia ingin meminta cerai jika kau sudah sembuh nanti" ucap Pratik, namun Sakha tak menghiraukannya.


Dokter keluar, ia membawa istri Pratik pergi dari buang operasi. Spontan, Pratik yang melihatnya langsung mengejarnya.


"Dokter bagaimana operasinya?" tanya Pratik.


"Operasi berjalan dengan sangat lancar, dan istri anda dinyatakan selamat" ucap sang dokter.


Pratik tersenyum haru, akhirnya ia bisa bersama istrinya kembali.


.........


...Guys disini season 1 udah tamat ya, nanti akan lanjut lagi di season 2 ceritanya babang adam ❤ ......


...terimakasih banyak...

__ADS_1


__ADS_2