
Sakha berpikir sejenak, ia menyandarkan punggungnya disandaran kursi kebanggaannya itu.
"Aku tidak ingin tahu, bagaimana pun caranya. Berita ini tidak boleh menyebar luas, dan sekarang bagaimana kau akan mengurus tentang konversi press?" tanya Arsakha pada Pratik.
Pratik mengangguk pelan, "Aku akan bicara terlebih dahulu dengan istriku saat pulang nanti Tuan. Karena dia lah, yang menjadi kunci utama di masalah ini."
Adam pun mengerti, tidak mudah untuk membujuk istri Pratik agar mau berbicara setelah kejadian itu. Ia memilih untuk pergi dari Mansion Ayah Hamzah dan memutuskan untuk keluar kota.
"Tapi apakah kau merasa heran, skandal ini sudah lama dan juga hampir bertahun-tahun terpendam. Namun kenapa sekarang baru terbongkar?" Nico yang membuka pembicaraan itu, sontak membuat mereka juga terkejut ketika mendengarnya.
"Benar juga, mungkin karena Soraya kala itu belum terlalu terkenal seperti Soraya sekarang, Nico" sahut Adam.
"Benar, kemungkinan besar karena publik tidak mengenal Soraya dengan dalam. Dan juga istri Pratik enggan untuk membawa masalah ini ke yang lebih berwenang." Tambah Nico.
Mereka berempat membicarakan tentang masalah yang kini dan mereka hadapi bersama.
"Tuan, apakah kau ingin mencari tahu kenapa Soraya berbuat jahat seperti itu?"tanya Praktik pada arshaka.
Arsakha berpikir sejenak, "Mungkin Soraya berbuat seperti itu, karena kau adalah mantan pacarnya yang gagal menikahinya. Sehingga membuat Soraya yang geram dan berencana untuk menghabisi istrimu itu." jawab Arshaka.
Nico Dan Adam terkekeh kecil, Nico sejenak ia mencerna kembali apa yang dulu pernah ia bahas tentang sindikat para mafia di Italia. Nico sejenak berpikir, dan sebuah kenangan muncul ketika kala itu Soraya yang mencoba membunuh istri pratik.
"Arsaka, apakah Soraya memiliki dendam atau musuh dengan seseorang?" tanya Nico
Arsakha hanya menaik turunkan bahunya itu. "Aku tidak tahu, karena aku tidak tahu." jawab nyeleneh Arskha.
"Sepertinya memang benar, bukan Soraya yang menyakiti istri Pratik. Aku berani taruhan dengan nyawaku sendiri, jika ada seseorang yang berpura-pura menjadi Soraya untuk mengelabui kita semua dan mengira itu adalah Soraya."
__ADS_1
"Apa kau ingat, selama ini Musa telah menemukannya dan mengurungnya. Aku penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada keluarga mereka, selain memiliki musuh dengan Tuan Marvin." ucap Nico yang panjang lebar.
Adam menggangguk. "Iya, aku juga penasaran dengan apa yang telah terjadi pada mereka 2 tahun ke belakang ini" gumam Adam yang satu pemikiran dengan Nico.
Arsaka hanya terdiam mencerna apa yang mereka katakan itu, percaya tidak percaya. Jika memang benar istrinya yang telah melakukan kejahatan tersebut, Maka Soraya harus menanggung akibatnya sendiri, dan Arsakha tidak bisa membantu Soraya dengan apa-apa. Karena Soraya pasti akan dijerat sebuah pasal perundang-undangan, tentang pembunuhan berencana." jelaskan Arsakha.
Mereka semua mengerti, tentang apa yang harus Arsakha rasakan. Bagaimanapun juga Soraya harus menebus kesalahannya jika memang iya benar berbuat salah.
"Aku akan berbicara dengan perusahaan yang telah menyiarkan berita itu untuk pertama kalinya. Mereka sudah berani main-main dengan circle kita, maka mereka juga harus siap konsekuensinya dengan melawanku terlebih dahulu."
Perdebatan dan perbincangan diantara mereka berempat berakhir dengan sebuah rencana baru. Untuk memancing sang predator yang mencoba memangsa mereka, dengan melalui Seraya sebagai umpannya.
"Soraya, apa yang harus aku lakukan jika kau benar membuat kesalahan itu..." gumam Arshaka sambil menyandarkan bahunya di sandaran kursi kebanggaannya itu.
Hanya ada dia dan juga sebuah laptop yang menemaninya di ruangan yang sepi itu. Adam dan juga Praktik telah pergi meninggalkan Arsakha dan kembali ke perusahaan. Karena ada memiliki sebuah panggilan yang mendesak, agar dirinya datang ke perusahaan.
Begitu juga dengan Nico, yang kembali lagi ke perusahaannya untuk mengatur jadwal meeting bersama klien bisnisnya itu. Hanya tinggal Arsakha, ia mencoba berpikir dengan keras siapa yang telah berani menyiarkan dan membawa siaran berita tersebut. Terlebih lagi, kenapa ia bisa tahu padahal ia sudah menutup akses informasi dan juga mereka tidak pernah membetulkan kejadian tempo hari itu.
Sedangkan di lain sisi, Soraya tengah menyiapkan makan malam untuk Arsakha bersama Bi Minah di dapur. Bi Minah sejenak melihat Soraya, Ia tak percaya dengan apa yang telah terjadi dan berita itu.
"Kasihan sekali tuan muda, jika Nona Soraya melakukan perbuatan sekeji itu. Maka reputasinya dan juga nama baiknya di dunia entertainment, akan hancur begitu saja." ucap Bi Minah di dalam batinnya.
Soraya yang melihat tingkah laku Bi Minah yang aneh itu, langsung menyipitkan kedua matanya.
"Bi Munah, apa bibi baik-baik saja? Apa bibi sakit?" tanya Soraya pada Bi Min.
"Bibi, baik-baik saja apa. Nona mengira Bibi sedang tidak baik-baik saja?" Tanya kembali Bi Min, dan Soraya pun mengangguk pelan.
__ADS_1
Ia membersihkan sayuran yang telah tadi mereka potong bersama-sama. "Nona" sahut Bi Minah.
Soraya pun meliriknya. "Apa bibi boleh bertanya sesuatu pada Nona?"
"Bicara apa, Bi?"
"Apa Nona sebelumnya memiliki musuh atau seseorang yang tengah berkaitan konflik dengan Nona.?" tanya Bi Min dengan begitu antusias.
Soraya pun mengeleng-gelengkan pelan kepalanya. "Dari dulu aku tidak pernah terlibat konflik dengan siapapun. Namun, aku hanya memiliki rasa kesal saja pada kembaranku yang beda genetik denganku." Jelas Soraya.
Seolah mendapatkan petir di siang bolong, Bi Min terkejut sambil membuka sedikit mulutnya. Kedua matanya melotot, ia tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Apa! Nona memiliki kembaran? Tapi kenapa Bibi baru tahu sekarang? Kenapa Nona tidak mengatakannya sedari dulu?" Bi Min memberi pertanyaan dengan bertubi-tubi.
"Sudah lebih baik sih, jangan terlalu menganggapnya serius. Lagi pula, aku sudah hilang kabar dengannya semenjak 4 tahun yang lalu. Ketika kami bertengkar hebat."
Bi Munah semakin tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Bertengkar hebat? Kenapa bisa begitu nona?" tanya Bi Min.
"Karena kembaranku ingin aku mengikutinya, dan menjadi saudara kandungnya. Namun aku sudah menikah dengan Arsaka, jadi sudah kewajibanku untuk mengurusnya." jawab Soraya.
Rasanya sangat mustahil, jika Soraya memang benar-benar memiliki seorang kembaran yang berbeda genetik. Mereka kembar namun tidak bersaudara.
"Lalu bagaimana dengan kembaran Nona, apa dia masih marah sampai saat ini?" tanya Bi Min dengan serius.
"Tidak, dia marah besar. Dia masih membenciku karena aku memilih mementingkan cinta dibandingkan persahabatan."
__ADS_1
"Apa bibi mau tahu, aku dan Raina adalah komplotan pencuri wanita terhebat di Asia lho. Sebelum mengenal arsaka, aku sudah lebih dulu mengenal dunia hitam dan juga kelam. Jangan memberitahunya pada Arsakha, dan juga memberitahu siapa-siapa. Bahwa aku mengatakan hal ini kepada Bibi, hanya Bibi saja yang tahu rahasia besar ini..." Pinta Soraya.
Bi Mij hanya mengacunginya kedua jempol yang mengisyarakan oke. Bi Minah tidak percaya dengan masa lalu Soraya, ia tidak pernah habis pikir dengan Soraya yang seperti yang ia pikirkan.